NovelToon NovelToon
Dendam Anisa

Dendam Anisa

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Hantu / Kutukan
Popularitas:66.6k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

Anisa adalah gadis yang gendut dan juga pendek, beda jauh dengan sang adik yang bertubuh langsing serta berkulit putih.

siapa yang tidak tertarik bila melihat Arumi, bahkan mulut para tetangga juga tak segan mencemooh Anisa yang beda jauh dengan sang adik.

Hingga suatu hari Anisa di temukan tewas tergantung di dalam kamar, membuat seluruh keluarga menjadi berduka, namun mereka menutupi kematian Anisa yang gantung diri itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27. Mendatangi Purnama

"Ha!" Purnama sampai kaget ketika Arumi selesai bercerita tentang masalah yang sedang dia hadapi saat ini.

"Nah ini berarti kalau memang Anisa sudah meninggal karena bunuh diri maka yang membunuh Joko dan Tamrin adalah dia!" Arya langsung menyimpulkan tentang hal itu.

"Apa?!" Arumi bertambah kaget karena sekarang Anisa malah menjadi tersangka atas pembunuhan Joko dan Tamrin.

"Tamrin dan Joko di malam itu memang sedang membicarakan keadaan Anisa, bahkan bisa dibilang mereka mengeluarkan ucapan yang agak menghina sehingga wajar saja bila Anisa datang dan kemudian membantai mereka berdua." Arya menjelaskan.

"Ta..tapi masa kak Anisa membunuh para warga?" Arumi tidak percaya dengan hal itu.

Purnama masih diam saja karena dia tidak bisa menyimpulkan bahwa memang Anisa yang telah membunuh para warga di desa pandan Arum ini, mereka hanya tahu bahwa Anisa saat ini sudah meninggal dunia karena bunuh diri setelah dia depresi akibat banyak orang yang menghina fisik serta wajah dia.

Namun itu sebenarnya tidak bisa menjadi bukti kuat bahwa Anisa telah melakukan pembunuhan juga terhadap para warga di sini, sebab Purnama juga tahu bahwa orang yang mati karena bunuh diri maka tidak akan memiliki kekuatan besar dan bahkan mereka ada di kasta paling rendah rombongan para arwah gentayangan di alam gaib sana.

Sedangkan Nana dan Samuel mengatakan bahwa iblis yang mereka temui di malam hari itu memiliki kekuatan yang cukup besar dan dia juga memiliki kemampuan untuk menghilangkan jejak, hal itu yang membuat Purnama merasa ragu untuk menuduh bahwa Ini semua adalah perbuatan Anisa yang telah meninggal dunia karena bunuh diri.

Jelas arwah yang bunuh diri tidak akan pernah sanggup untuk melakukan hal seperti itu, sedangkan para arwah yang bisa membunuh manusia adalah arwah memiliki kekuatan besar dan mereka akan terus bertambah kuat ketika berhasil membunuh manusia tersebut, jadi ini masih jelas menjadi keraguan untuk Purnama ketika dia menyimpulkan bahwa Anisa memang telah menjadi pembunuh berantai.

Yang bunuh diri ini yang membuat Purnama merasa ragu karena dia sendiri mengetahui bahwa arwah itu tidak memiliki kemampuan, Arya berpikir ulang dan dia juga menyadari setelah dia tahu bahwa arwah bunuh diri tidak sanggup untuk membunuh manusia lain dalam waktu yang begitu singkat sekali.

Ini bukan hanya membunuh para warga yang ada di pandan Arum tapi dia juga mampu menghilangkan jejak ketika sudah muncul di hadapan para manusia, jelas bahwa arwah itu memiliki kekuatan tersendiri dan mereka tidak bisa menganggap remeh, oleh sebab itu lebih baik mereka diam saja terlebih dahulu agar bisa mengurus dengan tepat.

Jangan sampai nanti malah menjadi salah sasaran dan justru arwah lain yang akan menjadi incaran mereka saat ini, sedangkan nanti arwah yang memang telah melakukan kesalahan justru membuat urusan menjadi lebar karena dia merasa aman setelah Purnama menjadi salah sangka dan menuduh arwah lain yang telah melakukan kejahatan itu.

"Ini kasus masih sangat gelap dan kita bisa memulai dari mengungkap kasus kematian Anisa." Purnama akhirnya membuka suara.

"Tapi Ibu jangan sampai tahu ya, Mbak! sebab Dia pasti akan marah dan kalian bisa bertengkar nanti." Arumi sudah cemas dengan hal itu.

"Loh kau tidak tahu kalau aku sangat menyukai pertengkaran?" Purnama tersenyum kepada Arumi.

"Sudah, kalau kita sudah minta tolong pada dia maka pasrah saja apa yang akan Mbak Purnama lakukan." Vera mencowel Arumi.

"Em iya, aku hanya takut saja nanti kalau Ibu marah dan akan menuduh aku." Arumi berkata pelan.

"Soal itu kau tidak usah cemas karena aku akan menutupi bahwa kau yang telah mengatakan hati kepada diriku." janji Purnama kepada Arumi.

Arumi yang mendengar hal itu tentu saja dia menjadi lega karena tidak takut lagi akan kena marah oleh bu Ningsih, tahu sendiri kalau mulut Ningsih begitu pedas ketika sudah memarahi anak dan Arumi tidak ingin bila nanti dia akan kena hukuman dari bu Ningsih karena telah bermulut ember.

