NovelToon NovelToon
Identitas Tersembunyi Panglima

Identitas Tersembunyi Panglima

Status: sedang berlangsung
Genre:Percintaan Konglomerat / Identitas Tersembunyi / Kehidupan Tentara / Perperangan / Keluarga / Raja Tentara/Dewa Perang
Popularitas:30.3k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Di mata keluarga besar Severe, Jay Ares hanyalah seorang menantu benalu. Tanpa harta, tanpa jabatan, dan hanya bekerja sebagai sopir taksi online. Ia kenyang menelan hinaan mertua dan cemoohan kakak ipar, bertahan hanya demi cintanya pada sang istri, Angeline.

Namun, tak ada yang tahu rahasia mengerikan di balik sikap tenangnya.

Jay Ares adalah "Panglima Zero" legenda hidup militer Negara Arvanta, satu-satunya manusia yang pernah mendapat gelar Dewa Perang sebelum memutuskan pensiun dan menghilang.

Ketika organisasi bayangan Black Sun mulai mengusik ketenangan kota dan nyawa Angeline terancam oleh konspirasi tingkat tinggi, "Sang Naga Tidur" terpaksa membuka matanya. Jay harus kembali terjun ke dunia yang ia tinggalkan: dunia darah, peluru, dan intrik kekuasaan.

Saat identitas aslinya terbongkar, seluruh Negara Arvanta akan guncang. Mereka yang pernah menghinanya akan berlutut, dan mereka yang mengusik keluarganya... akan rata dengan tanah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 1: Menantu Tak Berguna

Suara piring pecah menggema di ruang makan yang mewah itu, memecah keheningan pagi di kediaman keluarga Severe.

"Kau ini becus kerja tidak, sih?! Cuci piring saja sampai pecah! Dasar tangan kasar!"

Wanita paruh baya dengan gaun tidur sutra, Elen Severe, menunjuk-nunjuk wajah pria di hadapannya dengan telunjuk gemetar karena marah.

Pria itu, Jay Ares, hanya menunduk. Ia mengenakan apron kumal bergambar bunga matahari yang sangat kontras dengan tubuhnya yang tegap dan bahu lebarnya. Di kakinya, pecahan porselen mahal berserakan.

"Maaf, Bu. Tanganku tadi licin," jawab Jay dengan nada datar, tanpa emosi.

"Maaf, maaf! Kau pikir kata maaf bisa mengembalikan piring itu? Itu impor dari Italia, harganya lebih mahal dari pendapatanmu selama setahun!" Elen mendengus kasar, lalu menendang pelan kaki Jay. "Minggir! Bersihkan cepat! Jangan sampai ada debu sedikit pun sebelum Angeline turun sarapan."

Jay tidak membantah. Ia berjongkok, memunguti pecahan porselen tajam itu dengan tangan kosong. Tidak ada keraguan, tidak ada rasa sakit di wajahnya, seolah kulit tangannya terbuat dari baja.

Tiga tahun. Sudah tiga tahun Jay Ares menjalani hidup ini.

Di mata penduduk Kota Langit Biru, Jay Ares adalah lelucon terbesar. Seorang pria antah-berantah yang entah bagaimana nasibnya begitu mujur bisa menikahi Angeline Severe, bunga desa sekaligus putri dari keluarga konglomerat Severe Group. Orang-orang menyebutnya "Menantu Benalu". Makan dari harta istri, tinggal di rumah mertua, dan pekerjaannya hanyalah sopir taksi online.

Tapi tidak ada yang tahu, tangan yang sedang memunguti sampah piring ini pernah memegang leher jenderal musuh di perbatasan utara. Tidak ada yang tahu, mata yang menatap lantai marmer itu pernah menatap ribuan mayat di medan perang Kota Serigala Hitam.

"Pagi, Ma. Kenapa ribut-ribut?"

Suara lembut itu membuat suasana tegang sedikit mencair. Angeline turun dari tangga. Ia sudah rapi dengan setelan blazer kantornya, terlihat cantik namun gurat kelelahan jelas terlihat di wajahnya.

"Lihat suamimu ini, Angeline! Pagi-pagi sudah bikin sial. Piring kesayangan Mama dipecahkan," adu Elen, langsung mengubah nada bicaranya menjadi korban.

Angeline menghela napas panjang. Ia menatap Jay yang sedang mengepel lantai. Ada rasa iba di matanya, tapi juga rasa lelah yang tak terucap.

