NovelToon NovelToon
Pengacara Indira, Istri Baru Papaku

Pengacara Indira, Istri Baru Papaku

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Duda / CEO / Tamat
Popularitas:294
Nilai: 5
Nama Author: Daisy Puppy 1412

Indira berprofesi sebagai pengacara, ia dijuluki pendekar ulung karena selalu memenangkan kasus yang dia tangani. karena kesibukannya dia lupa akan statusnya sebagai kaum jomblo sejati hingga membuat mamanya turun tangan untuk mencarikannya jodoh. hingga akhirnya dia dijodohkan dengan anak temannya yang bernama Gibran (pemilik PT Murni alam) yang berstatus duda anak 3. setelah menikah Indira dihadapkan dengan konflik keluarga hingga akhirnya dia menemukan titik kebahagian nya dengan suaminya Gibran.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daisy Puppy 1412, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

pengacara Indira, istri baru papaku

...Kamar Indira tepat di sebelah kamarnya, “ini kamarmu, karena kita belum saling kenal jadi kita tidur masing-masing dulu. Kamarku ada disebelah” ucap Gibran dengan nada datar tanpa ekspresi....

...“Hmmmm” Indira mengambil kopernya masuk ke kamar, ia juga menutup pintu kamar dengan sedikit keras sebagai bentuk tanda protes....

...Beberapa menit anak gibran yang paling besar datang berteriak protes kepada  papanya mengenai pernikahannya dengan Indira tanpa minta persetujuan dengan anak-anaknya, “Justin kecewa sama papa. Kenapa papa menikah tanpa minta persetujuan sama aku atau Brilia? Papa udah gak sayang lagi sama mama?” Ucap Justin marah dengan Gibran....

...Gibran menjelaskan semuanya apabila pernikahan ini atas permintaan neneknya, dengan menjaga privasi masing-masing Gibran dan Indira pisah kamar....

...Menjelang malam hari Gibran mengajak Justin untuk makan diruang makan, dia juga tidak lupa menyuruh asisten rumah tangganya memanggil Indira untuk makan malam bersama. Sikap acuh Justin membuat Indira merasa kikuk, “Welcome to my new life Indira” ucap Indira dalam hati sambil menghela nafas....

...“Ternyata kamu wanita yang menikah dengan papa aku, aku gak setuju ya kamu jadi mamaku, kamu gak bakalan bisa gantikan posisi mamaku dihati papa” celetuk Justin dengan nada ketus....

...“Bapak sama anak sama aja gak ada sopannya” gerutu Indira dalam hati sambil menikmati makan malamnya dengan tenang....

...“Sudah Justin” Gibran menyuruh anaknya untuk diam....

...Dibelakang posisi Gibran duduk ada 2 sosok yang berdiri, mereka anak kedua dan ketiga Gibran. Anak kedua Brilia dan anak ketiga bernama Sasha....

...“Kenapa bajumu basah kayak gini?” Justin pergi mengambil handuk untuk Shasha. Justin juga menegur adik keduanya yang pulang telat....

...“Kenapa kalian berdua baru pulang jam segini? Bukannya sekolah pulang sore gak sampai malam!!!” Tegas Gibran....

...“Ada les tambahan” ucap Brilia singkat....

...“tadi Sasha kerumah teman pa buat belajar kelompok, pulang malah kehujanan” ucap Sasha dengan nada gemetar....

...“Hujan dari mana, menurut aplikasi BMKG gak ada tuh turun hujan hari ini. Gak beres ini anaknya Gibran” ucap Indira dalam hati melanjutkan makannya....

...Gibran memperkenalkan Indira kepada anak perempuannya lalu menyuruh mereka untuk duduk makan....

...Setelah selesai makan Indira masuk kedalam kamarnya lagi....

...Di Dalam kamar Indira ditelpon sahabatnya “selamat atas pernikahannya pengacara Indira akhirnya kamu gak jomblo lagi” ucap sahabatnya menertawai dirinya....

...“Jangan ketawa gak lucu” celetuk Indira....

...“Bukan gitu kan dulu ada yang bilang gak mau nikah eh sekarang malah nikah dapat bonus pula” ucap sahabatnya....

...“Keluar yuk” Indira mengajak sahabatnya untuk bertemu....

...“Eitssss kamu kan udah nikah ya kali jam segini keluyuran, udah udah siapin dulu mental buat malam pertamanya bye bye” sahabatnya dengan cepat menutup telfon....

...“Hihhhhhhhh”...

...Ditengah malam Indira terbangun, dia beranjak dari tempat tidurnya untuk mengambil air minum. Dia berjalan melewati ruang kerja Gibran, “sudah larut malam belum tidur?” Tanya Indira menghampiri Gibran....

...“Belum” ucap Gibran singkat sambil menghisap rokoknya. Gibran merokok sambil memandangi foto mendiang istrinya....

...“istri kamu cantik” ucap Indira....

...“Selain cantik dia juga pintar, berkharisma namun karena kecelakaan dia sudah gak ada” ucap Gibran yang mulai mengeluarkan air matanya....

...“Berarti ada yang lebih sayang dia daripada kamu atau anak-anakmu” ucap Indira....

...“Siapa?” Tanya Gibran singkat....

...“Tuhan” jawab Indira meninggalkan Gibran....

...Pagi hari Indira keluar dari kamarnya, dia mendapati Gibran dan anak-anak nya sedang berkumpul di meja makan “pa Brilia laper mbak Sri jam segini belum datang” ucap Brilia memelas sambil memegang perutnya....

...“Mbak Sri tadi telpon katanya anaknya sakit jadi gak bisa kerumah” ucap Gibran santai menyeruput kopi ditemani koran yang dia baca....

...Gibran memuntahkan kopinya yang dia buat sendiri “memang gak handal aku bikin kopi” Ucapnya dalam hati....

...Melihat Gibran dan anak-anak nya berceloteh ria akhirnya Indira memutuskan untuk turun gurung memasak didapur, 17 menit berlalu Indira membawa semangkuk nasi goreng porsi besar untuk dimakan bersama “Tante masak nasi goreng sayur sama telor ceplok” ucapnya sambil mengambil nasi goreng yang dia masak sendiri....

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!