NovelToon NovelToon
Hate You, Love You

Hate You, Love You

Status: tamat
Genre:One Night Stand / Hamil di luar nikah / Obsesi / Menikah Karena Anak / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 4.9
Nama Author: MeeGorjes

Amara berencana untuk menyusul tunangannya ke Amerika setelah ia selesai menyelesaikan pendidikan pasca sarjananya. Ia dan Danis akan menikah di sana. Danis yang terikat kontrak kerja, tak bisa pulang ke Indonesia hingga Amara lah yang harus pergi ke sana.

Tapi kenyataan tidak sesuai dengan apa yang direncanakan. Amara mengalami malam naas bersama seorang lelaki yang bernama Giovanni Abraham hingga dirinya hamil.

Sebagai anak orang kaya dan dari keluarga terpandang Gio harus menjaga nama baik keluarganya. Ia terpaksa menikah dengan Amara.

"bayi kita menangis Ara, susui dia !!"

"jangan panggil aku, Ara ! dan dia bukan bayi kita, dia anakmu !" balas Amara dengan suara meninggi.

"kecuali... kecuali kamu bisa membayarku dengan harga tinggi, mungkin aku mau untuk melakukannya," lanjut Amara dengan tatapan penuh rasa benci pada lelaki yang saat ini menjadi suaminya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MeeGorjes, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Awal Mula

"Dengan ini, aku mengikatmu dalam cinta. Semoga semua lancar sampai hari bahagia kita tiba," Danis menyematkan sebuah cincin berukir namanya di jari manis kekasihnya. Amara. Ia menatap penuh cinta pada kekasihnya itu.

Gadis itu tersenyum malu-malu, ia sungguh merasa bahagia luar biasa. Ini adalah hari pertunangan dengan sang kekasih yang sudah empat tahun ini menemaninya.

Amara jatuh cinta pada Danis sejak mereka pertama kali bertemu di kampus. Tak menyangka jika Danis pun ternyata merasakan hal yang sama. Tanpa banyak halangan yang berarti, keduanya pun sepakat untuk menjalin kasih.

Danis adalah cinta pertama dan juga terakhir bagi Amara. Empat tahun berlalu, cintanya pada Danis tak pernah berkurang sama sekali. Malah sebaliknya, cinta Amara semakin kuat hingga ia mau menerima pinangan dari lelaki itu.

Padahal Danis harus segera pergi ke luar negeri karena ia mendapatkan tawaran kerja di sana. Sedangkan Amara baru saja diterima di program pasca sarjana yang selalu diimpikannya.

Cinta Danis pada Amara, sama besarnya. Ia sangat memuja kekasihnya itu. Danis bekerja keras untuk mendapatkan karir yang baik karena tak ingin menyengsarakan hidup Amara nanti. Dengan kecerdasan dan kerja kerasnya, Danis mendapatkan pekerjaan di Boston Amerika serikat.

Gaji dan jenjang karir yang ditawarkan tidak main-main, hingga lelaki itu sangat bersyukur saat mendapatkannya. Tapi tentunya kontrak kerjanya pun sangatlah tak mudah. Danis harus bersedia menetap di perusahaan tersebut selama 5 tahun lamanya tanpa diizinkan untuk pulang.

Amara sangat pengertian, ia tahu apa yang Danis dapatkan adalah sesuatu yang laki-laki itu cita-citakan sejak lama. Hingga gadis itu mengizinkannya pergi, dengan perjanjian ia akan menyusulnya ke Amerika setelah kuliah S2- nya selesai.

Danis adalah seorang yatim piatu dari yang tumbuh di panti asuhan. Beruntung bagi Danis karena ia seorang yang sangat cerdas hingga ia bisa bersekolah dengan beasiswa penuh. Bahkan Danis bisa menjadi ketua Badan Eksekutif Mahasiswa di universitas tempatnya kuliah dulu bersama Amara. Dan untuk menghidupi dirinya, Danis bekerja keras. Melakukan banyak pekerjaan yang halal, tak heran jika keahlian yang dimilikinya sangat banyak.

Satu-satunya yang ia miliki di dunia ini hanya Amara. Untuk memantaskan dirinya bersanding dengan gadis itu, susah payah Danis mencari kesempatan kerja yang bisa membawanya ke dalam kesuksesan. Dan ketika Danis mendapatkannya, ia langsung mengikat Amara dengan cara bertunangan dengannya.

Amara menatap cincin yang melingkar di jari manisnya lekat-lekat. Sungguh ia tak menyangka jika dirinya kini bertunangan dengan sang kekasih. "Kamu bahagia ?" Tanya Danis.

Amara mengangguk pelan sambil tersenyum manis. "Sangat...," Jawabnya malu-malu.

Kedua orangtua Amara tersenyum bahagia juga haru. Bahkan sang mama menitikkan air matanya. Ia merasa bahagia anak gadisnya bertunangan dengan lelaki sebaik Danis. Empat tahun berhubungan, Danis bisa menjaga anak gadisnya dengan baik.

