Mentari Jingga atau yang biasa di panggil MJ, merupakan anak broken home yang mempunyai tekanan besar di hidupnya. Selepas ibunya meninggal, ayahnya menikah lagi dengan ibu dari mantan kekasihnya.
Hari-harinya bertambah buruk karena harus bertemu setiap hari dengan sang mantan yang telah ia lupakan mati-matian. Hingga pada akhirnya ia menjadi rajin melepas stress dengan berjalan-jalan di taman setiap malam.
Ia cukup akrab dengan beberapa penjual ditaman, berada ditengah-tengah mereka membuatnya lupa akan permasalahan hidup. Hingga pada akhirnya ia bertemu dengan Mas Purnama, seorang pedagang jagung bakar yang baru saja mangkal di area taman.
Mas Pur berusia 5 tahun diatas MJ, tapi dia bisa menjadi teman curhat yang menyenangkan. Mereka sering menghabiskan waktu berdua sambil memandangi langit malam itu.
Hingga setelah 3 bulan bersahabat, malam itu MJ tak pernah menemukan sosok Mas Pur lagi berdiri di tempat ia biasa berjualan. Kemana Mas Pur menghilang?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Attalla Faza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Married by Accident
“ Huaaaa!! Sakit Sil… Hati gue rasanya kayak kena paku karatan yang disiram kuah seblak Ceu Kokom" tangis Mentari Jingga pecah siang itu
Ia tak perduli meski jadi pusat perhatian teman-teman sekelas, yang ia tau hatinya terluka saat Damar memutuskan hubungan di depan tukang cireng isi. Sisil dan Joe cuma bisa duduk anteng mendengarkan sahab tnya berkeluh kesah, untung saja saat itu sedang jam pelajaran kosong.
“ Je, udah berhenti nangisnya! Lo nggak malu dilihatin temen sekelas? Abis ini mereka pasti ngegosipin Lo di grup private ” ujar Joshua
“ Biarin aja Jo, biar mereka tau gimana kelakuan si Damar yang ninggalin gue demi adik kelas spek ani-ani itu. Sumpah demi apapun, mulai detik ini gue bunvh cinta dan kenangan gue sama jantan nggak tau diri itu. Haram hukumnya gue deket-deket sama dia lagi” ujarnya bersabda
“ Alamak, ngeri kali si MJ udah mengeluarkan fatwa haram kayak MUA" ujar Jo
“ MUI Jo, bukan MUA!” protes Sisil
“ Ya maaf, gue kan beda server sama kalian”
Mentari Jingga atau biasa disebut MJ adalah siswa kelas 12 yang aktif dan ceria. Sudah sejak setahun lalu ibunya meninggal dunia karena sakit, dan sejak saat itu Damar datang ke hidupnya sebagai sang penghibur.
Damar adalah seorang kapten basket yang punya banyak fans yang berterbaran, dia beda kelas dengan MJ namun mereka sering bertemu. Pasangan ini digadang-gadang sebagai couple goal yang di favoritkan seantero sekolah.
Namun kisah itu hanya bertahan 9 bulan saja kayak usia kandungan manusia, Damar tega memutuskan sepihak pdahal hubungan mereka lagi hangat-hangatnya. Mungkin kalau diibaratkan, saat ini MJ sedang ada di fase nifas karena habis ganti status jadi jomblo.
“ Sayang, setelah aku renungka semalaman, seperti kita sudah nggak cocok lagi. Ada banyak perbedaan yang sulit untuk disatukan lagi, jadi baiknya kita masing-masing dulu ya” ucap Damar saat istirahat tadi siang
MJ hanya diam mematung karena tak menyangka akan ditendang dari kehidupan Damar di siang bolong seperti ini. Panas hati MJ lebih menyala dari wajan penggorengan tukang cireng isi.
“ Apa kamu bilang? Kita udah nggak cocok? Dari sudut pandang mana nya sampai kamu bilang kita udah nggak cocok? Perbedaan apa yang nggak bisa disatukan? Kita udah beda ideologi apa beda keyakinan?” cecar MJ
“ Aku sudah ngerasa nggak cocok aja, Je…” ucap Damar serba salah
Wajah Damar terlihat resah dan gelisah kayak ayam cemani mau bertelur. MJ jelas tau kalau itu hanya alasan yang dikarang kekasihnya untuk putus.
“ Aku kira kamu cuma jago main basket, ternyata jago ngarang juga ya. Apa mau aku daftarin lomba mengarang tingkat kecamatan? Atau jadi author aja di platform online berbayar, lumayan kan dapat cuan”
“ Jeee….”
