NovelToon NovelToon
Susahnya Jadi Mantan Pacar

Susahnya Jadi Mantan Pacar

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Cintapertama / CEO
Popularitas:119.6k
Nilai: 5
Nama Author: Onimaru Rascall

Menceritakan tentang Novita gadis berumur 27 tahun yang bekerja di sebuah perusahaan besar PT Kencana samudra jaya. perusahaan yang sangat bagus untuk memperbaiki kehidupannya. Namun semuanya tidak berjalan sesuai keinginannya saat mantannya dulu muncul sebagai direktur di perusahaan. Andra yang dulu dia kenal sebagai Arya muncul kembali. Dia berusaha keras menghindar dari masa lalunya namun masa lalunya justru datang kepadanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Onimaru Rascall, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 34

Pagi itu suasana kantor divisi administrasi terasa jauh lebih ramai dari biasanya. Bahkan sejak pintu kantor baru saja dibuka, sudah terdengar bisik-bisik penasaran dari para pegawai yang berkumpul di dekat meja resepsionis kecil di sudut ruangan.

Di atas meja itu berdiri beberapa kantong besar berlogo sebuah brand kopi terkenal. Di sampingnya ada satu kotak besar berisi roti yang masih terlihat hangat. Aroma mentega dan kopi yang kuat perlahan menyebar ke seluruh ruangan, membuat siapa pun yang menciumnya langsung menelan ludah.

Novita yang baru saja datang berhenti mendadak di depan meja itu. Matanya langsung berbinar seperti anak kecil yang melihat hadiah.

“Ini… buat kita?” tanyanya tidak percaya.

Seorang kurir yang masih berdiri di sana mengangguk sambil memeriksa daftar pengiriman di ponselnya.

“Iya, Mbak. Ini paket kopi dan roti untuk divisi administrasi. Sudah dibayar.”

“Dibayar?” gumam Risa yang berdiri tepat di belakang Novita.

Yanti yang tidak sabar segera membuka salah satu kantong kopi dan mengintip ke dalamnya. Wajahnya langsung berubah takjub.

“Ini bukan kopi biasa,” bisiknya pelan.

Novita menoleh penasaran. “Memangnya kenapa?”

Yanti mengeluarkan satu gelas kopi dari dalam kantong lalu menunjukkannya seperti sedang memamerkan barang mahal.

“Brand ini terkenal banget. Satu paket bisa seratus ribu.”

Novita hampir menjatuhkan roti yang baru saja ia ambil dari kotak.

“Seratus ribu?!” serunya kaget.

Risa langsung menutup telinganya.

“Pelan dikit, Vi! Nanti satu kantor dengar.”

Novita masih menatap kopi itu dengan ekspresi tidak percaya.

“Seratus ribu buat satu paket? Ini kopi apa emas cair?”

Yanti tertawa kecil.

“Makanya kamu jangan cuma minum kopi sachet.”

Novita langsung mendengus.

“Loh, kopi sachet juga enak. Tinggal seduh langsung minum.”

Risa menyilangkan tangan sambil menggeleng.

“Masalahnya ini bukan kopi sachet.”

Novita kemudian mengambil satu potong roti dari dalam kotak besar. Roti itu tampak lembut dengan lapisan krim berbagai rasa di atasnya.

“Kalau roti ini berapa?” tanyanya polos.

Yanti menatapnya sebentar lalu berkata santai, “Sekitar tiga puluh sampai empat puluh ribu satu.”

Novita hampir tersedak.

“ROTI EMPAT PULUH RIBU?!”

Risa langsung mencubit lengannya.

“Jangan teriak!”

Novita meringis kesakitan.

“Ya ampun, sakit!”

“Makanya jangan heboh,” kata Risa kesal.

Novita masih memandangi roti itu dengan ekspresi curiga.

“Di pinggir jalan lima ribu juga ada roti,” gumamnya sambil menggigit pelan.

Yanti tertawa melihat ekspresinya.

“Gimana rasanya?”

Novita mengunyah beberapa detik. Lalu matanya tiba-tiba membesar.

“Enak…”

“Kan,” kata Yanti bangga.

Beberapa pegawai lain mulai berdatangan dan mengambil kopi serta roti mereka masing-masing. Dalam waktu singkat suasana kantor berubah seperti acara sarapan bersama. Terdengar suara tawa kecil, obrolan santai, dan bunyi plastik dibuka di mana-mana.

Namun di antara keramaian itu, Risa masih terlihat curiga.

Ia menatap kantong kopi itu dengan mata menyipit.

“Aneh,” gumamnya.

Yanti menoleh. “Apa yang aneh?”

Risa menurunkan suaranya. “Kalian lupa siapa yang pesan ini?”

Novita menjawab sambil makan, “Pak Andra.”

Risa mengangguk pelan.

