NovelToon NovelToon
Kuali Penelan Bintang

Kuali Penelan Bintang

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Kebangkitan pecundang / Fantasi Timur / Balas Dendam
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Starlope

Di Alam Fana yang kejam, bakat adalah segalanya. Lin Ye, seorang pemuda dengan meridian cacat, ditakdirkan menjadi pelayan seumur hidupnya. Namun, nasibnya berubah ketika darahnya tak sengaja membangkitkan sebuah relik berkarat: Kuali Penelan Bintang.

Kuali kuno ini bukan sekadar alat pelebur pil, melainkan artefak primordial yang mampu melahap esensi langit dan bumi, bahkan menelan energi bintang-bintang. Dalam perjalanan kultivasi yang lambat, penuh perhitungan, dan berdarah, Lin Ye perlahan mengubah fisik fananya, menembus kemustahilan, dan melangkah ke jalan keabadian.

Ini bukan kisah pahlawan instan, melainkan seorang pemuda biasa yang merangkak dari debu, menentang takdir surga, dan pada akhirnya, melahap seluruh kosmos untuk melindungi apa yang ia hargai. Langit kesembilan pun akan gemetar di bawah kualinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Starlope, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ujian Tungku

Tiga hari kemudian, langit di atas Puncak Naga Api tampak lebih gelap dari biasanya, diwarnai oleh kepulan asap belerang dan uap alkimia yang membubung dari ribuan tungku. Udara di tempat ini begitu panas hingga membuat pandangan beriak, membuat bebatuan obsidian di pelataran utama tampak seperti bara api yang menyala.

Ratusan murid inti dari berbagai puncak telah berkumpul di pelataran raksasa tersebut. Berita tentang murid baru yang sombong dari Puncak Teratai Salju menantang seluruh generasi muda Puncak Naga Api dalam Ujian Seratus Racun telah menyebar ke seluruh penjuru Sekte Dalam. Bagi sebagian besar dari mereka, ini bukanlah sebuah ujian, melainkan hukuman mati di depan umum yang dilakukan secara sukarela.

Di depan pintu perunggu raksasa yang tertanam di lereng gunung berapi—pintu menuju Gudang Ampas Alkimia Kuno—berdiri Tetua Bai Qingtian. Wajah tuanya tampak kelam dan dipenuhi niat membunuh yang tak ditutupi. Di belakangnya, Yan Huo dan puluhan murid alkimia elit berdiri dengan senyum merendahkan.

"Waktunya hampir tiba," dengus Yan Huo, menyilangkan tangannya di depan dada. "Kupikir jalang es itu terlalu takut untuk datang dan lebih memilih bersembunyi di balik rok gurunya."

Namun, tepat setelah kata-kata itu diucapkan, suhu di pelataran yang mendidih itu tiba-tiba anjlok secara drastis. Serpihan salju tipis turun dari langit yang berasap, meleleh seketika saat menyentuh tanah namun cukup untuk memberikan kesan yang sangat menekan.

Su Yue melangkah menembus kerumunan. Gaun sutra putihnya berkibar elegan, memancarkan hawa dingin Yin murni yang mengusir hawa panas di sekitarnya. Wajah cantiknya sedingin es abadi, matanya tidak memancarkan ketakutan sedikit pun meski ia sedang berjalan ke dalam kandang naga.

Dan di belakangnya, berjalan dengan langkah gontai dan kepala menunduk, adalah seorang pelayan fana berbaju abu-abu lusuh. Pelayan itu memanggul sebuah keranjang bambu besar berisi peralatan alkimia dasar. Tubuh pelayan itu bergetar hebat, keringat membanjiri wajahnya yang pucat pasi seolah ia akan pingsan hanya karena menghirup udara belerang di tempat ini.

"Hahahaha! Lihatlah!" tawa seorang murid Puncak Naga Api meledak. "Dia bahkan membawa keledai pengangkut fana ke Ujian Seratus Racun! Apakah dia berencana menggunakan mayat pelayan itu sebagai bahan pil?!"

Su Yue mengabaikan tawa merendahkan yang menggema dari ratusan mulut di sekitarnya. Ia berjalan lurus dan berhenti sepuluh tombak di depan Tetua Bai Qingtian.

"Murid Su Yue, datang untuk memenuhi tantangan," ucapnya dengan suara bening yang menggema dingin.

Tetua Bai Qingtian memicingkan matanya. Indra spiritual Setengah Langkah Inti Emas miliknya menyapu tubuh Su Yue. Pembentukan Fondasi Tahap Awal yang sangat stabil. Pantas saja dia berani sombong. Tapi di dalam Gudang Ampas, Qi murni tidak ada harganya, batin Tetua Tua itu licik.

"Bagus. Setidaknya kau memiliki keberanian untuk mengantarkan nyawamu sendiri," suara Tetua Bai terdengar seperti gesekan batu gerinda. Ia mengangkat tangan kanannya, dan sebuah lencana giok merah menyala di telapak tangannya.

"Aturan Ujian Seratus Racun sangat sederhana," lanjut Tetua Bai dengan suara bergemuruh agar seluruh sekte mendengar keadilannya. "Gudang Ampas Alkimia Kuno ini telah menyegel limbah pil, racun tungku, dan ampas herbal selama dua ribu tahun. Kau akan masuk ke dalam. Jika kau bisa bertahan hidup selama dua belas jam dan memurnikan satu butir pil spiritual dari ampas di dalam sana, kau menang."

