NovelToon NovelToon
Dewa Primordial Yang Mahakuasa

Dewa Primordial Yang Mahakuasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Action / Fantasi
Popularitas:165
Nilai: 5
Nama Author: DaoisttjmlCe

Q adalah makhluk hidup. Q adalah esensi alam semesta.

Dengan semakin berkembangnya tenaga uap dan mesin, siapa yang bisa mendekati sosok Master Q? Terselubung dalam kabut dan kegelapan, siapa atau apa kejahatan yang mengintai dan berbisik di telinga kita?

Terbangun dengan serangkaian kebingungan dan misteri, Bagas Pratama mendapati dirinya bereinkarnasi ke tubuh seorang remaja bernama Rostav Zertu di dunia yang dipenuhi oleh lautan dan dikuasai oleh mesin uap, bajak laut, meriam, serta Ramuan, Q, dan Anomali.

Ikuti kisah Rostav Zertu dalam menghadapi bahaya dan misteri yang mengincarnya, saat terlibat dengan organisasi-organisasi rahasia yang ada di dunia.

Ini adalah kisah dari "Kapten Mawar Hitam".

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DaoisttjmlCe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21 - Perasaan Wanita Berubah Secepat Cuaca Musim Panas

Hari saat ini masih pagi, tapi Rostav bingung harus melakukan apa. Ditambah dia kedatangan seorang putri duyung, yang di dunia ini disebut Ras Athu. Dia duduk di kursi kuningan sambil meletakkan kedua tangannya di belakang kepala. Dia menatap langit-langit dan memikirkan kembali penjelasan Cia tentang Laut Primordial. 'Laut Primordial terbagi menjadi lima Tingkat Bakat. Bakat Tingkat E, D, C, B, dan A. Setiap 1% luas Laut Primordial sama dengan lima langkah. Aku pernah menjelajahi Laut Primordial sampai ujung, dan kalau tidak salah totalnya mencapai dua ratus empat puluh lima langkah, dibagi lima, totalnya 49%. Itu artinya, aku hanya memiliki Bakat Tingkat C, mendekati puncaknya, 50%.

'Aku tidak tahu bagaimana sistem mengeluarkan kemampuan Q. Dari penjelasan Cia, semakin luas Laut Primordial, semakin bertahan pula Master Q saat bertarung. Itu artinya, untuk mengeluarkan kemampuan Q memerlukan energi Laut Primordial, mirip dengan mana dalam game RPG. Juga, bukankah sistem kekuatan di dunia ini mirip-mirip seperti game RPG dan Pokemon? Ya, Q mirip dengan Pokemon. Kenapa aku baru mengingatnya? Cia tidak menjelaskan apa yang akan terjadi kepada Master Q jika Laut Primordial-nya habis. Apakah bisa terisi lagi secara otomatis, atau memerlukan bantuan eksternal untuk mengisinya kembali? Aku akan menanyakannya nanti.'

Dia tanpa sadar tertidur dengan kepala berada di meja setelah membaca buku. Siang harinya, dia terbangun karena ombak besar menghantam kapal, membuatnya bergoyang dan hampir oleng. Hal itu membuat Rostav tersentak kaget, dia membiarkan matanya menyesuaikan visual dunia, dan segera berlari menuju dek kapal. Dia takut, dengan ombak sebesar ini, mungkin pertanda bahwa badai akan tiba.

Tapi, setelah mencarinya ke segala arah, Rostav hanya bisa menghela napas lega ketika tidak menemukan tanda-tanda badai. Dia sudah mengetahui tanda-tanda badai. Pertama, ombak menjadi lebih besar dan kuat dari biasanya. Kedua, langit menjadi gelap. Dan ketiga, sebuah awan gelap disertai gemuruh guntur yang menggelegar. Itulah tiga tanda badai akan datang, menurut pengalaman dan pengamatannya selama ini.

Dia mengusap dahinya yang berkeringat dan akhirnya berbalik, hendak melangkah menuju ruangannya. Tapi, tepat saat dia melewati pintu kamar Cia, dia mendengar sebuah suara teriakan di dalamnya.

