NovelToon NovelToon
Menjadi Guru Sihir Putra Mahkota Kerajaan Sihir

Menjadi Guru Sihir Putra Mahkota Kerajaan Sihir

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Fantasi / Romansa Fantasi
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Irara

Rhea Celeste hanyalah mahasiswi jurusan pendidikan biasa yang malas, sampai sebuah panci listrik meledak dan merenggut nyawanya.

Saat membuka mata, ia terbangun di dunia fantasi sebagai Rhea Celeste lain.

Dia adalah seorang archmage berbakat dan guru sihir putra mahkota Kerajaan Sihir. Tanpa ingatan pemilik tubuh asli, Rhea harus berpura-pura kehilangan ingatan dan mencoba melanjutkan kariernya sebagai guru putra mahkota dengan baik untuk hidup damai.

Namun, kehidupan damainya hanyalah angan-angan setelah mengetahui identitas tersembunyi pemilik tubuh aslinya yang lain.

“Rhea-ku, sayang... Kenapa kau melupakanku? Kekasihmu?”

Seorang pria tampan dari kekaisaran suci mengaku sebagai kekasihnya dan menangis.

Sedangkan di sisi lain, muridnya yang keras kepala, merengek, mengajaknya tinggal.

“Guru! Ayo pulang! Buatkan aku kue ulang tahun!”

Lebih baik tidak ikut campur, atau kedua kekaisaran akan musnah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terpaksa berpura-pura Amnesia.

“Bagaimana caraku mengajar sihir?”

Rhea Celeste, mahasiswi jurusan pendidikan itu berada dalam situasi konyol di mana jiwanya- bukan, mungkin seluruh hidupnya berpindah ke dunia lain, di mana ada sistem sihir dan kerajaan yang fantastis.

Beberapa hari yang lalu, dia menjalani kehidupan seorang mahasiswa yang tak berjiwa seperti biasa. Masuk kelas, jalan kaki, lalu pulang ke kos dan tidur.

Rhea bukan tipe mahasiswa aktif. Bukan karena ia tak mampu, melainkan karena tak melihat gunanya. Terlalu banyak usaha, terlalu sedikit hasil, begitu kesimpulannya.

Dia lebih senang tidur atau bereksperimen dengan masakan seadanya di kos. Dua hal yang tidak menuntut ambisi besar, tidak menjanjikan apa-apa, tetapi setidaknya memberinya rasa nyaman di tengah kenyataan bahwa masa depan profesinya tampak jauh dari kata sejahtera.

Hari itu, sebelum mendapati dirinya berpindah ke dunia lain, sebenarnya tidak ada kejadian janggal yang membuatnya pindah. Tidak ada kejadian tertabrak truk-kun atau tersedak bakpau.

Rhea saat itu pulang dan memasak di panci listrik kecilnya di kamar, kemudian membuka laptop untuk mengerjakan makalah… dan sepertinya dia tertidur?

Sialnya, mungkinkah panci listriknya meledak dan dia meninggal karena kebakaran?

Rhea menekan pelipisnya dengan jari-jarinya yang ramping, mencoba mengingat sesuatu. Saat itu, suara tersedak ketakutan terdengar di samping, membuatnya kembali ke kenyataan.

“Ah… Nyonya?”

Rhea mengangkat kepalanya dan matanya bertatapan dengan mata seorang pelayan pria yang tangannya memegang nampan berisi bubur sayur dan segelas jus.

Pelayan pria itu, yang rambutnya berwarna merah terang, tampak ketakutan. Seluruh tubuhnya gemetar.

Mungkin karena tidak mendengar balasan dari Rhea, pelayan itu bertanya lagi, kini kata-katanya lebih panjang.

“A-apakah tubuh Anda masih sakit? Mungkin Nyonya Celeste dapat mengajukan cuti sakit kepada Yang Mulia Raja lagi? Umn, saya akan bantu membuatkannya?”

