NovelToon NovelToon
Terjebak Satu Malam Dengan Mafia Kejam

Terjebak Satu Malam Dengan Mafia Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Perperangan / Mafia
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Dini Andreina

Lyra Aldebaran hanya ingin melupakan pengkhianatan yang menghancurkan pertunangannya. Namun satu malam di klub hotel mewah mempertemukannya dengan pria yang tidak seharusnya ia kenal.

Darius Baskara, Pria dingin dan berbahaya yang menguasai dunia gelap kota. Sebuah kejadian membuat mereka terjebak bersama sepanjang malam. Lyra mengira semuanya akan berakhir saat pagi datang. Ia salah,Karena bagi seorang mafia seperti Darius Baskara, sekali ia menginginkan sesuatu, ia tidak akan pernah melepaskannya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dini Andreina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lukisan Wajah

Siang di mansion terasa tenang. Namun Lyra tahu ketenangan itu hanya di permukaan. Rumah besar ini dijaga oleh banyak orang, dan hampir setiap sudutnya terasa seperti tempat yang menyimpan rahasia, Lyra berjalan di koridor panjang mansion itu.

Ia baru saja selesai berbicara dengan salah satu pelayan ketika langkah seseorang terdengar dari belakangnya.

"Aku pikir kau masih di kamar."

Lyra menoleh, Ara berdiri beberapa meter darinya, Wanita itu terlihat elegan dengan gaun hitam sederhana. Rambutnya diikat rapi, dan ekspresinya tetap dingin seperti sebelumnya, Lyra tersenyum kecil "Aku hanya ingin melihat-lihat."

Ara berjalan mendekat, Tatapannya meneliti wajah Lyra sejenak "Kau wanita pertama yang dibawa Darius ke rumah ini."

Lyra sedikit terkejut "Benarkah?"

Ara mengangguk pelan"Iya."

Ada jeda sejenak sebelum Ara melanjutkan "Aku sepupu Darius."

Lyra menghela napas pelan.

"Aku kira kau…"

"Apa?" Ara mengangkat alis."Kekasihnya?"

Lyra tertawa canggung "Sedikit."

Ara justru tersenyum tipis "Itu tidak mungkin baginya."

Lyra mengerutkan kening"Kenapa?"

Ara menatap ke arah tangga besar di ujung koridor.

"Darius tidak pernah membiarkan siapa pun terlalu dekat dengannya." Ia kembali menatap Lyra.

"Sampai kau datang."

Lyra tidak tahu harus menanggapi apa, Namun sebelum percakapan mereka berlanjut, langkah kaki lain terdengar, Darius muncul dari ujung koridor.

Setelan jasnya masih rapi, dan wajahnya terlihat serius seperti biasa, Namun begitu matanya menangkap Lyra ekspresinya berubah sedikit.

"Ara."

Wanita itu mengangkat bahu "Aku hanya berbicara dengan tamumu."

Darius berjalan mendekat, Tatapannya sempat berhenti pada Lyra beberapa detik "Kau seharusnya beristirahat."

Lyra menyilangkan tangan "Aku bukan pasien."

Ara tersenyum kecil melihat interaksi mereka.

"Baiklah, aku pergi." Ia berjalan melewati mereka, namun sebelum benar-benar pergi, ia berkata pelan pada Darius, "Jangan menakutinya terlalu cepat."

Setelah Ara pergi, koridor itu menjadi sunyi, Lyra menatap Darius "Sepupumu cukup… menakutkan."

Darius menjawab datar"Dia hanya terlalu protektif."

Lyra berjalan beberapa langkah ke arah jendela besar.

Darius mengikuti. "Kau terlihat seperti mafia," kata Lyra tiba - tiba

Darius mengangkat alis.

"Lalu seperti apa mafia menurutmu?"

"Lebih… kasar."

Darius berdiri tepat di belakangnya sekarang.

Jarak mereka sangat dekat"Aku bisa seperti itu jika perlu."

Lyra menoleh sedikit, Mata mereka bertemu, Ada sesuatu di udara di antara mereka. Sesuatu yang membuat jantung Lyra berdetak lebih cepat. Tanpa benar-benar berpikir, Lyra mengangkat tangannya dan menyentuh kerah jas Darius, Pria itu tidak bergerak, Hanya menatapnya.

Dan ketika wajah mereka semakin dekat.Lyra yang lebih dulu mencium Darius, Ciumannya lembut, Tidak terburu-buru, Tidak seperti malam sebelumnya yang penuh emosi, Ini lebih tenang. Namun justru terasa lebih dalam. Darius memejamkan mata sejenak.

Tangannya perlahan memegang pinggang Lyra.

Ketika ciuman itu berakhir, Lyra masih berdiri sangat dekat dengannya. Ia menatap wajah pria itu beberapa detik, Lalu bertanya pelan,

"Kamu siapa sebenarnya, Darius?"

Pertanyaan itu menggantung di udara, Darius tidak langsung menjawab. Matanya hanya menatap Lyra dengan intens, Seolah sedang memutuskan sesuatu.

Akhirnya ia berkata dengan suara rendah. "Aku seseorang yang memiliki terlalu banyak musuh."