Tetua Bai tersenyum kejam. "Tetapi, jika kau mati di dalam, Puncak Teratai Salju akan menjadi milik Puncak Naga Api sebagai kompensasi atas kelancanganmu melukai cucuku. Formasi pintu ini hanya bisa dibuka dari luar. Begitu tertutup, kau tidak bisa menyerah."

"Junior mengerti. Buka pintunya," jawab Su Yue tanpa ragu sedikit pun.

Tetua Bai mendengus dingin. Ia melemparkan lencana giok merah itu ke arah pintu perunggu raksasa.

GGRRRUUUMM!

Pintu perunggu setinggi dua puluh tombak itu bergeser terbuka perlahan. Seketika, gelombang udara berwarna hijau kehitaman menyembur keluar dari celah pintu. Hawa beracun itu begitu pekat hingga batu pualam di dekat pintu langsung mendesis dan meleleh. Para murid yang berdiri puluhan tombak di belakang langsung mundur teratur, menutup hidung mereka dengan Qi pelindung.

Bahkan Tetua Bai Qingtian harus memancarkan perisai Qi keemasan untuk menahan cipratan racun udara tersebut. Ini adalah akumulasi dua ribu tahun limbah mematikan!

Su Yue langsung memutar Dantian-nya, menciptakan perisai teratai es yang membungkus tubuhnya dan tubuh pelayan di belakangnya. "Ayo masuk," perintah Su Yue pelan.

Di bawah tatapan mengejek dan penuh rasa kasihan dari seluruh sekte, Su Yue melangkah masuk ke dalam kegelapan yang dipenuhi kabut hijau beracun tersebut. Pelayan di belakangnya tertatih-tatih mengikuti, batuk-batuk dengan keras seolah paru-parunya sedang terbakar.

BLAAAM!

Pintu perunggu raksasa itu tertutup rapat kembali, mengunci mereka di dalam. Suara tawa kemenangan langsung meledak dari barisan murid Puncak Naga Api di luar.

"Hanya butuh waktu setengah batang dupa sebelum racun udara itu menembus perisai es-nya," cibir Yan Huo, melipat tangannya dengan puas. "Dua belas jam? Tulang-tulangnya pun akan mencair menjadi genangan nanah."

Namun, di dalam Gudang Ampas Alkimia Kuno, kenyataan yang terjadi sangat menyimpang dari perkiraan para murid arogan tersebut.

Begitu pintu perunggu tertutup dan kegelapan total menyelimuti mereka, perisai es Su Yue mulai berderak ngeri. Kabut hijau kehitaman di tempat ini memiliki sifat merusak yang menembus pertahanan elemen. Qi es Su Yue yang sangat murni perlahan-lahan terkikis. Racun ini hidup, mencari celah untuk masuk ke dalam pori-pori.

"S-Senior..." Su Yue menggigit bibirnya, wajahnya langsung memucat. "Tekanan racunnya jauh lebih padat dari perkiraan. Perisai es Junior mungkin hanya bisa bertahan kurang dari satu jam sebelum hancur."

Dari arah belakangnya, suara batuk pelayan fana yang menyedihkan itu tiba-tiba berhenti. Postur tubuh yang membungkuk dan ringkih perlahan tegak, meluruskan tulang punggungnya hingga terdengar suara derak pelan bagai logam purba yang diputar.

Keranjang bambu besar yang dipanggul Lin Ye dilemparkan begitu saja ke genangan lumpur beracun di bawah, hancur meleleh dalam hitungan detik.

Lin Ye mengangkat tangannya, mengusap peluh palsu dari wajahnya, dan matanya yang hitam pekat terbuka. Kegelapan di dalam gudang itu tidak bisa menyembunyikan kilatan ungu kosmik yang menyala liar di kedalaman pupilnya.

"Satu jam?" Lin Ye melangkah maju menembus perisai es Su Yue. Ia berdiri tepat di tengah pusaran badai kabut hijau beracun tanpa perlindungan Qi sedikit pun. "Tarik kembali Qi esmu, Su Yue. Kau hanya menghalangi aliran makananku."

1
Aman Wijaya
gaaas pooolll Thor menarik ceritanya semoga sampai tamat ceritanya
Aman Wijaya
lanjut terus gaaas njeduk Thor semangat
Aman Wijaya
jadilah kuat su Yue
Imam Abiyu Dzaky
teruss lanjutkan
Andira
mmm
Aman Wijaya
mantab Thor lanjut terus
Wy Pereret
lanjut
SENJA
waaah
Andira
👍
Aman Wijaya
markotop top top lanjut terus
Aman Wijaya
gaaas terus Thor semangat semangat semangat
Aman Wijaya
mantab su Yue
Aman Wijaya
mantab Lin Ye
Aman Wijaya
lanjut terus Thor tambah lagi updatenya 💪💪💪
Aman Wijaya
gaaas njeduk terus Thor
Aman Wijaya
mantab Thor semangat semangat
Aman Wijaya
mantab Thor lanjut
Aman Wijaya
top top markotop lanjut
Aman Wijaya
lanjut terus semangat semangat terus Thor
Aman Wijaya
gaaas njeduk Thor lanjut terus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!