“Eh… Tidak! Aku baik-baik saja, jangan lakukan itu!” Rhea menghentikannya dengan ekspresi ngeri, seolah menelan seteguk racun mematikan.

“Taruh sarapanku di meja. Aku akan pergi menemui putra mahkota jam delapan seperti katamu.”

Pria berambut merah itu menuruti permintaan Rhea dengan patuh, kemudian kembali menatapnya diam-diam. Rhea juga menatapnya dengan bingung.

“Ada apa? Kenapa wajahmu terlihat seperti hendak mengatakan sesuatu?” tanya Rhea menyelidik.

Pria itu menggelengkan kepalanya cepat, lalu terlihat bergumam sendiri. Di bawah tatapan Rhea yang bingung, dia melangkah mundur.

“Bukan apa-apa. Karena tidak ada permintaan lain, pelayan ini akan keluar,” ucap pria itu sebelum mengangkat jari tengah dan telunjuknya ke tengah alis dan memberi salam.

“Semoga Arcana selalu menyertaimu dalam suka maupun duka!”

Rhea sudah melihat salam unik ini beberapa hari setelah berada di sini dan mengikuti gerakannya dengan lihai.

“Semoga Arcana selalu memberkatimu dalam hidup dan matimu!” jawab Rhea santai.

Namun, entah kenapa ekspresi pria itu menjadi lebih rumit daripada sebelumnya. Rhea awalnya mengira karena gerakan salamnya salah, tetapi ternyata tidak.

Melihatnya berlari terbirit-birit keluar dari kamarnya seolah melihat binatang buas, Rhea tak bisa berhenti memuji dalam hatinya.

Sungguh pria yang imut.

Pelayan pria itu, John, adalah orang pertama yang dia lihat setelah membuka matanya di sini. Rambut merahnya yang mencolok dan mata hijaunya yang bulat membuatnya tampak seperti idol.

Rhea awalnya bingung mengapa bocah cantik seperti itu berada di sisinya, sebelum seorang dokter tua mengatakan dia telah tak sadarkan diri selama tiga hari.

Pemilik asli tubuhnya saat ini juga bernama Rhea Celeste. Yang diketahuinya saat ini adalah Rhea mendapat tugas sebagai guru sihir putra mahkota Kerajaan Romanov, salah satu kerajaan besar di Kekaisaran Arcana.

Rhea Celeste, yang memiliki sihir lingkaran ke-7 di usianya yang ke-17 tahun, merupakan bakat langka yang ditemukan oleh salah seorang ksatria kerajaan ketika menjelajah di daerah pelosok.

Karena kurangnya seseorang dengan bakat sihir di Kerajaan Romanov, Yang Mulia Raja begitu gembira hingga menangis ketika melihatnya. Begitu menemuinya, Rhea Celeste dihadiahi sebuah kastil di pesisir utara kerajaan dan mendapat gelar guru kehormatan, dengan syarat dia harus mengajari putra mahkota yang konon memiliki bakat sihir untuk dibimbing.

Sayangnya, Rhea Celeste hanya memiliki bakat sihir saja. Sifatnya benar-benar… berlawanan dengan kata wanita terhormat.

Guru sihir berbakat itu tidak hanya sering bolos mengajar, dia juga tidak terlalu memperhatikan perkembangan muridnya. Lebih baik dia tidak mengajar, karena ketika dia mengajar pun, mulutnya selalu melontarkan kata-kata merendahkan yang tidak pantas didengar seorang putra mahkota.

Dan melihat betapa jijiknya para pria melihatnya ketika dia lewat, Rhea menduga kejahatan tubuh aslinya itu lebih dari yang dikatakan dokter tua itu.

Oh, yah. Dokter tua itu menjelaskan hal-hal tersebut karena Rhea benar-benar tidak mendapat ingatan dari pemilik tubuh aslinya. Dengan kata lain, dia sengaja pura-pura amnesia.

