Tiga tahun sudah Lisa menikahi kakak iparnya tanpa ikatan cinta. Berbanding terbalik dengan Galih Almarhum suaminya yang begitu tampan, humoris dan begitu perhatian. Sikap Angga justru kebalikannya. Dia lelaki yang abai, tak banyak bicara dan kaku. Lisa bak menikah dengan robot. Tak ada yang menarik dalam pernikahan kedua lisa ini. Lisa hampir gila, hingga mengajukan perceraian pada mantan kakak iparnya itu. Angga menolak, lelaki itu berubah. Akankah Lisa tetap bertahan atau kembali meminta berpisah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ibah Ibah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
1
Lisa menatap punggung suaminya yang sedang berjalan di depannya. Lisa mengikuti langkah suaminya dari belakang, bukan sebagai pasangan suami istri tapi sebagai atasan dan bawahan. Lisa adalah bawahan Angga suaminya sendiri. Hubungan mereka di rahasiakan karena sang suami malu mengumumkan pernikahan mereka.
Ya Nikah paksa, Angga di paksa menikahi Lisa yang tidak lain adalah adik iparnya sendiri. Angga yang seorang CEO di perusahaan besar tidak mau hubungan itu diketahui banyak orang, apalagi di kantornya. Dia tidak ingin mendapatkan julukan mendapatkan istri bekas adiknya sendiri. Karena Galih adik kandungnya telah pergi ke surga lebih dulu. Lisa di tinggal m*ti suaminya. Karena mertuanya begitu menyukai Lisa, Lisa di minta mertuanya menikah dengan Angga yang tak lain adalah kakak iparnya sendiri.
Sekilas di rumah hubungan mereka baik-baik saja, tak ada pertengkaran, bahkan tidak ada komunikasi, Lisa dan Angga bak hidup sendiri-sendiri di dunia mereka masing-masing. Meski begitu Angga tetap hebat di atas ranjang. Namun untuk apa itu jika setelahnya mereka kembali seperti orang asing. Tak saling bicara, tak saling berbagi, bahkan Lisa merasa sedang menikah dengan robot. Tak ada hari yang istimewa bahkan saat dia berulang tahun sekalipun. Tidak ada Anniversary atau acara lainnya. Saat keluar Lisa hanya di anggap sebagai sekertaris Angga.
"Andai kau sedikit punya perasaan padaku, aku pasti menerima mu seperti aku menerima Mas Galih di hatiku mas" batin Lisa dengan tatapan yang amat sendu.
Lisa bingung harus bagaimana menghadapi suami kulkasnya ini, dia sudah di desak memiliki momongan, namun Angga selalu memberinya pill kontrasepsi. Angga tidak mau punya anak, ini akan membuat hubungan mereka terungkap. Itu yang selalu Angga ucapkan.
Mata Lisa tiba-tiba berembun saat melihat itu, pernikahan tanpa anak, apa dia bisa? Bahkan keluarganya sendiri sudah sangat ingin memiliki cucu.
Lisa sudah pernah mengatakan jika dia ingin memiliki anak, tapi Angga tidak pernah menanggapi ucapannya. Lisa sangat lelah dengan pernikahan ini, sudah tiga tahun. ya sudah selama itu mereka bersama, sudah selama itu juga Gilang meninggalkan dirinya.
Lisa merasa sudah tidak sanggup dengan hubungan seperti ini. Lisa tahu Galih punya cinta pertama, dia mungkin sedang menunggu wanita itu. Lisa pernah melihatnya di dalam buku diary Angga.Angga marah besar saat Lisa menemukan foto itu, padahal Lisa hanya berniat membersihkan ruang kerja Angga. Namun dia harus menerima pill pahit jika suaminya punya wanita pujaan di dalam hatinya.
Lisa bahkan di larang masuk lagi ke ruangan itu.
Dan wanita yang dia lihat di dalam foto kini kembali, dia bekerja sama dengan perusahaan Angga. Mereka berdua bahan sedang berjalan berdua di depan Lisa.
Sungguh pemandangan yang begitu miris,bahkan keduanya saling melempar senyum, senyum yang sama sekali tidak pernah Lisa temukan saat Angga bersama dengan dirinya. namun Lisa bisa apa?
Hatinya sakit, dia seperti tidak berarti sama sekali di depan Angga. Dia seperti menjadi istri yang tidak di hargai.
Meski keduanya tidak melakukan hal yang melampaui batas, namun tetap saja Lisa merasa iri saat melihat keduanya tertawa bersama.
Padahal jika dengan Lisa Angga adalah suami yang begitu lempeng, tidur saja terpisah. Mereka seranjang hanya saat berhubungan saja. Setelah itu Angga selalu pergi dari kamarnya.
Hambar itu yang di rasakan Lisa.
Begitu Gina dan Angga naik mobil, Angga melarangnya masuk.