“Itu dia masalahnya.”

Yanti mengangkat alis. “Maksudmu?”

Risa menghela napas panjang.

“Kalian benar-benar percaya direktur paling kejam di kantor ini tiba-tiba membelikan kita makanan mahal?”

Novita menelan rotinya.

“Ya… mungkin dia lagi baik.”

Risa langsung menggeleng.

“Enggak mungkin.”

Yanti berpikir sejenak lalu berkata, “Bisa jadi Pak Andra sudah berubah.”

Risa tertawa pendek.

“Berubah?”

“Iya.”

“Direktur yang biasanya marah kalau laporan telat lima menit?”

Yanti langsung terdiam.

Risa melanjutkan dengan nada dramatis.

“Direktur yang pernah menyuruh kita lembur sampai jam sepuluh malam?”

Novita tiba-tiba mengangkat tangan.

“Aku ingat! Yang pernah nyuruh aku beli makan siang ke restoran yang jaraknya dua puluh menit dari kantor!”

“NAH ITU!” kata Risa penuh kemenangan.

Yanti akhirnya ikut ragu.

“Kalau dipikir-pikir…”

Risa menyilangkan tangan lagi.

“Aku yakin ini pertanda buruk.”

Novita mengerutkan kening.

“Pertanda buruk?”

“Iya.”

“Kenapa?”

Risa menunjuk kotak roti itu.

“Ini biasanya tanda sebelum bencana.”

Novita langsung tertawa.

“Kamu terlalu dramatis.”

Risa menatapnya tajam.

“Lihat saja nanti.”

Novita malah kembali fokus pada makanannya.

“Yang penting rotinya enak.”

Yanti menggeleng sambil tertawa.

“Novita memang tidak pernah berubah.”

Saat mereka masih menikmati sarapan dadakan itu, kurir yang tadi berdiri di dekat pintu kembali berbicara.

“Permisi.”

Semua orang langsung menoleh.

“Saya masih ada satu paket lagi,” katanya sambil mengangkat kantong lain. “Untuk Pak Andra.”

Bu Dewi yang sejak tadi duduk di meja kerjanya langsung berdiri.

“Untuk Pak Andra?”

“Iya, Bu. Ini pesanan beliau juga.”

Kurir itu lalu bertanya, “Kantor beliau di mana?”

Bu Dewi tampak sedikit berpikir. Ia tahu betul bagaimana sikap Andra yang tidak suka ada orang luar berkeliaran di ruangannya.

“Taruh saja di sini,” kata Bu Dewi akhirnya. “Nanti kami yang antar.”

Kurir itu mengangguk lalu meletakkan kantong kopi dan kotak roti kecil di meja.

“Baik, Bu.”

Setelah menandatangani bukti pengiriman, kurir itu pun pergi.

Kini satu paket tersisa di atas meja.

Bu Dewi melihat ke arah para pegawai administrasi.

“Siapa yang mau mengantarkan ini ke kantor Pak Andra?”

Ruangan yang tadi ramai tiba-tiba menjadi sunyi.

Satu per satu pegawai yang berdiri di sekitar meja perlahan mundur.

Ada yang tiba-tiba pura-pura sibuk dengan komputer.

Ada yang langsung membuka berkas di mejanya.

Bahkan ada yang mendadak berjalan cepat menuju pantry.

Yanti berbisik pelan.

“Aku tidak mau.”

Risa langsung mengangguk cepat.

“Aku juga.”

Novita yang masih memegang roti melihat sekeliling dengan bingung.

“Kenapa?”

Risa menatapnya seolah itu pertanyaan paling aneh di dunia.

“Kamu serius tanya kenapa?”

Novita mengangguk.

Risa mendekat lalu berbisik.

“Masuk ke ruangan Pak Andra itu seperti masuk kandang singa.”

Yanti menambahkan dengan wajah serius.

“Kalau salah bicara sedikit saja bisa dimarahi.”

Novita mengunyah rotinya lagi.

“Oh…”

Semua pegawai kini diam-diam saling pandang.

Lalu perlahan-lahan, satu per satu mata mereka mulai mengarah ke orang yang sama.

Novita.

Novita yang sedang sibuk menikmati rotinya tiba-tiba merasa suasana berubah. Ia menoleh ke kiri.

Semua orang menatapnya.

Ia menoleh ke kanan.

Semua orang juga menatapnya.

Novita berkedip bingung.

“Kenapa lihat aku?”

Risa tiba-tiba tersenyum sangat manis.

“Novita…”

Yanti ikut tersenyum.

“Teman baik kami…”

Perasaan tidak enak langsung muncul di perut Novita.

“Apa?”

Bu Dewi juga ikut menatapnya.

“Novita.”

“Iya, Bu?”

