NovelToon NovelToon
Mafioso Tercinta

Mafioso Tercinta

Status: tamat
Genre:Mafia / Romansa-Solidifikasi tingkat sosial / Tamat
Popularitas:441
Nilai: 5
Nama Author: jojo0609

Satu malam. Satu keputusan nekat. Dan hidup Samara berubah selamanya.

Samara Navira hanyalah resepsionis hotel biasa—yatim piatu yang bertahan hidup dengan tenang, menjauh dari masalah. Sampai suatu malam seorang pria asing berlumur darah menggedor jendela mobilnya dan memaksanya menyetir menembus gelap. Pria itu adalah Adam Darmawan: dingin, mematikan, dan ditakuti seluruh dunia hitam. Seorang bos mafia yang baru saja dikhianati kekasihnya sendiri.

Seharusnya Samara pergi begitu saja. Tapi begitu ia menyelamatkan nyawa Adam, ia ikut terseret ke dunianya—dunia penuh senjata, dendam, pengkhianatan, dan kekuasaan yang tak mengenal ampun. Dunia tempat musuh-musuh Adam kini juga memburunya.

Adam tak pernah membiarkan siapa pun mendekat. Tapi perempuan keras kepala yang menolak tunduk padanya ini membangkitkan sesuatu yang ia kira sudah mati: keinginan untuk melindungi, untuk memiliki, untuk mencintai. Dan begitu sang mafioso menjatuhkan hatinya, ia takkan pernah melepaskannya.

Di antara peluru dan gairah, antara bahaya dan hasrat—apakah cinta bisa bertahan di dunia yang dibangun di atas darah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jojo0609, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tujuan yang Sama

Samara selesai membersihkan kekacauan di kamar mandi. Kemeja yang masih ternoda darah tergeletak di atas keranjang. Ia akan membakarnya nanti, ia tak mau ada barang seperti itu di tempat sampahnya, sebab bisa menyeretnya ke masalah lain. Ia berusaha tak lagi memikirkannya. Saat ini ia hanya ingin mandi lalu beristirahat.

Ia mengisi bak mandi dengan garam mandi. Airnya hangat, persis sesuai seleranya. Ia melepas seluruh pakaiannya dan masuk ke dalam, merasakan air membungkus tubuhnya bagai pelukan yang menenangkan.

Meski berusaha bersantai, pikirannya tak lepas dari lelaki itu. Ia membayangkan betapa surealnya semua ini. Dulu hidupnya tenang, satu-satunya masalahnya hanya membayar tagihan dan kehidupan asmaranya yang berantakan. Kini ia terjebak dalam kekacauan yang tampaknya jauh lebih besar daripada masalah kecil soal uang dan cinta.

Yang berputar di kepalanya adalah kenyataan bahwa, selain masalah-masalah biasanya, kini ia bahkan mungkin sudah terseret ke dalam dunia mafia. Itu sudah terlalu berat baginya. Ia merasa bisa gila kalau terus memikirkannya.

Ia menenggelamkan diri ke dalam air selama beberapa detik. Ia ingin semuanya lenyap dari pikirannya, kegaduhan benaknya, ia ingin semuanya sunyi sepenuhnya.

Setelah beberapa detik terendam, Samara mengangkat kepala, menyelesaikan mandinya, mengeringkan rambut, dan mencoba tidur, meski ia tahu pagi itu ia takkan bisa memejamkan mata.

Di klinik, Andra baru saja tiba ketika dr. Karel menceritakan dan menyampaikan informasi tentang kondisi kesehatan Adam.

"Jadi, dokter, bagaimana keadaan saudaraku?" tanya Andra tergesa-gesa.

"Tanda-tanda vitalnya stabil. Lukanya memang mulai benar-benar meradang. Makin lama proyektil tertinggal di dalam tubuh, makin buruk keadaannya," jelas dr. Karel.

"Boleh kami menemuinya?" Kaio ingin memastikan sendiri keadaan sahabatnya dari dekat.

"Saat ini dia dalam pengaruh obat bius, kalian belum bisa mengajaknya bicara sekarang. Tapi dia sudah di kamarnya, kalian boleh menjenguknya."

dr. Karel keluar, dan keduanya menuju kamar. Mereka perlu melihat langsung keadaan Adam. Bagi Kaio, Adam bukan cuma bos, tapi juga sahabat karib.

Adam terhubung ke sejumlah alat pemantau sebagai tindakan pencegahan. Ia bernapas tanpa bantuan, bahkan tampak tenang saat itu.

"Sekarang jelaskan apa yang terjadi," Andra mendesaknya.

"Aku tak bersamanya saat kejadian. Aku meninggalkannya di apartemen Sabrina. Katanya mereka mau merayakan sesuatu."

"Dia tahu punya banyak musuh, tapi tetap keras kepala pergi sendirian," ucap Andra jengkel.

"Saudaramu jago pakai senjata dan tangan kosong, kamu tahu itu. Dugaanku dia terjebak perangkap. Menangkapnya hanya mungkin kalau dia sedang lengah."

