NovelToon NovelToon
I Love You, Miss!!!

I Love You, Miss!!!

Status: sedang berlangsung
Genre:Berondong / Beda Usia / Teen School/College
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Purnamanisa

Dawai Asmara, seorang fresh graduate sekaligus guru Bahasa Inggris baru di SMA Bina Bangsa, sekolah menengah atas yang terkenal elite.

Perawakan Dawai yang imut membuatnya menjadi target sasaran permainan dari Rendra, siswa kelas dua belas, ketua dari geng the Fantastic Four, geng yang terdiri dari siswa-siswa paling keren di sekolah, yang merupakan putra dari dewan komite sekolah.

Suatu ketika, Rendra mengatakan "I love you, Miss," pada Dawai. Dawai yang sering menjadi sasaran keanehan sikap Rendra, tak menghiraukan pernyataan cinta Rendra.

Apakah Rendra hanya becanda mengatakan itu? Atau serius? Temukan jawabannya hanya di I Love You, Miss!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Purnamanisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Prolog

Mendung sudah menggantung sedari matahari belum terbit. Dawai dengan enggan bangun dari tidurnya, mematikan alarm yang sedari tadi berisik mengusik mimpi indahnya bertemu dengan Luo Yunxi, aktor Cina idolanya.

'Hhh... Harus mulai siap-siap,' gerutunya dalam hati.

Dengan langkah gontai, Dawai menuju kamar mandi. Air dingin membukakan matanya, membuatnya benar-benar memasuki dunia nyata. Semalam, Dawai maraton menonton drama Luo Yunxi, Love is Sweet, yang entah sudah ke berapa kali dia tonton.

'Kenapa aku masih gemes aja nonton drama itu sih? Heran,' gumamnya sambil mengguyurkan air ke seluruh tubuhnya.

'Suka sama temen masa kecil, lucu juga,' Dawai mulai membayangkan alangkah romantisnya jika kisah cintanya sama seperti drama kesukaannya.

'Wait! Temen masa kecil? No! Nggak bakal aku pacaran sama cowok playboy macem Disa,' protes Dawai pada dirinya sendiri, mengingat teman masa kecilnya adalah cowok player.

'Hhh... Romantic love story is only on movie,' pupusnya kemudian meninggalkan kamar mandi menuju ke kamarnya.

"Buruan. Jangan lupa sarapan dulu. Guru baru masa' telat," komentar Bu Diah, mama Dawai, sambil menata dua piring nasi goreng telur di atas meja makan.

"Iya, Ma. Dawai dandan dulu," jawab Dawai sambil berlalu menuju kamarnya.

"Nggak usah tebel-tebel make-upnya," kata Bu Diah setengah teriak.

"Hmmm..." jawab Dawai sambil menutup pintu kamar.

"Kapan coba aku pake make-up tebel. Ada-ada aja mama," gerutu Dawai sambil memoles wajahnya dengan sunscreen dan beberapa krim wajah rangkaian skin care andalannya.

Tak butuh waktu lama, lima belas menit kemudian Dawai sudah siap, dengan riasan minimalis ala-ala Korea, kemeja putih yang dipadukan dengan rok rampel warna hitam, membuat Dawai terlihat seperti siswi SMA.

"Kamu pake baju kek gitu nanti dikira murid baru, bukan guru baru," komentar Pak Dedi begitu melihat puterinya memasuki ruang makan.

"Resiko, Yah," jawab Dawai santi sambil duduk di kursi, siap menyantap nasi goreng bikinan mamanya.

"Resiko?" tanya Pak Dedi sambil mengerutkan alisnya.

"Resiko punya badan dan muka imut kek aku," jawab Dawai sambil meringis.

"Dasar! Takutnya, kamu nggak dianggap serius sama murid-murid mu," kata Pak Dedi, mengkhawatirkan puteri semata wayangnya.

"Ayah nggak perlu khawatir. Dawai bisa jaga diri dari bocah-bocah SMA yang usil. Lagian dulu Dawai juga praktek ngajar di SMA, jadi udah tau lah gambarannya," kata Dawai, menenangkan ayahnya.

"Lagian Bina Bangsa kan sekolah elite, Yah. Nggak mungkin lah murid-muridnya nggak bisa diatur," sahut Bu Diah yang menyusul duduk sambil meletakkan sepiring nasi goreng di hadapannya.