“Bisa tolong antarkan paket ini ke kantor Pak Andra?”

Novita langsung membeku.

Roti di tangannya berhenti di tengah udara.

“Sa… saya?”

Risa mengangguk cepat.

“Iya.”

Yanti juga mengangguk.

“Kamu saja.”

Novita menatap mereka dengan wajah tidak percaya.

“Kenapa aku?!”

Risa menepuk bahunya.

“Kamu paling berani.”

“Aku tidak berani!”

Yanti tertawa kecil.

“Sudah, tidak apa-apa.”

Novita melihat kotak kopi itu. Lalu ia menoleh ke arah lorong panjang yang menuju kantor direktur.

Lorong itu tiba-tiba terasa seperti jalan menuju ruang sidang.

Ia menelan ludah.

“Kalian jahat…”

Risa dan Yanti malah berdiri tegak lalu memberi hormat seperti tentara.

“Pengorbananmu akan kami kenang selamanya.”

Beberapa pegawai lain bahkan ikut menahan tawa.

Novita menatap mereka dengan wajah putus asa, sementara di depannya kotak kopi dan roti untuk sang direktur masih menunggu untuk diantarkan.

1
Shizuka Ria
bu dewi atasan yg top peduli pada keadaan karyawannya👍👍
onimaru rascall: atasannya saja yang emang ngeselin
total 1 replies
Putra jomblo
Thor Novita yg salah tingkah kenapa q yg jadi baper🤭🤭 sih
onimaru rascall: waduh tandanya pengen di suapin juga
total 1 replies
Putra jomblo
lucu y Novi 🤣🤣benar2 polos nd lugu banget🤭🤭🤭
onimaru rascall: 🤣🤣🤣 mari kita buat dia mengerti
total 1 replies
Putra jomblo
🤣🤣l membayangkan wajah konyol novita yg membagongkan🤭🤭
onimaru rascall: jangan di bayangkan nanti yang punya ngamuk
total 1 replies
Putra jomblo
indahnya berbagi y nov💪💪
onimaru rascall: aku gak kebagian
total 1 replies
Putra jomblo
Novita terdewasakan oleh keadaan yg memprihatikan q nyesek thor,😭😭
onimaru rascall: apa lagi yang nulis lebih sesek kak😭😭😭
total 1 replies
Putra jomblo
ya Alloh ternyata Kakek Novita benar benar menabur kebaikan sekarang Novita yg mendapatkan hasilnya Barokalloh ya kek ternyata yg dilakukan kakek membuat hidup Novita terbantu disaat Novita sekarang hidup sendiri
onimaru rascall: ya untung yang di bantu gak lupa
total 1 replies
Putra jomblo
hebat Novita mju terus tetap semangat💪💪
onimaru rascall: 👍👍👍👍👍👍
total 1 replies
Putra jomblo
sekarang q mengerti mengapa Novita belum bisa resign karena dia baru kali ini mendapatkan kerja dengan gaji yg memuaskan dari semua pekerjaan yang pernah dilakukan Novita di balik keterpurukanan masalah hidupnya💪💪 nov
onimaru rascall: lagi dapat tempat yang menjanjikan malah atasan error
total 1 replies
Putra jomblo
sabar y nov kasihan padahal dia mau ngerubah taraf hidup lebih baik 💪💪
onimaru rascall: kita bantu dengan santet andra bersama-sama
total 1 replies
Putra jomblo
novita benar benar setia kawan ya💪
onimaru rascall: sifat rata-rata orang Indonesia ga enakan
total 1 replies
onimaru rascall
jangan 🙏🙏🙏
Indah Alifah
kyaknya seru ceritanya
onimaru rascall: semoga bisa di nikmati
total 1 replies
Indah Alifah
mewek🥲
Dwi Sulistyowati
Andra mulai nakal ya🤭
onimaru rascall: bukan nakal tapi cara tercepat untuk segera menikah
total 1 replies
Dwi Sulistyowati
suka bgt sm cerita ini sederhana tp bermakna dan bikin mewek🤭
onimaru rascall: waduh makasih dukungannya tapi jangan mewek ya mbk🙏🙏🙏
total 1 replies
onimaru rascall
itulah alasannya pertemanan antara cewek dan cowok jarang berakhir baik🤫🤫🤫
Lempongsari Samsung
🤣🤣🤣temen jadi demen.... wkwkwk...
risa ga tau kalo rio juga gitu🤣🤣🤣
gaby
Nah gitu dong. Beruntung bisa jd cinderella di dunia november, coba kalo di dunia nyata, sampe lebaran monyet cm jadi babu
onimaru rascall: abis ini aku mau jadi presiden di dunia mereka 🤫🤫🤫
total 1 replies
Lempongsari Samsung
makasih crazy upnya.... ❤❤❤
onimaru rascall: siap kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!