"Aaa!!!" suaranya terdengar begitu panik dan penuh ketakutan. Rostav yang kebetulan lewat dengan cepat mengetuk pintu dan menanyakan keadaannya, "hei, kau baik-baik saja? Kenapa kau berteriak?"

Di dalam, Cia sedang berdiri, berjinjit di atas kasur sambil memeluk bantalnya. Dia mengibaskan tangannya beberapa kali, seolah-olah ingin mengusir lalat. Ketika dia mendengar suara ketukan pintu dan suara Rostav, dengan penuh kepanikan dia berkata padanya, "a-ada makhluk mengerikan di sini."

Rostav mengerutkan dahinya, jelas tak memahami maksudnya. 'Makhluk mengerikan? Apa itu monster Anomali yang pernah dia jelaskan sebelumnya?'

Apa itu Anomali?

Anomali adalah monster yang menghuni lautan, daratan, tanah, dan udara. Setiap habitat melahirkan wujud yang berbeda. Di lautan, mereka menyerupai ikan, tapi dengan bentuk yang ganjil dan mengerikan. Di daratan, mereka tampak seperti hewan yang telah terdistorsi menjadi sosok yang absurd dan menjijikkan. Di dalam tanah, wujud mereka menyerupai cacing raksasa yang mengerikan. Sementara di udara, mereka menjelma bak burung dengan rupa yang aneh dan memuakkan. Seluruhnya memiliki satu kesamaan, yaitu penampilan yang mengganggu dan menjijikkan. Anomali adalah monster berbahaya yang kerap memburu manusia, bahkan tak segan memangsa sesamanya.

Tapi, ada sesuatu yang membuatnya bertanya-tanya. 'Bagaimana bisa ada Anomali yang masuk ke kamarnya? Bukankah ruangannya tertutup dan pintunya juga terkunci, jadi bagaimana mungkin ada Anomali yang bisa masuk?'

Mendengar teriakan panik Cia, Rostav segera berkata, "Cia, buka pintunya, aku tidak bisa masuk untuk menyelamatkanmu."

Di dalam, Cia yang mendengar suara Rostav akhirnya menyadari bahwa dialah yang kini memegang kuncinya, dan dia juga mengunci pintunya. Dia melirik ke arah kenop pintu, dan melihat kunci masih tertancap di sana.

"I-iya, t-tunggu sebentar," Cia memberikan jawaban dengan suara tergagap. Keringat segera membasahi seluruh tubuhnya. Dan setelah mengambil napas panjang dan memberanikan diri, dia melompat dari atas kasur dan berlari sambil tetap memeluk bantalnya. Sepertinya, kepanikan membuatnya lupa bahwa dia tidak mahir berjalan menggunakan kaki. Di tengah perjalanan, dia terjatuh, terpeleset oleh kakinya sendiri.

Dia mengusap kepalanya yang terbentur dan tanpa sengaja, matanya melihat sebuah makhluk mengerikan seukuran ibu jari menatap ke arahnya. Mata Cia langsung saja mengecil hingga seukuran biji jagung, dan di dalam pikirannya saat ini, hanya ada rasa panik, ketakutan yang begitu mendalam. Selama tujuh belas tahun dalam hidupnya, dia tak pernah melihat makhluk mengerikan seperti itu sebelumnya.

Dia segera berteriak, berdiri, dan menghampiri pintu. Dia memutar kuncinya dengan tangan gemetar, seolah-olah sedang dikejar hantu. Dan ketika pintu sepenuhnya terbuka, dia melihat Rostav berdiri tegap di depannya. Dan tanpa permisi, dia berlari ke belakang tubuhnya sambil memeluk bantalnya dengan lebih kuat.

Rostav sendiri kaget melihat Cia ketakutan seperti ini, bahkan memilih untuk bersembunyi di belakangnya.

"Di-di sana..." Cia menujuk dengan tangan gemetar, dan menarik tangannya lagi saat melihat makhluk itu. Tubuhnya merinding.

Rostav mengikuti arah tunjuk Cia, dan hanya bisa menghela napas sambil terkekeh ketika melihat makhluk apa yang membuatnya ketakutan. 'Hah, kupikir ada monster yang menyusup, ternyata, hanya seekor kecoak. Lah, jujur saja dia membuatku panik tadi.'