Pak Dedi terlihat manggut-manggut sambil mengunyah nasi goreng lezat bikinan Bu Diah. Bu Diah tersenyum melihat suaminya yang selalu khawatir dengan puteri mereka.

"Tenang aja, Yah. Kalo Dawai nggak bisa atasi, Dawai bakal bilang ke ayah," kata Dawai, membuat ayahnya tersenyum lega.

"Dawai berangkat ya," pamit Dawai pada Bu Diah dan Pak Dedi sambil menyalami tangan kedua orang tuanya tersebut.

"Hati-hati," ucap Pak Dedi dan Bu Diah bersamaan.

Dawai berlalu dengan mantap, mengendarai motor scooter matic warna tosca kesayangannya. Jalanan terlihat sibuk. Sepertinya mendung tak membuat semangat orang-orang menyusut.

Lampu lalu lintas menyala merah, membuat Dawai harus berhenti meski tujuannya sudah di depan mata. SMA Bina Bangsa terletak di tengah kota, yang berjarak hanya tiga kilometer dari rumah Dawai.

'Nikmat mana yang kau dustakan,'

***

Hari pertama tahun ajaran baru dihiasi dengan langit mendung. Tak biasanya pertengahan bulan Juli diliputi awan mendung yang menggantung di pagi hari.

Rendra menatap dengan malas mobil yang akan mengantarnya ke sekolah. Dilihatnya Pak Iman masih sibuk mengelap kap mobil dengan seksama.

"Sudah siap, Tuan?" tanya Pak Iman begitu sadar Rendra sudah berdiri di teras rumah.

"Hhh... Pak Iman, harus berapa kali sa..."

"Mari, mari, Tuan Muda bisa telat berangkat sekolah," ucap Pak Iman sambil menarik lengan Rendra dan memaksanya masuk ke mobil.

Pak Iman dengan bergegas duduk di kursi kemudi dan perlahan melajukan mobil keluar dari halaman rumah yang megah bak istana.

"Hhh..." Rendra menghela nafas kasar.

"Ehee... Kan saya sudah bilang, Mas. Kalo di rumah atau di depan Tuan Besar saya harus manggil Mas Rendra Tuan Muda," jelas Pak Iman yang seolah tahu kekesalan tuan mudanya.

"Emang ada peraturan kek gitu?" tanya Rendra sambil mengangkat satu alisnya.

"Adaaa... Nih, sekarang diadain," kata Pak Iman sambil meringis. Rendra mendengus kesal, membuang pandangannya keluar jendela.

Langit masih setia mendung. Rendra menatap langit hari itu yang entah mengapa tiba-tiba mendung padahal bukan musim hujan.

"Hari pertama masuk sekolah, jalanan rame banget," gumam Pak Iman sambil fokus mengemudikan mobil tuannya.

Semakin mendekati kawasan sekitar sekolah, mobil semakin berjalan merayap. Jalanan yang penuh sesak dengan para siswa yang mengendarai motor sendiri menjadi penyebab mobil yang ditumpangi Rendra berjalan melambat.

Mobil kembali berhenti di lampu merah dekat SMA Bina Bangsa. Rendra masih setia memandang jalanan yang sibuk ketika dilihatnya sesosok perempuan mengendarai scooter matic warna tosca berhenti di samping mobilnya.

'Tumben ada cewek SMA bening. Anak mana?' batin Rendra sambil menatap sosok imut yang bertengger di atas motor sambil fokus menunggu lampu lalu lintas berwarna hijau.

Perempuan imut itu perlahan melajukan motornya, tanda lampu sudah menyala hijau. Mobil yang ditumpangi Rendra pun melaju perlahan di belakang motor matic warna tosca yang menjadi fokus Rendra saat ini.

Mata Rendra terbelalak ketika motor matic yang menyita perhatiannya ternyata memasuki pelataran SMA Bina Bangsa.

'Anak baru?' pikir Rendra.

"Ati-ati ya, Mas," ucap Pak Iman saat Rendra turun dari mobil. Rendra hanya mengangguk lalu bergegas berjalan memasuki sekolah.

Gerbang depan sekolah seketika riuh ketika Rendra berjalan memasuki sekolah. Siswa-siswa baru terlihat kasak-kusuk sambil melirik Rendra.

"Woy, Ren," sapa Rafa sambil menepuk bahu Rendra.

"Yang lain?" tanya Rendra pada Rafa.

"Udah di kelas kali. Gue kan juga baru sampe," jawab Rafa sambil nyengir.

