Kehidupan yang di jalani Hana sangat bahagia, apalagi saat kekasihnya menikahinya. Namun kehidupan bahagia itu hanya sebentar saja berpihak padanya. Kehidupannya yang dulu bahagia kini perlahan hilang saat sang suami berselingkuh dengan seorang wanita yang sangat dia percaya. Bahkan mereka pun mencoba untuk membunuhnya. Lalu apa yang akan di lakukan oleh Hana setelah menyadari semua itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aliyah Ramahdani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Memilih pria lain
" Dasar anak bodoh..!!! Duduk di sana, dan katakan jika ayahmu sudah datang" ucap Rina pada seorang gadis kecil dengan pandangan tajam
Hana yang saat itu masih berusia tujuh tahun hanya bisa diam dan menuruti perintah ibunya. sedangkan Mayang, yang usianya lebih muda setahun darinya terdiam dan ikut begitu sang Ibu menariknya masuk ke dalam rumah
Di dalam rumah yang sederhana itu, mayang sedang menikmati ayam goreng yang baru saja dipesankan oleh sang Ibu, Rina. di sana juga ada seorang pria tampan sedang bersama mereka
" Mayang, kamu tunggu ibu di sini sebentar ya. Ibu dan paman agung akan melakukan hal penting" ucap ibunya pada Mayang yang hanya mengangguk sembari menikmati ayam goreng
" Ayolah sayang, aku sudah tak tahan" ucap pria itu yang bernama agung
Keduanya kini memasuki sebuah kamar. melihat ibunya sudah tak di sana, Mayang segera berlari keluar sembari membawa sepotong ayam goreng dan menyodorkan ayam itu kepada Hana
" Kak Hana, mau?" ucapnya
Mendengar suara adiknya, Hana pun mengangkat kepala dan seketika dia menelan ludah melihat sepotong ayam goreng yang di tawarkan Mayang. Dia pun mengangguk dan langsung menyambar ayam goreng itu
" Terima kasih Mayang. masuklah, aku tidak mau jika ibu memarahimu" ucapnya
" Kak Hana tenang saja, Ibu sedang bersama paman agung di dalam kamar ibu" jawab Mayang ikut duduk di samping kakaknya
Kreeek....
Kedua anak kecil itu seketika memalingkan wajahnya ke arah pagar, mereka sedikit terkejut begitu melihat ayah mereka memasuki halaman rumah
" Beritahu ibu bahwa ayah sudah pulang" pinta Hana pada Mayang, dia pun segera berlari masuk ke dalam rumah
" Ibu, Ayah sudah datang" teriak Mayang di depan pintu kamar ibunya
" Apa? sialan..! kenapa cepat sekali pria bodoh itu pulang. Mana aku belum selesai" ucap Rina segera mengenakan kembali pakaiannya
Mereka berdua pun segera keluar dari kamar dan seketika duduk di ruang tamu
" Mas, kamu sudah pulang?" tanya Rina menyambut suaminya
" Siapa pria itu, rina?" tanya Rinto curiga
" Kenalkan ini mas agung, saudaraku dari kampung" jawabnya berbohong
" Halo mas, saya agung. maaf jika kedatanganku sedikit mengganggu anda" ucap agung mengulurkan tangan pada Rinto
" Oh, tidak apa-apa" jawab Rinto tersenyum
" Baiklah, sepertinya saya harus pergi karena masih ada urusan lain yang harus saya kerjakan" ucap agung bermaksud untuk pamit
" Ya sudah kalau gitu terima kasih sudah mampir menemui Rina" ucap Rinto kembali tersenyum
" Kamu sudah mau pergi Mas?" Tanya rina
" Iya, tenang saja saya pasti akan selalu mampir jika sempat" ucapnya sebelum pergi
Setelah kepergian agung, Rina beranjak melangkah pergi. namun, langkahnya terhenti saat Rinto menyodorkan amplop padanya
" Ini hasil gajiku bulan ini" ucapnya
Dengan wajah berseri, rina menerima amplop itu dan segera membukanya. Namun, mimik wajahnya tiba-tiba berubah
" Hanya ini, Mas? Kamu pikir kita bisa hidup dengan uang receh seperti ini?" ucap Rina sedikit protes
" Itu bukan uang receh, itu uang yang banyak, Rina. harusnya kamu bersyukur" jawab rinto
" Bersyukur? kamu minta aku untuk bersyukur dengan keadaan kita yang sekarang? tidak bisa..!! aku tidak bisa hidup dalam keadaan seperti ini. Aku lelah harus mengurus rumah dan anak-anak itu" ucapnya
