NovelToon NovelToon
Terjebak Perjodohan

Terjebak Perjodohan

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu / Teen
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Rima Andriyani

Felicia Mau tak mau harus menerima perjodohan dari Papanya. Meskipun sempat kabur dari rumah, pada akhirnya dia menyetujuinya. Awalnya dia mengira pria yang akan menjadi suaminya itu seorang pria tua dengan perut buncit. Namun Ketika dia mengetahui jika suaminya adalah pria yang sempat ia kagumi, Felicia pun mencoba untuk membuat Arion menatapnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rima Andriyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1

Felicia berdiri di balik pintu ruang kerja Papanya. Tangannya mengepal, napasnya tak beraturan. Suara itu masih terdengar jelas di telinganya.

“Perjodohan ini sudah Papa putuskan. Kau tidak punya pilihan, Felicia.”

Kalimat itu seperti palu yang menghantam kepalanya.

Dijodohkan? Sekarang?

Felicia menutup mulutnya agar tidak bersuara. Dadanya sesak. Ia mundur perlahan, lalu berlari kecil menuju kamarnya. Begitu pintu tertutup, ia langsung mengambil koper kecil dan memasukkan beberapa pakaian seadanya.

“Aku tidak bisa,” gumamnya lirih. “Aku belum siap.”

Tanpa berpamitan, Felicia keluar lewat pintu belakang rumah besar itu. Malam terasa dingin, tapi tekadnya lebih dingin lagi.

---

Felicia kabur ke apartemen milik Daniel, sepupunya yang sudah ia anggap seperti kakak sendiri. Daniel terkejut bukan main saat melihat Felicia berdiri di depan pintunya dengan mata sembap.

“Kau kenapa?” tanya Daniel.

“Aku kabur dari rumah,” jawab Felicia jujur.

Daniel menghela napas panjang. “Karena perjodohan itu, ya?”

Felicia mengangguk cepat. “Papa sudah gila. Menjodohkanku tanpa bertanya.”

Daniel tak banyak bicara. Ia hanya membuka pintu lebih lebar. “Masuklah dulu.”

Beberapa hari kemudian, Felicia mulai merasa sedikit tenang. Sampai suatu malam, Daniel duduk di hadapannya dengan wajah serius.

“Fel, aku butuh bantuanmu.”

“Bantuan apa?” Felicia menyipitkan mata.

“Ada seorang gadis,” ucap Daniel pelan. “Namanya Aluna. Aku menyukainya.”

Mata Felicia langsung berbinar. “Wah, akhirnya kau jatuh cinta juga.”

Daniel mendengus. “Jangan bercanda. Masalahnya, aku tidak bisa selalu mengawasinya. Aku butuh seseorang yang bisa dekat dengannya tanpa dicurigai.”

Felicia langsung paham. “Kau mau aku jadi mata-mata?”

Daniel mengangguk. “Laporkan padaku kalau ada pria yang mendekatinya.”

Felicia tertawa kecil. “Baiklah. Anggap saja ini pelarianku yang produktif.”

---

Felicia mulai mendekati Aluna. Gadis itu ramah, sederhana, dan mudah diajak bicara. Tak butuh waktu lama sampai mereka berteman.

Awalnya Felicia selalu ingat tugasnya.

“Daniel, tadi ada cowok nganterin Aluna pulang,” lapornya lewat pesan.

Atau,

“Hari ini aman. Tidak ada pria mencurigakan.”

Namun lama-lama, Felicia lupa.

Ia terlalu asyik mendengar cerita Aluna, tertawa bersama, dan berbagi hal-hal kecil. Felicia bahkan mulai merasa bersalah setiap kali harus melapor.

“Fel, kamu kok diam?” tanya Aluna.

“Eh? Tidak. Aku cuma capek,” jawab Felicia sambil tersenyum.

Di situlah Felicia bertemu dengan Arion.

Pria itu datang menjemput Aluna. Tinggi, tampan bak pangeran dengan senyum sopan yang sulit diabaikan.

“Temanmu?” tanya Arion pada Aluna.

“Iya. Ini Felicia.”

Felicia terdiam sejenak. Tampan sekali…

“Senang bertemu denganmu,” ucap Arion ramah.

Felicia mengangguk cepat. “I-iya.”

Sejak hari itu, Felicia sering melihat Arion bersama Aluna. Ia tahu, pria itu menyukai Aluna. Terlihat jelas dari cara Arion memandangnya.

Namun Felicia juga tahu satu hal, hati Aluna hanya milik Daniel. Karena Felicia sering mendengar cerita Aluna tentang sepupunya itu.

Saat Arion akhirnya tahu kenyataan itu, Felicia melihat sendiri bagaimana senyum pria itu memudar.

Felicia merasa tak enak hati.

“Kalau saja…” gumamnya suatu malam. “Kalau saja pria yang dijodohkan denganku setampan Arion, mungkin aku tidak akan kabur.”

Felicia terkekeh sendiri. “Tidak mungkin.”

---

Tawa itu berhenti ketika sebuah telepon masuk dari ponselnya.

Suara pelayan Papanya terdengar panik.