"Ayo sekarang kita makan dulu," ajak Mama Amara pada keduanya dan juga para tamu yang hadir di sana. Ada keluarga dekat dan juga beberapa tamu yang datang dari pihak Danis. Mereka adalah teman kuliah dan teman kerja Danis yang dulu.

"Makan seadanya saja ya," kata Mama Amara lagi. Ia memang tak menyiapkan makanan mewah. Maklum Amara pun dari keluarga yang sederhana. Seperti halnya Danis, Amara bisa sekolah hingga jenjang S2 pun karena beasiswa.

***

"Apalagi yang belum di kemas ?" Tanya Amara sembari memasukkan beberapa potong pakaian Danis ke dalam koper. Lelaki itu akan pergi besok pagi dan Amara membantunya berkemas.

"Sepertinya sudah semua," jawab Danis sembari mengusap-usap dagunya. Berpikir apa saja yang harus di bawanya. Saat ini keduanya tengah berada di dalam kamar kost Danis. Setelah acara pertunangan tadi, Amara ikut serta dengan kekasihnya itu untuk membantu Danis bersiap-siap.

"Pasport, visa, dokumen asuransi, dan lainnya sudah ?" Tanya Amara lagi.

"Hmm.. sudah aku masukkan ke dalam tas ransel," jawab Danis sembari menunjukkan sebuah ransel yang ia letakkan di sebelah ranjang.

"Nanti jangan lupa untuk sarapan sebelum kamu pergi bekerja. Minum vitamin, karena mungkin perbedaan iklim dan cuaca akan membuat daya tahan tubuhmu menurun. Hubungi aku jika sempat," ucap Amara dengan bibirnya yang gemetar. Sungguh ia merasa berat untuk berpisah dengan kekasihnya itu.

Danis pun berjongkok, ia samakan tubuhnya dengan Amara yang terduduk di atas lantai. Lalu ia menarik tubuh gadisnya ke dalam pelukan.

"Belum apa-apa aku sudah merindukanmu," Amara berkata lirih dan pundaknya naik turun, menandakan ia tengah menangis hebat.

"Aku pun berat meninggalkanmu, Ara. Tapi ini demi masa depan kita berdua. Dua tahun tidak akan terasa. Kamu belajar yang benar, agar bisa lulus tepat pada waktunya. Di Boston nanti, aku akan mencarikan kamu sebuah pekerjaan yang baik," Danis memeluk erat tubuh kekasihnya itu dan memberikan kata-kata penyemangat. Padahal ia sendiri pun tengah merasakan pergolakan batin yang menyiksa. Berjauhan dengan Amara adalah hal yang sangat berat untuknya.

"Begitu aku lulus, aku akan langsung menyusulmu," ucap Amara lagi.

Danis memgurai pelukannya. Ia amati wajah Amara yang sembab dan hidung memerah karena menangis. Meskipun begitu, Amara terlihat menggemaskan di mata Danis. "Hu'um aku akan menunggumu. Kita akan langsung menikah begitu kamu datang," ucap lelaki itu seraya membenamkan bibirnya di atas bibir Amara dan mengulumnya penuh perasaan.

Amara pejamkan matanya, menikmati ciuman itu dan membalasnya dengan cara yang sama. Danis semakin eratkan pelukannya dan memperdalam ciuman itu.

Amara meremas kaos Danis untuk berpegangan, ciuman itu terasa kian menuntut dan melenakan. Begitu pun Danis yang dengan tak sabaran menggiring Amara ke atas ranjang dan membaringkannya pelan.

"Aku sangat mencintaimu, Ara," gumam Danis di antara ciumannya.

"Akupun Danis, aku mencintaimu," balas Amara saat ciuman mereka terurai beberapa saat.

Naluri Danis sebagai pria dewasa membuat lelaki itu menginginkan Amara seutuhnya. Tak hanya cinta gadis itu saja, tapi ia juga menginginkan lebih dari itu.

Danis merangkak naik dan menindih tubuh Amara. Ia membenamkan kembali bibirnya di atas bibir Amara dan mengulumnya rasa-rasa (penuh perasaan). Nafas kedua memburu terengah-engah. Amara mengerang saat tangan Danis mulai bergerilya di tubuhnya.

"Aku mencintaimu, Ara," ucap Danis berulang kali, memanjakan indra pendengaran Amara. Gadis itu merasa melayang tinggi di awan karena kata-kata cinta dari mulut kekasihnya.

Ciuman Danis merambat turun, menyusuri leher jenjang kekasihnya. Kepala Amara terasa pening dan dadanya berdebar kencang tak karuan karena ini adalah pertama kalinya ia dan Danis melakukan kontak fisik yang begitu intimnya.

Memang ini bukanlah ciuman pertama mereka. Biasanya Amara dan Danis hanya berciuman bibir singkat saja sebagai tanda sayang. Tapi kini berbeda karena suasana hati mereka yang sedang kacau tak karuan akan rencana kepergian Danis.

