Sebuah pernikahan yang begitu megah, suatu hal yang selama ini diimpikan oleh Devina, tiba-tiba dihancur begitu saja oleh seseorang yang selama ini sangat dia benci.
Bukan hanya pernikahannya, tapi perusahaan keluarganya pun mengalami kehancuran.
"Aku sanggup membuat perusahaan ayahmu kembali berjalan, tapi dengan satu syarat, kamu harus menikah denganku!"
Itulah yang diucapkan oleh Abian Pratama, seorang CEO dingin dan kejam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DF_14, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12
"Maafkan aku, El. Aku gak bisa menikah denganmu," ucap Devina dengan mata berkaca-kaca.
Saat ini mereka berdua sedang berbicara empat mata di halaman belakang rumah sakit.
Eliano nampak terkejut mendengar pernyataan itu. "Maksudmu apa, Dev? Apa kamu tidak mencintaiku lagi?"
Devina menggelengkan kepalanya. "Bukan begitu. Tapi..."
Eliano memotong perkataan Devina. "Atau mungkin... kamu memutuskan untuk menerima lamaran dari Abian?"
Devina hanya diam, sambil menundukkan kepalanya, seolah pertanda bahwa dia mengiyakan pertanyaan darinya.
Tentu saja Eliano tidak terima. "Aku tahu kamu sedang memikirkan nasib perusahaan Buana, tapi bukan berarti kamu harus menikah dengan pria brengsek itu. Kamu tahu sendiri kan kelakuan bejat dia di sekolah? Apa kamu mau hidup bersama dengan pria arogan dan kejam seperti dia?"
Devina menitikan air matanya. "Tapi aku tidak punya pilihan lain. Ini demi kesembuhan papaku."
Devina sudah putus asa, tidak ada yang bisa menyelamatkan perusahaan Buana selain Abian. Karena dengan kekuasaannya, Abian mampu membuat orang-orang ketakutan untuk menerima tawaran kerjasama darinya. Jika perusahaan Buana hancur, pasti kondisi ayahnya akan semakin memburuk.
Mata Eliano berkaca-kaca. "Lalu bagaimana denganku? Selama ini aku selalu setia sama kamu. Ternyata perjuangan aku untuk menunggu kamu sia-sia, Dev."
Awalnya, dia mendekati Devina memang karena disuruh oleh Jihan. Tapi... sepertinya dia telah termakan permainannya sendiri, dia benar-benar jatuh cinta pada gadis itu. Karena itu, dia sangat tidak terima jika Devina menikah dengan pria lain, apalagi dengan Abian.
Devina sangat merasa bersalah pada Eliano. "Sekali lagi, maafkan aku, El."
Setelah berkata begitu, Devina memutuskan untuk pergi meninggalkan Eliano sendirian.
Eliano hanya bisa mengepalkan tangannya. Matanya berkilat dingin, penuh kebencian. "Abian, rupanya kamu ingin menentangku. Aku pastikan kamu akan menyesal sudah merebut Devina dariku."
...****************...
Di dalam mobil, Devina hanya bisa menangis sesegukan. Ternyata, impiannya untuk menikah bersama Eliano harus kandas. Kini, dia terpaksa harus menerima lamaran dari pria arogan itu, demi kesembuhan ayahnya dan demi menyelamatkan perusahaan Buana.
Setelah perasaannya sedikit lebih tenang, dia segera mengeluarkan ponsel, lalu mengetik pesan singkat untuk Abian.
[Oke, untuk saat ini kamu menang. Dengan terpaksa, aku bersedia menikah denganmu. Apa kamu sudah puas?]
...****************...
Setelah mendapatkan pesan dari Devina, Abian pun tersenyum penuh kemenangan.
"Aku bilang apa, Devina pasti akan menerima lamaranku," ucapnya dengan nada puas.
Reyhan hanya bisa menghela nafas panjang. "Tapi ingat baik-baik, Bian. Jangan sampai termakan oleh permainan kamu sendiri."
Abian tersenyum dingin. "Kamu tidak perlu khawatir. Aku bukan orang yang gampang jatuh cinta. Apalagi orang yang aku nikahi itu Devina, gadis yang selalu membuatku kesal di sekolah."
Apa yang dikatakan oleh Abian memang benar. Dia bukanlah orang yang gampang jatuh cinta. Selama ini sudah ada banyak wanita yang datang mendekatinya, tapi dia selalu bersikap dingin pada mereka. Apalagi Devina, musuh bebuyutannya.
Abian pun tersenyum smirk. Dia berkata di dalam hati. "Oke, permainan dimulai. Aku ingin kamu juga merasakan bagaimana rasanya kehilangan orang yang kamu cintai, Eliano. Itu yang aku rasakan saat aku kehilangan Fanny untuk selamanya. Dan aku akan menjebloskan kamu ke penjara."
Meskipun Abian merasa hidupnya pasti akan mulai dibuat tidak tenang dengan kehadiran Devina. Dia masih ingat, bagaimana cerewetnya Devina saat di sekolah, selalu membuat kupingnya terasa panas. Anggap saja itu sebagai ujian untuk sementara waktu.
Caper pada murid baru 🤦...
Dasar "kamitetep" 🙊😅😅😅😅....
Terlebih saat itu dirimu masih newbie, belum tahu sepenuhnya sikon di sekolah barumu...
Tentu ada alasannya mengapa Abian bersikap begitu...
Cinta pertama Abian yaa dirimu sayang /Drool/...
Ihiiiirr ternyata asmara berkedok musuh xixixi 😅😅😅😅...
Tapi naas sungguh malang nasib asmaranya Abian kala itu, dirimu malah tersepona pada Eliano /Sob/..
pasti elian cuma ngaku2 doang....😡