“Nona, kondisi Tuan Arsen menurun. Beliau sering pingsan.”

Jantung Felicia mencelos.

“Aku pulang,” ucapnya pelan setelah menutup telepon.

Daniel menatapnya khawatir. “Kau yakin?”

Felicia mengangguk. “Aku tidak bisa lari terus.”

Di dalam mobil yang membawanya pulang, Felicia menatap jalanan dengan perasaan campur aduk.

"Haruskah aku menerima Perjodohan ini?" Felicia menundukkan kepalanya.

***

Mobil berhenti tepat di depan gerbang rumah besar itu. Felicia menatap bangunan yang begitu ia kenal sejak kecil, namun malam ini rasanya terasa asing dan menekan.

Langkahnya terasa berat saat memasuki rumah. Aroma obat-obatan langsung menyergap indra penciumannya. Dadanya mengencang.

“Papa ada di mana?” tanya Felicia pada pelayan yang menunduk hormat.

“Di kamar, Nona.”

Felicia mengangguk. Ia melangkah menuju kamar Papanya. Saat pintu dibuka, terlihat Arsen terbaring lemah di ranjang, wajahnya pucat, napasnya tampak tidak teratur. Selang infus terpasang di tangannya.

“Papa…” suara Felicia bergetar.

Arsen membuka mata perlahan. Begitu melihat putrinya, sudut bibirnya terangkat tipis. “Kau pulang.”

Felicia mendekat, lalu duduk di sisi ranjang. Ia menggenggam tangan Papanya erat. Hangat, tapi lemah.

“Aku minta maaf,” ucap Felicia lirih. “Aku tidak seharusnya kabur.”

Arsen menggeleng pelan. “Papa tidak marah. Papa hanya takut… waktuku tidak banyak.”

Felicia menunduk. Tenggorokannya terasa perih.

“Aku… akan menerima perjodohan itu, Pa,” ucapnya akhirnya. Suaranya lesu, nyaris tak terdengar. “Asal Papa tenang dan tidak memaksakan diri lagi.”

Mata Arsen berkaca-kaca. “Terima kasih, Nak.”

Felicia tersenyum kecil, senyum yang dipaksakan. Dalam hatinya, badai masih berkecamuk.

---

Malam itu, Felicia tidak bisa tidur. Ia mondar-mandir di kamarnya, memandangi langit-langit dengan pikiran yang berlarian ke mana-mana.

Pria seperti apa yang akan jadi suamiku?

Rasa penasaran menggerogoti pikirannya. Felicia tetaplah Felicia. Ia tidak bisa diam begitu saja.

Dengan ponsel di tangan, ia mulai mencari-cari informasi. Nama, alamat, apa pun yang bisa ia dapatkan tentang calon pria yang dijodohkan dengannya.

“Ketemu,” gumamnya pelan.

Felicia menatap alamat yang tertera. Sebuah rumah besar, kawasan elit. Jantungnya berdetak sedikit lebih cepat.

Rumah besar… mungkin orangnya juga masih muda… dan tampan?

Keesokan harinya, dengan alasan ingin mencari udara segar, Felicia meminta sopir mengantarnya ke alamat itu. Ia memilih duduk di dalam mobil, mengintip dari balik kaca jendela yang sedikit diturunkan.

Rumah itu memang besar. Megah. Halamannya luas.

Namun senyum Felicia perlahan memudar saat seorang pria keluar dari rumah itu.

Pria itu mengenakan kemeja rapi, tapi…

usia wajahnya jelas tidak muda. Perutnya sedikit menonjol di balik pakaian yang dikenakannya.

Felicia terdiam.

“Jadi… itu dia?” gumamnya nyaris tak percaya.

Dadanya terasa sesak. Harapan yang sempat tumbuh runtuh seketika.

Sedikit tua… dan perut buncit…

Felicia bersandar lemas di kursi mobil. Kepalanya dipenuhi satu pertanyaan yang sama.

Haruskah aku kabur lagi?

Tangannya mengepal. Ia sangat ingin berbalik arah, kembali lari sejauh mungkin dari perjodohan ini. Namun bayangan wajah Papanya yang pucat kembali terlintas.

Tidak…

Felicia menghembuskan napas panjang. “Aku tidak ingin Papa kambuh lagi,” bisiknya pelan.

Mobil itu pun kembali melaju, meninggalkan rumah besar itu di belakang. Felicia menatap jalanan kosong dengan hati yang semakin berat.

1
Retno Harningsih
up
Retno Harningsih
lanjut
Retno Harningsih
up
louis
dasar Arion laki2 tdk punya pendirian. bego jadi laki2.
Retno Harningsih
up
Noona Han
Eaaaa 🤣 semoga hbais ini cintia yg sadar sama perasaannya ke kenzo
Retno Harningsih
lanjut
Noona Han
keg nya masih idup, lagian lucu pamitannya🤣
Jelita S
Kenzo msih hidup kh
Retno Harningsih
up
Retno Harningsih
lanjut
Noona Han
nah yg ini baru kegnya lakinya mulai curiga
Noona Han
🤣🤣rada rada emg nih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!