NovelToon NovelToon
Tante Sasa

Tante Sasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Tante / Fantasi
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Dutta Story_

Tentang Sasa yang jatuh cinta dengan Arif Wiguna,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dutta Story_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

-

Waktu terus berlalu,

sampai jam pelajaran pertama selesai. Bu Meli dari depan berdiri dan melangkah pergi meninggalkan ruangan kelas itu.

Arif menutup buku. Dari kursi itu, Arif menggerakkan tatapannya ke arah meja yang sedang diduduki oleh Laras.

Tatapannya begitu tajam, senyuman hadir dari belakang. Ryuken menepuk bahu Arif sambil berbicara, "Woy, lagi liatin apa sih?" Ryuken tersenyum menatap Arif yang terkejut.

"Ngagetin, B*jir. Lo ngapain berdiri di situ?" tanya Arif sambil menatap lekat.

"Lah, enggak jelas. Udah, ayok!" Ryuken menarik tangan Arif untuk membuatnya berdiri.

"Mau kemana, bjir?"

"Kita ke kantin, Bre."

"Lo duluan aja sama si Abdul, nanti gue nyusul."

"Yaudah, kalau gitu." Ryuken melangkah, namun kembali terhenti sambil mengalihkan tatapan ke Arif. "Gue sekarang tau, lo lagi liatin murid baru kan?" Ryuken sambil tersenyum menaikkan alisnya.

"Apaan bjir, sok tau. Sana, sana!" Arif menatap lekat.

Ryuken kembali melangkah, sambil tersenyum untuk pergi meninggalkan ruang kelas.

Di ruangan itu, Arif masih duduk, menatap ke Laras. Dia tersenyum sendiri menatap ke arahnya. Saat Laras berdiri, Arif langsung hanyut dalam lamunan.

Dia ikut berdiri. Saat Laras melangkah, Arif mengikutinya. Laras yang sedang fokus ke depan, langkahnya terhenti tepat di pintu keluar kelas.

Dari dalam, Arif terhenti saat Laras membalikkan wajahnya. Arif langsung menunduk.

"Arif, kok kamu masih di kelas?" Tanya Laras sambil menatap ke arah Arif yang mulai menaikkan wajahnya.

"E-Enggak," Arif sedikit terbata-bata.

Laras langsung berbicara, "Enggak gimana? Kok kaku gitu sih? Oh iya, Rif, kalau restoran terdekat di mana?" tanyanya.

"Eum, ada di luar, di seberang jalan. Kamu mau ke resto?"

"Iya sih, lagian males kalau ke kantin, agak malu. Temenin aku, yok, Rif?" Laras sambil tersenyum menaikkan alisnya.

"Mau kemana?" tanya Arif menatap lekat ke arahnya.

"Ke resto, kan kamu tau."

"Oh iya, ayok!" Arif mengangguk. Dia pun melangkah mengikuti Laras. Saat mereka bersampingan melangkah pergi untuk menuju ke restoran,

mereka terdiam, saling fokus ke arah depan. Sesekali Arif mengalihkan tatapannya ke arah Laras.

Dari depan, Abdul berdiri dan bersandar ke tembok sambil tersenyum. Dia yang memperhatikan langsung berbicara, "Kiw, Eheem."

Arif mengalihkan tatapan sambil terhenti langkahnya. "Apaan, b*jir?" tanya Arif menatap lekat ke arahnya.

"Harusnya gue ya nanya, lo mau kemana sih?" tanya Abdul sambil tersenyum.

"Arif," Laras memanggil dengan lekat menatapnya.

"Eh, ayo." Arif mengalihkan tatapannya ke arah Laras, lalu kembali mengalihkan ke Abdul sambil berbicara, "Gue duluan ya." Arif sambil menaikkan alisnya.

Abdul menatap lekat ke arah Arif yang kembali melangkah. Abdul langsung berbicara, "Tunggu, Rif, gue ikut." Abdul melangkah mengikuti Arif yang sedang melangkah bersampingan dengan Laras.

Abdul langsung berlari ke samping Arif, di dekatnya dia pun mulai melangkah bersama-sama.

"Kalian ada hubungan apa sih, kok bareng-bareng?" tanya Abdul sambil tersenyum sesekali menatap Laras.

"Enggak ada," Arif sambil menatap Abdul.

"Yakin?" Abdul menaikkan alisnya karena dia tak yakin sama apa yang dibicarakan Arif.

"Tanya aja sama Laras." Arif mengalihkan tatapannya ke Laras sambil kembali berbicara, "Kita enggak ada hubungan, ya kan?" tanyanya.

"Iya, enggak ada," Laras sambil menggelengkan kepalanya.

"Terus mau pada kemana?" tanya Abdul penuh dengan rasa penasaran.

"Mau makan di restoran," jawab Arif.

"Eh," Abdul terhenti langkahnya. Arif dan Laras ikut terhenti. Mereka berhenti melangkah di depan gerbang keluar sekolah. Arif langsung berbicara, "Kenapa, Dul?" tanya Arif.

"Kalau gitu gue enggak ikut," Abdul sambil tersenyum tipis.