" Basi tau Mar! Bilang aja lo udah dapat gebetan baru yang lebih seger dari gue. Nggak udah pake alasan klasik beda pandangan segala, gue masih inget semalam lo minta sleep call sama gue.
Tiba-tiba banget langsung ngerasa nggak cocok dalam waktu semalam, emang di mimpi lo dapat wangsit buat ninggalin gue apa gimana?"
“ Jee.. please lah jangan marah-marah disini. Semua orang lihatin kita, bisa-bisa si Elena Magazine bikin gosip baru yang dilebih-lebihkan” pinta Damar
“ Salah sendiri lo ngajakin gue ngobrol depan gerobak cireng”
“ Pokoknya mulai sekarang kita nggak ada hubungan lagi ya Je. Semoga kamu dapat pengganti yang lebih baik dari aku. Nanti kalau kita ketemu, tolong menjadi asing aja ya”
“ Kenapa harus asing? Ada hati perempuan yang lagi lo jaga?” sindir MJ
Wajah Damar langsung tegang pucet kayak mau tes CPNS. Namun MJ hanya tersenyum sinis sambil menatap tajam.
“ Semoga hari lo senin semua, Mar. Nggak ridho gue lihat lo bahagia di atas penderitaan gue, biar doa anak piatu ini dilangitkan dalam sholat malam. Tunggu karma dari Allah, kalau nggak sekarang pasti akan datang suatu saat nanti”
Malam harinya MJ menghabiskan sisa tangis akibat patah hati. Sebab mulai besok ia akan membangun tembok kebencian pada sosok yang bernama Damar Jamaludin.
*****
3 bulan berlalu, nyatanya MJ masih belum bisa melupakan Damar Jamaludin. Apalagi ia sering papasan sama mantan kekasih dan pacar barunya, namanya Keisha anggota Cheerleader yang paling muda.
“ Masih perih nggak Je kalau ketemu sama Damar?” tanya Sisil
MJ hanya mengangguk pelan, hatinya masih terasa sakit karena lukanya masih menganga. Mungkin jika mereka sudah lulus sekolah dan tak bertemu muka, baru ia bisa benar-benar lupa.
“ Udah cuekin aja Je, dia udah punya pacar baru yang tingkat kecantikannya dibawa elu. Tuh lihat dandanan si Kesya udah kayak Elsi kampungan, heran gue sama si Damar kok bisa down grade gitu" komentar Jo
“ Iya bener Jo, make up dia aneh banget nggak lolos QC. Keknya shade foundation yang dia pilih terlalu terang deh, lihatnya kayak penganten Jawa”
MJ tak berkomentar apapun, mau segimana besarnya dukungan yang mengalir kepadanya, tak mengubah keadaan jika Damar lebih suka dengan spek modelan LC yang menor. Padahal dulu Damar selalu protes jika bedak MJ ketebelan.
Sore itu MJ pulang berjalan kaki ke rumah sederhana yang cicilannya baru lunas, suasana gerimis tipis karena sudah musim penghujan. Rumahnya ramai banyak orang, MJ buru-buru lari karena takut terjadi apa-apa terhadap ayahnya.
“ Permisi Pak Bu, ada apa sama ayah?” tanya MJ menerobos masuk kerumunan
“ Ekh si Tari udah pulang. Tuh bapakmu bikin kasus, mentang-mentang duda bisa bawa perempuan seenaknya kerumah” ujar Bu Janah
“ Iya Tari, mana yang dibawa Pak Abdul itu janda yang baru cerai dari suaminya. Tau tuh udah lepas masa iddah apa belum” sahut Bu Nawang
“ Maksudnya gimana Bu?" tanya MJ dengan perasaan yang cemas
“ Bapakmu di grebek lagi tind!h-tind!han sama janda yang baru ngontrak di RT sebelah”
“ Astaghfirullah!” pekik MJ tak percaya
“ Tuh mereka mau dikawinin karena sudah mencemarkan lingkungan dengan perz!nahan. Kamu masuk aja Tari, sudah ada Uwak dan Kakek kamu di dalam ” ujar Bu Teguh
Tanpa menunggu waktu lama, ia buru-buru menerobos warga yang berteriak-teriak di depan rumah mereka. Sungguh suasana ini seperti adegan yang ada di film ikan terbang, penggerebekan di rumah tipe 36 antara duda dan janda.
