NovelToon NovelToon
Suami Tanpa Giliran

Suami Tanpa Giliran

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / CEO / Balas Dendam / Penyesalan Keluarga / Kebangkitan pecundang / Percintaan Konglomerat
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Puji170

Empat tahun Kevin Haris menjadi suami yang sah. Namun tidak pernah sekalipun mendapat giliran sebagai pria yang dipilih.

Ia menikah demi taruhan, lalu bertahan demi cinta. Sayangnya, istrinya hanya menjadikannya rumah, bukan tujuan. Di balik satu pintu tertutup, Kevin akhirnya paham. Kesetiaan yang terlalu lama ditunggu hanya akan menghabiskan harga diri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puji170, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1 Kevin Haris

Kevin Haris adalah sosok lelaki yang dikenal tampan, menawan, sekaligus mapan. Siapa pun yang tidak mengenalnya akan dianggap wanita kampung dan kudet. Dengan kekayaan serta penampilan yang memikat, Kevin bahkan hanya perlu mengacungkan satu jari telunjuknya untuk mendapatkan wanita mana pun yang ia inginkan.

Namun ironisnya, lelaki itu sama sekali tidak pernah tertarik bermain-main dengan cinta. Hubungan baginya hanyalah gangguan, sesuatu yang merepotkan dan membuang waktu. Hingga suatu hari, sahabatnya sendiri justru menyeret Kevin ke dalam sebuah taruhan yang tak masuk akal.

“Kevin, kalau kamu bisa menikah dengan Iren Winata dan menaklukkan hatinya sampai dia lupa denganku, lima puluh persen saham perusahaanku jadi milikmu,” ucap Vano santai, seolah yang ia pertaruhkan bukan hidup seseorang.

Kevin mengernyit, lalu menyesap cappuccino kesukaannya dengan wajah datar. “Apa kamu sudah gila, Van? Dia itu tunanganmu.”

Vano terkekeh pelan, seakan ucapan Kevin hanyalah lelucon. “Kamu tahu sendiri, Zoya akan segera kembali. Dia satu-satunya wanita yang ingin aku nikahi dalam hidupku. Selama ini aku tidak pernah benar-benar mencintai Iren.”

Kevin meletakkan cangkirnya perlahan. Tatapannya mengeras. “Lalu untuk apa kamu mempertahankan dia sampai sekarang?”

Vano menghela napas, kali ini terdengar lebih jujur. “Karena Iren terlalu baik untuk dilepaskan begitu saja. Dia setia, dia tulus, dan dia tidak pernah menuntut apa pun. Tapi justru itu masalahnya. Dia tidak mau pergi meski aku sudah dingin padanya.”

Kevin terdiam. Nama Iren Winata bukan nama asing baginya. Wanita itu dikenal lembut, cerdas, dan terlalu polos untuk permainan kotor dunia mereka. Ia juga wanita yang, entah kenapa, selalu menolak segala bentuk perhatian Kevin setiap kali mereka bertemu di acara sosial.

“Jadi kamu ingin aku merusak hidup wanita itu hanya supaya kamu bisa bebas menikah dengan Bella?” tanya Kevin dingin.

Vano menyeringai. “Jangan munafik. Kamu tidak pernah peduli soal perasaan wanita. Lagipula, ini cuma pernikahan. Bukankah kamu selalu bilang cinta itu ilusi?”

Ucapan itu membuat Kevin tersenyum tipis, senyum yang tidak pernah benar-benar mencapai matanya. Ia bangkit dari duduknya, merapikan jas mahal yang melekat sempurna di tubuhnya.

“Kamu salah satu dari sedikit orang yang berani menjadikanku alat,” katanya pelan. “Dan kamu juga orang pertama yang menawarkan sesuatu yang cukup besar untuk membuatku berpikir.”

Vano menegakkan punggungnya. “Jadi?”

Kevin menoleh, sorot matanya tajam dan penuh perhitungan. “Aku tidak berjanji akan bermain sesuai aturanmu. Kalau aku menikahi Iren, maka itu berarti dia milikku sepenuhnya. Tidak ada lagi kamu dalam hidupnya.”

Vano terdiam sejenak, lalu tersenyum puas. “Justru itu yang aku mau.”

Kevin melangkah pergi tanpa menoleh lagi. Di benaknya, wajah Iren muncul samar. Wanita yang selalu menunduk saat berbicara dengannya, wanita yang tidak pernah silau oleh nama besar Kevin Haris.

***

Sayangnya, semua itu terjadi lima tahun yang lalu.

