NovelToon NovelToon
Boss Kecil Bekerja Keras Dizaman Kuno!

Boss Kecil Bekerja Keras Dizaman Kuno!

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Transmigrasi
Popularitas:305
Nilai: 5
Nama Author: Mooi Xyujin

Dunia di mata Shen Yu terbagi menjadi dua: realitas yang membosankan dan dunia fiksi yang ia cintai. Di usianya yang baru menginjak 23 tahun, sebagian besar waktunya dihabiskan dengan hidung menempel pada halaman buku atau layar ponsel.

Ia bukan sekadar membaca—ia hidup di dalamnya.

Setiap kali menyelesaikan sebuah bab, imajinasinya tidak pernah berhenti berpikir. Ia sering membayangkan betapa indahnya jika bisa melangkah melewati batas kertas, menjadi tokoh utama yang mengalami petualangan epik, romansa yang mendebarkan, atau bahkan nasib tragis yang penuh drama.

Apa pun juga bentuknya, asalkan lebih berwarna daripada hidupnya yang datar ini.

"Ah, andai saja aku benar-benar bisa masuk ke dalam cerita..." gumamnya pelan sambil menyimpan novel yang baru saja selesai dibaca ke dalam tas.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mooi Xyujin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

13

Shen Yu sama sekali tidak menyangka akan diperlakukan dengan cara yang begitu merendahkan. Wajahnya yang biasanya tenang kini berubah serius, keningnya mengerut rapat menahan rasa tidak senang.

Meskipun pakaiannya lusuh, bukan berarti ia bisa diperlakukan semena-mena seperti sampah.

"Aku tidak bermaksud membuat keributan," ucap Shen Yu dengan suara rendah namun tegas, matanya menatap tajam ke arah pelayan itu. "Aku hanya ingin bertemu dengan pemilik toko untuk menitipkan barang. Urusanku penting, jadi tolong laporkan saja."

"Haha! Lucu sekali kau ini!" Pelayan itu tertawa mengejek dengan suara keras, menarik perhatian semua orang di ruangan. "Lihatlah dia! Berpakaian seperti pengemis tapi sok berani! Kau pikir Tuan Pemilik kami punya waktu banyak buat meladeni orang miskin sepertimu?!"

Tangannya kembali mendorong bahu Shen Yu dengan kasar.

"Pergi sana sebelum aku panggil penjaga untuk menyeretmu keluar! Jangan membuat malu di sini!"

Shen Yu terpaksa mundur sedikit karena dorongan itu, tapi kakinya sama sekali tidak berniat melangkah keluar dari pintu. Rasa kesal mulai memuncak di dadanya.

"Dasar mata sekam! Cuma lihat dari luar langsung menghakimi. Kalau tahu barang yang aku bawa ini berharga berapa, pasti kalian akan mencium kakiku!" batinnya meledak kesal.

"Baiklah kalau kalian tidak mau panggilkan..." Shen Yu menarik napas panjang, lalu menyunggingkan senyum yang sedikit aneh."Kalau begitu, aku yang akan tunjukkan barangnya di sini. Kalau harganya tidak memuaskan, baru aku pergi."

Tepat saat suasana hendak memanas dan Shen Yu sudah siap mengeluarkan barangnya secara paksa, seorang pelayan muda yang baru bekerja mendekat dengan ragu-ragu.

Entah kenapa, ia merasa ada sesuatu yang berbeda dari pemuda berpakaian lusuh itu – tatapan matanya tidak seperti orang jahat atau pengemis biasa, justru terlihat tenang dan berwibawa.

"D-datang... silakan duduk dulu, Tuan," bisik pelayan muda itu dengan sopan, menarik lengan baju Shen Yu pelan. "Jangan berdiri di pintu begitu, nanti kepanasan."

Melihat adegan itu, pelayan sombong tadi langsung meledak marah. Ia menoleh dan memaki pelayan juniornya dengan kata-kata yang sangat kasar dan pedas.

"Heh! Dasar budak tidak tahu diri! Kau mau apa?! Mau mempermalukan toko ini dengan mendudukkan orang kotor begini?!" teriaknya dengan suara melengking.

