NovelToon NovelToon
Istri Ke Dua

Istri Ke Dua

Status: tamat
Genre:Poligami / Persahabatan / Romansa / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: Yuli Fitria

Jika saja bisa memilih, Yasmine tidak ingin menjadi istri ke dua. Tapi bagaimana saat ia sendiri tak tahu kalau ternyata calon suaminya mengalami kecelakaan dan meninggal.

Yang akhirnya membuat sahabatnya-Alifa meminta pada suaminya-Alfin, untuk menggantikan calon suami Yasmine yang sudah pergi meninggalkannya untuk selamanya.

Ini adalah mimpi buruk bagi Yasmine.

Setelah dua kali gagal menjalani hubungan, ternyata ke tiga kalinya pun tak sampai ke pelaminan. Justru harus berkahir dengan orang yang tak ia inginkan.

Lalu, bagiamana kehidupan Yasmine selanjutnya? Apakah ia bisa menerima takdirnya yang menjadi madu dari Sahabatnya?!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuli Fitria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 001 # Bukan Ingin Yasmine

Kenapa takdir baik tak berpihak padaku?! -Yasmine.

...----------------...

Suasana di ruang tengah, di kediaman keluarga Ilyas dan Radiah begitu haru. Padahal ruangan itu sudah begitu cantik dengan bunga-bunga segar yang tertata rapi. Dengan meja yang sudah di tata untuk di lakukan nya akad nanti. Lantas, apa yang membuat netra orang-orang yang ada di sana mengeluarkan air mata?!

Ayah Ilyas duduk memegangi kepalanya yang pusing, begitu juga Ibu Radiah yang hampir pingsan. Belum lagi orang lain yang merasa bingung harus melakukan apa. Sementara Yahya-anak pertama Ayah Ilyas kini tengah pergi ke suatu tempat untuk memastikan sesuatu.

Sementara itu di ujung tangga, Alifa duduk ditemani suaminya. "Bagaimana, ini, Mas?!" Tanya nya pelan pada sang suami. Ia juga tengah bersedih akan kabar yang baru saja ia dapatkan dari Ayah Ilyas.

"Mas, juga tidak tahu Sayang." Alfin-suami dari Alifa hanya bisa mengusap kepala Istrinya itu dengan sayang. Ia jelas tahu pasti kalau istrinya sama sedihnya mendengar kabar buruk ini.

"Bagaimana jika, Mas Reyhan tidak tertolong, Mas?! Bagiamana pernikahan Yasmine?!" Tanya Alifa lagi dengan air yang mengalir membasahi pipi mulusnya.

"Jangan bicara aneh-aneh, Sayang. Berdoalah agar Mas Reyhan dan keluarganya selamat dan bisa melanjutkan pernikahan ini." Alfin lantas duduk di anak tangga di sebelah istrinya, ia memeluk menenangkan istrinya yang sedih.

Semua orang di sana terlihat sedih. Ayah Ilyas, Ibu Radiah. Mama Widia, Papa Zaenal-orang-tua Alifa. Umi Fitri, Abi Sofyan-orang-tua Alfin.

Abi Sofyan mendekat ke arah putranya, "bagaimana Al, apa sudah ada kabar dari Yahya?!"

Alfin menggeleng lemah, "belum Bi, tadi Mas Yahya bilang, nanti di kabari lagi."

Abi lantas mengangguk.

"Yasmine, siapa yang menemani?!" Tanya Mama Widia.

"Sendirian, Ma," jawab Alifa. Tadinya Alifa yang menemani calon pengantin itu, tapi, saat ada pesan dari suaminya yang mengabari dirinya kalau Reyhan-calon-suami Yasmine kecelakaan berserta rombongannya ia memutuskan untuk turun agar mengetahui kebenarannya.

Mama Widia menarik nafas pelan, "temani Yayas Nak, jangan sampai Yayas tahu dulu." Mama Widia memerintahkan putrinya menemani sahabatnya kembali.

Alifa lantas mengangguk dan menaiki tangga kembali menuju kamar Yasmine.

Pernikahan impian Yasmine adalah menikah di rumah dengan di hadiri para saudara dan teman-teman nya saja. Yasmine sangat ingin melakukan akad di rumah, dengan hiasan bunga mawar merah, pink dan putih. Tapi, pada kenyataannya takdir baik tak berpihak kepadanya kali ini.

Sang calon suami mengalami kecelakaan saat akan pergi menuju rumah Yasmine. Mobil yang di tumpangi nya menabarak truk muatan berat yang mengalami rem blong, begitu juga mobil rombongan keluarganya yang berada tepat di belakang mobil yang membawa Reyhan.