"Kamu tidak usah ikut, ini sudah sore, kamu bisa pulang"
'Deg'
Serasa di usir, hati Lisa hancur, ini bahkan terasa lebih sakit dari pada di selingkuhi.
Lisa hanya bisa mengagguk pelan.
"Baik pak"
Begitu mobil mewah itu melaju membelah jalanan. Lisa tidak bisa lagi menyembunyikan air matanya. Dia sudah lelah. Angga sama sekali tidak peka. Harusnya dia di sembunyikan seperti ini? Satu kantor bahkan sudah mengira jika Gina adalah calon istri Angga.
Lisa seperti kerbau bodoh yang mau-maunya di perlakukan seperti ini oleh Angga.
Pantaskah Angga pergi berdua dengan wanita lain di jam pulang kerja seperti ini? Bahkan dia pergi tanpa rasa bersalah sama sekali.Lisa sama sekali tidak di anggap istri oleh Angga.
Lisa sudah terlalu sering menerima kekecewaan, namun kali ini dia seperti sudah tidak bisa mentolerir hal ini. Jika tidak di akui, itu bisa di terima, tidak mau memiliki anak, itu juga masih bisa dia terima, Lisa yakin suatu saat nanti Angga pasti menginginkan itu. Tapi berkencan dengan wanita lain dengan alasan kerja di depan mata kepalanya sendiri, itu sungguh menyakitkan, bahkan Lisa tidak bisa melarang Angga, meski dia sangat melakukan itu.
Lisa menghapus air matanya, sudah tiga tahun dia menjadi istri Angga, sudah tiga tahun Lisa melayani Angga tanpa mendapatkan status yang jelas, sudah tiga tahun dia mengorbankan diri. Lisa sudah tidak sanggup lagi melakukan ini. harga dirinya seperti di injak-injak begitu saja.
Lisa kira dengan semua perhatian yang dia berikan, Angga akan melunak, dia akan menerima pernikahan mereka, Lisa kira cinta itu akan muncul seiring berjalannya waktu. Namun kini dia sudah sangat lelah. Sudah cukup. Dia tidak sanggup lagi.
Lisa harus mengakhiri semua ini, dia akan membiarkan Angga bahagia bersama wanita pilihannya. Dia tidak ingin terkekang dalam pernikahan tanpa rasa ini, pernikahan yang amat sunyi.
Lisa sudah memutuskan ini, dia akan berhenti, Lisa sudah memikirkan ini matang-matang. Bahkan keputusan ini sudah mulai dia pertimbangkan saat Gina mulai datang di kehidupan suaminya.
"Maaf Mas Angga, Aku lelah" gumam Lisa.
Dia pulang ke rumah mereka, membuatkan hidangan terakhir untuk suaminya sebelum dia pergi dari rumah ini untuk selamanya.
Lisa berdandan ala kadarnya untuk menyambut kedatangan Angga. Begitu dia mendengar mobil datang , Lisa buru-buru turun dan menyambut Angga. Lisa membukakan pintu, menata sepatu Angga yang dia lepas sembarangan. Lisa juga menerima jas dan tas kerja yang di bawa Angga. Itu sudah jadi kebiasaan Lisa sejak pertama Lisa menjadi sekertaris di perusahaan Angga. Hal itu berlanjutnya di rumah. Lisa buru-buru mengambilkan air dingin untuk suaminya.
"Aku sudah menyiapkan air hangat untukmu, setelah mandi, aku akan menunggumu di ruang makan"
"Hemmb"
Hanya itu yang di katakan Angga, sungguh itu membuat dada Lisa terasa sesak.
"kamu sudah benar dengan melakukan ini Lisa" gumam Lisa. Dia menaruh tas kerja suaminya. Menunggu suaminya di ruang makan.
Tak berselang lama, Angga turun dengan wajah yang begitu Fresh, Lisa tersenyum simpul melihat ketampanan suaminya, namun senyum itu langsung lenyap mengingat kedekatan Angga dan Gina di kantor.
Angga duduk tanpa suara, seperti biasa Lisa mengambilkan nasi dan lauk kesukaan Angga. Lisa menunggu Angga selesai makan.
Meski melihat Lisa tidak makan apapun, Angga sama sekali tidak berinisiatif bertanya.meski hanya sekedar
"Kenapa tidak makan?"
Dunia akan runtuh jika Angga menanyakan itu padanya.
Begitu Angga selesai makan, Lisa memanggil Angga yang ingin beranjak dari kursinya.
"Tunggu!" ucap Lisa.
"Ada apa? Kamu mau?"
Lisa langsung mencemooh dalam hati, selalu hanya itu yang di ingat Angga tentang dirinya.
"Tidak"
Angga langsung berbalik karena merasa tidak ada yang penting.
Lisa geram, amarahnya memuncak, Dia berdiri dan berteriak begitu lantang.
"Ayo Bercerai!"
Angga langsung berhenti, dia tertegun mendengar teriakan Lisa.
gws ya🙏
mungkin besok tidak up dulu 🙏🙏