Zion Mateo Lopez adalah definisi dari kesombongan masa muda, tampan, kaya, dan tak terkalahkan. Baginya, Cassie Vorcan hanyalah sebuah target dalam taruhan mahal bersama teman-teman elitnya di SMA Chicago. Namun, apa yang dimulai sebagai permainan kotor berubah menjadi jeratan perasaan yang nyata. Selama dua tahun, Zion jatuh hati sedalam-dalamnya, mencintai Cassie lewat tindakan protektif dan rencana masa depan yang matang di California.
Di sisi lain, Cassie gadis panti asuhan yang pintar dan dingin akhirnya meruntuhkan seluruh benteng pertahanannya demi Zion. Dia percaya telah menemukan rumah, hingga sebuah rahasia di ponsel Zion menghancurkan dunianya: bukti bahwa dia hanyalah "barang taruhan" yang sukses ditaklukkan.
Beberapa Tahun kemudian, takdir mempertemukan mereka kembali di Chicago dalam sebuah proyek besar. Zion kini adalah pria dewasa yang dihantui penyesalan, sementara Cassie telah menjelma menjadi arsitek sukses yang lebih angkuh dan tak tersentuh.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#6
Apartemen Cassie yang terletak di kawasan Gold Coast Chicago terasa hangat dan tenang, kontras dengan badai emosi yang baru saja ia lalui di kantor Lopez Group. Begitu kunci pintu berputar, Cassie menarik napas dalam-dalam, mencoba membuang semua bayangan tentang Zion dan masa lalu yang menyesakkan itu.
"Sayang... Mommy pulang," panggil Cassie dengan nada suara yang seketika berubah lembut, jauh dari kesan wanita besi yang dingin.
Seorang anak laki-laki berusia sembilan tahun berlari dari arah ruang tengah. Wajahnya adalah perpaduan yang mematikan, mata yang cerdas dan tajam milik Cassie, namun rahang dan senyum simpul yang... sangat identik dengan pria yang baru saja dimaki-maki Cassie di jalanan.
"Mommy!" Logan menghambur ke pelukan Cassie.
Cassie berlutut, memeluk putra semata wayangnya itu erat-erat. Logan adalah alasannya bertahan hidup selama sepuluh tahun ini. Dia adalah alasan mengapa Cassie tidak menyerah saat harus kuliah sambil bekerja tiga shift di London, dan alasan mengapa dia kembali ke Chicago dengan identitas baru yang tak tertembus.
"Bagaimana sekolahmu hari ini, jagoan?" tanya Cassie sambil mengusap rambut cokelat gelap Logan.
"Luar biasa, Mom! Aku memenangkan kompetisi matematika tingkat kota tadi siang," ucap Logan dengan mata berbinar. "Guruku bilang caraku menyelesaikan soal kalkulus sangat cepat. Dan oh, di klub robotik, aku berhasil memprogram ulang mesin kecil yang rusak. Teman-temanku bilang aku hebat!"
Cassie tersenyum bangga, namun hatinya sedikit mencelos. Kepintaran Logan adalah warisan darinya, tapi kepercayaan diri yang meledak-ledak itu... itu adalah gen keluarga Lopez.
"Mommy tahu kamu hebat. Ayo, ganti bajumu, kita makan malam dengan pizza favoritmu," ucap Cassie lembut.
Saat Logan berlari ke kamarnya, Cassie berdiri dan bersandar di meja dapur. Pikirannya melayang ke malam terakhir di Chicago sepuluh tahun lalu. Malam yang mengubah garis takdirnya selamanya.
Malam itu, Zion sedang sangat manja. Stok pengaman rasa strawberry yang biasa ia bawa habis. Dengan suara serak dan penuh janji manis, Zion berbisik, "Jangan lupa minum pil-mu saja ya, sayang? Aku benar-benar tidak punya stoknya malam ini. Tapi aku ingin sekali bersamamu..."
Cassie, yang saat itu begitu mencintai dan mempercayai Zion, mengangguk. Namun, tepat setelah mereka melewati malam yang paling panas dan emosional itu, Cassie menemukan ponsel Zion. Ia menemukan grup taruhan itu. Ia menemukan foto dirinya yang dijadikan bahan tawa.
Dunia Cassie hancur saat itu juga. Rasa sakit, dikhianati, dan mual yang luar biasa membuatnya langsung mengemas barang dan pergi malam itu juga menuju London dengan sisa uang tabungannya. Dalam kekacauan emosi, rasa jijik, dan pelarian yang tergesa-gesa, Cassie lupa meminum pilnya.
Enam minggu kemudian, di sebuah flat sempit di London, Cassie mendapati dirinya hamil.
Hari-hari itu adalah neraka. Ia harus berjuang melawan mual saat mengerjakan tugas kuliah arsitekturnya yang berat. Ia pernah pingsan saat bekerja sebagai pelayan kafe karena kurang gizi. Namun, ia bersumpah satu hal, Zion Mateo Lopez tidak boleh tahu tentang anak ini. Ia tidak ingin anaknya menjadi bagian dari taruhan atau sekadar barang bagi keluarga Lopez yang haus kekuasaan.
.
.
Logan keluar dari kamar dengan kaos santainya dan duduk di meja makan. "Mom, kenapa wajah Mommy tampak lelah? Apa bos di kantor barumu itu menyebalkan?"
Cassie tertegun sebentar. "Kenapa kamu bertanya begitu?"
"Mata Mommy... seperti habis bertemu orang yang membuat Mommy ingin meledak," jawab Logan cerdas. "Kalau dia jahat, biar aku yang meretas sistem komputernya besok. Aku bisa buat perusahaannya kacau dalam sepuluh menit."
Cassie tertawa, tawa tulus pertamanya hari itu. "Tidak perlu, Sayang. Mommy bisa menanganinya sendiri. Kamu fokus saja pada sekolahmu."
"Tapi Mom," Logan menatap Cassie dengan serius, "aku dengar dari bibi panti di London dulu, kalau orang jahat harus diberi pelajaran. Apa pria yang membuat Mommy sedih itu ada di Chicago?"
Cassie terdiam. Ia menatap Logan, melihat bayangan Zion di sana. Ia bekerja sangat keras hingga hari ini agar Logan tidak pernah merasa kekurangan. Logan mendapatkan pendidikan terbaik, pakaian terbaik, dan kasih sayang yang utuh, meski tanpa sosok ayah.
"Dia bukan orang penting, Logan. Hanya bagian dari masa lalu yang tidak sengaja Mommy temui lagi," jawab Cassie sambil menyajikan pizza.
Logan mengangguk, namun matanya menunjukkan bahwa dia tidak sepenuhnya percaya. "Oke. Tapi kalau dia macam-macam, ingat aku ada di pihak Mommy. Aku bukan anak kecil lagi, aku sudah sembilan tahun."
Cassie mencium kening Logan. Dalam hatinya, ia berbisik "Maafkan Mommy, Logan. Ayahmu memang brengsek, tapi dialah alasan kamu ada di sini. Dan aku akan melindungi rahasia ini, meski aku harus menghancurkan seluruh Chicago."
Zion mungkin bangga dengan Petter nya, tapi dia tidak pernah tahu bahwa konsekuensi dari satu malam tanpa pengaman sepuluh tahun lalu kini sedang duduk di sebuah apartemen, hanya beberapa blok darinya, tumbuh menjadi versi Zion yang jauh lebih pintar dan lebih baik.
🌷🌷🌷🌷
Happy reading dear 🥰
mau menerima Cassie dan Logan dengan tangan terbuka,
tanpa memandang status.