Demi cinta, Kataleya rela meninggalkan kokpit dan menyerahkan mimpinya menjadi Kapten Pilot pada suaminya, Arkana. Ia memilih menjadi istri dan ibu, mengorbankan karier yang dulu hampir berada di puncak.
Enam tahun kemudian, pengorbanan itu justru dibalas dengan pengkhianatan. Arkana berselingkuh, menghina penampilan Kataleya, dan menyebutnya wanita yang sudah tak pantas berdiri di sisinya.
Akan tetapi Arkana lupa satu hal, langit itu dulunya milik Leya. Saat wanita itu menuntut cerai dan kembali mengenakan seragam pilotnya, seluruh dunia penerbangan mulai menyadari siapa dia sebenarnya.
Di akademi pilot, ia bertemu Kaisar... pria misterius yang selalu berada di sisinya. Arkana baru sadar terlalu terlambat, wanita yang dulu ia rendahkan kini kembali terbang lebih tinggi darinya. Leya menjadi Kapten Pilot, yang tak akan pernah bisa ia miliki lagi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter — 31.
Hujan turun tipis di sebuah kota pelabuhan kecil di Jawa Tengah, langit terlihat kelabu sejak pagi. Jalanan sempit dipenuhi genangan air, sementara warung-warung sederhana mulai menutup tirainya menjelang malam.
Di salah satu sudut kota itu, seorang pria duduk sendirian di bangku kayu depan warung kopi. Topi hitam menutupi sebagian wajahnya, dan jaket lusuh menempel di tubuhnya. Jika orang-orang dari dunia penerbangan melihatnya sekarang, mungkin mereka tidak akan langsung mengenalinya.
Sudah hampir dua minggu, Arkana menghilang dari Jakarta. Tidak ada yang tahu ke mana ia pergi, dan tak ada yang tahu ia berada di kota kecil ini. Ponselnya sudah lama dimatikan, ia bahkan membeli kartu baru agar tidak bisa dilacak siapa pun termasuk Shanaz.
Arkana menatap cangkir kopi hitam di tangannya, uap tipis masih naik dari permukaannya. Namun sejak tadi ia tidak benar-benar meminumnya, pikirannya terlalu penuh. Bayangan masa lalu terus berputar di kepalanya, pada kehidupannya bersama Leya. Semuanya seperti film lama yang terus diputar ulang.
Ia mengusap wajahnya kasar. Dulu… ia punya segalanya. Karier sebagai pilot yang dihormati, istri yang mencintainya. Anak yang selalu menunggunya pulang dari penerbangan. Namun sekarang, semuanya hilang. Dan yang paling menyakitkan adalah... semua itu hilang karena pilihannya sendiri.
Pemilik warung mendekat. “Mas, tambah kopi?”
Arkana menggeleng pelan.
“Tidak, Pak. Terima kasih.”
Pria tua itu mengangguk lalu kembali ke dalam warung.
Arkana menatap hujan yang mulai deras, dalam dua minggu terakhir ia hidup seperti orang asing. Ia menyewa kamar kecil di losmen murah dekat pelabuhan, tidak ada yang mengenalnya di sini dan tak ada yang bertanya tentang masa lalunya. Bagi orang-orang di kota kecil ini, ia hanyalah pria yang datang dari luar kota. Dan Arkana merasa itu lebih baik, daripada harus menghadapi kenyataan di Jakarta.
Dan mengenai Shanaz, baginya... semuanya sudah selesai. Wanita itu pernah menjadi kesalahan terbesar dalam hidupnya, kesalahan yang membuatnya kehilangan keluarganya.
...*****...
Dua Bulan Kemudian...
Dua bulan berlalu cukup cepat, beberapa hal berubah dalam hidup Leya. Sebagian besar… menjadi lebih tenang. Kasus Rafi sudah lama selesai di internal maskapai. Sejak terakhir kali di Amsterdam, pria itu dipindahkan ke rute domestik dan tidak lagi berada dalam kru yang sama dengan Leya.
Kini, hidup Leya terasa stabil. Namun hari itu tetap membuat jantungnya berdebar. Karena hari ini, Kaisar melamarnya secara resmi.
Acara itu diadakan sederhana di rumah Leya, ruang tamu dipenuhi bunga putih dan peach yang lembut. Keluarga dekat saja yang hadir. Mama Kartika tersenyum bahagia, Kikan bahkan sejak pagi sudah ribut sendiri seperti panitia acara.
“Cepat duduk sini, Mbak!” kata Kikan sambil menarik tangan Leya.
Leya tertawa kecil.
“Kenapa kamu yang paling heboh?”
“Ya iyalah! Kakak iparku dilamar hari ini!”
Kaisar yang berdiri di dekat jendela hanya menggeleng pelan melihat adiknya. Namun beberapa menit kemudian, Ia berjalan mendekat ke Leya. Langkahnya tenang, matanya serius.
Ruangan yang tadinya ramai langsung menjadi lebih sunyi, Kaisar berdiri tepat di depan Leya. Dan akhirnya, pria itu... berlutut.
Kikan langsung menutup mulutnya dengan dramatis. “Ya Tuhan akhirnya!”
