NovelToon NovelToon
Ayah Mertua Mafia Menginginkanku

Ayah Mertua Mafia Menginginkanku

Status: tamat
Genre:Action / Romantis / Mafia / Selingkuh / Menikah dengan Musuhku / Dark Romance / Tamat
Popularitas:59
Nilai: 5
Nama Author: Larissa Marcelle

Dijodohkan dengan putra seorang bos mafia? Fiorella Ferraz, delapan belas tahun, sudah bertekad menolak. Dia diseret dari Berlin ke Sydney untuk pesta pertunangan yang tidak pernah dia inginkan, dan di depan semua orang dia berani berkata: aku tidak mau menikah.

Satu orang tidak terima dibantah. Argo Romanov, bos mafia Australia sekaligus calon mertuanya, pria dingin yang tak pernah ditentang siapa pun. Gadis keras kepala itu langsung dia tahan di rumahnya, "sampai tahu aturan".

Namun semakin sering mereka bertengkar, semakin sulit Fiorella menjelaskan kenapa tubuhnya bereaksi setiap kali pria itu mendekat. Dan semakin keras Argo berusaha menjauh, semakin ia kehilangan kendali atas dirinya sendiri.

Di tengah peperangan antar mafia, kontrak pernikahan yang membelenggu dua keluarga, dan rahasia yang menunggu terbongkar, siapa yang sebenarnya sedang menaklukkan siapa?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Larissa Marcelle, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

1 - Kurang Ajar dan Pembangkang

"Kurasa sekarang kamu sudah jadi perempuan dewasa, Fiorella," katanya sambil menarik celananya ke atas dengan wajah geram.

"Aku bakal bilang ke ayahku kalau kamu memaksaku." Kata-kata itu meluncur begitu saja di tengah amarah, padahal itu bohong. Aku menginginkannya sama besarnya seperti dia menginginkanku.

Argo melangkah ke lemari, membuka sebuah kotak, lalu mengarahkan revolver ke arahku.

"Ulangi apa yang tadi kamu bilang!" Dasar malang, dia kira todongan pistol ke kepalaku bisa membuatku ciut. Jadi aku mengulanginya. "Aku bilang, aku akan lapor..." Dia mengokang pistolnya, dan aku tersentak kaget.

* * *

...AUSTRALIA - SYDNEY...

...ARGO ROMANOV...

Argo Romanov, bos mafia sekaligus kepala keluarga Romanov. Aku sudah menikah dua puluh tahun dengan Loretha Romanov dan punya seorang putra, Jared. Sejak mendiang mertuaku meninggal, akulah yang memegang kendali bisnisnya dan memimpin pasar gelap dengan tangan besi.

Demi memperkuat hubungan kami di luar negeri, aku membuat kesepakatan dengan Adalberto Ferraz: kontrak pernikahan antara putrinya dan putraku. Kalau pernikahan ini dipaksakan, aku tidak peduli. Semuanya harus berjalan menurut caraku. Aku tahu apa yang terbaik untuk keluarga dan bisnis kami. Bertahun-tahun aku memimpin bisnis ilegal kejahatan terorganisasi, dan semua yang kutangani selalu berhasil.

Aku tidak suka dihalangi. Sebagai ayah dan suami, aku keras. Aku menikah muda, dan sejak itu tidak pernah menyentuh perempuan lain. Aku mencintai istriku dan hanya dia yang ada di mataku.

Terdengar ketukan di pintu, dan aku menyuruh masuk. Giasone, tangan kananku, orang yang kupercaya mengerjakan semua pekerjaan kotor. Kuletakkan cerutuku di asbak dan kuminta dia bicara.

"Bos, anak buah kita melapor bahwa keluarga Ferraz sudah naik pesawat beberapa jam lalu."

"Tenang saja, Kawan. Pernikahan putraku dengan gadis kecil itu sudah dekat. Mereka datang untuk meneguhkan kesepakatan kita dan menghadiri pesta pertunangan. Aku mau semua anak buah siaga. Aku tidak percaya pada pria itu, pada putranya, apalagi pada anak perempuannya."

Dia mengangguk dan keluar, membukakan pintu untuk istriku, Loretha. Dia berjalan seperti seorang ratu, lalu menghampiriku.