Kecurigaan Kaio tertuju pada Sabrina. Ia tak pernah menyukai perempuan itu. Beberapa kali ia melihatnya bersikap kasar pada para pegawai, tapi di depan Adam ia berlagak manis dan lembut.

"Bagaimana kamu tahu kejadiannya seperti itu?"

"Seorang perempuan meneleponku dari ponsel Adam. Katanya Adam mendekatinya di jalan dan meminta diantar ke rumahnya. Perempuan itu yang membantu mengeluarkan peluru. Waktu aku sampai, Adam sudah tak sadarkan diri," Kaio terus memaparkan rincian yang ia ketahui.

"Kamu tahu siapa perempuan itu?"

"Tidak, tapi aku sudah kepikiran menelepon Mikael dan memberinya apa yang kupunya tentang perempuan itu. Aku akan minta dia mencari tahu segala hal yang bisa didapat. Aku yakin Adam akan mau tahu semua hal soal perempuan ini begitu dia sadar."

"Baik, lakukan. Kalau mau, kamu boleh pergi dan mengerjakan yang tadi kamu bilang. Tinggalkan dua atau tiga orang berpakaian sipil di klinik. Aku akan tetap di sini sepanjang sisa malam ini. Besok pagi kamu kembali, dan aku pulang ke rumah untuk memberi tahu Sofia."

Kaio setuju lalu keluar untuk menjalankan perintah. Ia tahu tak ada gunanya mereka berdua sama-sama berjaga di sana. Ia perlu beristirahat supaya bugar saat Adam sadar, sebab Adam bisa saja meminta mengejar seseorang, dan berada dalam kondisi prima itu penting.

Ia menugaskan orang-orang yang tadi disebut Andra, lalu menelepon Mikael. Sudah dini hari, tapi Kaio tahu Mikael siap menerima panggilan kapan pun, siang maupun malam.

Begitu Mikael menjawab, Kaio langsung mengatakan apa yang ia butuhkan, sambil menekankan urgensinya.

"Aku akan mengirimimu sebuah alamat. Cari tahu segalanya tentang orang yang tinggal di sana, informasi pribadi dan profesional tentang seorang perempuan bernama Samara. Aku tak tahu nama belakangnya."

Mikael langsung menyanggupi untuk memulai penyelidikan. Ia hacker yang andal, belum lagi kemampuannya melacak informasi yang luar biasa.

Satu lagi yang juga tak sabar menanti informasi adalah Oliver. Ia sudah mengirim anak buahnya mencari kabar tentang keberadaan Adam, dan tengah menunggu jawaban.

Ia sedang merokok di depan jendela ketika salah satu anak buahnya masuk ke ruang kerja. Ia sudah menitipkan Sabrina di klinik untuk dijaga, lalu pulang ke rumah karena benci rumah sakit.

"Bos, kami dapat informasi soal pelarian Adam," lapor sang bawahan.

Oliver berbalik dan mengambil iPad dari tangan salah satu anak buahnya. Di layarnya terdapat gambar sebuah mobil, dan Adam yang tengah naik ke dalamnya.

"Kami sudah dapat pelat mobilnya, sedang kami periksa siapa pemiliknya. Tapi dari rekaman CCTV di jalan, yang menyetir adalah seorang perempuan. Semua petunjuk mengarah bahwa Adam bersembunyi di sebuah gang, sebelum lokasi apartemen, lalu mendekati perempuan yang berhenti di lampu merah itu," ia menjelaskan semuanya kepada Oliver.

"Kalau begitu cari tahu siapa sebenarnya perempuan yang menolongnya. Lihat apakah mereka memang sudah saling kenal sebelumnya, atau semuanya cuma kebetulan, dan segera laporkan padaku."

Oliver ingin tahu siapa perempuan yang menolong Adam. Menurutnya, kalau perempuan itu teman musuhnya, ia pun akan menjadi musuhnya.

Hari menjelang pagi, dan Samara tak bisa memejamkan mata. Ia paling banter cuma terlelap setengah jam pagi itu. Karena tak bisa tidur, ia bangkit, membereskan seluruh rumah, bahkan membakar kemejanya di halaman belakang.

Sementara ia sibuk mengurus semua itu, ia tak menyangka bahwa kedua pihak dari kekacauan yang menjeratnya punya tujuan yang sama, mengungkap identitasnya. Kalau saja ia membayangkannya, ia pasti sudah kalang kabut.

Samara bekerja di hotel dengan sistem sif dua belas jam kerja dan tiga puluh enam jam libur. Ia mulai pukul sepuluh pagi dan pulang pukul sepuluh malam, dengan libur di hari berikutnya. Ia benar-benar berharap hari itu menjadi hari liburnya, supaya ia bisa menghabiskan sisa hari untuk tidur. Ia perlu memulihkan diri, karena tubuhnya sangat pegal, belum lagi kelelahan yang ia rasakan akibat semua tekanan yang dialaminya belakangan ini.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!