NovelToon NovelToon
Hadiah Jodoh

Hadiah Jodoh

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Cinta Seiring Waktu / Slice of Life
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: PERMATABERLIAN

Bagaimana jadinya saat tiba - tiba ibumu menanyakan saat ini berapa umurmu dan menawari hadiah ulang tahunmu yang ke 21 dengan hadiah jodoh?.

"Nis, Nisa sekarang umurmu berapa?." Tanya Dewi tiba-tiba saat masuk kamar putrinya. Nisa yang ditanya sang ibu pun langsung menjawab tanpa menaruh kecurigaan sedikitpun karena memang sang ibu terkadang sangat random. " Dua puluh tahun sebelas bulan ".

" Berarti sudah boleh menikah, hadiah ulang tahunnya jodoh mau? "Jawab sang ibu yang membuat Nisa kaget dan langsung tertawa.
Nisa yang sudah hafal betul tentang kerandoman ibunya pun berniat meladeni pembicaraan ini yang dia kira adalah candaan seperti yang sudah sudah.

" Boleh... Asal syarat dan ketentuan berlaku, yang pertama seiman, yang kedu-".Belum selesai Nisa bicara dia mendengar ibunya sudah tertawa lepas yang membuat Nisa juga ikut tertawa dan langsung pergi dari kamar putrinya.

Tanpa Nisa ketahui bahwa yang ia anggap candaan itu adalah sesuatu yang serius.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PERMATABERLIAN, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

1. Sinyal Tanda Bahaya

Hari menjelang sore, Nisa memutuskan keluar kamar untuk pergi kedapur membantu Dewi ibunya, tapi samar samar dia mendengar ibunya sedang berbincang - bincang dengan seseorang.

Tante Suci, orang yang sedang berbincang dengan sang ibu, yang merupakan teman dari Dewi yang memang sering main ke rumah.

"Kamu sendirian aja wi, anakmu mana? jalan-jalan? " Kudengar tante Suci bertanya kepada ibu tentang keberadaanku.

"Hah... Nisa di kamar, dia kalo libur kerja cuma di rumah aja, keluar cuma kalo ada urusan."jawab ibuku.

" Oh sama kaya anakku Bagas dong wi.Gimana kalo besanan sama aku aja mau gak? ”.Lanjut tante Suci yang membuatku terkejut dan langkahku menuju ke dapur berubah haluan menjadi kembali ke kamar lagi.

Ini adalah sinyal tanda bahaya untukku dan semua gadis yang sudah lulus sekolah serta yang memasuki usia legal menikah. Bagaimana tidak berbahaya jika yang mereka bicarakan adalah perjodohan dan menyangkut dirinya.

Tanpa ingin tahu lebih jauh, Nisa memiliki hengkang dari sana secepatnya dan tanpa diketahui tentunya. Sebenarnya ia memiliki ini dengan tujuan agar tidak terlibat dalam pembicaraan itu dan pusing untuk menanggapinya.

"Mimpi apa aku semalam sampai mendengar hal yang paling aku hindari" Batin Nisa dalam perjalanannya menuju kamar.

Pernikahan satu kata yang terdengar ngeri ngeri sedap di telinganya.

"Sudahlah lupakan pembicaraan tante Suci, pasti dia bicara begitu supaya ada topik pembicaraan saja. Mari kita lanjut menikmati hari ini dengan bermalas-malasan, sebelum senin menyerang".Tekat Nisa mengisi waktu luangnya karena tidak jadi membantu ibunya.

Hari-hari terus berlalu dan hidup tenang yang dijalani oleh Nisa masih sama saja. Kehidupan yang tanpa memusingkan tentang pasangan karena dia tidak ada niat untuk berpacaran dan waktu yang ada hanya dihabiskan untuk memperbaiki diri serta melakukan sesuatu yang tentunya membuat ia bahagia.

Ditengah keasikannya membaca novel, tiba-tiba sang ibu bertendang ke kamarnya tanpa mengetuk pintu yang membuatnya terkejut.

"Nis, Nisa sekarang umurmu berapa?." Tanya Dewi tiba-tiba saat masuk kamar putrinya. Nisa yang ditanya sang ibu pun langsung menjawab tanpa menaruh kecurigaan sedikitpun karena memang sang ibu terkadang sangat random.

" Dua puluh tahun sebelas bulan, kenapa bu mau kasih hadiah?".

" Berarti sudah boleh menikah, hadiah ulang tahunnya jodoh mau? "Jawab sang ibu yang membuat Nisa kaget dan langsung tertawa.

Nisa yang sudah hafal betul tentang kerandoman ibunya pun berniat meladeni pembicaraan ini yang dia kira adalah candaan seperti yang sudah sudah.

" Bolehhh... Asal syarat dan ketentuan berlaku, yang pertama seiman, yang kedu-".

Belum selesai Nisa bicara dia mendengar ibunya sudah tertawa lepas dan langsung pergi dari kamar putrinya yang membuat Nisa juga ikut tertawa. Nisa yang melihatnya pun hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan sang ibu.

Walaupun Nisa menganggap bahwa pertanyaan ibunya adalah sebuah candaan tapi nyatanya terbesit pertanyaan didalam benaknya siapa yang mempengaruhi pikiran ibunya hingga menanyakan hal yang bahkan dirinya tidak pernah membahasnya.

"Masak hanya gara-gara perkataan tante Suci waktu itu, sepertinya sih tidak mungkin juga kalo hanya itu" batin Nisa bermonolog."Apa jangan-jangan karena sudah bosan melihatku dirumah ini. Aaa.... Tidakkk". sambil menggelengkan kepala Nisa menolak alasan kedua karena dia merasa menjadi anak yang berbakti kepada orang tua dan mana ada anak yang berbakti tetapi menyusahkan pikirnya.

Dan karena tidak mau ambil pusing, Nisa memilih untuk mengacuhkannya.

Tanpa ia sadari bahwa yang ia acuhkan dan dianggap candaan belaka adalah sesuatu yang serius dan akan merubah hidupnya.

1
ZUNAYIRA
mungkin jadi alasan buat baca lagi ginih manh
ZUNAYIRA
makin seru
Greenindya
iya bnr setelah menikah malah pusing mikirin bayar utang bukan mikirin masa depan rumah tangga apalagi setelah nikah langsung dikasih momongan makin aja pusing mikirin hutang mikirin biaya anak
Greenindya
setuju banget ini
ZUNAYIRA
lumayan seru lanjut baca
ZUNAYIRA
aku suka
ZUNAYIRA
aku suka nopel inih bagus
EelisazasileE
cocok untuk yang suka konflik-konflik ringan
Berlian
cerita dengan konflik-konflik ringan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!