NovelToon NovelToon
Salah Balas Dendam

Salah Balas Dendam

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Pengantin Pengganti
Popularitas:23.7k
Nilai: 5
Nama Author: CovieVy

Dea, alias Althea Twina Darmawan, tumbuh sebagai anak angkat yang kehilangan kasih sayang setelah ibu angkatnya melahirkan anak kandung. Terbiasa disalahkan, ia memilih mengabdikan hidupnya sebagai dokter.

Namun, hidupnya berubah ketika Linjaryani, calon istri Elden Zarreti, seorang tuan tanah kaya raya yang dingin dan berkuasa, meninggal secara misterius. Dea dijadikan kambing hitam, sementara Elden, dibutakan dendam, menghukumnya tanpa mencari kebenaran.

Pernikahan paksa dan perlakuan kejam Elden meninggalkan luka mendalam dalam diri Dea. Ketika bukti baru mengungkap pengkhianatan di balik kematian Linjaryani, Elden menyadari kesalahannya.

Mampukah ia menebus kehancuran yang diciptakannya, atau kebencian Dea telah menutup pintu maaf selamanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CovieVy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 20. Apa Kamu Memiliki Istri?

Dokter itu kembali mengecek hasil pemeriksaan Elden, mulai dari tekanan darah hingga rekam jantungnya. Sesekali ia mengernyit, seolah berusaha menemukan sesuatu yang bisa saja terlewatkan.

Sementara itu, Elden duduk dengan wajah masam. Semenjak tadi, ia harus menjelaskan berbagai keluhan yang dialaminya selama lebih dari seminggu.

Mual setiap pagi, muntah tanpa sebab yang jelas, kehilangan nafsu makan, bahkan perubahan selera terhadap makanan yang biasanya ia sukai.

Namun, semakin lama pemeriksaan berlangsung, semakin tidak puas pula raut wajahnya. Hasilnya tak kunjung dijelaskan oleh dokter yang ada di hadapannya.

“Jadi, sebenarnya saya sakit apa, Dok?” tanyanya akhirnya.

Dokter meletakkan berkas pemeriksaan tadi di atas meja.

“Sejauh ini, saya belum menemukan kelainan yang bisa menjelaskan seluruh keluhan Anda. Hasil pemeriksaan awal juga tidak menunjukkan masalah yang jelas. Namun, kalau keluhannya berlanjut, kita tetap perlu melakukan pemeriksaan lanjutan.”

Elden mengembuskan napas kasar. “Luar biasa. Saya datang ke rumah sakit untuk mencari tahu penyakit saya, tetapi justru pulang tanpa jawaban.”

“Setidaknya, belum ada tanda bahaya yang harus diwaspadai saat dilakukan pemeriksaan awal,” jelas dokter itu tenang. “Namun, saya ingin menanyakan beberapa hal lagi.”

“Apa?”

“Apakah Anda memiliki istri?”

Elden baru saja hendak menjawab. Tetapi sang adik, Ellea yang lebih dahulu menyahut.

“Kakak saya pernah menikah, Dok. Tapi pernikahannya singkat sekali.”

Elden menoleh tajam. “Siapa yang bertanya padamu?”

Ellea mengangkat kedua bahu, sama sekali tidak merasa bersalah. “Dokternya, Kak. Aku hanya membantumu menjawab pertanyaan.”

“Aku masih punya mulut.”

“Syukurlah. Kukira sudah ikut hilang bersama pernikahanmu.”

“Ellea!”

“Baik, baik. Aku diam.” Ellea menutup mulutnya, tetapi senyum jahil di wajahnya sama sekali tak membantu meredakan kekesalan Elden.

Dokter itu berdeham kecil, berusaha mengembalikan percakapan ke jalurnya.

“Kalau begitu, saya perlu bertanya sesuatu yang sedikit lebih pribadi. Apakah Anda pernah melakukan hubungan seksual dengan istri Anda?”

Elden langsung menegang. Namun, ia melirik sang adik. Rasanya, tak mungkin ia mengatakan di depan adiknya, dan tentu saja ia takut pada reaski adiknya. Lebih lagi jika malah bocor sampai ke rumah.

Namun ternyata, Ellea mengangkat tangan seolah sedang mengikuti pelajaran di kelas. “Menurutku belum, Dok.”

Elden memejamkan mata sejenak. Kesabarannya benar-benar sedang diuji. “Dan dari mana kau mengambil kesimpulan itu?” desisnya.

“Karena Kakak pulang pada malam pengantin itu juga.” Ellea memiringkan kepala, berpura-pura berpikir keras. “Jadi, aku rasa Kakak belum sempat melakukan apa-apa.”

Ia berhenti sebentar, lalu melirik kakaknya dari sudut mata. “Kecuali Kakak jajan di luar.”

“ELLEA!”

Bentakan Elden membuat Ellea spontan menjauh sedikit dari kursinya.

“Apa? Aku cuma bilang kecuali! Bukan berarti aku menuduhmu melakukannya!”

“Aku bukan pria seperti itu!”

“Ya, siapa tahu?” Ellea membela diri. “Aku kan tidak mengikutimu ke mana-mana selama dua puluh empat jam.”

Rahang Elden mengeras. Kalau bukan karena mereka sedang berada di ruang pemeriksaan, mungkin sudah sejak tadi ia menyeret adiknya keluar.

Dokter itu mengusap dagunya, tampak semakin kebingungan. Ia kembali melihat hasil pemeriksaan, lalu menatap Elden dengan ekspresi yang sulit diartikan.

“Ini memang cukup aneh.”

“Apa yang aneh?” tanya Elden ketus.

