NovelToon NovelToon
Cinta Salah Sasaran

Cinta Salah Sasaran

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Persahabatan / Romansa
Popularitas:6.5k
Nilai: 5
Nama Author: Sabia X

Kirana adalah gadis ceria, polos dan kebal bully apa jadinya kalau ia bertemu dengan seorang pemuda raja bully yang tidak sengaja mobilnya ia tabrak saat pulang dari kampus, dan parahnya ia harus rela menjadi pelayan dirumah pemuda itu, karena sang pemuda dendam gara-gara kejadian itu ia diputuskan pacarnya, baca keseruan, kekonyolan dan kekocakan mereka berdua di novel ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sabia X, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Omelan emak

Sore yang seharusnya syahdu karena mendung menggelayut, tidak berpengaruh untuk gadis yang sedang kena omel oleh emaknya, wajahnya mengerucut lucu menirukan Omelan emaknya yang semakin panjang, dan itu sudah jadi hal biasa untuk gadis itu.

“Gak usah meminta yang lebih anak kodok, emak duit dari mana kamu mau minta kuliah, adik mu juga mau pendaftaran naik ke SMP, bapakmu juga hanya PNS biasa, emak mu ini juga pengangguran yang hanya masakin dan ngurus kalian berdua, sok-sokan mau kuliah, duit dari mana, otak mu juga gak secerdas adikmu yang selalu rengking satu, lulus aja juga udah sukur, kok mimpi mau kuliah.” ucap wanita tengah baya itu tanpa perasaan membuly anaknya sendiri tanpa ampun, sembari terus mengaduk nasi goreng dalam wajan, membuat gadis itu semakin mengerucutkan bibirnya, emang emaknya kadang-kadang suka berlebihan kalau ngomong, suka membandingkan, tapi gadis itu sadar diri emang apa yang dikatakan emaknya fakta, ia tidak sepintar adiknya yang selalu juara satu, tapi sebenarnya kalau mau dipaksa sebenarnya otaknya bisa saja melebihi kapasitas, tapi dasar malas saja, jadi gadis itu tidak pernah sakit hati, karena memeng kenyataan.

“Emak mah gitu, walau gitu aku juga ingin kuliah mak, ya daftarnya gak sampai dua puluh juta. Bapak bisa membayarnya.“ jawab gadis itu terus membujuk. Perempuan paruh baya itu mematikan kompornya mendekat kearah anak gadisnya.

“Memangnya kamu lolos tes?” tanya wanita itu penuh selidik.

“Masih nunggu besok pengumumannya, Ana juga tes dibeberapa kampus lain Mak.” jawabnya penuh semangat.

“Tapi tahun ini emak emang belum punya duit An, buat masuk sekolah adikmu dulu, kamu tahun depan aja kalau mau kuliah, lagian emang kamu bisa jauh dari emak mu ini, masak gak bisa, bisanya cuma makan, mau mati kelaparan kamu dikota.” ejek emaknya sembari memukul kening anaknya dengan spatula yang masih ia pegang, Ana meringis kecil, kembali memberengut.

“Pokoknya Ana mau kuliah tahun ini, pokoknya Ana akan minggat kalau gak dituruti, Ana kan juga pengen kuliah seperti teman yang lainnya, emang emak gak malu kalau orang-orang bilang anaknya Ningsih gak kuliah, padahal anak Bu Wati tetangga seberang kuliah.” Provokasi Ana masih belum menyerah, karena emang mulut tetangga depan sangat julid. Bu Ningsih membulatkan matanya menatap anaknya.

“Emang anak Bu Wati kuliah juga?” tanya Ningsih bertanya dengan serius, Ana tersenyum miring, melihat emaknya terprovokasi ia mengangguk dengan penuh yakin.

“Baiklah, nanti emak rundingkan dengan bapakmu, mamak gak mau kamu kalah dengan tetangga sebelah, namun ngomong-ngomong kamu Ambi jurusan apa?” tanya Ningsih.

“Jadi sekertaris.” jawab Ana enteng, tanpa beban, membuat Ningsih langsung tergelak tidak bisa menahan tawanya, melihat anaknya dari atas sampai bawah, Ana yg mendapat tatapan itu mendengus kesal.

“Lah, bentuk begini kok mau jadi sekertaris, emang ada yang mau jadi in kamu sekertaris to An, ngawor e kok pol.” tawa Ningsih semakin keras.

“Sukanya buli anaknya sendiri, salah kan orang tuanya kenapa bikin cetakan gak berkualitas hingga anaknya gak tumbuh keatas.” balas Ana gantian tertawa, melihat emaknya langsung diam.

"Bocah gemblong," ucap Ningsih kembali menyelesaikan masakannya, Kirana Putri Renjani anak pertama dari Bapak Adam dan Ningsih itu memang hanya memiliki tinggi 155 cm lebih sedikit, masih seperti anak SMP kalau dilihat dari jauh, Ana hanya gadis sederhana yang memiliki wajah yang lumayan cantik dan manis, dan kelebihannya adalah ia selalu memandang hidup itu secara sederhana, yang penting bisa hidup itu sudah cukup.