"Kamu di sini, Loretha?" Dia duduk di pangkuanku dan memujiku.

"Idemu menikahkan Jared dengan putri keluarga Ferraz itu luar biasa, seperti semua yang kamu lakukan, Sayang."

"Terima kasih, Loretha."

Istriku mengeluarkan selembar foto yang dicetak di kertas A4 dan meletakkannya di mejaku. Aku menatapnya bingung, lalu membuka lipatan kertas itu. Fotonya tampak seorang gadis yang diambil dari kejauhan, kemungkinan besar oleh salah satu mata-mata kami.

"Siapa dia?" tanyaku tanpa mengalihkan mata dari foto itu.

"Fiorella Ferraz, tunangan putra kita."

Kuperhatikan baik-baik foto hitam putih itu. Gadis ini masih sangat muda. Aku tahu dia baru berusia delapan belas tahun, kabar itu kuterima lewat surel dari ayahnya sendiri. Kesepakatannya, mereka bertunangan dulu dan menikah setelah gadis itu dewasa. Meski sudah delapan belas, wajahnya masih seperti enam belas. Tetap saja aku tidak bisa tidak memperhatikannya. Dia gadis yang sangat cantik.

"Argo!" Loretha menarik wajahku dengan tangannya sampai mata kami bertemu. "Dia cantik. Jared pasti suka."

"Kalaupun tidak suka, Loretha, dia tidak punya hak memilih." Aku mengernyit. "Anak kita sudah dua puluh tahun, kesabaranku sudah lebih dari cukup. Dia menikah, atau kucoret dari warisan."

...JARED ROMANOV...

Rupanya si tua bangka itu, bokap gue, udah berbaik hati nyariin cewek buat gue. Gue nggak pernah setuju sama lelucon ini. Prinsip gue dari dulu: ambil, nikmati, lanjut ke cewek berikutnya yang mau berlutut di kaki gue. Gue seorang Romanov, gue yang bakal pegang semua ini, dan, bukannya sombong, gue bukan cowok yang bisa dibuang gitu aja.

Bokap gue itu nyebelin, mentang-mentang ngerasa pemilik dunia. Nyokap gue beda banget, manis banget meski nikahnya sama orang pahit. Tapi dia nggak pernah berani cari gara-gara sama Argo. Argo yang merintah, dia yang nurut. Loretha, perempuan penurut yang begitu dicintai Argo.

Biarpun gue nggak mau nikah sama cewek semuda dan sepolos itu, ide ngerasain perawan memang lumayan menggoda.

Gue masuk ke ruang kerja bokap tanpa ngetuk. Dia menatap gue seolah gue baru aja melakukan hal paling mengerikan sedunia.

"Kalau ada pintu, itu untuk diketuk, Nak!"

"Lagi nonton bokep, ya?" ejek gue. "Kenapa kaget pas gue masuk?" Bokap narik napas dalam-dalam dan milih nggak berdebat. Gue mendekati meja dan melihat selembar kertas A4 terbuka. "Cewek ini siapa?"

"Tunanganmu."

"Salah besar kalau Papa kira gue mau nikahin cewek perawan."

"Kamu tidak punya pilihan, Jared. Ini demi kebaikan kerajaan yang suatu hari akan kamu warisi."

"Cariin cewek lain, Pa, asal jangan perawan."

"DIAM!" Dia menggebrak meja. "Cukup dengan hidup berandalanmu. Mereka tiba beberapa jam lagi, aku mau kamu ada di sini."

"Tapi kenapa dia? Jelasin aja satu itu."

"Dia putri tunggal Ferraz, Jared. Ayahnya wakil bos Mafia Jerman, dan aku butuh sekutu di sana."

"Udah gue duga, semuanya demi kalian."

"Demi kita, Nak. Dan berusahalah jadi laki-laki. Aku mau kamu tampil rapi, mereka sudah hampir sampai."

Gue nyengir sinis lalu keluar dari ruangan. Kontrak bego ini bakal gue hancurin. Gue bakal bikin malu, dan "mertua" gue itu pasti langsung batal nyerahin anaknya ke gue.

...JERMAN - BERLIN...

...FIORELLA FERRAZ...