"Mana ada aturan menyuruh pelanggan macam dia duduk di kursi tamu! Pergi sana kau! Jangan ikut campur urusan orang besar!"

Nada bicaranya sangat menghina dan menyakitkan, membuat orang-orang yang mendengarnya pun merasa tidak nyaman dan geli.

"Lihat saja bajunya kotor, nanti mengotori kursi anyaman sutra kita! Kau mau tanggung jawab kalau rusak? Dasar bodoh!"

Pelayan muda itu langsung menunduk ketakutan, wajahnya pucat dan tidak berani bergerak lagi.

Shen Yu yang melihat hal itu benar-benar merasa muak dan marah.

'Dasar anjing penjaga toko! Hanya karena pakaianku lusuh saja dia berani bertingkah seolah dia tuan dunia! Dan dia malah memarahi anak kecil yang sopan itu!'

Darah Shen Yu mulai mendidih. Ia tidak lagi mau bersabar.

"Cukup!" seru Shen Yu tiba-tiba dengan suara yang tegas dan dingin, memotong omelan pelayan itu.

"Wajahmu saja yang bau mulut, jangan bawa-bawa orang lain," ucap Shen Yu tajam."Kalau kalian tidak mau bisnis, terserah. Tapi jangan memperlakukan bawahanmu sendiri seperti sampah di depanku!"

Mendengar ucapan Shen Yu yang menentangnya di depan umum, wajah pelayan galak itu langsung memerah padam karena menahan amarah yang meledak-ledak.

"Berani sekali kau mengataiku...!" geramnya dengan nada rendah yang mengancam.

Tangannya yang kasar langsung terulur kembali, siap mendorong tubuh Shen Yu dengan keras hingga terjatuh dan terseret keluar.

Namun, tepat saat itu juga...

"BERHENTI!"

Sebuah suara berat dan tenang terdengar jelas dari arah tangga di lantai atas. Suara itu tidak terlalu keras, namun memiliki wibawa yang membuat seluruh ruangan seketika hening membatu.

Pelayan yang tadi hendak bertindak kasar langsung menegakkan tubuhnya kaku, tangannya terhenti di udara, dan wajahnya yang tadi merah padam kini berubah pucat pasi.

Shen Yu pun menoleh ke arah sumber suara.

Tak lama kemudian, seorang pria berusia sekitar tiga puluhan turun dengan langkah santai namun berwibawa. Ia mengenakan jubah sutra berwarna gelap yang sederhana namun terlihat sangat mahal, wajahnya tampan dan tenang, dengan sepasang mata yang tajam namun teduh.

Ia berjalan mendekat ke arah mereka tanpa sedikit pun memperlihatkan emosi.

Melihat kedatangan tuannya, semua pelayan dan pegawai yang ada di sana langsung membungkukkan badan dengan sangat hormat, hampir menyentuh lantai.

"Selamat siang, Tuan!" serentak mereka bersuara dengan nada takut.

Pelayan galak tadi pun ikut membungkuk dalam-dalam, tubuhnya gemetar ketakutan menyadari bahwa ia baru saja membuat keributan tepat di hadapan pemilik toko – Tuan Zhao.

Shen Yu berdiri tegak di tempatnya, menatap pria di depannya dengan hati-hati. 'Ini dia pemiliknya. Akhirnya muncul juga orang yang berakal.'

Tuan Zhao menatap pelayan yang tadi bertindak kasar itu dengan pandangan datar namun membuat bulu kuduk meremang.

"Kenapa suaramu begitu keras seolah sedang membalas dendam pribadi?" tanya Tuan Zhao dengan nada tenang namun menusuk.

"Dia adalah tamu yang datang ke toko kita. Sejak kapan aturan di sini mengizinkanmu memperlakukan pelanggan dengan cara yang begitu kasar dan merendahkan?"

Pertanyaan itu membuat pelayan tadi langsung gemetar ketakutan. Ia buru-buru menjatuhkan diri berlutut di lantai.

