NovelToon NovelToon
ASI Untuk CEO

ASI Untuk CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Nikahmuda / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: Fitria callista

Menjadi pengasuh CEO yang berpura pura menjadi anak berumur 7 tahun?
CEO bernama Halton Felix berumur 25 tahun, tubuh tinggi kekar dan juga berisi.

Menceritakan kehidupan yang sungguh pahit yang di jalani seorang perempuan polos yang bernama Qiandra Januar Putri. Dia berstatus pelajar kelas 2 di sekolah SMA Negeri yang ada di kota nya.
Dia seorang gadis yang cantik, baik dan juga ramah. Dia adalah anak yatim piatu, yang di tinggal orang tua nya sejak dia duduk di bangku kelas 6 SD.
Setiap hari dia berjualan donat di sekolah untuk menghidupi kehidupan dirinya dan juga adik kandungnya.
Di sekolah Qiandra adalah korban perundungan. Karena semua orang membenci dirinya akibat kemiskinan yang dia jalani.
Qiandra juga disukai Rio Dewandaru tuan muda yang terkenal akan kekayaan dan juga ketampanannya di sekolah.
Alih alih melindungi orang yang dia cintai, tuan muda yang terkenal akan kecerdasannya malah menjadi orang pertama yang ...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12.

Di sebuah ruangan yang terlihat mewah, seorang gadis sedang duduk di atas sebuah ranjang, sebuah ranjang mewah yang terlihat begitu empuk dan juga nyaman.

Gadis itu nampak meringis kesakitan, sambil sesekali memegang bagian dada nya. Dua jam yang lalu gadis itu baru saja menyelesaikan perawatan laktasi untuk memacu hormon di bagian dada nya. Agar bisa menjadi seorang ibu susu.

Gadis itu memilih untuk bangkit, lalu ber jalan, ke arah kaca yang ada di kamar itu.

"Astaga kenapa ini dada ku, besar sekali, bukan hanya dua kali lipat dari sebelum nya. Tapi ini besar nya bertambah menjadi tiga kali lipat, maka nya suster tadi memberi kan ku sebuah kaca mata dada, menyuruh ku untuk memakai kaca mata dada dengan ukuran bagian yang bundar begitu besar." Ucap Qiandra dengan nada yang terdengar begitu kaget.

Tok

Tok

Tok

Ceklek

Mata gadis melihat ke arah pintu, dia melongo bahkan memasang ekspresi wajah kaget.

Kala kamar yang dia tempati di datangi beberapa rombongan dari tenaga medis.

Lalu seorang laki laki koma yang baru saja, menikahi nya. Juga di pindah kan dari yang duduk di atas kursi roda, menuju ke kasur yang tadi dia duduki.

Gadis itu malah mematung. Sembari memperhatikan suami nya yang di tidur kan di atas kasur.

"Sekarang kalian semua keluar, biar kan saya saja, yang memberi penjelasan ke pada nya, saya takut kalian semua membuat menantu saya ini tidak nyaman." Ucap Julia dengan nada yang terdengar begitu serius.

"Kalau begitu kami semua permisi nyonya, kami akan menunggu di ruang kesehatan." Ucap beberapa perawat dan juga beberapa dokter bersamaan.

"Apaan sih!" Ucap Nala memasang wajah kesal ke arah Reno, kala Reno malah mencubit lengan nya.

"Elo itu, dari tadi gue ajak bicara, malah diem aja. Kek orang patung tau," ucap Reno dengan nada sedikit kemayu.

"Tapi gak perlu cubit cubit segala, cubitan elo bahkan lebih sakit dari cubitan emak gue, waktu dia marah." Ucap Nala dengan wajah marah ke arah teman nya.

"Tapi boss itu nyuruh kita keluar, dari kamar pengantin baru ini," ucap Reno berusaha untuk menyakinkan teman nya itu.

"Tapi gue mau lihat wajah Felix dulu, bagaimana pun, kita dulu pernah saling menyayangi." Ucap Nala tidak terima, masih terus menatap suami orang lain yang sedang terbujur kaku itu, tanpa ber kedip.

Sedang kan Reno, melihat ke arah Julia yang yang masih menatap nya dengan tajam.

Ucapan Nala tentu bisa di dengar Julia mau pun Qiandra, karena Nala mengucap kan itu dengan tidak sadar.

"Nala, ayo sadar lah! Bu Julia itu menyuruh kita untuk segera pergi meninggal kan kamar ini, gue mohon sadar lah, Felix itu sudah punya istri sekarang. Dia sudah ada yang punya, elo akan ber dosa karena masih berusaha melihat milik orang lain" ucap Reno dengan suara yang terdengar begitu ber getar.

Padahal baru kemarin, Reno mengucap syukur, Julia yang biasa nya sangar dan sering marah marah pada nya, mau pun pada Nala. Seketika berubah banyak diam, setelah anak nya mengalami kecelakaan dan di nyatakan koma oleh dokter.

