Kisah ini menceritakan seorang anak kecil yang harus menjadi korban ke egois san orang tua... dia bernama Vera Arsiana... bayi berumur 8 bulan, dia terpaksa harus di bawa oleh sang kakek untuk menjauhi Keluarga baru dari Mamah dan papahnya
Ada yang penasaran ngga dengan cerita ini yuk kita mampir
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intanpsarmy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
1
Bayi mungil dan cantik harus tinggal jauh dengan kedua orang tua nya, dia harus di bawa pergi jauh oleh sang kakek karena sang kakek tidak terima cucu pertama nya itu. akan di berikan kepada keluarga mantan besannya yang jauh disana
"Jadilah wanita yang kuat dan pintar cucuku.. kau harus membuktikan kalau kau akan menjadi wanita yang sukses" ucap lirih sedih sang kakek bapak Haji Sanusi. atau kita sebut kakek Uci
Hari berganti terus dan tahun pun terus berganti. Vera yang tadinya bayi mungil sekarang menjadi gadis cantik yang berumur sepuluh tahun, dia di kenal gadis pintar dan baik hati, walau dia seorang cucu juragan kebun karet, tapi dia di kenal dengan berbudi luhur nya
"Assalamualaikum.... Bapak Neng pulang, bapak dimana?" ucap Vera yang memanggil kakeknya dengan sebutan bapak. Vera masuk kedalam saat masuk dia terkejut dengan keadaan sang kakek yang terjatuh di tangga
"Bapak..... hiks... bapak bangun, mang Hasan tolong" teriak Vera dia memanggil Hasan yang baru saja menjemput nya di sekolah
"Astaghfirullah.... juragan" teriak mang Hasan sambil mencoba membawa tubuh lelaki tua yang sudah menjadi juragannya itu
"Kemana Bi rakmah dan Diah? kenapa bapak bisa jatuh," ucap lirih Vera Hasan pun heran dengan kedua pembantunya itu kemana membiarkan juragan di rumah sendiri. apa lagi juragan nya sedang tidak enak badan
"Nanti kita cari mereka ya neng, sekarang kita bawa juragan ke rumah sakit dulu" ujar mang Hasan sambil membawa mobil nya keluar dari kediaman Vera dan kakek. Vera mencoba menahan tangisnya, tapi tak bisa karena dia takut terjadi apa-apa pada sang kakek
"Ya Allah lindungilah Kakek Vera, karena Vera hanya punya dia" gumam Vera. tapi masih terdengar oleh mang Hasan, mang Hasan pun bergumam kalau sampai terjadi apa-apa dengan juragannya. dia tak akan melepaskan Rakmah dan Diah, ibu dan anak itu di bawa ke kediaman Vera oleh kakek nya. karena mereka berdua terlunta-lunta di luar saat di usir oleh mantan suaminya
"Kalau kecelakaan juragan ada sangkutan nya dengan kalian berdua, sembunyi di lubang semut pun akan aku cari kalian berdua... aku takkan melepaskan kalian berdua" gumam hati mang Hasan
Sepuluh menit Vera dan kakek nya pun sampai rumah sakit. mang Hasan pun segera membopong juragan nya itu dari mobil
"Suster... tolong selamatkan majikan saya" teriak mang Hasan. Vera pun mengikuti mang Hasan dari belakang, suster dan dokter pun segera membawa kakek nya Vera. Vera pun menatap sedih saat tak di izinkan ikut melihat kakeknya
"Neng disini dulu ya, mamang mau ngurus administrasi nya dulu. doakan kakek neng tidak apa-apa ya" ucap lembut mang Hasan. Vera hanya mengangguk tanpa bertanya lagi
Mang Hasan pun segera ke bagian Resepsionis untuk pembayaran administrasi juragan nya. dia pun langsung menghubungi Rekan nya yang sering mengerjakan tugas juragan nya yang di bagian kebun karet, setelah selesai dia pun kembali ke UGD untuk menemani Cucu juragan nya. tapi sebelum itu dia juga membelikan makan siang dulu, karena dia tahu Cucu majikan nya itu baru keluar dari kelas
