NovelToon NovelToon
Aku Kembali

Aku Kembali

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Keluarga / Trauma masa lalu / Kebangkitan pecundang / Antagonis Jahat / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Yourfee

Ervana yang lahir dari keluarga Moses merasa hidupnya berubah setelah kehadiran anak angkat keluarganya yang begitu disayang semua anggota keluarganya. Orang tuanya dan kakak laki-lakinya lalu memperlakukan Renita, adik angkatnya dengan penuh kasih sayang. Ia diasingkan, semua hal yang menjadi miliknya kini direbut perlahan oleh Renita Moses. Air mata dan kesakitan itu membuatnya nyaris gila. Ervana kalah dan memilih mengakhiri hidupnya dengan cara yang tak biasa, bunuh diri. Namun, jiwanya yang terperangkap dalam kegelapan sepertinya masih enggan untuk meninggalkan dunia penuh dosa ini. Ervana lalu kembali dengan versi baru yang membuat keluarganya tercengang.
"Aku kembali hanya untuk memberi pelajaran pada mereka bahwa aku tidak pantas diperlakukan seburuk ini". Persis ketika ia membuka matanya, kehidupan baru menyambutnya. Ervana lalu hidup menurut kepercayaannya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yourfee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 1. Itu milik Renita!

Ervana Moses melangkahkan kakinya dengan hati-hati di lantai marmer rumah mewah milik keluarganya. Hari ini adalah hari peresmian Moses group, sebuah perusahaan besar yang menjadi kebanggaan keluarganya. Keluarga Moses awalnya hanyalah keluarga yang berasal dari kalangan menengah, namun setelah Renata Moses bersedia dijodohkan dengan keluarga Baskara, kehidupan baik mulai menghampiri mereka. Efendi Moses duduk dengan angkuh di meja makan di ruangan itu. Tatapannya dingin sekali, seolah mampu membekukan tubuh mungil Ervana. Gadis berusia 23 tahun itu menarik pelan kursinya dengan tangan bergetar. Astaga ini lebih cocok disebut meja pengadilan daripada meja makan. Gadis itu menunduk dalam-dalam sebelum mendudukkan tubuhnya di kursi berbahan kayu jati itu.

"Kursi itu milik Renata". Suara datar milik ibunya lalu ditangkap oleh indera pendengarannya.

"Ta-tapi aku sering duduk di sini". Gadis itu menggigit bibirnya dengan penuh kecemasan. Pelan-pelan ia mengangkat kepalanya dan yang dilihatnya kemudian sukses membuat jantungnya berpacu lebih kencang. Keluarga Moses memiliki lima anggota keluarga inti termasuk Renata, namun kenapa jumlah kursi di tempat itu hanya empat? Apakah para pelayan salah menghitungnya? Ah, ini benar-benar tidak mungkin! Pelayan keluarga Moses tidak pernah seceroboh ini. Ervana lalu berdiri perlahan, tujuan selanjutnya adalah duduk di kursi kosong yang ada di sebelah ibunya.

"Kursi ini milik Lucas". Eva Moses nyaris berteriak ketika Ervana ingin mendudukkan tubuhnya. Lucas Moses adalah putra sulung keluarga Moses, ikon kebanggaan keluarga itu.

"Lalu aku duduk di mana?" Cicit gadis itu dengan suara bergetar.

"Kau bisa berhitung kan? Hanya empat buah kursi di tempat ini dan semuanya sudah memiliki pemiliknya masing-masing. Jika kau adalah gadis yang waras, kau mungkin tidak akan membiarkan dirimu mengemis sebuah kursi kan?" Suara itu terdengar lembut sekali, namun semua penggalan katanya seperti sebuah genderang perang. Eva Moses sukses meruntuhkan sisa-sisa kepercayaan diri putri kandungnya.

"Kulihat ada sebuah kursi kosong di meja makan para pelayan". Lanjut sang ibu dengan nada penuh perhatian.

"A-aku akan mengambil kursi para pelayan".

"UNTUK APA?" Teriakan nyaris memekakkan telinga itu sukses membuat Ervana berjengit kaget..Efendi menatap putrinya dengan nyalang. Hei, apakah ada sebuah kesalahan? Batin Ervana menerka-nerka.

"Ada apa ayah?" Tanya gadis itu dengan sangat pelan, sadar jika ayahnya terlalu sensitif dengan suaranya.

"Bergabunglah bersama para pelayan jika kau ingin mendapatkan jatah sarapanmu". Ervana menutup mulutnya rapat-rapat. Hari ini, ia diusir dari meja makan lalu besok apalagi? Apakah ayahnya akan mengusirnya dari rumah ini?

"Tapi kenapa?" Renata yang baru saja bergabung bertanya pelan, seolah begitu bersimpati dengan keadaan kakaknya itu.

"Sayan, bukankah ayah sudah memutuskannya demikian?" Eva menatap wajah sendu Renata dengan penuh kasih sayang. Ervana tersenyum kecut, ah seharusnya ini semua adalah miliknya. Senyum manis sang ibu dan caranya berbicara lembut seperti ini.