Kini, sudah empat tahun Kevin dan Iren terikat dalam pernikahan yang sah. Kevin sempat berpikir waktu akan mengubah segalanya. Ia yakin kebersamaan, perhatian, dan pengorbanannya perlahan mampu meluluhkan hati Iren. Ia yang selalu ada saat Iren terpuruk, ia yang memilih berdiri di sisinya ketika keluarganya menentang, bahkan ia yang rela melepas hak atas seluruh warisan demi satu hal yang dulu tak pernah ia pedulikan, yaitu cinta dan kebahagiaan seorang wanita.

Namun malam ini, keyakinan itu runtuh begitu saja.

Kevin berdiri di balik pintu ruang VIP kafe itu, berniat memberi kejutan sederhana untuk merayakan empat tahun pernikahan mereka. Lilin kecil sudah ia siapkan, hadiah pun terbungkus rapi di tangannya. Ia hanya perlu memanggil nama Iren dan tersenyum seperti suami pada umumnya.

Namun niat itu runtuh ketika tawa riuh terdengar dari dalam ruangan.

“Iren, kamu serius belum pernah melakukan malam pertama dengan Kevin selama empat tahun ini?” tanya salah satu temannya tanpa beban, seolah topik itu hanyalah candaan ringan.

“Padahal dulu seluruh wanita di kota ini mengidamkannya,” sahut yang lain. “Tapi siapa sangka sekarang dia justru tunduk di kakimu.”

“Benar,” timpal yang lain lagi. “Pria seperti Kevin bisa juga bertekuk lutut di bawah wanita. Jadi sekarang kamu harus benar-benar menyukainya, Ren.”

Iren tersenyum samar. Senyum yang tidak penuh, lebih menyerupai kewajiban. “Bagaimana aku mau menyukainya,” ucapnya pelan, “kalau di hatiku selalu ada Vano. Aku tidak punya rasa ingin padanya meskipun dia tampan.”

Ruangan itu seketika dipenuhi desah terkejut.

“Jadi kamu akan terus menjadikannya suami tanpa memenuhi kewajibanmu?” tanya salah satu dari mereka dengan nada tak percaya.

“Mau bagaimana lagi,” jawab Iren ringan. “Apa kalian tahu bagaimana rasanya? Sangat menyenangkan.”

“Ya ampun, Ren. Kamu ini benar-benar gila,” seru temannya.

Sejenak hening, hingga satu suara kembali membuka percakapan. “Eh, dengar-dengar Vano sudah bercerai dengan Zoya dan sekarang kembali ke Indonesia. Kamu tahu soal itu?”

“Tentu saja aku tahu,” jawab Iren tanpa ragu. “Selama ini aku masih berhubungan dengannya. Dia pulang ke Indonesia karena kami ingin bersama lagi.”

“Kamu serius?” suara itu meninggi. “Lalu Kevin bagaimana?”

Iren terdiam sejenak sebelum menjawab, suaranya lebih pelan dari sebelumnya. “Dia tetap jadi suami di rumah, sementara di luar aku akan...” Kalimat itu menggantung, berhenti oleh rasa malu yang tiba-tiba muncul.

Sementara di balik pintu, Kevin tidak lagi mendengar apa pun setelah itu.

Kotak hadiah di tangannya terasa semakin berat, seolah menertawakan kebodohannya sendiri. Empat tahun. Empat tahun ia berdiri sebagai suami yang setia, menjaga jarak karena menghormati, menahan diri karena berharap suatu hari akan diterima sepenuhnya.

Ternyata yang ia jaga bukan kesucian, melainkan jarak yang sengaja diciptakan.

Kevin melangkah mundur perlahan. Tidak ada amarah yang meledak, tidak ada teriakan, hanya rasa kosong yang menekan dadanya tanpa ampun. Senyum tipis terlukis di bibirnya, senyum yang lahir dari luka yang terlalu dalam untuk ditunjukkan.

Ia berbalik pergi, meninggalkan lilin yang tak pernah dinyalakan dan perayaan yang tak pernah terjadi.

Malam itu, Kevin Haris akhirnya mengerti satu hal yang paling menyakitkan. Ia bukan suami yang ditolak karena kurang mencinta, melainkan karena sejak awal, hati Iren tidak pernah berada di pernikahan mereka.

Kevin meninggalkan sudut ruangan itu dan masuk ke toilet. Dadanya terasa sesak oleh kata-kata Iren. Ia berhenti di depan wastafel, menatap pantulan dirinya sekilas, lalu tertawa kecil, hambar.

“Empat tahun,” gumamnya pelan. “Dan aku masih cukup bodoh untuk menyiapkan lilin.”

Ia membasuh tangannya perlahan, seolah sedang melepaskan sesuatu yang telah melekat terlalu lama. Tatapannya terangkat, kali ini lebih tenang, lebih dingin.

“Tidak apa-apa, Kevin,” katanya lagi pada bayangannya sendiri. “Kamu sudah melakukan bagianmu. Sisanya bukan tanggung jawabmu.”

