NovelToon NovelToon
Eifel Dalam Genggaman Cinta Yang Lain

Eifel Dalam Genggaman Cinta Yang Lain

Status: sedang berlangsung
Genre:One Night Stand
Popularitas:511
Nilai: 5
Nama Author: de banyantree

Semakin hari Alan terus melukai Xarena dengan semua keangkuhannya. Namun Xarena memilih diam. Karena sakit yang sangat begitu dalam, lima tahun Alan meninggalkannya tanpa kabar. Kini dia kembali membawa Luka.
Bagi Alan, Xarena telah bahagia dengan pilihan orang tuanya. Bagi Xarena, Alan masih memiliki utang penjelasan untuknya.
Bagaimana dia tega meninggalkan Xarena sendirian, hingga Ciara Hadir di dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon de banyantree, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Janji palsu

Xarena menatap nanar pria jangkung yang baru saja menabrak bahunya. Akibat benturan itu, tasnya jatuh dan isinya berhamburan di atas lantai marmer yang dingin. Semua barang makeup dan beberapa barang berhamburan di atas lantai. Namun, pria di hadapannya tak bergerak sedikit pun untuk membantu. Mata tajam itu menatapnya datar, sedingin es, seolah tak berperasaan.

​Alan Dirgantara. Pria yang pernah mengisi hari-harinya selama tiga tahun itu kini berdiri di sana. Pria yang dulu menghilang tanpa jejak, meninggalkan Xarena dalam kubangan luka yang tak kunjung mengering. Tanpa sepatah kata pun, Xarena memunguti barang-barangnya dengan tangan gemetar. Saat ia melangkah masuk ke dalam lift, Alan menyusul. Mereka berdiri berdampingan dalam keheningan yang menyesakkan, seolah-olah mereka adalah dua orang asing yang belum pernah berbagi napas yang sama.

Hati Xarena terasa sakit menahan perih. Kenapa pria di dalam lift tadi sama sekali tak mengenali dirinya. Padahal di dalam hatinya Xarena ingin sekali berteriak kegirangan memeluk erat pria itu. Hanya saja tatapan dingin seolah sedang mengintimidasi membuat Xarena merasa canggung serta risih. Pria itu seakan sedang membangun benteng pertahanan yang sangat tinggi. Yang tak bisa disentuh oleh Xarena.

​"Xaren! Cepat, laporan kamu sudah ditunggu CEO baru," seru Kinan panik saat Xarena tiba di ruangan kerjanya di lantai paling atas. Sebuah perusahan konstruksi ternama di pusat kota ini.

Salah satu anak perusahaan dari Kusuna Ningrat Corporation.

​Desas-desus tentang pemimpin baru mereka memang sedang memanas. CEO mereka kini digantikan oleh suami baru dari Nyonya Monique Kusumaningrat, salah satu wanita terkaya di Indonesia yang hartanya disebut tak akan habis tujuh turunan.

​Xarena sudah menduganya, ternyata pria yang menabraknya tadi adalah bos barunya. Dengan napas berat, ia mengambil berkas dari tangan Kinan dan melangkah menuju ruang kerja CEO.

​Tok, tok.

​"Masuk."

​Suara bariton itu terdengar penuh intimidasi. Xarena berusaha menjaga sisa-sisa harga dirinya meski hatinya bagai dihantam badai. Sosok di balik meja itu kini berubah total. Dulu, Alan adalah pria sederhana dengan sorot mata hangat; kini, ia menjelma menjadi pria berkuasa dengan aura yang tak tersentuh.

​Xarena menyodorkan berkas keuangannya. Alan tak sedikit pun meliriknya, ia langsung fokus membedah dokumen tersebut lembar demi lembar. Merasa diabaikan, Xarena berniat membalikkan badan untuk keluar. Namun, matanya tak sengaja menangkap sebuah bingkai foto di sudut meja.

​Di sana, Alan tengah memeluk mesra Nyonya Monique dengan latar belakang Menara Eiffel.