Untungnya, tidak ada yang mencurigainya berbohong. Para pelayan selalu mengangguk ketika mendengar alasan yang dia katakan. Atau… mungkin saja mereka terlalu takut berkata tidak? Tetapi itu saja sudah cukup baginya saat ini.

Masalahnya adalah…

“Aku tidak mengerti cara menggunakan sihirku.”

Rhea menyendok bubur sayur dan meneguk jus apel di meja, melamun memikirkan hal yang harus dilakukannya ke depan.

Dia tipe orang yang selalu pasrah dan tidak menjadi orang yang menyesal akan kehidupannya. Sekalipun dia mati, dia akan tetap menerimanya tanpa penyesalan. Jadi, situasi aneh ini, di mana dia terbangun di dunia dan tubuh yang berbeda, tidak membuatnya begitu panik hingga memikirkan cara untuk pulang.

Asalkan bisa makan dan tidur dengan baik, dia bakal betah tinggal di mana pun.

“Situasinya sebenarnya tidak begitu mendesak.” Rhea mengetuk sendok, bergumam, “Bersikap sok seperti Rhea Celeste yang asli membuatku tidak perlu mengajari putra mahkota dengan benar, yang berarti aku tidak perlu pusing tentang cara menggunakan sihir.”

Tetapi…

“Aku benci seorang pendidik tidak kompeten yang mendapat gaji segunung!” Rhea menggertakkan gigi saat memikirkan kastil yang indah di pesisir pantai miliknya dan ribuan emas di kantong pribadinya.

Meneguk jus apel terakhir, Rhea memutuskan untuk menemui putra mahkota dan menjelaskan amnesianya dengan jujur.

1
Manisaja
Sudah kuduga /Yawn/Akuh bilang tahan atu
Lily air: apa si kak gak ngerti, aku pusing ;)
total 1 replies
Andi Ilma Apriani
hadiiirrr thooorr
Manisaja
Aku tau dari kebiasaan mu buat sama baca cerita sukanya buat mc lemah gampang sakit atau pingsan padahal latarnya op, aku tahu tapi tolonglah dikendalikan ya ya? gak maksud ngajak berantem aku jangan maragh 🙏🙏 Jangan ngambeg awas
Lily air: ❤️┐(︶▽︶)┌❤️
total 1 replies
Manisaja
Lanjut!!!! Udah lumayan ngalir lancar gak kaku kayak pertams
Manisaja
Keliatan banget ini putra mahkota kalau gak regresi atau reikarnasi juga tingkahnya gak kayak bocah, bener gak dugaanku? 🧐
Lily air: kamu maunya gitu? oke kutulis gitu (¬‿¬ )
total 1 replies
Manisaja
Ulah gurumu itu Yang mulia sihirnya gak bener ngerusak kaca
Manisaja
Bisa sok keren juga dia 🤣
Manisaja
Gilakk pantesan cowo pada takutt tapi pelayan cewe gak diapa apain ya sama dia
Manisaja
Tak kusangka sangka ternyata kejadiaannya kayak ginj
Manisaja
Mi apa to?
Manisaja
Lah iya siapa yang nyangka kalau ngancemnya pake candaan ggak masuk akal?
Manisaja
Sebenarnya gak lucu tapi apa hah? Makan daging bisa nguras energi sihir?? aku baru tahu di sini
Manisaja
Lo Kok di skip gimana ceritanya? Cerita yang diceritain John mana?!!
Manisaja
Lah elah dipotong gini gak jelas iih
Manisaja
Apaan tuh 🧐🧐
Manisaja
Cowo imut
Manisaja
Putra mahkota siapa namanya? Belum disebuttin
Manisaja
Mmemuji di bawah sinar bulan? aku bayanginnya ko lucu ya🤣 Apa si yang lo tulis ra aamh
Manisaja
Novel baru ya raaa 🤣 Oke ku baca
Lily air: terserah baca aja gak ada yang larang :)
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!