Amara memejamkan matanya, menikmati ciuman mesra yang Danis berikan di lehernya. Namun, sedetik kemudian matanya membola saat ia rasakan tangan Danis mulai membuka kancing kemeja yang dikenakannya. "Jangan...," Ucap Amara spontan. Dan ia pun menahan laju tangan kekasihnya itu.

Danis pun tersentak, ia kembali ke alam sadarnya. Dengan perlahan ia pun menarik tubuhnya, tak lagi menindih Amara seperti tadi. "Maaf..," ucap Danis pelan. Ia sungguh merasa malu karena hampir saja melakukan hal yang tak bermoral pada gadis yang sangat dicintainya itu.

"Maafkan aku, Ara..," ucapnya lagi penuh penyesalan. "Seharusnya aku menjagamu, bukan merusakmu,"

Amara pun bangkit seraya membenahi pakaiannya yang kusut. "Ti- tidak semua salahmu, Danis. A- aku pun bersalah karena ikut terhanyut," ucap Amara sembari tundukkan kepalanya malu.

"Kita harus menahannya selama dua tahun. Aku akan menunggumu di sana," ucap Danis seraya menarik dagu Amara agar dapat menatap matanya.

"Dan selama itu aku akan setia padamu," balas Amara dengan yakinnya.

Danis tersenyum dan menarik tubuh Amara dalam pelukannya. "Aku pun akan setia padamu, Ara. Hanya kamu satu-satunya gadis yang aku cintai," ucapnya pelan.

"Sepertinya berbahaya jika kita terus berada di sini. Bagaimana kalau cari makan di luar ?" Ajak Amara.

Danis tertawa mendengarnya, tapi ia setuju dengan ajakan kekasihnya itu. "ayo.. tapi tunggu sebentar, aku harus menenangkan 'adikku' dulu," Danis tertunduk malu saat mengatakannya.

Apa yang Danis ucapkan sontak membua Amara berdiri untuk menjauhinya.

"Kamu jadi mengambil pekerjaan itu, Ara ?" Tanya Danis untuk mengalihkan perhatian gadisnya itu.

"Pekerjaan yang mana ?" Tanya Amara.

"Pekerjaan sebagai pelayan catering bersama sepupumu itu,"

"Ah ya ! Aku jadi mengambilnya. Lumayan besar bayarannya padahal waktu bekerjanya hanya sebentar saja," jawab Amara antusias. Ia tak tahu jika pekerjaan itu akan membuat jalan hidupnya berubah.

bersambung..

1
Meggy Natonis Tuulima
ya elah pada nyalahin Amara helloo dia itu di perkaos tdk gampg menerima org yg sdh melakukan itu
yenny pendang
cerita yg sangat bagus, keren. /Heart/ top markotop/Good//Good//Good//Good/
Anafiya
aku suka cerita nya thor..... ini cerita yg masuk akal dan nyambung baca nya.. ngak bosan bacanya thor
j@s🙄n
Karya luar biasa
Efratha
logika maneh teh timana koneng,ma inya ninggalkeun salaki demi tunangan,aissss rujit maneh mah
Efratha
si batu amara
Efratha
jangan lakukan itu Gio,kamu sama Dea aka
Efratha
tikung aja Dea,jangan kasih ampun 🤣🤣
Efratha
ambil aja Dea,sayang dianggurin
Efratha
menurutku di usia segitu gak setrauma itulah,itu namanya berlebihan,makanya buka hati jangan kepala batu,orang gionya juga karna mabuk kan,tapi kesannya si pemarah ini memposisikan gio seperti penjahat kelamin
Efratha: baiklah jelessss
total 2 replies
Efratha
dah langsung lahiran aja Thor,trus berangkatkan lah si pemarah itu ke Danis,habis tuh Gio nikah sama Dea
Efratha
Thor harusnya ending cerita ini,si Gio Ama si Dea berjodoh
Efratha
dah deh Gio,kamu juga cari cewek lain jugalah,secara kamu kan ganteng dan kaya,biar nyaho eta si betina si tukang selingkuh
Efratha
sampai usia kehamilan 7 bulan,dia belum bisa menyayangi anaknya,padahal usianya sudah dewasa,izin Thor saya tambahin namanya jadi "AMARAH YANG TAK PERNAH PADAM"
Efratha
nitip batu Thor,buat nimpuk kepala si amara,biar waras dikit,itu laki dah baik bertanggung jawab,kaya lagi,eh malah pengen gugurin bayi biar bisa ngasih apem bekas ke Danis
Efratha
baru Nemu wanita dewasa yang tidak sayang sama janinya,padahal bapak si janin bertanggung jawab,

lieurrrrrr aing mah,Cinta Danis,cinta Danis,makan tuh Danis
Komang Diani
amara pikiran kolot,, kata nya mahasiswa berprestasi tp kok pikirannya??
Komang Diani
amara kok gitu sih khasian gio
Komang Diani
Luar biasa
Eni Arifin
author ada alamat ig nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!