"Neng makan dulu ya, ini udah lewat makan siang" ucap lembut mang Hasan. Vera pun menerima makanan itu walau rasa pahit di tenggorokan nya tapi dia tetap makan karena dia tak ingin sakit
"Mang bapak akan baik-baik saja kan? Vera tidak mau kehilangan bapak, karena Vera hanya punya beliau di dunia ini. mamah dan papah bahkan tak pernah tahu Vera tinggal di mana, Vera berasa tak di harapkan oleh mereka" ucap lirih Vera. Mang Hasan mencoba untuk menguatkan hati sang nona
Tak lama Mang Tubi dan istrinya pun datang kerumah sakit. mang tubi menatap tajam kepada Hasan, tapi dia tak berbicara apa pun di depan Cucu juragan nya itu
"Kamu temani neng Vera dulu, akang mau bicara dengan Hasan" bisik Mang tubi. bi Tini pun mengiyakan ucapan suaminya
Mang Hasan yang melihat kode dari rekan nya itu pun mengangguk. dia pun izin kepada Vera untuk berbicara dengan kakaknya
Saat sampai di taman rumah sakit mang Tubi mencengkram bahu mang Hasan "Apa yang terjadi dengan juragan? kenapa beliau bisa jatuh Haa... mana kedua pembantu itu kenapa mereka tidak ada?" ujar nya dengan menahan emosi
"Aku tidak tahu Kang, mereka tidak ada saat saya kembali dari menjemput neng Vera" ucap mang Hasan. mang Tubi pun melotot saat mendengar cerita dari adik nya itu
"Brengsek... Jangan bilang mereka yang membuat juragan seperti ini, aku sudah bilang pada kamu San.. hati-hati dengan mereka walau sudah tiga tahun mereka berdua berkerja di kediaman Juragan, tapi aku sering melihat anak nya menatap iri pada Neng Vera.... dan sekarang akhirnya terbukti bukan, kamu pulang urus semua ini, bawa beberapa anak buah untuk membantu mu menemukan kedua Jurig itu" ucap Mang Tubi sambil meninggalkan mang Hasan
"Huu... dasar jurig jariah, di tolong malah ngelunjak, ketemu kalian dengan saya akan ku kubur kalian hidup-hidup" gumam mang Hasan sambil berjalan ke arah parkiran. dia pun langsung kedalam mobil sambil menghubungi beberapa rekan nya yang. sudah di anggap saudara, Kakek Vera itu diam-diam memiliki beberapa anak buah untuk berjaga-jaga. suatu saat kalau dia tidak ada cucunya akan di jaga oleh para anak buah nya itu
"Neng ganti baju dulu ya, ini bibi udah bawain baju baru buat neng ganti baju" ucap lembut bibi Tini. Vera pun menggelengkan kepalanya, dia tidak ingin kemana-mana dulu sebelum sang kakek baik-baik saja
"Ngga bi, Vera harus mastiin bapak baik-baik saja... nanti setelah bapak baik-baik aja baru Vera ganti baju" ucap Vera dengan lirih dia mana mau meninggalkan kakeknya itu dia masih takut Kakek nya kenapa-kenapa
Mang Tubi yang baru kembali pun mengangguk, dia tahu cucu dari juragan nya itu keras kepala bila menyangkut sang Juragan
"Neng Vera sudah makan belum? kalau belum makan dulu ya, nanti juragan sedih saat tau cucu kesayangan nya tidak makan" ucap lembut Mang Tubi
"Vera udah makan kok mang, itu tadi mang Hasan beliin Vera makan. karena tadi Vera terkejut melihat bapak terjatuh di dekat tangga... Bapak akan baik-baik saja kan Mang?" ucap Vera
"Insya Allah.. kita doain ya, juragan itu orang baik, jadi Allah pasti lindungi beliau ya" ucap mang Tubi
Vera pun hanya mengangguk dia juga berdoa agar kakek nya baik-baik saja. dia benar-benar takut
Clek
TBC
Jangan lupa ya jejak kalian guys... like komen dan masukkan ke dalam Favorit yaaaa
ohya thor si vera gk ada asistennya sendri gtu selain mang hasan ma mang tubi
lanjut thor