"Dia bunuh diri dengan cara apa?" Purnama bertanya lebih lanjut untuk menyelidiki.

"Kak Anisa memilih gantung diri, pagi ketika kami bersiap untuk sarapan maka ibu menemukan dia tergantung di atas sana." Arumi berkata dengan hati pedih.

"Berat sembilan puluh kilo dan memilih untuk gantung diri maka pasti akan ada hentakan kuat, apa kalian sama sekali tidak ada yang mendengar suara hentakan itu?" Purnama menatap gadis yang sedang menangis tersebut.

"Tidak, demi Allah aku sama sekali tidak tahu dan tidak mendengar ada yang aneh." Arumi menggeleng dengan mata basah.

"Kok aku tidak yakin kalau dia meninggal karena bunuh diri." Arya berkata serius karena menurut dia dengan bobot seperti itu tentu saja akan sangat sulit sekali.

"Saat dia naik juga apa ada kursi?" tanya Purnama kembali kepada Arumi.

"Ada, bahkan meja yang sering untuk berias juga ada di sana sehingga kalau naik meja itu pasti bisa mencapai gantungan." jawab Arumi.

Purnama mengangguk paham karena mungkin saja Anisa naik ke atas kursi atau bahkan meja yang telah tersedia di dalam kamar itu untuk mencapai gantungan dan menjerat leher, tapi setidaknya dia harus melihat secara langsung lokasi tersebut agar bisa bertemu dengan arwah Anisa secara langsung bila nasib sedang baik.

"Aku akan datang dalam kamar kakak mu untuk melihat apakah dia memang mati bunuh diri atau karena hal lain." ujar Purnama.

"Jangan! Ibu pasti akan curiga kalau mbak Purnama datang ke sana dan melihat kamar Kak Anisa." Arumi langsung berteriak karena panik.

"Heh aku ini bukan manusia seperti kalian yang akan datang di siang hari dan bisa dilihat oleh Ningsih itu." Purnama melirik dengan wajah yang sangat licik.

Arumi menelan ludah dengan susah payah karena dia salah berbicara barusan dan mengira bahwa Purnama akan datang di siang hari lalu menemui Ningsih dan meminta izin untuk masuk ke dalam kamar Anisa, dia tidak tahu saja bahwa Purnama adalah ratu ular yang memiliki seribu macam kelicikan sehingga tidak mungkin ada manusia yang mampu mengimbangi rasa licik itu.

"Eh aku mau pergi saja kalau begitu." Vera yang agak takut karena dia sedang hamil muda seperti ini.

"Ya pergi saja kau dari sini, siapa yang menyuruh kau duduk di situ." Kiara menjawab sinis.

"Ih pedas sekali mulut kau ini, habis makan cabe setan ya." Vera menatap Kiara.

Kiara hanya menarik sudut bibirnya sedikit karena dia memang walau mengeluarkan ucapan pedas seperti itu namun tidak berasal dari hati yang cukup dalam, kalau untuk para teman maka mereka pasti akan memaklumi dan tidak akan mengambil hati atas ucapan Kiara barusan.

Selamat siang besti, jangan lupa like dan komentar kalian semua ya.

1
vania larasati
lanjut kak
Nurr Tika
ternyata member purnma yg bru ini punya kekuatan
ρυтяσ kang'typo✨
hadeh...jadi ingat sama Arya n Sam dulu🤣🤣🤣🤣dia pas barru ketemu pun gelud, siapa sangka mereka sekarang rukun toh walaupun sering debat
ρυтяσ kang'typo✨
wkwkwkwk... ketemu pocong gosong Digo, itu member Purnama yang baru 🥰
Tri Lestari
bisa di sucikan ngak sih Pur si Koswara,, lepas Pur dia benar calon menantu lho
Shinta Teja
kok Udin sih,Thor?! bukannya Digo ya🤔🤔🤔
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
malah pada berantem wkwk. . gak tau aja kalian di bawah naungan yang sama 🤣
K & T K & T
mlm jg Bess..
ga nyangka si pocong patah hati bs gelut jg👻
Apriyanti
sadis jg ni pocong hitam🤣🤣
Ass Yfa
kayaknya..Koswara deh kalo nggk salah😄
Apriyanti
lanjut thor 🙏
Betri Betmawati
pocong nanti kau kna marah SMA Kiara kau apakan itu si Digo,
calon mantu pangeran ular itu,
ada yg datang ngk sich nolong Digo bisa mampus tu anak orang
Nengsih Irawati
Hadeh malah berantem sih😌
tse
aduh Digo... pantas aja Kiara belum mau dinikahi sama kamu wong kamu ngelawan pocong gosong aja kalah telak gitu ko🤣🤣🤣🤣🤣🤣
jeakawa loving❤️
potam alias pocong hitam aja gimana😄
Sabrina Qheyla Putrie
🤣🤣🤣
Chie
Lucu deh sidigo dan sipocong
MiilaaManurung
😂😂😂
Brina
ky na blm ksh nm deh tu pocong gosong atau aq yg lupa yaa
Ela Jutek
si posong ini jahat kagak sih
Ela Jutek: iya semoga dia berguna deh, bukan jadi beban
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!