"Kak Vana adalah bagian keluarga kita dan kurasa sudah sepatutnya ia berada di sini".

"Duduklah di tempatmu, Renata". Ketegangan meningkat saat sang kepala keluarga mengeluarkan suara beratnya.

"Jangan membantah ayah hanya untuk membelanya. Sampai kapanpun ia tak akan pernah pantas mendapatkan perhatianmu". Eva Moses seperti sedang menyiram bensin ke dalam sebuah kobaran api.

Ini benar- benar tidak pernah dipikirkan Ervana. Ia memang kerap mendapatkan ketidakadilan, namun hari ini rasanya sungguh berbeda.

"Duduklah, Rena. Aku akan bergabung bersama para pelayan". Ervana pergi diiringi dengan berbagai macam tatapan. Senyum licik terbit di sudut bibir seorang manusia, namun ini terlalu awal untuk menjelaskan siapakah penjahat sebenarnya. Ini bukan yang pertama kalinya Ervana diperlakukan tidak adil oleh orangtuanya sendiri. Dulu, saat ia mengutarakan keinginannya untuk berkuliah, orangtua dan kakak sulungnya langsung mengamuk persis orang gila. Lucas beranggapan bahwa gadis seperti Ervana tidak seharusnya menghabiskan uang untuk hal yang tidak perlu. Yah, pria secerdas Lucas menganggap bahwa pendidikan adalah hal yang sia-sia. Namun, pria angkuh itu langsung mengubah sudut pandangnya ketika sang adik angkat mengutarakan niat serupa, ingin melanjutkan kuliah. Lucas mengupayakan banyak hal agar adiknya bisa masuk ke perguruan tinggi terbaik di kota mereka. Renita yang dasarnya memang kurang pintar benar-benar memanfaatkan momen ini. Ia berhasil masuk ke kampus bergengsi kota itu dengan mengandalkan kekuatan kakaknya. Sementara itu, Ervana tidak pernah mengaku kalah atau mundur begitu saja. Gadis itu pantang menyerah mencari informasi seputar beasiswa yang mungkin akan meringankan bebannya. Putri keluarga Moses mati-matian mencari biaya kuliah sementara anak angkat keluarga itu diberi berbagai kemudahan, miris sekali. Dengan bantuan Clara Aston, gadis itu berhasil melanjutkan pendidikannya di kampus yang sama dengan Clara. Berkat keuletan dan kecerdasannya, Morgan Aston merekrutnya sebagai salah satu karyawan di perusahaan raksasa milik keluarga Aston. Terhitung sudah enam bulan ia bekerja di perusahaan besar itu, namun tak sekalipun ia menikmati gajinya. Eva Moses bahkan sangat tau caranya membuat sang putri mati kutu ketika ia merebut semua hasil kerja keras gadis itu.

"Kau tidak perlu menghabiskan uang untuk hal lain. Biar Ibu saja yang menggunakan uangmu. Anggap saja sebagai baktimu karena ibu telah melahirkan dan membesarkan anak sepertimu", Ucap sang ibu setiap kali Ervana hendak protes pada segala tingkah laku tak masuk akal wanita paruh baya itu.

Kakak sulungnya seperti sangat setuju dengan ucapan sang ibu. Buktinya pria itu hanya tersenyum sinis ketika Ervana menangisi segala ketidakadilan yang kerap diterimanya. Hah, putri keluarga Moses yang malang. Sampai saat ini, Ervana merahasiakan segala perbuatan buruk keluarga dengan alasan menjaga nama besar Efendi Moses. Akan sangat memalukan jika dunia luar tau seburuk apa keluarga Moses memperlakukan putri kandungnya.

Biarkan ini menjadi kesakitanku sendiri. Aku tidak tau lagi bagaimana caranya membela diri di hadapan orang-orang yang berbagi darah denganku ini. Cepat atau lambat posisiku di rumah besar ini pasti terancam. Ya Tuhan, aku takut sekali jika suatu saat nanti semua orang lebih mempercayai Renita daripada aku. Ini memang sedikit menyakitkan dan aku bahkan tidak tau luka apalagi yang akan kuterima. Anak angkat itu terlalu berani menunjukkan taringnya. Aku sedikit tidak menyangka jika gadis lemah lembut yang dulunya terlihat begitu menyedihkan bisa menjelma menjadi rubah betina. Ervana mendesah putus asa sekali lagi. Sekuat apapun ia membela diri, ia hanyalah seonggok sampah di mata orang tuanya terutama sang ibu. Hah, ini seperti sebuah cerita dari negeri dongeng. Seorang putri kandung keluarga terhormat harus mengalah pada anak angkat yang datang tanpa permisi.

1
EMA
Semangat kk lanjut nya 💪 💪
EMA
Semangat kk 💪💪💪
Afee: Makasih kaaa🥰
total 1 replies
EMA
Lanjut kk
Alvi
lanjut thorrrr🔥🔥🔥🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!