Sungguh Reno merasa sangat malas, jika harus mendapat kan gampratan atau sebuah teguran, karena kesalahan Nala, dan dia tidak ikut melakukan kesalahan itu.

"Apaan sih! Mana mana bu Julia nyuruh kita keluar dari kamar ini!" Ucap Nala dengan nada meninggi.

"NALA, SUNGGUH KAU SANGAT MEMBUANG BUANG WAKTU SAYA YANG SANGAT BERHARGA, yang di setiap detik nya  bisa menghasil kan uang!" Ucap julia dengan nada meninggi dan wajah yang ter lihat merah padam.

"Nah Lo! Apa yang gue bilang," ucap Reno menimpali.

"Sekarang kalian berdua keluar, karena kalian sudah membuat saya rugi, saya akan memotong gaji kalian berdua!" Ucap Julia dengan nada yang sungguh tidak bisa terbantah kan. Benar benar ke dua asisten nya membuat dia harus menunggu, untuk memberi kan edukasi ke pada menantu nya yang akan merawat anak nya yang sedang terbujur koma.

Membuat mata Reno melirik tajam ke arah sahabat nya Nala.

"Ta - tapi Bu, Bu Julia sendiri kan tahu, dari tadi saya sudah menyadar kan Nala, saya juga sudah mengajak nya untuk segera keluar dari kamar ini. Tapi dari tadi dia nerocos dan terus menerus membantah apa yang saya kata kan, kenapa gaji saya ikut ikutan di potong Bu? Harus nya gaji Nala saja dong Bu!" ucap Reno dengan nada tidak terima, karena ini bukan murni kesalahan nya.

"Karena dari tadi saya sudah menyuruh semua nya untuk keluar, tapi kamu masih saja tetap di sini, bukan kah kamu sama saja dengan Nala, tidak patuh dengan apa yang saya ucap kan! Harus nya kamu jangan menunggu Nala, kalau kamu mau keluar, ya Keliat saja, tinggal kan dia! Dan sekarang lihat lah, bukan kah kamu dan juga Nala masih berada di dalam kamar ini, sama sekali tidak mendengar kan apa yang saya ucap kan."

"Ta - tapi bu, saya kan cuman ingin menyadar kan nya!" Kilah Reno.

"KAMU! Terus saja bantah saya, sekarang baik gaji kamu dan juga gaji Nala akan saya potong sebesar 40 persen, tidak ada bantahan. Cepat segera keluar! Kalau tidak saya akan tambah memotong gaji kalian berdua lagi. Bahkan 40 persen dari ke dua gaji kalian tidak akan membayar kerugian saya, karena kalian telah membuang waktu saya lebih dari 10 menit." Ucap Julia dengan wajah yang terlihat ber api api.

Sedang kan Qiandra merasa tubuh nya bergetar, dia merasa Julia begitu galak ke pada ke dua asisten pribadi nya, Qiandra begitu ketakutan melihat interaksi mereka yang terlihat seperti orang ber tengkar.

"TUNGGU APA LAGI, KELUAR!" Ucap Julia dengan sebuah kemarahan yang tidak terbendung, dia begitu sangat jengkel dengan ke dua asisten nya, padahal dari tadi dia hanya menyuruh ke dua asisten nya untuk keluar, tapi ke dua asisten nya seperti tidak punya telinga, karena sudah di omeli dan di suruh keluar dari kamar anak nya, tapi mereka tidak segera keluar.

"Ba - baik Bu!" Ucap Reno sopan, lalu keluar kamar itu terlebih dulu.

"Saya minta maaf Bu, saya akan segera keluar dari ruangan ini." Ucap Nala dengan wajah takut, dia juga terlihat mengekor di belakang Reno.

"INGAT, mulai detik ini, kalian berdua tidak saya perbolehkan untuk masuk ke dalam kamar ini, atau mendekati area sekitar kamar ini, di sini banyak sekali terpasang kamera cctv." Ucap Julia dengan nada meninggi.

"Baik Bu," ucap Nala dan Reno bersamaan dengan nada yang terdengar pasrah.

Julia pun mendekat ke arah menantu nya, yang masih berdiri mematung dan juga terlihat tidak ber gerak sama sekali.

10 menit lebih ber lalu, Qiandra masih saja diam di tempat nya.

Puk

"Gak usah takut, mommy tidak akan pernah menyakiti mu, mommy akan menyayangi dan menganggap mu sebagai anak mommy sendiri. Tadi mommy marah karena mereka tidak menuruti apa yang mommy kata kan." Ucap Julia dengan suara begitu lembut dan juga halus, ke pada gadis yang ada di depan nya.

"Iya mommy," ucap Qiandra dengan senyum palsu. Dia sedang menahan takut.

Julia pun menarik tangan menantu nya, untuk mengajak nya mendekat ke arah anak nya, "sekarang saya akan mengajari mu, bagaimana cara memberi kan asi untuk anak saya!"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!