Serena adalah mantan bodyguard namun karena sebuah insiden Serena di pecat dan berakhir menjadi seorang pelayan di sebuah restoran untuk bertahan hidup.
Wanita berusia 28 tahun itu juga suka membaca novel yang bergenre SCI-FI dan juga novel-novel tentang hari kiamat.
Sebuah hal ajaib terjadi pada nya setelah dia membaca novel tentang hari kiamat yang dia temukan di atas meja salah satu pengunjung yang tertinggal. Serena malah menjadi salah satu tokoh yang tak penting dalam cerita.
Menjadi seorang tokoh yang di jual suami dan sahabat nya untuk menjadi salah satu bahan ekperimen bersama tokoh utama di dalam cerita itu.
Apa yang akan di lakukan Serena saat membuka mata dan menemukan dirinya terikat di atas meja laboratorium sebagai kelinci percobaan.
Apakah Serena berhasil melarikan diri atau bahkan menyerah dan mati di halaman pertama?.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahma rain, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TERBANGUN SEBAGAI SUBJEK 357
"Serena.. Bawa pesanan ini ke meja nomor 7".
"baik!! Aku datang!!".
Di sebuah restoran yang sangat ramai karena jam makan siang, Serena Williams wanita berusia 28 tahun yang menyandang titel jomblo abadi sangat bersemangat mengantarkan makanan dari meja ke meja.
"pesanan anda tuan".
Serena meletakan beberapa piring yang berisi makanan ke atas meja lalu segera kembali untuk mengantar kan pesanan lain nya.
Serena termasuk wanita yang cekatan dalam bekerja. Dulu dia sempat bekerja sebagai seorang bodyguard selama 5 tahun. Bertugas menjaga salah satu nyonya kaya raya yang ada di negara nya. Namun sebuah insiden terjadi nyonya kaya raya itu hampir terluka oleh musuh bisnis suami nya.
Walaupun Serena mampu melindungi wanita itu dengan tubuh nya tetap saja dia di anggap tidak kompeten dalam bekerja dan di pecat secara tidak hormat. Dan Serena berakhir di tempat ini menjadi salah satu pelayan yang hanya bertugas mengantar kan makanan dari meja ke meja.
"pelayan!! Aku mau pesan". Teriak salah satu pengunjung yang baru datang bersama teman nya.
"baiklah.. Aku segera ke sana".
Serena datang dengan segera dan memberikan menu serta mengeluarkan pulpen dan catatan nya untuk menulis pesanan.
"aku pesan cheese burger dengan kentang goreng ekstra dan satu soda orange dengan sedikit es".
"aku pesan ayam goreng dengan saus black pepper dan mash potatoes".
Serena menulis pesanan mereka dengan sangat cepat.
"baiklah pesanan kalian akan segera datang".
Serena kembali ke arah dapur dan memberikan semua pesanan tadi pada koki. Seperti itu lah pekerjaan yang di lakoni oleh Serena sekarang. Jauh dari kata bahaya dan Serena menyukai nya.
Dia tidak perlu lagi berdiri berjam-jam untuk menunggu para nyonya kaya berkumpul untuk bergosip. Ataupun membawa barang belanjaan mereka dan menempatkan diri pada bahaya.
Menjadi seorang pelayan memberikan diri nya banyak waktu untuk menikmati hiburan seperti membaca novel-novel petualangan dan merawat diri.
Berhadapan dengan bahaya sangat menguras tenaga dan juga pikiran nya. Dia harus dituntut tetap waspada dan dalam keadaan yang sehat. Karena jika tidak maka musuh bisa datang dari mana saja untuk melumpuhkan nya.
Walaupun gaji nya sebagai pelayan restoran sangat sedikit Serena sangat bersyukur dengan hal itu. Dari pada punya gaji yang sangat banyak namun setiap malam dia tidak bisa tidur dengan nyenyak.
Hari yang cukup melelahkan kini sudah berakhir. Restoran sudah tutup dan waktu nya Serena membersihkan meja dan menyusun kursi. Sambil mendendangkan lagu dengan suara kecil Serena tanpa sengaja melihat sebuah buku yang tergeletak di atas meja.
"punya siapa ini??". Tanya Serena pada diri nya sendiri sambil melihat dan membalik buku tersebut.
Buku berwarna biru gelap dengan sampul komet di atas sebuah gedung yang sangat besar dan tinggi.
"Serena.. Apa kau sudah selesai?? Jika sudah ayo kita bersiap untuk pulang".
"iya..iya.. Ini sudah selesai".
Belum sempat Serena membuka buku tersebut teman nya sudah memanggil jadi dia membawa buku itu karena rasa penasaran dengan cerita nya.