Ana berjalan dengan penuh semangat kerumah temannya yang diujung gang ia mengetuk pintu rumah itu dengan penuh senyum, tidak lama pintu terbuka. Terlihat sebuah kepala menyembul.

“Hai..” sapa Ana dengan cengengesan memperlihatkan gigi gingsul nya.

“Ngapain malam-malam kesini, diusir emak loe ya.” tuduh gadis yang membuka lebar pintu rumahnya.

“Seneng kalau lihat temennya menderita,” sungut Ana langsung masuk dan menuju meja makan tanpa sungkan.

“Gak dikasih makan sama emak loe” tanya Eli menggoda, ia tahu temannya yang satu ini sangat doyan makan, dan gampang lapar, mereka sudah seperti saudara dari kecil sudah berteman, bahkan mamanya juga sangat menyayangi Ana, seperti anak sendiri, sudah biasa Ana dirumahnya dan langsung makan tanpa disuruh.

“Sudah makan sore tadi, tapi lapar lagi, astaga mama loe emang the best, selalu masak makanan enak kesukaan aku,” ucap Ana tanpa dosa.

“Udah makan saja, gak usah banyak bacot dan drama badan kecil makan banyak, heran badan sudah gemoy gitu pantas kalau emak loe manggil loe kodok, rasanya pengen tak tarik tubuh loe, biar panjang dikit, biar gue gak selalu dibilangin bawa botol Yakult kalau kemana-mana.” Ana yang mendengar ucapan Eli melirik kesal.

“Gue bukan karet mau loe tarik-tarik seenaknya, biar pendek yang penting kan cantik dan manis.” balas Ana dengan mulut yang masih penuh membuat pipinya mengembung seperti ikan buntal membuat Eli yang melihatnya tertawa ngakak ia benar-benar dibikin sakit perut bila bersama teman karibnya yang tidak pernah punya rasa malu, dan juga gengsi, terlebih Ana adalah gadis tahan bully, berani ngebuli gadis pendek ini, akan kena mental sendiri karena ia sangat bisa membalikkan ucapan yang membully nya.

“Gue lagi kesel sama emak, anak mau kuliah, malah gak di kuliahin, gue itu anak pungut apa, minta kuliah aja harus rapat DPRD dulu biar ACC sudah seperti para menteri yang rapat biar dapat jatah, biar bagiannya banyak, suka heran sama negeri ini bukannya bela rakyat, malah mau ngebunuh rakyat dengan kebijakan-kebijakan yang katanya pro rakyat, padahal kebijakannya nambahi memperkaya diri sendiri, coba apa maksudnya beli bensin disuruh empat hari sekali, lha kan kasian kang kurir, kalau kehabisan bensin ditengah jalan gimana, perjalanan jauh, sudah gitu eceran juga gak boleh, rasanya mau tak botak i menteri yang ngomong itu, coba aja dia itu disuruh pulang pergi keluar kota tiga hari suruh ngisi sekali, biar dorong tu mobil, bikin kebijakan seenak perut, mau tak siram bensin tuh orang serumah-rumahnya.” omel Ana dengan wajah kesal, sedang Eli hanya memandang cengo kearah sahabatnya yang omongannya dari kuliah malah nyasar ke menteri dan bensin, sebenarnya yang diomongin bener, tapi kok aneh, apa hubungannya kuliah dan bensin, suka ngadi-ngadi emang temennya ini.

“Udah makan saja, gak usah bahas para anggota dewan yang somplak itu bikin sakit kepala, apalagi sekarang polisi malah bikin ulah, jambret malah dilindungi, gak menyala tuh negara kita ini, maunya apa coba ngomong kayak gitu, nanti kalau mereka dapat kejahatan biarkan saja, biar tahu rasa greget jadinya, mau jadi apa negara ini biar nanti mereka dimasukin ke neraka sama sang pencipta, jadi emak gak mau kamu kuliah, kenapa Woy?" tanya Eli yang katanya tidak mau bahas negara malah kini sampai polisi, akhirnya Ana menghela nafas dramatis.

1
Ria Ningsih
up nya 2 x sehari kak klau bsa
Sabia X: Waduuh, keriting nanti otak sama jariku kak Ria, 🤣 diusahakan.
total 1 replies
Heni Mulyani
lanjut
Heni Mulyani
lanjut.tetap semangat up nya
Heni Mulyani: tetap semangat
total 2 replies
Ria Ningsih
ceritanya seru
Sabia X: terimakasih..👍
total 1 replies
Zanahhan226
‎Halo, Kak..

‎Datang dan dukung karyaku yang berjudul "TRUST ME", yuk!

‎Kritik dan saran dari kakak akan memberi dukungan tersendiri untukku..
‎Bikin aku jadi semangat terus untuk berkarya..

‎Ditunggu ya, kak..
‎Terima kasih..
‎🥰🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!