NovelToon NovelToon
Mencairnya Es Cinta

Mencairnya Es Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: Athariz271

Pernikahan yang diawali dengan perjodohan, tanpa adanya rasa cinta membuat Zayn dan Raras merasa kaku, bahkan terkesan formal layaknya rekan kerja. Tapi seiring berjalannya waktu, Raras mampu mencairkan gunung es dengan kesabarannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Athariz271, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Suami Robot

“Jadi gimana suami dinginmu itu Ras?” Tanya Gita menghentikan suapan nya sejenak.

“Gak gimana-gimana, biasa aja.” Jawab Raras cuek. Bahkan wanita itu sibuk memotong steak miliknya mengabaikan Gita yang tengah merengut.

“Cerita dong, lama lo gak curhat sama gue.” Ucap Gita.

“Lo aja yang sibuk.”

“Iya sih, cape gue bolak balik Singapura terus.”

“Abang lo belum sembuh emang?” Tanya Raras.

“Lumayan sih, udah mulai beraktivitas lagi. Lo bayangin aja hampir setahun dalam keadaan lumpuh gak bisa ngapa-ngapain.”

“Iya sih, jadi lo juga ikutan sibuk mondar mandir terus.”

“Hmm.. Jadi gimana, kalian udah?” Tanya Gita serius.

“Udah apaan?” Tanya Raras menatap sahabatnya sekilas.

“Hish, masa gak ngerti sih..” Gita jadi gemas sendiri dengan respon Raras yang loading.

Raras masih bersikap acuh sambil menggelengkan kepala pelan.

“ML…” Celetuk Gita gemas.

“Uhuk.. Uhuk…”

Buru-buru Gita menyodorkan minum miliknya ke hadapan Raras, lalu cengengesan melihat wajah sahabatnya yang memerah.

“Lo apaan sih, malu diliatin orang tau.” gerutu Raras menatap sekeliling yang tengah memperhatikannya.

Dengan cepat Raras menundukan kepala canggung, rasanya dia ingin pergi saja dari tempat itu. Sementara Gita malah terbahak sambil menatapnya.

“Hahaha… sorry sorry. Abisnya gue penasaran banget. Jadi bener kalian udah?” Tanyanya memastikan.

Raras tak menjawab, wanita itu lebih memilih mengabaikan Gita yang menatapnya penuh harap.

“Ras, jawab! Lo sama mas Zayn udah ihik-ihik kan?” Tanyanya menuntut penjelasan.

Raras menghembuskan nafas kasar. “Lo tau kan gue nikah atas dasar perjodohan. Emang mau berharap apaan dari dua orang asing yang tiba-tiba hidup satu atap? Belum lagi dia orangnya sedingin gunung es.”

“Ya tapi kan, bisa aja tuh lama-lama kalian saling suka. Secara tiap hari ketemu, sebelum tidur dan bangun tidur kalian langsung ketemu.”

“Zayn Rafael Santoso Ras, gue beneran masih gak nyangka sahabat gue udah nikah dengan CEO ZARS group salah satu perusahaan terbesar di Indonesia. Gue berasa mimpi tau.” Jelasnya berbinar antusias.

Raras hanya menggelengkan kepala pelan. “Perjodohan Git, garis bawahi! Lagian pernikahan itu hanya diatas kertas aja, gak banyak orang yang tahu.”

“Tapi sah kan?” Tanya Gita menggoda.

“Ya iya sih,”

“Jadi beneran udah dong…”

Raras melotot tajam sambil mengacungkan garpu kehadapan Gita. “Diem gak!”

“Heheheh… Jadi gimana mas Zayn si gunung es. Enak gak?” Goda Gita menaik turunkan alisnya.

Kedua pipi Raras seketika merona merah, mengingat malam pertamanya dengan sang suami setelah hampir satu tahun pernikahan.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Suasana saat itu rumah dalam keadaan sepi seperti biasa. Raras baru selesai memeriksa pekerjaannya. Wanita itu juga bekerja di perusahaan ZARS group, menjadi karyawan di divisi keuangan.

Saat memasuki kamar, ia melihat Zayn tengah duduk bersandar sambil memainkan ponsel.

Raras melenggang acuh seperti biasa, masuk kedalam kamar mandi dan mencuci wajah sebelum pergi tidur.

Saat dia kembali, Raras melihat Zayn yang tengah memperhatikannya, namun dia bersikap biasa saja sebelum akhirnya ikut berbaring hendak tidur.

Hingga beberapa saat kemudian, Zayn memiringkan tubuhnya menghadap sang istri, dia menyentuh pelan bahu Raras yang membuatnya sedikit terkejut.

“Maaf, apa bisa kita bicara sebentar?” Tanya Zayn penuh harap.