​Hati Xarena mencelos. Menara Eiffel adalah impian mereka dulu.

​"Sayang, kalau nanti kita sudah lulus dan punya banyak uang, ajak aku ke Menara Eiffel, ya?" rengek Xarena manja saat mereka masih duduk di bangku taman sekolah.

​"Tentu, Tuan Putri. Apa pun yang kamu inginkan, akan aku kabulkan," jawab Alan tulus saat itu, sambil membelai lembut anak rambut Xarena di keningnya yang tertiup angin

Kala itu cinta masa muda mereka sangat menggebu-gebu. Meski Xarena adalah anak pengusaha sukses dari Biantoro Grup. Dan Alan hanya pria biasa saja. Namun cinta Xarena benar dan tulus untuknya.

​Kini, janji itu ditepati, tapi bukan dengannya.

​"Siapa yang menyuruhmu keluar? Tetap di tempatmu," perintah Alan dingin, tanpa mengalihkan pandangan dari berkas. Xarena membeku, jemarinya meremas ujung baju.

​Tiba-tiba, pintu terbuka. Seorang wanita cantik dan elegan meski usianya hampir separuh abad masuk dengan senyum mengembang.

​"Halo, Sayang," sapa Monique lembut. Ia menghampiri Alan, mencium pipinya, dan membelai wajah pria itu dengan posesif. Alan hanya diam, menerima perlakuan itu tanpa penolakan.

​Dada Xarena sesak. Lima tahun, Alan... Kau menghilang tanpa kabar, dan inikah balasan untuk kesetiaanku menunggu? batinnya getir. Air mata mulai menggenang di pelupuk matanya.

​"Maaf Tuan, Nyonya... saya permisi," pamit Xarena serak, tak sanggup lagi melihat pemandangan di depannya, apalagi saat Alan sengaja menarik Monique untuk duduk di pangkuannya.

​"Tetap di situ!" bentak Alan, suaranya tajam mengiris udara. Ia seolah ingin Xarena menyaksikan setiap detik kemesraan mereka.

​Xarena memejamkan mata erat. Bertahanlah, Xarena. Demi Mommy dan Ciara di rumah, bisiknya menguatkan diri. Ia harus profesional, meski jiwanya sedang tercabik-cabik.

​Melihat mata Xarena yang berkaca-kaca, kilat kepuasan muncul di mata Alan. Rasakan pembalasanku, Xarena. Ini baru permulaan. Kau akan melihat hal yang jauh lebih menyakitkan di hari-hari berikutnya, batin Alan penuh dendam.

​Begitu Xarena berhasil melarikan diri keluar ruangan, Alan langsung mendorong tubuh Monique dengan kasar.

​"Cukup, Monique. Aku tidak suka kau bersikap begini di kantor," tegasnya dingin.

​"Alan! Sampai kapan kau terus menolak cintaku? Apa salahku?" isak Monique yang mulai lelah dengan sikap suaminya yang tak pernah memberikan hatinya.

​"Pulanglah. Sopir sudah menunggu," usir Alan tanpa perasaan.

​Setelah Monique pergi, ruangan itu kembali hening. Alan menyandarkan punggungnya, memejamkan mata rapat-rapat.

​"Xarena..." gumamnya lirih. Nama itu terasa seperti belati yang menusuk tepat di jantungnya sendiri.

Alan sendiri tak mengerti dengan perasaanya. Di satu sisi dia sangat membenci keberadaan Xarena di sini. Tapi entah kenapa, hatinya tertusuk sakit saat dia menyakiti Xarena dengan sengaja tadi.

"Apakah benar perlakuan jahatku ini padanya?"

1
mama
alan ny goblok bin tololl.. mau2 nikah sm mak Lampir cm demi kekuasaan🤣..
mama
CEO terbodoh🤣,..org kaya gk mampu nyari detektif buat nyari kebenarannya nih cerita ny, gitu aj bingung😄..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!