"Maafkan saya, Tuan! Saya... saya hanya melihat dia berpakaian lusuh dan mengira dia pengemis yang ingin membuat onar! Saya tidak bermaksud mempermalukan toko!" jelanya terbata-bata.

"Omong kosong!" potong Tuan Zhao dengan suara dingin. "Pakaian tamu tidak ada hubungannya dengan sopan santun. Kau hanya menunjukkan betapa piciknya pandangan matamu dan betapa buruknya sikapmu sebagai pelayan."

Ia lalu melengoskan pandangannya dan beralih menghadap Shen Yu. Wajahnya yang tadi dingin kini berubah menjadi sopan dan ramah.

"Maafkan kelakuan anak buah saya yang tidak tahu diri, Tuan. Saya adalah pemilik tempat ini, Tuan Zhao," ucapnya sambil membungkuk sedikit. "Silakan duduk. Mari kita bicara dengan tenang. Saya yang akan menaksir barang anda secara langsung."

Shen Yu menghela napas panjang, rasa kesal tadi perlahan hilang berganti rasa puas. "Hah! Dasar pelayan mata sekam! Sudah dapat balasannya kan?"

Ia pun berjalan dengan tenang melewati pelayan yang masih berlutut gemetar itu, lalu duduk di kursi tamu yang empuk dengan wibawa yang tak terduga.

Shen Yu tidak ingin membuang waktu lagi. Ia segera merogoh saku dalam bajunya dan mengambil sebuah kantung kain kecil yang ia siapkan khusus. Dengan gerakan tenang, ia meletakkannya di atas meja kayu berukir di hadapan Tuan Zhao.

"Silakan Tuan lihat sendiri barangnya. Menurut saya, barang ini cukup berharga," ucapnya singkat.

Tuan Zhao mengangguk, lalu dengan hati-hati ia mengambil kantung tersebut. Awalnya ia mengira mungkin berisi batu giok biasa atau perak antik. Namun saat ia hanya membuka sedikit celah kain tersebut...

Syuut...

Sebuah kilauan cahaya yang sangat indah dan memantul memancar keluar dari dalamnya. Warnanya bening namun memancarkan warna-warni yang sangat memikat mata.

Mata Tuan Zhao yang biasanya tenang dan dingin seketika melebar membelalak!

Jari-jarinya yang memegang kantung itu terasa gemetar sedikit.

Ia buru-buru menutup kembali kantung itu dengan rapat-rapat seolah takut cahaya itu akan dilihat oleh orang lain di ruangan.Wajahnya yang tadinya tenang kini berubah menjadi sangat serius dan waspada.

"Kau... ikut aku naik ke atas," bisik Tuan Zhao cepat. "Mari kita bicara di ruanganku. Di sini terlalu ramai dan tidak aman."

Shen Yu mengangguk santai dan berdiri. Keduanya pun berjalan menuju tangga dan naik ke lantai dua, meninggalkan kerumunan yang masih terdiam bingung.

Di lantai bawah, pelayan galak tadi masih berdiri mematung di sudut ruangan. Tubuhnya dingin dan keringat dingin mulai membasahi punggungnya.

Ia melihat wajah Tuan Zhao yang tadi terlihat begitu terkejut dan serius saat memegang barang milik pemuda itu. Ia juga melihat bagaimana tuannya sendiri yang mengundang tamu itu naik ke ruangan pribadi – sebuah kehormatan yang biasanya hanya diberikan kepada pembesar atau pedagang besar.

Seketika, sebuah kesadaran yang menakutkan menghantam kepalanya keras-keras.

"Sial... aku benar-benar menyinggung orang yang salah!"

Ia baru sadar. Orang yang berpakaian lusuh itu jelas-jelas bukan orang sembarangan. Barang yang dibawanya pasti sangat berharga hingga membuat Tuan Zhao sendiri pun terlihat begitu menghormatinya.

"Dasar aku bodoh! Mata buta! Aku hampir saja mempermalukan toko dan menyinggung tamu penting!" batinnya panik setengah mati, menyadari bahwa nasib pekerjaannya kini bergantung sepenuhnya pada kebijaksanaan tamu yang baru saja ia usir tadi.

 

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!