“Keluhan Anda mengingatkan saya pada kondisi yang kadang disebut Couvade syndrome, alias sindrom kehamilan simpatik. Pada sebagian pria, juga ikut merasakan keadaan pasangan yang sedang hamil. Ia juga akan mengalami keluhan seperti mual, muntah, perubahan nafsu makan, dan kelelahan.”

Elden terdiam sejenak, lalu menelan saliva. Beberapa detik kemudian, ia menatap dokter itu seolah baru saja mendengar sesuatu yang sangat tidak masuk akal.

“Jadi, dokter mengatakan bahwa saya mengalami gejala kehamilan?”

“Bukan berarti itu diagnosis Anda,” jawab dokter segera.

“Saya hanya menyebutkan salah satu kemungkinan yang menyerupai keluhan Anda. Kita belum bisa memastikan penyebabnya, terlebih Anda belum memberikan informasi yang cukup mengenai kemungkinan tersebut.”

Ellea perlahan menoleh kepada kakaknya. Lalu beralih menatap dokter. Kemudian kembali menatap kakaknya. Senyum di bibirnya tumbuh sedikit demi sedikit.

“Jangan,” ancam Elden sebelum adiknya sempat membuka mulut.

“Aku belum mengatakan apa-apa.”

“Wajahmu sudah berisik.”

Ellea menggigit bibir, berusaha keras menahan tawanya. “Jadi, kalau Kakak memang belum pernah melakukan hubungan dengan Dea, berarti kemungkinan itu tidak ada hubungannya dengan dia, kan, Dok?”

“Secara umum, kondisi tersebut dikaitkan dengan kehamilan pasangan. Namun, saya tidak bisa menyimpulkan apa pun mengenai penyebab keluhan kakak Anda dari informasi ini saja.”

“Cukup,” potong Elden. Ia berdiri, merapikan kemejanya dengan gerakan kasar. “Aku bukan pria yang hamil, dan aku tidak mau membahas hal konyol ini lagi.”

Dokter mengangguk, tidak memaksanya melanjutkan percakapan.

“Baik. Tetapi, jika nyeri dada atau sesak napas kembali terjadi, jangan diabaikan. Segera cari pertolongan medis.”

Elden hanya menjawab dengan anggukan singkat sebelum keluar dari ruangan.

Ellea menyusul sambil menundukkan kepala, menyembunyikan senyum yang sejak tadi sulit dikendalikan.

“Kak,” panggilnya ketika mereka berjalan menyusuri koridor.

“Apa lagi?”

“Kalau suatu hari nanti ternyata Kakak benar-benar mengalami—”

“Jika berani menambah satu kata lagi, aku akan pastikan kamu pulang jalan kaki,” ancam sang kakak.

Ellea langsung mengatupkan bibir.

Namun, di dalam hatinya, ia sudah menyimpan bahan ejekan baru untuk dibawa pulang.

Mereka hampir sampai di area parkir, tetapi langkah Elden mendadak melambat.

Hal ini dikarenakan dari arah koridor samping, terdengar suara seorang perempuan. Nada bicaranya rendah, tetapi penuh kebencian.

Perempuan itu sedang berbicara melalui telepon genggam sambil berdiri di dekat pintu menuju area staf.

“ Sial sekali. Dea itu selalu saja beruntung.”

Elden berhenti.

*bersambung*

1
Mia Camelia
lanjut thor😁
MomyWa
udah aku kasih thor ttp smngay
Safira Aurora
ellea ttp lah membuat elden pusing 😂
Aku Rajin Membaca: karena kepusingan elden adalah hiburan buat kita 🤭
total 1 replies
Safira Aurora
oke, nanti aku tontonin
Safira Aurora
dipikir2 dulu yah
MomyWa
pusing kan elden, mau bersama dia aja terasa sulit
Aku Rajin Membaca
walah, syukurlaaah
Aku Rajin Membaca
hmmmm gimana ni aksi anak buah alvara
Sri Widiyarti
dah dkasih vote semangat up-nya...
Aku Rajin Membaca
nah loh, gak bisa mereka
Dini Anggraini
Kakak tolong jangan buat pembaca bingung dea bilang dea bila alvara bilang alvara jadi bisa di bedakan kenapa dea gak langsung di ajak alvara kembali ke rumahnya ya takutnya Stella nanti operasi plastik wajahnya semirip mungkin dea dan ngaku2 anak orang kaya kembaran alvara q gak suka kak kasihan dari kecil dea sudah menderita sejak ortu angkatnya punya anak kandung dea di telantarkan. 😡
SoVay: maksudnya kak? 🤣
total 1 replies
Esther
Ayo Elden selamatkan Dea.
Ingat Dea sedang mengandung anakmu
mery harwati
Alvara tidak menyediakan bodyguard bayangan bwt saudara kembarnya kah?
Aneh klo tidak dipantau & dilindungi bodyguard bayangan keluarga, ceroboh !!
Aku Rajin Membaca: harusnya biarin authornya dulu, kan suka2 author mau nulis
total 1 replies
Esther
Ternyata Stella keponakan Josep.
Dan Josep berusaha melindungi Stella.
Yang pasti...kali ini Dea tidak akan tinggal diam.
Esther
lho lho....mencurigakan nih direktur Josep.
Jangan2 ada main dia dengan Stella
MomyWa
kalau bagian ini kangen sama naga dan bonar eta teh 🤣
Safira Aurora
buruan up lg
Safira Aurora
berhasil marathon aku thor
Aidil Kenzie Zie
nggak sadar juga si jalang 😡😡😡😡
Haryanti10
dikit amat sih thor KLO up,☹️☹️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!