Pada momen itu, Rostav hanya memilih tertawa, hal itu membuat Cia menyatukan alisnya dan menatap Rostav dengan aneh.

"Kupikir ada monster, ternyata kau ketakutan seperti ini karena seekor kecoak? Ck, ck, ck," Rostav tertawa sambil mendecakkan lidahnya berkali-kali. Hal itu tentu saja membuatnya kesal. Dia sudah tujuh belas tahun hidup, tapi dia tidak pernah menginjakkan kaki di daratan. Jadi dia tidak mengetahui ada makhluk bernama kecoak.

"Walaupun dia kecil, tapi lihat saja bentuknya, menjijikkan dan menggelikan. Aku adalah Ras Athu, aku tak tahu banyak tentang makhluk di daratan," Cia berusaha mengelak, membantah. Mengganggap bahwa reaksinya adalah hal normal.

"Baiklah, baiklah," Rostav berhenti tertawa dan melangkah masuk. Ketika jaraknya dengan kecoak itu telah dekat, dia mengangkat kakinya dan menginjak kecoak itu dengan santai. Tubuh kecoak itu hancur, cairannya menyatu dengan tubuhnya, membuat Cia merasa mual saat melihatnya. "Aku akan membersihkannya, aku akan mengambil sapu dan cikrak di ruang pembersihan."

Rostav melangkah keluar dari kamarnya dan menuju ruang pembersihan. Dia mengambil alat-alat yang dibutuhkan dan kembali masuk ke kamarnya, lalu membersihkan tubuhnya hingga benar-benar bersih, bahkan nodanya sudah tak terlihat di lantai.

Setelah membuangnya ke laut, dia mengembalikan alat-alatnya. Setelah itu dia mendatangi Cia yang masih belum berani masuk ke kamarnya sendiri.

"Apa kau punya kecenderungan memeluk bantal?" Rostav bercanda dengan Cia, hal itu membuatnya langsung meletakkan bantal itu di belakang punggungnya, seolah-olah tak mengetahui apa pun.

"Apa kau yakin tidak ada... makhluk itu lagi?" Cia berusaha mengingat nama dari makhluk itu, tapi setiap kali dia berusaha mengingatnya, bayangan kecoak itu muncul di dalam benaknya, membuatnya merinding.

Rostav yang mendengar hal itu memiliki ide jahil di kepalanya, dia pun mengungkapkannya, "kenapa? Apa kau masih takut? Atau... perlu aku temani tidur? Hehehe," Rostav terkekeh geli dengan candaannya. Dia kemudian melihat ekspresi Cia dari yang awalnya ketakutan berubah menjadi kesal, dan tanpa berbicara lagi dia melangkahkan kakinya masuk. Sebelum menutup pintu, dia menjulurkan lidahnya dan membanting pintunya.

Rostav jujur saja sedikit terkejut dengan perubahan emosi yang drastis ini. 'Apa semua wanita memang seperti ini? Perasaan mereka berubah secepat cuaca musim panas, sulit ditebak dari satu saat ke saat berikutnya. Rasanya, baik di Bumi maupun di dunia baru ini, wanita tetap menjadi sosok yang tidak mudah dipahami. Bahkan saat masih di Bumi, aku pernah melihat sebuah buku berjudul "Cara Memahami Wanita". Tebalnya luar biasa, seolah memuat jawaban atas teka-teki yang tak pernah habis. Sebaliknya, buku tentang memahami pria jauh lebih tipis. Entah karena pria memang lebih sederhana, atau justru karena tidak banyak yang perlu dijelaskan.'

Rostav mengangkat kedua bahunya, memilih untuk tidak memikirkannya, lalu kembali ke kamarnya untuk kembali tidur. Dia tetap merasa tenang karena sebelumnya, saat membuang tubuh kecoak dia juga melihat cuaca.

Cuacanya cerah dan sepertinya badai tidak akan muncul.

1
anggita
klo bisa novelnya dipromosikan Thor, biar dikenal pembaca NT.
anggita: ga pa" ijin promo aja. ditempat kami bebas. banyak kok teman" author yg promo dsini.
total 2 replies
anggita
ikut dukung like👍 iklan☝aja, moga novelnya lancar👌.
Blueria: semangat gann🔥
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!