Aku Fiorella Ferraz, dan aku benci kenyataan bahwa aku lahir di keluarga mafia ini. Ayahku wakil bos sebuah mafia, dan demi menyelamatkan kerajaannya, dia menandatangani kontrak pernikahan dengan Argo Romanov. Sudah dua tahun aku dijodohkan dengan putranya yang sok "playboy", Jared Romanov. Sekarang, setelah umurku delapan belas, aku diseret sampai ke Australia untuk merayakan pesta pertunangan.

Aku masih perawan dan belum pernah disentuh laki-laki mana pun. Mungkin aku harus berterima kasih pada ayahku, yang selalu mengurungku di "kastil" tempat kami tinggal. Selama bertahun-tahun, aku tidak pernah merasa menginginkan atau membutuhkan apa pun untuk memuaskan diri. Tapi tubuhku mulai berubah. Kemarin, saat tanpa sengaja melihat adegan seks di sebuah film, aku merasa ingin menyentuh diriku sendiri. Tubuhku bereaksi saat itu juga, dan itu pengalaman pertama bagiku. Aku menyukainya.

Dan mengetahui bahwa aku menikah, bahwa aku dijual, hanya karena aku suci, membuatku ingin menyerahkan diri pada siapa saja, asal kontrak konyol ini batal. Tapi bukan itu mimpiku. Mimpiku bukan menikah dengan orang yang belum pernah kulihat, bukan menikah tanpa cinta, dan terutama bukan dengan anak laki-laki dari keluarga mafia.

Aku ingin bertemu seseorang yang lembut, romantis, pria tampan yang bisa kupercaya dan di sisinya hidupku tidak terancam.

Kami berada di jet pribadi Papa, terbang langsung ke sarang singa. Sudah berjam-jam kami mengudara. Aku akan bertemu calon suamiku dan orang tuanya. Aku juga sedang menyiapkan kejutan untuk Papa tersayang. Di depan para mafia terkutuk itu, aku akan menolak pernikahan ini. Aku yakin mereka tidak akan sudi menerimaku sebagai menantu setelah kejutan yang kusiapkan.

"Perbaiki wajahmu, Fiorella, kita tidak sedang menuju pemakaman."

"Bagi Papa kita pergi menyelamatkan uang Papa, kan? Tapi bagiku ini pemakamanku sendiri."

"Kamu masih beruntung, Fiorella." Kakakku ikut bicara, dan aku memutar bola mata dengan sebal. "Kamu akan menikah dengan Jared, tak kurang tak lebih, pewaris keluarga Romanov."

"Anak ini tidak tahu terima kasih, Jonah."

Jonah Ferraz kakakku, dua puluh lima tahun, dan menjilat tanah yang diinjak Papa. Dia beruntung, sejak dulu bebas, punya apa pun yang dia mau, dan tidak pernah hidup terkurung sepertiku. Perempuan di keluargaku adalah budak pernikahan kontrak.

Jonah sudah memegang sebagian besar bisnis keluarga kami. Dia kakak yang baik, tidak pernah melakukan apa pun yang merusak hubungan kami. Tapi aku kesal setengah mati melihat caranya membela semua yang Papa lakukan dan katakan.

Aku gelisah sekali di pesawat ini. Untung kami pulang besok. Hari ini cuma untuk berkenalan dengan keluarga Romanov dan menghadiri pesta pertunangan.

Kami mendarat, bukan di bandara biasa tempat orang-orang biasa turun dari perjalanan, melainkan di landasan terpencil jauh dari kota. Aku mendekat ke jendela dan melihat di depan sana pria-pria berpakaian hitam.

"Siapa mereka, Pa?"

"Orang-orang calon mertuamu." Jonah yang menjawab, sengaja ingin membuatku kesal.

Mereka mengenakan setelan hitam dan menggenggam senjata otomatis. Aku tidak pernah mau jadi bagian dari dunia ini. Kenapa Mama meninggalkanku sendirian dengan dua orang ini?

Kami masuk ke mobil berkaca gelap, aku, Papa, kakakku, dan para pria bersenjata itu. Di dalam mobil mereka membicarakan hal-hal mengerikan, hal-hal ilegal, kesepakatan dengan milisi, semua yang kubenci.