Raras berbalik badan, wajahnya penuh rasa heran. Selama hampir setahun tinggal bersama, mereka jarang punya obrolan yang lebih dari sekadar basa basi seperlunya.

“Kita sudah menikah cukup lama.. Hampir satu tahun pernikahan.” mulai Zayn, mata pria itu memancarkan sesuatu yang belum bisa Raras pahami. “Perjanjian pernikahan kita gak ada yang aneh-aneh. Kita hidup selayaknya orang menikah normal, dan saya rasa ini saatnya untuk kita memulai.”

“Ma-maksudnya?” Raras menghadap Zayn sepenuhnya, dahinya mengerut dalam mencerna setiap kata yang ia dengar.

“Saya suamimu Ras, dan kamu istriku. Kita terikat suatu hubungan yang sah, seharusnya kamu mengerti apa yang menjadi kewajibanmu.” Ucap Zayn kembali merebahkan tubuhnya.

Raras terdiam. Benar, Raras mengingat semua isi perjanjian pernikahan itu. ‘Perjanjian yang mereka buat bersama tidak akan mencampuri urusan masing-masing, termasuk urusan pertemanan asalkan tidak dengan lawan jenis dan mencoreng nama baik keluarga.’

“Lantas, kewajiban apa yang dia maksud? Atau jangan-jangan…” Raras menutup mulutnya sendiri saat menyadari maksud Zayn.

Zayn kembali menatap istrinya, mengikis jarak. “Apa kamu keberatan?” tanya Zayn mengelus pipi Raras.

Raras menggeleng pelan, dia juga sadar dengan kewajibannya sebagai seorang istri.

Malam itu pun berjalan dengan penuh kehangatan yang baru mereka rasakan bersama, jauh dari dinginnya hubungan mereka selama ini.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

“Woyy.. Malah bengong, hayo lo mikirin apa?” Gita cengar cengir mengacungkan garpu menggoda Raras.

“Apaan sih, gak ada.” Bantah Raras dengan wajah memerah.

“Masa sih..” Gita masih gencar menggoda sahabatnya.

“Dia itu… satu-satunya pria gak peka yang pernah gue temui. Selain dingin dan cuek dia juga gak peka sama sekali. Tiap ngomong selalu formal berasa di sidang tiap hari gue.”

“Pelit ngomong, sekalinya ngomong gak kira-kira. Kadang seharian gue gak denger dia ngomong, layaknya orang bisu.” Keluh Raras.

“Tapi lo betah tinggal sama dia,” Gita terkekeh pelan. “Terus kalau kalian pengen ihik-ihik gimana caranya?” Tanyanya dengan raut penasaran.

“Dia gak nafsuan kayak yang ada dipikiran lo. Tiap kali kami akan berhubungan, dia selalu nanya ‘apa boleh?’ bahkan saat dia udah mulai sekalipun kalau gue belum jawab dia gak akan lanjut.” Raras menghela nafas.

“Bahkan tak hanya itu, lo pasti gak bakal percaya.”

“Apaan?” Tanya Gita kepo.

Raras tersenyum tipis. “Dia hanya ngelakuin itu seminggu dua kali, dihari yang sama dan di jam yang sama pula. Bahkan, posisi, gerakan dan durasi yang sama persis.”

Mata Gita membulat sempurna, tak percaya dengan apa yang dialami bestie nya. “Lo serius Ras? Kok bisa sih dia se kaku itu?”

Raras hanya mengedikan bahu, lanjut menghabiskan makanannya.

“Aneh, jangan-jangan lo nikah sama robot Ras.”

“Mungkin.” Jawab Raras cuek.

Setelah menyelesaikan makan dan membayar tagihan, kedua wanita itu keluar dari restoran. Raras sangat menikmati waktunya bertemu dengan sang sahabat yang lama tak bertemu.

“Nanti deh gue atur waktu lagi, semoga gak balik lagi ke Singapura.”

“Iya, semoga abang lo cepet sembuh.” ucap Raras sambil mengangguk perlahan.

Gita mengangguk, masuk kedalam mobilnya yang bersebelahan. “Bye, nanti gue kabarin.”

Raras membalas lambaian tangan sahabatnya.

Bersambung…

1
jisung
lanjutt kak cerita bagus dan singkat aku suka.😍
Athariz271: di tunggu ya😍
total 1 replies
Bunda Sri
lanjut Thor
falea sezi
lanjut donk
falea sezi
jalang gk tau diri
falea sezi
abis di pake dia cuek kayak lacur aja qm ras hmmm kasian
Bunda Sri
lanjut Thor , jng berhenti ceritanya bagus
Bak Mis
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!