"Saat kesetiaan hanyalah topeng dan kasih sayang adalah alat untuk merampas, Karin memilih untuk tidak menjadi korban."
Karin mengira hidupnya sempurna dengan suami setia bernama Dirga, sahabat sejati seperti Laura, dan kasih sayang Mama Mona. Namun, dunianya runtuh saat ia menemukan Laura hamil anak Dirga. Kehancuran Karin memuncak ketika Mama Mona, ibu yang sangat ia cintai, justru memihak Laura dan memaksanya untuk dimadu.
Di balik pengkhianatan itu, terbongkar rahasia besar: Karin bukanlah anak kandung Mona. Sebaliknya, Laura adalah putri kandung Mona yang selama ini dirahasiakan. Mona sengaja memanfaatkan kekayaan keluarga Karin untuk masa depan Laura.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wiji Yani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 1 Ulang tahun Pernikahan Yang Manis
"Semua orang bilang aku adalah wanita paling beruntung karena memiliki suami yang setia. Malam ini, tepat di hari ulang tahun pernikahan kami yang kelima, dia membuktikannya dengan memberiku sebuah kalung berlian mewah. Namun, semua cinta dan kasih sayang yang diberikan suamiku hanyalah topeng yang ia tutupi dengan sangat rapi, hingga aku percaya sepenuhnya pada kata-kata manisnya."
"Selamat ulang tahun pernikahan yang kelima, istriku sayang. Semoga pernikahan kita langgeng hingga tua, dan kita selalu bahagia. Semoga hanya maut yang bisa memisahkan kita," bisik Mas Dirga di telingaku, suaranya masih hangat dan penuh kasih sayang.
"Amin… Terima kasih, Mas. Aku kira kamu sudah lupa sama hari ini, soalnya akhir-akhir ini kamu jarang ada waktu buat aku," ucapku pada Mas Dirga yang masih memeluk dan mencium ku.
"Ah, mana mungkin dong, sayang. Kamu tahu kan, hari ini Mas sudah menyiapkan kejutan yang akan membuatmu bahagia banget," jawabnya sambil melepaskan pelukan dan memberikan sebuah kotak berwarna merah muda padaku.
Aku membuka kotak itu dengan hati berdebar. Alangkah terkejutnya aku melihat isi kotak tersebut: sebuah kalung berlian mewah, bernilai fantastis, kalung Princess Jewelry Diamond edisi terbatas yang sudah lama aku impikan.
"Waaah! Ini benar-benar kamu yang belikan, Mas? Aku sudah menginginkan kalung ini sejak setahun yang lalu. Kamu kok bisa tahu, ya? Ini pasti harganya mahal banget," seruku dengan penuh kegembiraan.
"Gak mahal kok, sayang. Pokoknya buat istri aku yang paling cantik dan baik hati, apapun akan Mas berikan. Mas janji akan selalu mengusahakan kebahagiaanmu," kata Dirga, manis sekali. Tapi di balik semua itu, tersembunyi kepahitan yang akan menghancurkan hatiku.
"Kamu suka kan, sayang? Kalau suka, sini Mas bantu pakai kalungnya," tawarnya.
"Iya, Mas. Aku suka banget. Makasih, Mas," jawabku dengan penuh bahagia. Aku menyerahkan kalung itu agar Dirga memakainya untukku.
"Wah, Masya Allah. Istri Mas tambah cantik banget pakai kalung ini. Mas gak salah pilih istri," puji Dirga setelah memakaikannya.
"Ih, Mas gombal deh. Kan emang dari dulu aku ini cantik, kalau nggak cantik mana mungkin kamu mau sama aku," jawabku malu-malu karena dipuji cantik oleh suamiku.
"Hehe, iya-iya, istri Mas memang paling cantik. Oh ya, sayang, Mas mau mandi dulu ya, soalnya udah gerah banget nih," kata Dirga sambil tersenyum.
"Yaudah, kalo gitu Mas mandi dulu. Aku mau siapkan makan malam. Nanti kalau sudah selesai, kita makan bareng, ya Mas," jawabku, karena memang kami belum makan.
"Oke, sayang," jawab Dirga sebelum berlalu masuk ke kamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya yang lelah setelah seharian bekerja.
Beberapa menit kemudian, terdengar bel pintu berbunyi.
Aku merasa heran dan membuka pintu rumah.
"Siapa sih yang bertamu malam-malam gini?" gumamku pada diri sendiri.
"Sayang, siapa itu yang datang tengah malam gini?" tanya Dirga padaku setelah selesai mandi, karena biasanya tidak ada tamu yang datang larut malam.
"Aku juga nggak tahu, Mas. Ya udah, aku bukain dulu, ya," jawabku, sambil berjalan membuka pintu.
Ternyata, yang datang adalah Laura, sahabat dekatku. Wajahnya sembab seperti orang habis menangis, membuatku terkejut.
"Laura… Kamu kenapa? Kok wajahmu seperti ini? Apa yang terjadi?" seruku khawatir.
Sebenarnya, apa yang terjadi pada Laura?
Dirga nikah siri sama Laura?
status belum cerai kan ya sama Karin
berarti Karin ijinin poligami apa bagemane kak
Dirga nikah pas status masih resmi sama Karin
kalau sama penghulu berarti Siri? Tapi itu sama aja Dirga poligami sementara dong ya
kalau secara hukum jelas gak bisa kan belom cerai
dan itu gak pake wali gak sah...
ku cuma bingung pas baca chapter 23-24 cuma mau mastiin nikahnya itu gimana maksudnya
maap banyak tanya, bingung beneran soalnya 🙏
pria itu kan menawarkan sebuah informasi
apalagi dibayar mahal
tapi di bawahnya kemudian dia malah gak gak kasih tahu, padahal yang menawarkan informasi itu si pria bukan Karin yang tanya
jadi ada inkonsistensi di sini
kalau aku jadi Karin, ku bakal tabok si informan dan ngomong
"Hei, aku sudah bayar kamu 100 juta untuk informasi receh?
Kamu tau info itu gak lapor polisi dan malah minta uang dariku? aku bakal laporin kamu ke polisi sebagian pemerasan! sekarang kasih tau aku siapa atau polisi akan datang, oh ya aku sudah rekam pembicara kita 🤣"
Karin bakal jadi the winner
keep update kak
semangat 💪
apakah ini cerita panjang??
semangat terus ya kak