* * *

"Kalian bisa menunggu di sini. Bos saya sedang menyelesaikan rapat."

Kami duduk di ruangan besar dan menunggu calon mertuaku yang terhormat. Aku memeluk pinggang Papa, perasaanku buruk sekali. Para pengawal mereka bertampang jahat. Begitu masuk ke tempat ini, aku memperhatikan semuanya. Mereka kaya raya luar biasa. "Kastil" ini mungkin punya sepuluh kamar. Berlebihan untuk satu pria, satu istri, dan satu anak. Pasti lebih banyak dihuni bandit bersenjata daripada keluarga itu sendiri. Aku jijik pada orang-orang ini.

"Papa, ayo pergi, masih ada waktu. Perasaanku buruk sekali."

"Sayang, sudah terlambat untuk itu. Kamu sudah dipersiapkan untuk saat ini sejak umur enam belas, apa belum cukup waktu untuk membiasakan diri?" Papa mengusap lenganku yang melingkar di pinggangnya. Jonah berdiri, sibuk memeriksa minuman di rak ruangan. "Tapi, Pa..."

"Papa tidak mau dengar omong kosong, Fiorella. Jangan sampai kamu bersuara. Papa tidak mau mendengar suaramu saat Argo ada di sini."

Aku melepaskan lenganku dari pinggangnya dan berdiri menghadapnya.

"Aku tidak akan setuju, Papa. Papa menjualku kepada..." Aku berhenti bicara saat terdengar bunyi pintu terbuka. Kami bertiga menoleh. Papa langsung berdiri.

...ARGO ROMANOV...

Aku harus meninggalkan rapat bisnis penting begitu mendengar Adalberto Ferraz dan anak-anaknya sudah tiba. Kutelepon istriku dan kusuruh dia membawa Jared untuk bertemu calon istrinya.

Ketika mendekati pintu, aku mendengar suara lembut sekaligus menjengkelkan. Seorang gadis, menentang ayahnya dan perintahnya. Aku membuka pintu dan masuk. Gadis pemberontak itu kuabaikan, aku menyapa Adalberto Ferraz lebih dulu.

"Ferraz, kawanku, senang bertemu lagi denganmu." Kujabat tangannya.

"Argo, suatu kehormatan berada di sini untuk meneguhkan kesepakatan kita."

"Kulihat kamu pria yang menepati janji, aku menghargai itu."

"Ini anak-anakku. Jonah Ferraz." Kujabat tangan Jonah. "Anak ini cekatan dalam pekerjaannya, tidak pernah membuatku kecewa."

"Aku berharap putraku juga bisa memberiku kebahagiaan."

"Dan ini Fiorella Ferraz, putri kecilku." Begitu dia memperkenalkan putrinya, mau tak mau aku harus menyapanya juga. Aku maju dua langkah dan mengulurkan tangan. Aku harus menunggu seabad sampai dia bergerak membalas jabat tanganku. Gadis itu tampak murka pada keadaan ini, tapi tidak lebih dari aku. Sikap anak ini membuatku naik darah. Saat tangan mungilnya menyentuh tanganku, kurasakan dia gemetar. Kutarik lenganku dan berjalan ke meja.

"Silakan duduk, kalian bertiga." Suaraku kasar saat menyuruh mereka duduk. Aku menelepon dapur dan meminta mereka membawakan makanan.

Adalberto dan putranya duduk, gadis itu tetap berdiri.

"Silakan duduk, Nona...?"

"Fiorella," jawabnya. "Aku baik-baik saja berdiri."

Kata-katanya mengirim sengatan ke dadaku. Aku benci ditantang, dan ini jelas tantangan. Dia melanggar perintah langsungku.

"Kusuruh kamu duduk, Fiorella." Suaraku menggeram, kuulangi perintah itu. Dia akhirnya duduk di samping ayahnya dengan susah payah.

Anak ini tidak pernah kena tampar waktu kecil. Kurang ajar dan suka membangkang. Kalau dia kira dia bisa melangkahi perintahku, dia salah besar. Barbie ini akan merasakan racunnya sendiri. Dan aku sudah tahu persis apa yang akan kulakukan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!