"Sudahlah, Ma. Itu cuma piring. Jay, kau tidak terluka?" tanya Angeline.

Jay mendongak, tersenyum tipis senyum yang hanya ia berikan pada istrinya. "Aku baik-baik saja, Angel. Maaf membuat keributan pagi-pagi."

"Cih, sok kuat," cibir suara lain dari arah pintu depan.

Seorang pria muda dengan setelan jas mahal masuk sambil memutar-mutar kunci mobil sport. Itu Rendy, kakak Angeline. Ia menatap Jay seperti melihat kotoran di sol sepatunya.

"Heh, Jay. Mobilku kotor kena hujan semalam. Cuci sana. Jangan lupa semir bannya sampai mengkilap. Nanti siang aku ada rapat penting," perintah Rendy sambil melempar kunci mobil tepat ke arah wajah Jay.

Dengan refleks kilat yang hampir tak terlihat mata manusia biasa, Jay menangkap kunci itu hanya beberapa sentimeter sebelum mengenai hidungnya. Gerakannya begitu presisi, namun ia segera kembali ke postur membungkuk yang patuh.

"Baik, Kak Rendy," jawab Jay pelan.

"Dan ingat," Rendy mendekat, menepuk pipi Jay pelan namun merendahkan, "Malam ini ada jamuan makan malam dengan Keluarga Arkady. Kau tidak usah ikut. Kau cuma bikin malu. Sopir sepertimu tidak pantas duduk satu meja dengan para elit politik."

"Rendy! Jaga mulutmu," tegur Angeline tajam. "Dia suamiku."

"Suami? Dia itu pembantu gratisan, Angel! Sadarlah! Ayah sudah bilang berkali-kali, ceraikan dia dan menikahlah dengan Tuan Muda Victor. Hidupmu tidak akan susah seperti sekarang. Perusahaan kita sedang krisis, dan si sampah ini tidak bisa bantu apa-apa!"

Angeline terdiam. Kata-kata itu menusuk karena sebagian memang benar. Bisnis keluarga Severe sedang di ujung tanduk, ditekan oleh pesaing bisnis yang kejam.

Jay berdiri, membersihkan apronnya. Wajahnya masih tenang, tapi sorot matanya sempat berubah dingin selama sepersekian detik saat mendengar nama 'Victor'.

"Aku akan cuci mobilnya sekarang," kata Jay, memecah ketegangan, lalu berjalan keluar menuju garasi.

Di halaman yang luas, Jay menyalakan keran air. Cipratan air membasahi wajahnya. Ia menatap pantulan dirinya di kaca mobil sport mewah itu.

Tiba-tiba, ponsel butut di saku celananya bergetar. Bukan getaran biasa, melainkan pola sandi morse.

Zzt... zzt-zzt... zzt.

Jay mengambil ponsel itu. Bukan aplikasi taksi online yang terbuka, melainkan sebuah layar hitam dengan satu baris teks merah:

[BLACK SUN TERDETEKSI DI SEKTOR 4. TARGET: KELUARGA SEVERE.]

Tatapan sayu dan punggung membungkuk Jay lenyap seketika. Tubuhnya tegak. Aura di sekitarnya berubah drastis, dari seorang pembantu yang patuh menjadi seekor predator yang siap menerkam. Udara di sekitar garasi terasa memberat.

"Tiga tahun aku diam," bisiknya pelan, suaranya sedingin es kutub. "Dan kalian berani menyentuh tempatku beristirahat?"

Jay Ares meremas spons cuci mobil di tangannya hingga hancur menjadi serbuk.

1
Hendra Yana
lanjut
Mamat Stone
/Bomb//Bomb/💥
Mamat Stone
tok tik tok 👊💥👊
MyOne
Ⓜ️🔜⏩🔜Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🆗🆗🆗Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🙄👀🙄Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️😡😡😡Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🤬🤬🤬🤬Ⓜ️
Mamat Stone
/Determined/
Mamat Stone
/Angry/
Mamat Stone
☮️
Mamat Stone
☯️
Mamat Stone
🐲
Mamat Stone
😈
Mamat Stone
/Toasted/
Mamat Stone
/Gosh/
MyOne
Ⓜ️😵😵‍💫😵Ⓜ️
Mamat Stone
/Casual/
Mamat Stone
/CoolGuy/
Mamat Stone
💥☮️💥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!