Lyra mengerutkan kening "Itu bukan jawaban."

Darius menyentuh pipinya dengan lembut."Aku juga seseorang yang tidak pernah membiarkan siapa pun masuk ke dalam hidupku."

Ia berhenti sejenak, Tatapannya melembut."...sampai kau." Jantung Lyra berdetak cepat, Ia tidak tahu kenapa pria ini begitu misterius. Namun satu hal mulai ia sadari semakin ia mencoba memahami Darius Baskara…

semakin dalam ia tenggelam dalam dunianya.

Tiga hari berlalu sejak Lyra berada di mansion itu.

Hari-harinya terasa aneh, Tenang… tapi juga membingungkan. Lyra berdiri di taman belakang mansion sore itu, membawa kanvas besar yang ia temukan di salah satu ruang hobi rumah itu, Di tangannya ada kuas dan cat. Melukis selalu menjadi caranya menenangkan diri. Setelah hampir satu jam, ia mundur satu langkah untuk melihat hasilnya.

Di atas kanvas itu, terlukis wajah seseorang, Tatapan tajam, Rahang tegas, Ekspresi dingin yang khas.

Darius Baskara.

Lyra sendiri tidak tahu kenapa ia melukis pria itu.

Mungkin karena wajahnya terlalu sulit dilupakan.

Atau mungkin karena pria itu sekarang terlalu sering muncul di pikirannya.

"Ternyata aku cukup menarik untuk dijadikan lukisan."

Suara berat itu membuat Lyra terkejut, Ia menoleh cepat. Darius berdiri beberapa langkah di belakangnya, Tangannya berada di saku celana jas hitamnya, sementara tatapannya tertuju pada kanvas di depan Lyra.

Beberapa detik pria itu hanya diam, Matanya meneliti setiap garis lukisan itu, Ekspresinya berubah sedikit.

Ia terlihat… terpukau"Kau yang melukis ini?"

Lyra mengangguk kecil, "Untuk menghilangkan bosan."

Darius melangkah lebih dekat, Ia berdiri di samping Lyra sekarang.

"Kenapa aku?"

Lyra mengangkat bahu"Wajahmu mudah diingat."

Darius tersenyum tipis."Biasanya orang mengatakan wajahku menakutkan."

Lyra tertawa kecil"Kadang memang."

Darius menoleh padanya, Tatapan mereka bertemu beberapa detik, Namun kemudian Lyra menghela napas pelan.

"Darius."

"Apa?"

"Sudah tiga hari."

Darius mengangkat alis, "Lalu?"

"Aku harus kembali bekerja."

Ekspresi pria itu langsung berubah sedikit lebih serius, Lyra menatapnya dengan sungguh-sungguh.

"Aku punya pasien.".Ia menambahkan dengan suara lembut, "Dan murid-murid kecilku."

Darius terdiam beberapa detik, Ia tahu pekerjaan itu penting bagi Lyra, Namun bagian lain dari dirinya…

tidak suka membayangkan wanita ini berada di luar jangkauannya"Baik," akhirnya ia berkata.

Lyra terlihat sedikit terkejut "Benarkah?"

Darius mengangguk pelan "Tapi."

Lyra langsung menyipitkan mata "Aku tahu pasti ada tapi."

Darius mendekat sedikit, "Kau tetap pergi dengan pengawalan."

Lyra langsung memprotes, "Apa?!"

Darius terlihat santai "Untuk keamananmu."

Lyra menggeleng tidak percaya "Itu keterlaluan, Darius."

Namun sebelum ia sempat mengatakan hal lain, Darius tiba-tiba mendekat,.Tangannya menyentuh pinggang Lyra dengan lembut..Gerakannya begitu cepat hingga Lyra tidak sempat bereaksi,.Kemudian pria itu menunduk, Dan mencium bibirnya, Ciuman itu tidak kasar. Cukup untuk membuat Lyra terdiam.

Beberapa detik berlalu, Dan yang mengejutkan…

Lyra tidak menolak, Tangannya bahkan tanpa sadar menyentuh lengan Darius. Ketika mereka akhirnya sedikit menjauh, napas Lyra terasa tidak teratur. Darius menatapnya dengan tatapan yang dalam.

" Oya Namamu panjang sekali."

Lyra mengerutkan kening "Apa maksudmu?"

Darius tersenyum tipis "Lyrа Aldebaran."

Lyra menatapnya terkejut "Kau tahu nama lengkapku?"

Darius mengangkat bahu sedikit "Aku tahu banyak hal."

Lyra menghela napas."Kadang aku benar-benar tidak mengerti siapa kau sebenarnya."

Darius menyentuh pipinya dengan lembut.

Tatapannya jauh lebih hangat dibandingkan biasanya.

"Yang penting untuk sekarang…" ia berhenti sejenak

"...aku orang yang akan memastikan kau tetap aman."

Jantung Lyra berdetak cepat lagi, Karena semakin lama ia berada di dekat pria ini.semakin sulit baginya untuk menjaga jarak.

1
Dini Andreina
sabar ya ka hari ini langsung banyak
Tanece Alu Bunga
update lama.kali thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!