When Gods Grow Bored berlatar di sebuah benua kuno "Nirenva" yang dilanda perang tanpa akhir, tempat kerajaan-kerajaan saling membantai atas nama para dewa yang pernah turun dan meminjamkan kekuatan mereka kepada umat manusia. Di dunia di mana nilai hidup diukur dari restu ilahi, Kai Jhoven: seorang anak tanpa berkah dan tanpa asal-usul tumbuh sebagai sosok terbuang, dipaksa bertahan di tengah kekacauan yang tidak pernah ia pilih. Ketika sebuah kekuatan asing akhirnya menjamah dirinya, Kai Jhoven terseret ke dalam pusaran konflik yang jauh lebih besar dari perang antar manusia: intrik ilahi, kekuasaan yang dipinjam, dan kebenaran kelam di balik mukjizat yang disembah dunia. Dalam perjalanan dari medan perang hingga jantung kekuasaan, takdir, kepercayaan, dan kemanusiaan diuji; sementara langit yang selama ini dipuja perlahan mulai retak.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jhoven, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
prolog: permainan dimulai.
2000 Tahun yang lalu,
Manusia hidup seperti biasanya.
Mereka bercocok tanam, menggembalakan hewan ternak, anak-anak manusia bermain disungai dengan senyuman lebar diwajahnya.
Namun.. Kehidupan yang tenang dan damai itu tidak berlangsung lama.
Sosok Agung nan Mulia turun dari langit. Awalnya mereka sangat besar dan berkilauan. Jumlahnya pun ada banyak, bahkan sejarah mengatakan langit terlihat seperti lautan gandum emas.
Kami, manusia Benua Nirenva berkumpul disatu titik. Memandang ratusan bahkan ribuan sosok berkilauan itu dengan kagum dan heran. Kami tidak mengerti makhluk apa sebenarnya mereka itu, hingga..
Sosok pria bertubuh kekar dengan pakaian serba berkilau mengenakan mahkota emas dikepalanya hadir membuat suasana semakin mencekam.
Wahai manusia.. Makhluk terbelakang dan tidak berdaya, sudah saatnya bagi kalian untuk bangkit.
Kembali kami dibuat kebingungan oleh kata-katanya. Apa yang dia maksud kebangkitan itu? Bukannya kami semua masih hidup? Dan yang lebih penting..
"Siapa sebenarnya kalian ini" Tanpa sadar pertanyaan itu terlempar keluar dari seorang anak muda.
Siapa Kami? Hm.. Mungkin, Kami adalah sosok yang kalian sebut.. DEWA.
"Hei kau dengar katanya? Mereka DEWA!!"
"Mustahil.. Mereka benar adanya!"
Keributan besar terjadi diantara manusia Nirenva saat itu.
"Oh Dewa, anakku sedang mengalami sakit parah, sudah seminggu ia berbaring dikasurnya tanpa bisa berbicara.. Jikalau engkau sungguh berkuasa dan memanglah Dewa, tolong sembuhkan anakku!"
"YA, YA! ANAKKU JUGA!
"Istriku juga sedang sakit! Tolong kami, Oh Dewa!"
Dewa itu tersenyum dengan lebar.
Baiklah.. Sekalian saja, aku dan semua rekanku ini akan memberikan kalian kekuatan agar kalian bisa melindungi diri dari bencana alam maupun monster sihir.
Dengan begitu Mujizat pertama dan terbesar muncul didunia. Semua yang sakit telah sembuh, yang miskin diperkaya. Semua orang langsung memuja para Dewa dengan antusias.
Manusia pun memperoleh kekuatan unik yang berbeda-beda dari para dewa, kekuatan yang didapat tergantung pada dewa apa yang yang memberikan kekuatan. Biasanya kekuatan dewa itu diwariskan turun temurun sejak awal leluhur mereka bersinkronasi dengan dewa apa. Namun tidak jarang sinkronasi terputus setelah beberapa generasi dan digantikan dewa yang baru.
Setelah 100 Tahun hidup berdampingan, para Dewa memutuskan untuk kembali ke tempat asalnya.. Langit.
Semua orang sedih, bahkan sampai menangis karena merasa akan ditinggalkan oleh sang Dewa. Namun keputusan itu sudah bulat. 100 Tahun bersama para Dewa telah melahirkan banyak perubahan. Taraf hidup manusia meningkat drastis, yang awalnya mereka berpencar dan hidup di banyak desa kecil, kini mereka berada dalam 1 naungan Kerajaan Besar Atlanta. Pengolahan makanan dan medis berkembang pesat, ditambah manusia yang kini memiliki kekuatan, semakin ahli dalam menahan serangan monster sihir yang dulu selalu mereka hindari.
"Kedamaian dan era keemasan ini akan berlangsung selamanya." Itulah yang semua orang pikirkan.
Namun kenyataannya, sejak kepergian dewa, sesuatu yang kosong begitu terasa. Manusia tidak bisa mengendalikan egonya. Perselisihan tentang siapa dewa terbaik dan siapa manusia yang pantas berada dipuncak kekuasaan.
Hanya butuh waktu 10 tahun hingga hancurnya Kerajaan Besar Atlanta. Kerajaan Atlanta terpecah menjadi 3 Kerajaan Besar yaitu;
Kerajaan Khanox; kerajaan pemuja fraksi Dewa Primordial yang dipimpin oleh Dewa Khae’Thuun.
Kerajaan Vladmir; kerajaan pemuja fraksi Dewa Perang yang dipimpin oleh Dewa Vhaldyr.
Kerajaan Solarius; kerajaan pemuja fraksi Dewi Harapan yang dipimpin oleh Dewi Solmeryn.
Dengan begitu pecah lah pertempuran 3 Kerajaan Besar selama 1500 Tahun hingga saat ini. Dan para Dewa tidak pernah turun kembali.. Hanya melihat kehancuran manusia dengan senyuman lebarnya diatas sana. Namun manusia tidak sadar.. Mereka tidak akan pernah sadar.. Akan permainan yang telah dimulai oleh para Dewa.