NovelToon NovelToon
Bermimpi Di Waktu Senja

Bermimpi Di Waktu Senja

Status: tamat
Genre:Slice of Life / Tamat
Popularitas:38
Nilai: 5
Nama Author: Mbak Ainun

Penasaran dengan ceritanya yuk langsung aja kita baca

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mbak Ainun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 33: Sekolah di Tepian Air

BAB 33: Sekolah di Tepian Air

Februari 2026 membawa semangat baru di Sektor 12-B. Setelah kemenangan hukum atas status tanah wakaf, Maya dan Yudha menyadari bahwa cara terbaik untuk menjaga Rumah Senja adalah dengan mengisinya dengan pengetahuan. Sesuai dengan draf kurikulum yang ditinggalkan Aris di ranjang rumah sakit, mereka meresmikan "Akademi Arsitektur Rakyat".

Ini bukan universitas dengan gedung kaca atau biaya masuk yang mahal. Kelas-kelasnya diadakan di aula bambu terbuka, beratapkan langit, dengan suara aliran sungai sebagai musik latarnya. Siswa-siswanya adalah anak-anak muda dari pemukiman kumuh sekitar, para buruh bangunan yang ingin mendalami teknik, hingga mahasiswa dari pusat kota yang haus akan ilmu arsitektur berkelanjutan.

"Jangan hanya menggambar garis karena terlihat bagus," ucap Maya di depan kelas pertamanya. Ia berdiri di depan sebuah papan tulis hitam besar, memegang potongan bambu petung sebagai alat peraga. "Gambarlah garis karena kalian tahu garis itu akan menopang hidup seseorang."

Aris telah mewariskan teknik-teknik yang tidak diajarkan di buku teks arus utama: cara membaca arah angin di bantaran sungai, teknik pengawetan bambu tanpa bahan kimia berbahaya, dan cara menghitung pondasi yang bisa bergerak mengikuti gempa daripada melawannya.

Hendra kini menjadi "Dosen Praktik". Pria yang dulunya hanyalah pengawas lapangan itu kini dengan bangga mengajari para siswa cara menyambung pilar tanpa paku. "Kayu dan bambu itu seperti manusia," kata Hendra kepada para siswa yang mengerumuninya. "Mereka perlu ruang untuk bernapas. Jika kalian mengikatnya terlalu kencang, mereka akan retak. Jika terlalu longgar, mereka akan goyah."

Suatu sore, seorang siswi berbakat bernama Siti—anak seorang pemulung dari sektor sebelah—menunjukkan desain rumah mungil yang ia buat dari kardus bekas. Desain itu mengintegrasikan sistem pengolahan limbah organik di kolong rumahnya.

"Kek Aris pernah bilang," Siti bercerita dengan mata berbinar, "bahwa rumah yang baik adalah rumah yang tidak meninggalkan hutang pada alam."

Maya merasakan kehangatan menjalar di dadanya. Inilah "Rumah Senja" yang sesungguhnya. Bangunan ini telah menjadi inkubator bagi solusi-solusi yang selama ini diabaikan oleh para pengembang besar.

Namun, keberhasilan sekolah ini mulai menarik perhatian yang tak terduga. Di tahun 2025 yang penuh dengan transparansi digital, video-video pembelajaran dari Akademi Arsitektur Rakyat menjadi viral di platform global. Hal ini membuat beberapa institusi pendidikan formal merasa tersaingi. Mereka mulai mempermasalahkan "akreditasi" dan "izin mengajar" dari sekolah di tepian air tersebut.

"Mereka bilang kita tidak punya lisensi untuk menyebut diri kita 'Akademi'," lapor Yudha sambil menunjukkan surat keberatan dari asosiasi profesi tertentu.

Maya menatap makam Aris yang ditumbuhi bunga-bunga liar. "Pak Aris tidak butuh lisensi untuk menyelamatkan ratusan orang dari banjir. Kita tidak sedang menjual gelar, Yud. Kita sedang membagikan cara untuk bertahan hidup."

Maya memutuskan untuk tetap maju. Ia mengundang para profesor yang dulu meremehkan Aris untuk datang dan melihat sendiri hasil karya siswa-siswanya. Ia ingin membuktikan bahwa ilmu pengetahuan yang paling tinggi sering kali ditemukan di tempat yang paling rendah, asalkan ada keberanian untuk bermimpi di waktu senja.

Malam itu, di bawah cahaya lampu tenaga surya, Rumah Senja tampak lebih hidup dari sebelumnya. Di setiap sudut, ada diskusi, ada garis-garis yang digambar di atas pasir, dan ada harapan yang sedang dirakit. Aris mungkin telah tiada, tetapi suaranya kini bergaung lewat ratusan mulut anak muda yang siap membangun Jakarta dengan cara yang berbeda.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!