"Mana mungkin mereka berangkat sepagi ini," kata Rendra.

"Haha... Bener juga. Lo tumben juga udah berangkat jam segini?" tanya Rafa, agak heran.

"Cuci mata," jawab Rendra asal.

"Keknya bukan lo yang cuci mata. Tapi, mereka," kata Rafa sambil melirik ke arah cewek-cewek yang heboh melihat dua makhluk keren berjalan beriringan.

"Eh, tadi gue liat ada cewek bening, naik motor matic warna tosca belok sini. Keknya sih anak baru," kata Rendra pada Rafa.

"Ya udah kita langsung cek aja ke kelas sepuluh," ajak Rafa yang sepertinya penasaran ingin melihat cewek yang dibicarakan Rendra.

Rendra dan Rafa mantap berjalan menyusuri koridor kelas sepuluh. Mata Rendra menyisir tajam setiap cewek yang ada disana, sesekali melongok ke dalam tiap kelas. Perjalanan Rendra dan Rafa terhenti di kelas X-9, kelas paling akhir dari kelas sepuluh.

"Yakin lo nggak salah liat, Ren?" tanya Rafa memastikan, melihat ekspresi Rendra yang seperti kebingungan mencari sosok cewek yang dilihatnya.

Rendra hanya terdiam, mencoba mengingat kembali sosok yang dilihatnya tadi, sambil menatap para panitia MPLS dan beberapa guru sedang sibuk mempersiapkan acara penyambutan siswa baru di lapangan.

Saat sedang mengingat kembali, mata Rendra terbelalak, melihat sosok imut yang dicarinya tengah berada di tengah lapangan membantu para guru mempersiapkan acara penyambutan siswa baru.

'Dia... Guru?'

***

1
Nur Halida
kok aku malah ngarepnya dawai ama si disa aja ya. .😄
Purnamanisa: yuuuk dukung pasangan impian kalian 🤭🤭
total 1 replies
falea sezi
disini peran utama siapa. Thor dawai sama Rendra kah
Purnamanisa: karena judulnya I Love You, Miss!!! udah pasti tokoh utamanya Dawai sama Rendra😊😊
total 1 replies
falea sezi
moga bagus ampe ending di sini belom keliatan ya hilal nya yg dawai suka siapa temen nya si berondong Rendra apa Ryan apa si pak guru adit/Scream/
falea sezi
aneh dateng2 gt dihh siapa elo rendra/Drowsy/
falea sezi
lanjut
Siti Nina
Syuka pake banget sama ceritanya thor 👍 Lanjut thor jgn lama" double up nya dong 🙏
Purnamanisa: terimakasih pengemangatnya 🙏🙏 cerita ini update dua hari sekali satu episode 🙏🙏 mungkin besok kalo Married by Accident? udah rampung bisa update dua atau tiga episode 😊😊 mohon bersabar 🙏🙏
total 1 replies
Siti Nina
Makin seru aja nih ceritanya 👍👍👍
Siti Nina
Oke ceritanya 👍👍👍
Purnamanisa: terimakasih kak 😊😊
total 1 replies
Hana Agustina
manis banget sihhhh..
Siti Nina
Thor bahasa inggris nya di terjemahin dong soal nya ga ngerti 😄
Purnamanisa: 😅😅 duuuh... maaf, author kelupaan 😅😅
total 1 replies
Siti Nina
Oke ceritanya thor 👍
Siti Nina
Mampir thor kaya nya seru
Hana Agustina
thor.. please up lagi yaa.. selesain ya cerita ini.. sy sangat mengapresiasi karya ini.. 🙏
Hana Agustina: ahhh terbaikkkkkk😍
total 2 replies
Hana Agustina
hhmmm.. sukaaaa 😍😍
Hana Agustina
gemes banget sm rendra.. gemes pen getok palanya.. 🤣
Hana Agustina
i give you my vote, my thumbs n also a rose... smp habis smp selesai ya thor.. ceritany menarik sekali n gereget.. 😍🙏
Purnamanisa: makasih kak... auto tambah semangat 😊😊
total 3 replies
senjaku
keren sih thooor..suka Hera deh cerita kalau bagus alurnya,tanda baca,bahasanya semua bagus kok sepiiii
semngaatt ya thorrr
Purnamanisa: tenggelam sama cerita yang judulnya mengandung klik bait kak 🤭🤭

btw, makasih sudah mampir😊😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!