" Aku ingin seperti dulu, di mana kehidupanku seperti wanita-wanita yang di luar sana yang bebas ke mana saja dan pergi tanpa peduli dengan urusan anak karena ada pengasuh yang mengurus mereka" sambungnya
" Kamu tidak boleh ngomong seperti itu, Rina. masih bersyukur kita punya tempat tinggal, punya anak-anak yang baik dan sehat. jangan ikut mereka yang memang sudah kaya dari lahir. Tuhan masih memberi kesempatan untuk mengurus anak-anak kita, nikmati masa itu, Rina" ucap Rinto mengingatkan
" Nikmati saja mengurus anakmu sendiri...!!" ucap Rina masuk ke dalam kamar membawa Mayang bersamanya
*******
Rinto bekerja siang dan malam untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, beruntung dia diberikan anak yang tidak suka menyusahkan orang tuanya seperti Hana
Beberapa hari kemudian, pagi itu agung kembali menemui Rina setelah mengetahui Rinto telah berangkat bekerja
Prang....
" Dasar bodoh...!! kamu sengaja memecahkan piring itu?" Ucap Rina menjontor kepala Hana
" Gak bu, maaf aku tidak sengaja" jawab Hana tertunduk
" Udah mulai bohong ya kamu...!!! Awas aja, pokoknya hari ini kamu gak dapat jatah makan, biar mampu sekalian" ucapnya lagi
" Ampun bu, maafkan aku bu" pinta Hana mulai menangis
" Diam...!! duduk diam di situ, dan ingat jika ayahmu datang segera beritahu padaku" ucap Rina sebelum meninggalkan Hana seorang diri
Setelah mengucapkan itu, Rina kembali masuk menemui agung yang sudah menunggunya di dalam kamar
Tak terasa sore pun tiba, saat itu Rinto pulang ke rumahnya. dia membuka pagar dan menemukan Hana terletak di lantai. Dia segera berlari dan berusaha membangunkan sang Putri
" Hana, bangun nak. Kenapa kau tertidur di sini?" Ucapnya berusaha membangunkan sang putri. Namun tak ada respon dari hana
" Rina...!!!" teriak Rinto memanggil istrinya
Karena tak mendapat jawaban, Rinto akhirnya memilih menggendong tubuh mungil anaknya dan membawanya masuk. namun, baru saja memasuki pintu, dia pun sangat terkejut melihat Rina dan agung yang baru keluar dari kamar dengan keadaan yang masih berantakan
Kedua orang itu pun sangat terkejut karena tak menyangka mereka akan ketahuan oleh Rinto
" Rina..!! apa yang kalian lakukan?" tanya Rinto masih menggendong Hana
" Mas, kapan kamu pulang?" tanyanya sedikit tergagap
" Apa maksud semua ini Rina? Kenapa pria itu ikut keluar bersamamu dari kamar tidur kita?" tanya Rinto dengan suara sedikit keras hingga membangunkan Hana
" Ayah" ucap Hana
" Kamu baik-baik saja, nak?" Tanya Rinto
" Iya, Ayah turunkan aku" pintanya
" Sayang, tolong bawa adik kamu keluar, ya. Ayah dan ibu harus bicara" pinta Rinto dengan lembut dan Hana pun membawa Mayang keluar bersamanya
" Katakan..!! kamu selingkuh dengan pria ini? dia bukan saudaramu, kan?" Ucap Rinto
" Selesaikan urusanmu dengannya, aku akan menunggumu di depan. jika dalam waktu lima belas menit kau tak datang, itu tandanya kau lebih memilih hidup bersama pria miskin itu" ucap agung sebelum keluar dari rumah itu
" Ya..!!! aku memang selingkuh dengannya, Kenapa? apa kau tak terima?" Ucap Rina tak merasa bersalah
" Tega kamu Rina, aku bekerja siang dan malam untuk memenuhi seluruh kebutuhanmu dan anak-anak" ucap Rinto menahan amarah
" Aku capek hidup miskin, Mas. aku ingin hidup enak dan bergelimangan harta. dan agung bisa memberikan itu semua untukku, tidak seperti kau yang hanya bisa memberiku beban dengan mengurus anakmu yang tidak berguna itu" ucapnya
" Kenapa kau menjadi seperti itu, Rina? dulu aku juga memberikan semua apapun yang kau mau. namun, sekarang kamu tahu sendiri kondisi keuangan kita, dan setelah perusahaanku bangkrut kamu malah ingin meninggalkanku?"