“ Ayah….. ada apa ini?" tanya MJ karena terkejut melihat ruang tamunya di penuhi sesepuh dan tokoh masyarakat
Ada Pak RT, Bu RT, Haji Engkus dan tentunya seorang perempuan berusia 39 tahunan yang diduga janda yang jadi teman kencan ayah. Pak Abdul terlihat kacau dengan rambut dan baju yang berantakan, wajahnya mejikuhibiniu karena mendapat salam olahraga dari warga yang terlanjur kesal.
“ Neng, sini duduk sama Uwak” panggil Wak Asrul
Dengan langkah gemetaran MJ duduk di samping Uwaknya, tatapannya tak pernah lepas dari pasangan yang sedang dihakimi itu. Ada marah bercampur kaget menyatu dipikirannya, sudah dipastikan harinya akan jadi sangat buruk menjelang sore ini ini.
Pak RT menyuruh Linmas untuk menghalau warga, mereka ingin menyelesaikan secara kekeluargaan dan tertutup. Toh sudah ada penengahnya yaitu Pak RT Dan Haji Engkus.
“ Demi Allah saya tidak bermaksud melecehkan Mbak Nia. Tadi dia kesini untuk mengantarkan gado-gado yang saya pesan secara online, saat itu beliau numpang ke kamar mandi. Karena saya iba maka saya persilahkan, tapi itupun tidak lama Pak Bu” ucap Pak Abdul
“ Lalu kenapa ada si Epul melihat kalian t!ndih-t!ndihan gitu? Kalian itu duda dan janda, tapi tau tempat lah. Jangan dirumah yang kamu tinggali bersama anakmu, Dul! Memalukan sekali!” geram Wak Asrul
“ Mbak Nia terpeleset dan dia reflek menarik bajuku, Kang. Karena tidak bisa menahan keseimbangan, jadi aku ikutan jatuh” ujar Pak Abdul membela diri
Wanita itu hanya diam tertunduk dengan kerudung yang semrawut, mungkin dia sudah merasakan bar-bar nya ibu-ibu perumahan subsidi yang badas. Matanya sembab karena kebanyakan nangis, jujur saja kasihan melihatnya seperti ini.
“ Saya cuma jualan disini, Pak. Tidak ada niat buruk apalagi smpai berz!na” ucap Nia sambil tergugu
“ Tapi saya sempat dapat gosip kalau Pak Abdul ini sering banget makan gado-gado ditempat Mbak Nia. Jangan-jangan selama ini kalian memang ada hubungan spesial?” tanya Bu RT yang punya banyak pasukan intelijen
Mereka tak mampu menjawab sebab itu adalah fakta yang sebenarnya terjadi. Sudah dua bulan sejak Mbak Nia buka warung gado-gado depan rumah kontrakannya, Pak Abdul memang rajin makan gado-gado disana.
“ Pantesan tiap 2 jadi sekali selalu ada gado-gado di meja makan. Ternyata ada sesuatu diantara kalian” MJ ikut bicara
Terdakwa tak mengelak, hal itu membuat mereka terpojok. Pak Abdul bahkan tak punya muka untuk menatap anak bungsunya ini, karena ia pernah berjanji pada MJ dan A Rama untuk setia sama mendiang ibu sampai anak-anak mandiri.
“ Sudah sudah, daripada mereka curi-curi ketemu dan menimbulkan fitnah baru, lebih baik Abdul dan Nia kita nikahkan saja. Biar Tari ada yang mengurusi juga, kasian cucuku harus mengerjakan pekerjaan rumah sepulang sekolah” ujar Kakek Toha
MJ menggeleng cepat,
“ Aku nggak mau ayah menikah lagi! Apalagi harus tinggal dirumah ini” tolak MJ “ Ini rumah ibu, hanya aku dan A Rama yang boleh menempati rumah ini. Nggak ada ratu lain selain ibu yang boleh tinggal disini, terserah kalian mau bilang aku egois apa gimana. Aku hanya mempertahankan rumah ini dari orang yang mungkin ngincer”
“ TARI! Jaga bicaramu Nak, kamu tidak sopan ” ujar Pak Abdul dengan nada tinggi
" Kalian harus tetap menikah, tapi tak boleh menempati rumah ini!" Ini sudah jadi keputusanku" ujar Kakek Toha
“ Setuju ” Pak RT dan Haji Engkus sependapat
mungkin di platform ini saya bisa menulis dengan tema yang beda dari sebelah.
Jadi para reader sekalian, kalau mau cerita happy dan ringan bisa mampir di tetangga ya.😍