"Kenapa emangnya, kok enggak mau ikut?" tanya Laras, merasa heran dengan Abdul.

"Enggak ada kok. Yaudah, kalau gitu gue ke kantin aja." Abdul membalikkan dirinya dan melangkah pergi untuk menuju kantin.

Laras yang berdiri di samping Arif, dia mengalihkan tatapannya sambil berbicara, "Temen kamu kenapa?" tanyanya.

"Enggak tau, emang aneh itu orang. Yaudah, yok kita ke resto, nanti keburu siang," Arif sambil menatapnya.

"Ayo."

Arif dan Laras pun melangkah pergi meninggalkan kawasan sekolah untuk menuju ke restoran.

Sampai mereka menyeberang jalan dan berada di depan restoran, mereka langsung melangkah masuk dan menuju ke kursi meja yang kosong.

Mereka memilih untuk berada di kursi meja paling ujung berdekatan dengan kaca yang mengarah ke depan gerbang sekolah.

Di kursi meja itu, Arif menaikkan tangan sambil memanggil pelayan. "Mas, menu," ucapnya dengan keras.

Pelayan pun melangkah mendekat membawakan menu makanan. Di depan meja mereka, pelayan menaruh, sedangkan Arif mengambil dan melihat menu di restoran itu.

"Kamu mau makan apa?" tanya Arif sambil menatap menu makanan, lalu membeli berbicara, "Mas, *chicken steak*, ayam geprek, sama minumnya teh dingin," ucap Arif.

Laras yang mengambil menu, dia melihat sebentar lalu berbicara, "Samain aja, Mas," ucapnya.

"Baik, kalau gitu ditunggu ya," ucapnya sambil mengambil menu dan melangkah pergi untuk membuatkan pesanan mereka.

Setelah kepergian pelayan, Arif menatap Laras, mereka saling terdiam, saling menatap.

Tanpa disadari mereka berdua berbicara dengan sama, "Kamu," ucap mereka berdua.

"Eh," Laras merasa malu, dia menunduk. Saat, Arif lalu berbicara, "Kamu mau bilang?" tanyanya.

"Kamu dulu aja, mau bilang apa?" Laras sambil menaikkan wajahnya dan menatap Arif.

"Gini, hari ini, papa aku sama mama baru aku, mereka pergi liburan. Sebernya bosen kalau tinggal sendirian di rumah," ucapnya.

"Jadi kamu sendirian di rumah?" ucap Laras terhenti sejenak, lalu kembali berbicara, "Gimana, gini aja, kamu ada kan temen? Ajakin temen kamu aja buat tinggal di rumah untuk beberapa hari," Laras tersenyum.

"Iya juga sih, ada Ryuken, Abdul, kan bisa ya, diajakin nginep, biar nanti tidur bareng di ruang keluarga sambil nonton, pasti seru banget sih, apalagi nonton horor."

"Nah kan, kalau aku diizinin sama mama aku mau sih ikut," Laras sambil menatap Arif.

Dari arah pintu restoran, seorang wanita melangkah masuk dan terhenti langkahnya, dia mengenakan pakaian sekolah, tatapannya tertuju ke setiap kursi.

Saat tatapannya melihat ke arah Arif yang sedang bersama Laras, dan pelayan yang menaruh makanan di meja itu, wanita itu tersenyum lalu melangkah mendekat ke kursi meja mereka.

Di depan kursi meja itu, wanita berbicara, "Eh, Arif, lagi sama siapa?" tanya wanita itu.

"Gea, kok lo ke sini?" tanya Arif sambil menatap ke arah Gea.

"Bosen ke kantin terus, jadinya mampir ke sini buat makan, tadi mau ngajakin Ryuken, tapi dia malah enggak mau, katanya nunggu kamu, Rif," ucap Gea sambil mengalihkan tatapannya ke Laras, lalu kembali berbicara, "Rif, lo pacaran lagi?" tanya Gea.

"Salam kenal, aku Laras, aku sekelas sama Arif, murid baru," Laras sambil memberikan tangan untuk bersalaman.

Gea merangkul tangannya, sambil berbicara, "Aku Gea, saudaranya Arif," ucap Gea sambil tersenyum. Lalu kembali berbicara, "Kalau gitu aku pesan dulu makanan ya," ucapnya, lalu melangkah pergi menuju ke kasir untuk memesan.

Arif lalu mengalihkan tatapannya ke Laras yang langsung berbicara, "Itu saudara kamu, Rif? Saudara kamu cantik banget," tanya Laras.

"Menurutku biasa aja sih."

"Menurut aku cantik banget."

"Aku sempat ditinggal, sampai akhirnya enggak pernah dekat sama cewe lagi."

"Kayaknya beruntung banget kalau ada yang punya Gea, aku rasa dia itu setia, baik, penyayang."

"Eumm, begitu sih, ehh udah makan dulu, ayok."

"Oh iya, jadi lupa."

1
sitanggang
sahabatnya me inggal malah pergi kencan dan hak ada mellow2nya, ini jalan ceritanya kok jelek bgt yaa🤣🤣🤣👎👎
DuttaStory_: Banyak ke Potong, 😭😭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!