" Itu sudah tiga tahun berlalu, dan sekarang aku tak ingin hidup sengsara lagi seperti ini" ucapnya berlalu masuk ke kamar kemudian dia pun keluar membawa sebuah koper
" Mau ke mana kau, Rina?" tanya Rinto terkejut
" Aku akan ikut dengan agung. aku sudah mengajukan cerai, dan mulai saat ini kita bukan suami istri lagi" ucapnya
" Rina, aku mohon jangan pergi. apa kau tak memikirkan perasaan Hana?" Ucap Rinto memohon
" Untuk apa aku memikirkan perasaan anak itu. toh, dia juga bukan anak kandungku. Mayang, ayo ikut ibu" ucapnya menarik paksa tangan Mayang
" Ibu, jangan pergi.. jangan bawa Mayang, bu" teriak Hana mengejar dan menahan tangan ibunya yang sudah melangkah menuju mobil. Namun Rina menyentak tangan mungil Hana dan segera masuk ke dalam mobil bersama Mayang
Hana mengejar mobil agung hingga dia terjatuh di aspal, Rinto yang melihat itu segera membangunkan putrinya
" Ayah, ke mana ibu membawa Mayang?" Tanya Hana menangis
" Sudahlah nak, ibu tidak ingin bersama kita lagi" jawabnya terlihat sangat kecewa
Sementara di dalam mobil
" Huhuhu... Kak Hana... Ibu, aku mau bersama Kak Hana" ucap Mayang dengan tangisannya
" Diam...!! dia itu bukan kakak kamu, bodoh..! dia anak pria miskin itu, dia hanya saudara tirimu" jawab Rina
Rinto kembali membawa Hana masuk ke dalam rumah, dia mengobati luka Putri kecilnya
" Ayah, kenapa ibu lebih memilih pergi bersama paman daripada tinggal bersama kita?" tanya Hana Penasar
" Ibu ingin menjalani hidupnya sendiri yang mungkin akan lebih baik dari hidup bersama kita, nak" jawabnya
" Apa karena Ayah miskin?" tanya Hana polos. Sementara Rinto hanya tersenyum mendengar pertanyaan sang Putri
" Oh iya nak, tadi ayah datang dan melihatmu pingsan. apa semua baik-baik saja?"
" Aku kelaparan ayah, Ibu tidak memberiku makan" jawabnya jujur
" Apa?? tega sekali dia membuatmu kelaparan" ucap Rinto makin kecewa
" Tidak apa-apa Ayah, aku sudah terbiasa" jawab Hana kembali
" Maafkan ayah, karena tak pernah tahu kelakuan rina selama ini padamu. andai saja Ibu kandungmu masih hidup, pasti hidup kita akan bahagia" ucap Rinto
" Maafkan aku ayah, karena telah membuat ayah bersedih" ucap Hana memeluk sang ayah
" Tidak nak, sekarang sebaiknya kamu makan. ayah akan mengambil makanan untukmu" jawab Rinto membelai rambut panjang putrinya