Bagiamana hancurnya Yasmine jika sampai ia tahu saat ini?! Alifa menggeleng kan kepalanya. Tidak, Yasmine tidak boleh sampai tahu. sampai semuanya jelas.

Sebelum masuk kembali ke kamar sahabatnya, ia sempatkan untuk mengusap pipinya dan memasang wajah yang biasa-biasa saja walaupun sangatlah susah.

Ceklek!!

"Lif!" Ujar Yasmine yang tengah berdiri di depan jendela kaca, menoleh saat mendengar pintu kamarnya terbuka, ia langsung memanggil sahabatnya itu.

"Hai," Alifa tersenyum dan mendekat ke arah Yasmine, "maaf meninggalkan mu lama," sambung Alifa saat sudah berada di depan sang sahabat.

"Hm...tidak apa-apa, kenapa turun?! Apa ada masalah di bawah?!" Tanya Yasmine penasaran, karena Alifa meninggalkan dirinya lumayan lama.

Alif menarik nafas nya pelan, ia turut berdiri di depan jendela seperti yang di lakukan oleh Yasmine. "Tidak, ada masalah. Semua aman." Yasmine menoleh ke arah Alifa, begitupun Alifa. Keduanya lantas tersenyum.

"Kenapa melihat dari sini?!" Tanya Alifa.

"Aku ingin melihat kedatangan orang yang akan menghalalkan diriku," ucap Yasmine jujur.

Walaupun jujur saja, Yasmine kini tengah merasakan perasaan aneh. Namun ia tepis perasaan itu dengan mengatakan, "tidak ada apa-apa, ini pasti hanya gugup karena akan menikah." Begitu gumam nya saat tiba-tiba hatinya merasakan sakit, rasa khawatir yang membawa semua organ di bagian perut rasanya begitu sakit. Nafas nya saja terasa sesak.

Alifa memperhatikan Yasmine yang kini sudah menatap kembali ke bawah sana dari jendela besar itu. Wanita yang cantik dengan gamis putih bertabur mutiara dan mahkota di atas jilbabnya itu sudah terlihat begitu cantik. Bagaimana bisa Alifa membiarkan pernikahan impian sahabat nya itu hancur begitu saja?!

Tidak. Tidak akan.

"Yas, kamu tunggu di sini ya ... jangan sampai turun. Aku turun sebentar, tadi, aku lupa sesuatu."

"Hm, jangan lama-lama ya ... aku nggak suka nunggu sendirian." Ujar Yasmine.

Alifa mengangguk dan pergi dari sana.

Saat menuruni anak tangga, ia melihat semua orang yang ada di bawah menangis tersedu-sedu, bahkan Ibu Radiah lemas tak berdaya. Alifa dengan cepat menuruni anak tangga agar segera sampai di sana.

"Bagaimana, Mas?! Apa sudah ada kabar dari Mas Yahya?!" Tanya Alifa pada suaminya.

"Mas Reyhan tidak tertolong, Sayang ....," jawab Alfin tak kuasa.

"Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji'ụn," ucap Alifa tak kuasa.

"Bagaimana kita mengatakan ini pada Yayas, pa??" Tanya Mama Widia pada Papa Zaenal.

"Papa juga tidak mengerti," jawab Papa.

"Bagiamana ini, Yah?!" Ibu Radiah menangis di pelukan suaminya.

"Ini, takdir Bu. Kita harus ikhlas. Kita harus mengatakan pada Yasmine. Kita juga harus membubarkan para tamu yang sudah mulai berdatangan." Ujar Ayah.

"Iya, seburuk apapun kabar ini, kita harus sampaikan ini pada Yasmine. Kasihan sekali dia sudah menunggu di kamar nya," ucap Umi yang dari tadi hanya bisa berdoa.

"Permisi, semuanya, pak penghulu nya sudah datang." Ujar Pak Prapto-satpam rumah keluarga Ilyas.

"Bisa, tolong di suruh duduk dulu di ruang depan Pak." Ujar Papa Zaenal. Pak Prapto lantas mengangguk dan berlalu dari sana.

"Tapi, Yah, Bu ... semua tamu sudah datang, Pak Penghulu juga sudah datang, lalu bagiamana bisa semuanya di bubarkan begitu saja?!" Alifa mendekat ke arah semua orang berada.

"Lalu, kamu mau apa Alifa?!" Mama Widia bertanya. Ia tak mengerti apa yang di katakan anaknya itu.

Alifa menarik nafasnya, "bagaimana kalau kita melanjutkan perikanan ini. Dengan mengganti mempelai pria nya." Ide gi la Alifa muncul.