Serena berjalan di jalan sepi menuju ke apartemen kecil yang dia sewa selama ini. Malam hari ini cukup gelap namun Serena tidak lah takut. Dia memiliki kemapuan untuk melindungi diri nya jadi berjalan di jalan sepi tidak lah masalah untuk nya.
"bantu aku!!. Tolong".
Suara samar terdengar tiba-tiba di telinga Serena. Wanita itu menoleh dan melihat ke sekeliling nya namun tidak melihat seorang pun di sana. Tak mau ambil pusing Serena terus melangkahkan kaki nya hingga sampai di depan pintu apartemen kecil nya.
Membuka pintu tersebut lalu menekan tombol lampu. Beristirahat setelah seharian bekerja adalah hal yang di tunggu Serena.
"akhirnya bisa istirahat juga". Gumam Serena setelah selesai membersihkan diri.
Dia duduk di meja rias dan mengambil novel yang dia temukan di atas meja salah satu pengunjung restoran. Kembali Serena melihat novel yang cukup bagus itu.
"Bertahan hidup di dunia akhir". Serena membaca judul novel tersebut yang semakin membuat nya penasaran dengan alur cerita novel itu.
"novel bergenre SCI-FI adalah favorit ku!! Dan aku harus segera membaca nya sampai akhir lalu besok akan aku kembali kan pada pemilik nya. Mungkin saja kan pemilik novel ini kembali untuk mencari novel ini jadi aku harus menyelesaikan nya".
Serena mulai membuka novel tersebut dengan wajah yang berbinar. Membaca tiap lembar tanpa terlewat kan. Kadang wajah nya terlihat sedih, tegang dan juga penasaran.
Hingga waktu sudah menunjukkan pukul 12 malam dan mata Serena tiba-tiba sangat berat dan lelah. Namun novel ini masih belum selesai dia baca. Masih ada beberapa lembar lagi menuju ending nya.
"haish!!! Mata... Bertahan lah sebentar lagi.. Aku harus menyelesaikan nya!!". Gumam Serena mencoba untuk tetap membuka mata walaupun sudah sangat lelah.
Namun dia kalah. Mata nya sudah sangat lelah mau tak mau dia harus tidur.
"huh.. Baiklah.. Aku akan tidur sebentar dan setelah aku bangun maka aku akan melanjutkan membaca nya. Yah sebelum pergi kerja besok aku akan menyelesaikan novel ini".
Serena bangkit dan berjalan menuju ranjang nya dengan pandangan yang buram akibat mengantuk berat. Namun sebelum menjatuhkan diri di atas ranjang sebuah suara samar kembali terdengar.
"tolong aku!! Bantu aku selamat kan anak ku!! Ku mohon!!".
Lagi-lagi Serena mengabaikan suara tersebut karena dia menganggap suara itu mungkin tercipta karena rasa lelah nya. Tak mau menunggu lagi wanita itu menjatuhkan tubuhnya ke atas ranjang dan dalam seketika dia tertidur dengan lelah.
Beberapa jam berlalu Serena masih memejamkan mata nya dalam tidur nya wanita itu mendengar suara yang sangat berisik. Suara seperti dua orang yang sedang berbincang.
"berapa dosis yang di perlukan?".
"tambahkan dua kali lipat. Kita harus segera menyelesaikan semua nya secepatnya".
"tapi semalam virus nya sudah mulai bekerja tapi hari ini kenapa bisa tidak bereaksi!!".
"Maka dari itu aku menyuruh mu untuk menambah dosis nya. Kita harus berhasil kali ini!!".
Serena mendengar semua percakapan itu dan sangat heran. Dia berada di kamar nya terakhir kali dan mengapa kamar nya terdengar suara-suara orang yang sedang berbincang. Apa rumah nya di masukin maling.
Dengan cepat Serena memaksa mata nya untuk terbuka dan hal yang pertama kali di lihat nya adalah lampu yang sangat menyilaukan dan tubuh nya terikat dengan sempurna. Serta bau obat-obatan yang sangat menyengat.
"di mana aku!!".
Serena terkejut setengah mati saat mendapati diri nya tersadar di atas meja laboratorium dan di kelilingi beberapa orang berpakaian serba putih seperti dokter namun dengan perlindungan di bagian wajah mereka.
Mereka seperti sedang meneliti diri nya. Melihat nya seperti seorang yang sakit dan juga seorang yang bisa mereka bedah dan juga mereka operasi sesuka nya.
"dokter!!! Subjek 357 sadar! Bagaimana ini!!".
"cepat suntikan virusnya!!'.
semangat
semangat