Saat ia melangkah keluar, tidak ada kemarahan di wajahnya, hanya ketegasan yang baru lahir.

“Mulai malam ini,” ucapnya lirih, hampir seperti keputusan yang disahkan, “aku tidak akan menunggu siapa pun lagi.”

1
Ariany Sudjana
hahaha ada yang mimpi ingin jadi istrinya Kevin, ternyata ga kesampaian 🤣🤣
Ariany Sudjana
kevin kamu juga bodoh, sudah tahu pelacur murahan seperti Irene, punya beribu macam cara untuk menjebak kamu, dan kamu dengan bodohnya percaya sama omongan pelacur murahan itu
Ariany Sudjana
Kevin kamu jangan terjebak dengan perkataan Irene, kalau kamu percaya dengan omongan Irene, kamu bodoh
Ariany Sudjana
Irene kamu bodoh, kamu menyalahkan Kevin untuk semua masalah kamu, padahal kamu sendiri sumber masalahnya, kamu saja yang jadi perempuan gatal 🤭🤭
Ridwani
👍👍👍
falea sezi
lanjut g sabar nunggu kehancuran iren
Ariany Sudjana
hahaha dua orang pecundang, yang satu pelacur murahan, yang satu pebinor 🤣🤣😂😂 silakan menikmati kejatuhan kalian
Ariany Sudjana
hahaha ada lagi perempuan , yang katanya CEO, tapi bodoh, dan bisa dimanipulasi sama laki-laki yang licik dan culas 😂😂🤣🤣
𝐇⃟⃝ᵧꕥ📴𝓗𝓪𝔂𝓾𝓻𝓪𝓹𝓾𝓳𝓲: hahhaha katanya si paling beruntung kak
total 1 replies
Ridwani
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Yuliana Tunru
sdh di tinggalkan baru nyari2 kevin dulu dijadikan banu iren kau pikir kevin buta tau kau yg tak punya malu gmn selalu dgn vano pegang2an dll ngapain jd bodoh kevin buang istri tak tau diri itu
Ridwani
semoga cepat cerai,iren semoga menyesal
Ridwani: iy kita liat nanti apa iren nangis histeris kebahagiaan kevin
total 2 replies
Yuliana Tunru
akhir x kau bicara sosl cerai jg benar2 iren tak punya malu dan otak..msh kurang keras kevin biar iren shock
Yuliana Tunru
ya ampun.iten.punya kaca ndk lha kamu dgn.vano bkn x lebih dr selingkuh kebin cm.makan kamu malah tiap.saat dgn vano gandrngan aplh fatwa mak lampir matre berani mau nampar ...tampar balik biar sadar
𝐇⃟⃝ᵧꕥ📴𝓗𝓪𝔂𝓾𝓻𝓪𝓹𝓾𝓳𝓲: merasa paling benar dia kak
total 1 replies
Ridwani
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Yuliana Tunru
bahus kevin ingatkan pisisi masing2 knp jg eelama ini kevin jd babu di rmh sendiei dan.istri yg tak tau diri jg klga x jd penguasa jd lupa status 😡
Yuliana Tunru
bagus kevin iren siap2 kau jd sampah buangan kevin kau wanuta miskin ahlak dan harta semena2 krn kevin takluk tinggu balsan karma yg sebenar x
Ridwani
👍👍👍👍👍
Yuliana Tunru
kenapa alki2 arogan mulut beracun kalah dgn wanita bekas teman kau bkn kere kevintp bagai pengemis hancurkan iren ambil kembali sahqm vano dgn bayaran perceraian yg di mibta iren nurma bkn musush turuti kata 2 x dan jadilqh raja hancurkqn keangjuhan.dan lenghiatan vano dan iren mrk manusia sampqh
Yuliana Tunru
vano dan iren brnar teman lucnut ..ayo kevin ambil hak mu mlm ini dan jika iren ingin cerai suruh kembalikan saham itu jgn buarkan penghianat itu mengambil bayaran atas lukamu jika saham sdh kembali buang iren pd vano bagai sampah 😡😡
𝐇⃟⃝ᵧꕥ📴𝓗𝓪𝔂𝓾𝓻𝓪𝓹𝓾𝓳𝓲: biarkan Vano dan Iren bersatu lagi ya, masalah Iren jatuh biarkan saja
total 1 replies
Ma Em
Iren kamu pasti akan menyesal karena sdh menyia nyiakan Kevin dan malah memilih Vano yg tdk pernah mencintaimu , mampir Thor aku suka , ceritanya seru .
𝐇⃟⃝ᵧꕥ📴𝓗𝓪𝔂𝓾𝓻𝓪𝓹𝓾𝓳𝓲: terimakasih kakak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!