"Apa?!" Papa Zaenal mengeluarkan suaranya, "maksud kamu apa, Nak?! Ini sebuah musibah, kita harus mengatakannya pada Yasmine, kita tidak perlu mengganti mempelai pria. Ini jelas bukan keinginan Yasmine." Jelas Papa Zaenal pada putrinya.

"Iya, betul Nak." Ujar Umi Fitri. "Apa yang Papamu katakan."

"Tapi, Mi, Pa, semuanya ... Ini pernikahan Yasmine yang ke tiga setelah keduanya juga gagal, lalu bagiamana jika Yasmine tahu kalau kali ini juga gagal?! Bagiamana ia akan menghadapi hari-hari nya dengan begitu banyak omongan orang. Bahkan sekarang semua tamu sudah datang." Jelas Alifa.

"Mau bagaimana lagi, Sayang, mungkin ini lah yang terbaik untuk Yayas," ucap Alfin pada istrinya.

"Mas," Alifa menoleh ke arah sang suami, "menikah lah dengan Yasmine. Selamatkan reputasi keluarga ini?!"

"Alifa! Apa-apaan kamu!" Teriak Mama Widia.

"Apa, yang kamu katakan Sayang!" Ujar Alfin tak mengerti. Dia menggeleng dengan keinginan istrinya itu.

"Tidak, Alifa. Kita tidak perlu melakukan ini, kita hanya perlu mengatakan semuanya pada Yasmine, bukan mengganti mempelai pria nya. Apalagi suamimu." Ibu Radiah tidak setuju.

1
isnani susilowati
tapa harus dikasih teguran jelas ibunya yang ingin serakah ditolong alifa biar g sedih malah bikin sedih alifa sampai sekarang posisi ostri kedua jelas2.salah
Mamah Kekey
nasib dan jodoh tidak ada yang tau.. mungkin takdir mu bermadu dengan sahabat mu Yasmin
Mamah Kekey
apakah aliva dan Alvin blm di karuniai anak menikah sudah 9 THN.
Mamah Kekey
blm tau aja aliva berbagi suami itu gimana.. rasa nya
Mamah Kekey
awal yg bagus mengharukan
Mamah Kekey
hadir lagi aku Thor
Aliya Susanti
kalo ada kelanjutannya plis lanjut ku mohon
Eti Sugiharti
ma kelanjutan udah lama cerita ko ngegantung
Dewi Kartika Sari
Thor knp cerita nya berhenti nya gitu aja sih, knp GX ada lanjutannya lagi
Eti Sugiharti
manasoh kelanjutan nya
Kristina Sihmirmani
Luar biasa ceritanya Thor, baru Kali ini baca novel yg isinya konflik hati , nggak ada kasar,julid dll, yg ada perang batin yg ngudak2 hati pembaca👍👍😍
Kozuki Kosuke
lanjut kak
Uba Muhammad Al-varo
selalu semangat nyari ilmu nya iya Taqa,jangan kecil hati pada sikap ayah kandung mu Alfin yang belum berubah kamu masih punya ayah Arya yang lebih baik.
selalu sehat dan selalu semangat up nya iya Thor 🙏💪💪💪
Uneh Wee
kmn tuh c alfin. begitu lah ...udah lah taqa ..biar kn saja dia ...kmu belajar lahyg tenang jngn pikir kn ayah yg tak pernah perduli anggap. aja dia dah mati
Iis Dawina
ngakakin beryemu tp.diniyakan mlh dpt janji yg terus di ingkari..hadeuh alfin mau smp kpn gitu terus..ktnya mau dkt sm ank tp ko mlh bkn janji yg ga bisa ditepati
Rabiatul Addawiyah
Yang sabar Taqa.. nanti ayah kandungmu akan tambah menyesali kesalahannya yg tidak menepati janji bertemu kamu.
Dhika Chawla
nyesel dah lu fin.... bagus deh taqa g usah diambil hati deh gmn ayah kandungnya....jd taukan siapa yg emg bener diprioritaskan.... untung aja taqa laki laki ya..
Lsari
ternyata Alfin belum bisa memprioritaskan Taqa, ya sudahlah Nak...lupakan
Yuli Fitria: "Baiklah," begitu jawab Taqa. wkwk Taqa ya, bukan diriku 🫰🏼
total 1 replies
Santy Nurjanah
fin alfin🥴
Yuli Fitria: Menyebalkan sekali dia ... Dasar Alfin 🤧
total 1 replies
Uba Muhammad Al-varo
akhirnya Alfin menyesal, terlalu egois sih jadi lelaki sekaligus seorang bpk, nggak ngehargain perasaan istri dan anaknya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!