NovelToon NovelToon
The Kings And The Woman

The Kings And The Woman

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Reinkarnasi / Time Travel / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Lilly✨

Ribuan lembar di Papirus,ribuan kata kata cinta yang aku hanturkan Tidak cukup mendeskripsikan Aku mencintaimu.

"Aku tidak pernah bisa menaklukkan rindu ini."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lilly✨, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32

Selena masih berendam dalam air hangat, merasakan setiap gelembung busa yang menyentuh kulitnya. Matanya terpejam, tapi pikirannya tidak bisa benar-benar tenang. Ada sesuatu yang mengganggu pikirannya sejak ia tiba di Inggris.

Dentuman halus dari jam dinding di ruangan sebelah mengingatkannya bahwa waktu terus berjalan. Namun, di dalam pikirannya, waktu seolah berhenti di satu momen tertentu—sebuah ingatan yang samar dari masa lalu.

Ketukan pelan di pintu membuyarkan lamunannya. "Nona, teh Anda sudah siap," suara Helen terdengar lembut dari balik pintu.

Selena membuka mata, menatap cahaya lilin yang berkedip tenang. "Masuklah," katanya tanpa menoleh.

Helen masuk dengan nampan perak di tangannya. Cangkir porselen berisi teh chamomile mengepul lembut, aroma menenangkan memenuhi udara. Ia meletakkan nampan di meja kecil di samping bathtub dan menambahkan beberapa kelopak bunga ke dalam air. "Ini akan membantu Anda lebih rileks, Nona."

Selena tersenyum kecil. "Terima kasih, Helen."

Sebelum Helen pergi meninggalkan nya sendiri,Selena melirik punggung Helen dan memanggil nya dengan tegas,"Helen."

!

"Ah,ada apa nona?."dia menundukkan kepalanya dan kemudian menatap Selena.

"Apakah kau pernah mencintai seseorang?."kata nya

"Ya?."

"...ada seorang pria yang menganggap seorang wanita adalah kekasihnya...karena mereka bersama sama atau lebih tepatnya bertemu saat kecil.Tapi,wanita itu menganggap bahwa itu seperti candaan.Tetapi pria itu pernah berbicara sesuatu yang membuat nya jantung nya berdegup kencang."dia melihat teh nya dan lanjut berkata," Di sisi lain dia juga bertemu dengan seorang laki laki yang kedatangan wanita itu dalam kehidupan nya membuat nya begitu merindukan nya ,setelah dia pergi."kata Selena kemudian melirik bayang bayang wajah nya di bathtub

Selena menatap bayangan dirinya di air hangat yang beriak pelan. Wajahnya tampak sedikit redup di bawah cahaya lilin yang menerangi kamar mandi mewahnya. Pikirannya kembali ke masa lalu—bukan ke pertemuan pertamanya dengan Ramesses di padang pasir, tetapi kepada seseorang yang namanya selalu berbisik dalam benaknya tanpa ia sadari.

Hattusili.

Kenapa justru namanya yang muncul dalam pikirannya saat ini?

Saat itu, ia mengira perasaannya hanyalah sesuatu yang sepele. Hubungan mereka lebih banyak diisi oleh pertengkaran, tatapan tajam, dan kata-kata penuh tantangan. Hattusili bukan pria yang membanjiri dunia dengan kata-kata indah atau pujian kosong. Ia adalah pria yang penuh ketegasan, tetapi di balik itu... ada sesuatu yang berbeda.

Sebuah ingatan muncul begitu saja.

"Aku tidak peduli dari mana kau berasal atau siapa kau sebenarnya. Yang aku tahu, saat kau berada di sini, kau milikku."

Sepasang mata biru itu Mengingat dengan jelas bagaimana laki-laki itu menatapnya, seakan bisa melihat menembus seluruh lapisan dinding yang ia bangun selama ini. Hattusili tidak pernah berbicara manis atau mengumbar kata-kata puitis, tetapi setiap kata yang ia ucapkan selalu membawa beban yang entah kenapa membuat hati Selena bergetar.

Semakin ia menyadari… bahwa bukan pertemuan pertama dengan Ramesses yang tertinggal di hatinya, melainkan kehangatan dan keteguhan Hattusili yang diam-diam telah menancap di dalam dirinya.

"Aku hanya bertanya... apakah cinta benar-benar seperti itu? Sesuatu yang bisa membuat jantung berdebar hanya karena kata-kata... atau sesuatu yang menimbulkan kerinduan yang begitu dalam setelah seseorang pergi?"

Helen menundukkan kepala, merenung sejenak sebelum menjawab, "Cinta memiliki banyak bentuk, Nona. Kadang datang dengan kebahagiaan, kadang datang dengan kebingungan, bahkan kesakitan. Tapi satu hal yang pasti, cinta selalu meninggalkan jejak di hati seseorang, entah itu nyata atau sekadar kenangan."

Selena menghela napas pelan, jari-jarinya mengusap permukaan air di bak mandinya, menciptakan riak kecil. "Lalu, bagaimana jika seseorang tidak ingin meninggalkan jejak itu? Bagaimana jika dia takut dengan perasaan itu?"

Helen tersenyum samar. "Maka, cepat atau lambat, jejak itu akan tetap ada. Kita tidak bisa mengendalikan bagaimana perasaan orang lain terhadap kita, sama seperti kita tidak bisa selalu mengendalikan perasaan kita sendiri."

Selena kembali menatap bayangan dirinya di air. Kata-kata Helen berputar di benaknya, menciptakan lebih banyak pertanyaan daripada jawaban. Apakah ia benar-benar menghindari perasaan itu? Ataukah ia hanya takut menghadapi sesuatu yang tidak bisa ia kendalikan?

Selena menggigit bibirnya, menyesap teh di tangannya dengan gerakan pelan. Helen yang berdiri di dekatnya meliriknya sesaat, seakan ingin bertanya, tetapi memilih untuk tetap diam.

Sekarang, dia sadar. Perasaan yang selama ini dia abaikan ternyata bukan berasal dari pertemuannya dengan Ramesses di padang pasir. Perasaan itu telah ada lebih lama dari yang ia kira, tersimpan diam-diam di dalam hatinya.

Dan nama yang mengguncang hatinya itu bukanlah Ramesses… melainkan Hattusili.

"Helen, sepuluh menit lagi aku akan siap, siapkan saja pakaian ku, tidak perlu memanggil yang lain nya dan hubungi kakak ku saat makan malam nanti."kata nya menyandarkan tubuh nya dan menghela nafas nya.

"Baik,nona."Helen pergi menutup perlahan kamar mandi dan segera melakukan perintah nya

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!