Semua orang tertawa kecil, namun Kaisar tetap fokus pada Leya. Ia membuka kotak kecil berisi cincin.
“Leya... sebenarnya aku ingin melakukannya lebih lama lagi, tapi aku tidak mau menunda sesuatu yang sudah pasti.”
Tatapan Leya melembut.
Kaisar melanjutkan. “Aku tahu hidupmu pernah tidak mudah. Dan aku juga tahu... aku tidak bisa menghapus masa lalu itu.”
Ia menarik napas pelan. “Tapi sekarang, aku ingin menjadi masa depanmu.”
Ruangan menjadi sangat hening.
“Leya... menikahlah denganku.”
Beberapa detik Leya hanya menatap pria itu, lalu ia tersenyum lembut. “Ya.”
“AKHIRNYA!” Kikan langsung menjerit kecil.
Mama Kartika bahkan terlihat menyeka air mata haru.
Kaisar berdiri dan memasangkan cincin itu di jari Leya, wanita itu sudah merasa yakin dengan Kaisar.
Namun seperti biasa, hidup tidak pernah benar-benar tanpa drama. Seminggu setelah pertunangan itu, maskapai menerima pilot baru pindahan dari luar negeri. Namanya... Jane.
Pilot wanita dengan pengalaman internasional. Tinggi, cantik, dan sangat percaya diri.
Hari pertama briefing, hampir semua kru memperhatikannya. Jane duduk santai di kursinya sambil memperkenalkan diri.
“Halo semuanya. Aku Jane. Sebelumnya aku terbang di maskapai Singapura.”
Beberapa kru langsung terlihat kagum, Jane memang terlihat profesional. Namun masalahnya bukan itu. Masalahnya, ia terlihat terlalu tertarik pada Kaisar.
Suatu siang di lounge pilot.
Jane duduk di meja yang sama dengan Kaisar. “Kapten Kaisar, kan?”
“Ya.” Kaisar mengangguk singkat.
Jane tersenyum. “Aku sering dengar namamu dari pilot-pilot Asia, kita mungkin akan sering satu rute.”
Di sudut ruangan, Leya yang sedang mengambil kopi langsung memperhatikan. Matanya menyipit sedikit.
Kikan yang kebetulan ada di sana langsung berbisik. “Uh-oh, sepertinya... ada yang mulai cemburu.”
Leya melirik tajam calon adik iparnya itu. “Aku tidak cemburu.”
“Wajahmu bilang sebaliknya.” Kikan menahan tawa.
Sementara itu Jane masih berbicara santai dengan Kaisar. “Kalau ada waktu, kita bisa makan malam setelah flight.”
“Aku tidak bisa.” Kaisar langsung menjawab dengan suara dingin.
Jane mengangkat alis. “Kenapa?”
“Karena aku sudah bertunangan.”
Jane terlihat sedikit terkejut. “Serius?”
Kaisar mengangguk, ia menoleh ke arah belakangnya. Tatapannya berhenti pada Leya, “Dengan dia.”
Jane mengikuti arah pandang Kaisar, dan melihat Leya yang masih berdiri dengan cangkir kopi di tangannya. Ia langsung tertawa kecil. “Oh.”
Ia berdiri dan berjalan mendekat dan mengulurkan tangan. “Halo, aku Jane.”
“Leya.” Leya menjabat tangannya dengan sopan.
Jane tersenyum. “Kamu kapten pilot yang terkenal itu, kan?”
Leya sedikit mengangkat alis. “Terkenal?”
“Di briefing tadi... semua orang membicarakanmu.” Jane menatap cincin di jari Leya. “Ah… jadi ini yang membuat Kapten Kaisar menolak makan malam denganku. Maaf kalau tadi terdengar seperti menggoda, aku tidak tahu dia sudah bertunangan.”
Jane berjalan kembali ke mejanya, namun sebelum duduk ia berkata santai. “Tenang saja, Kapten Leya. Aku tidak tertarik jadi orang ketiga.”
Kikan berbisik pelan di telinga Leya. “Sayang sekali, padahal aku sudah siap nonton drama orang ketiga.”
“Kamu ini…” Leya menatap Kikan dengan kesal.
Sementara itu Kaisar berjalan mendekat ke Leya. “Cemburu?”
“Tidak.” Leya langsung menjawab cepat, namun pipinya sedikit merah.
Kaisar tersenyum kecil, ia mencondongkan tubuhnya sedikit. “Aku hanya milikmu seorang.“
Leya menatap Kaisar dengan pandangan dalam, “Kalau sampai kamu mengkhianatiku, aku akan menjatuhkanmu dari pesawat.”
Kaisar tertawa pelan, dan akhirnya Leya sendiri ikut tertawa. Hubungan mereka tidak lagi kaku seperti dulu. Setelah semua yang terjadi dalam hidupnya, Leya akhirnya belajar satu hal. Mencintai seseorang tidak selalu harus dipenuhi luka. Terkadang... bisa juga diisi dengan tawa kecil dan kecemburuan yang manis.
buat para lelaki, sakit" donk kepala kalian🤣🤣🤣🤣🤣🤣
jijik banget, dah kena teguran berkali2 tapi gak sadar²😤