kau hadir saat ku benar benar merasa hancur dan nyaris gila dengan alur cerita hidupku. kau seperti malaikat tak bersayap yg di utus tuhan untuk menyadarkan dan menyelamatkan hidupku.
tanpamu aku bukan lah siapa siapa, tanpamu aku hanya orang hina yg kehilangan arah tujuan hidup.
takan cukup aku mengucap kata terimakasih kepadamu, atas segala kebaikan dan ketulusan hatimu.
kaulah jawaban do'a dalam hatiku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lukmanben99, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
hari kelulusan sekolah
*di perjalanan*
Angin malam berhembus damai, suara deruh mesin terdengar sedikit bising. Jalanan rame tapi lancar.
saat di motor. Elina memeluk ku, dagunya menopang ke pundak ku. " KANG KITA MAKAN Di RESTORAN YANG DI SANA ITU YUK..!! " ucapnya lantang mengajaku.
aku terdiam sejenak saat elina mengajakku makan di restoran. " TAPI AKU GAK ADA UANG NYA KALAO MAKAN Di SANA.." jawabku lantang sambil membawa motor.
" GAK PAPA KANG, AKU YANG BAYARIN KOK..! " Ucapnya.
" EMM,, NANTI AJA LIN, AKU TAKUT MALU MALUIN KAMU KALAU MAKAN DI SANA, KITA MAKAN DI TEMPAT BIASA AJA YA..." Ucapku.
" Yah kamu mah, yaudah gimana kamu aja deh.." ucapnya kecewa karena aku menolaknya.
Dan hingga akhirnya aku dan elina makan di tempat biasa di pinggir jalan, aku menghentikan laju motor ku di sebuah penjual mie ayam di pinggir jalan, lalu aku duduk dan memesan dua porsi mie ayam. Dan tak lama kemudian pesananku datang, aku makan mie ayam itu dengan elina.
" Coba jelasin sama aku kenapa bisa sampe berantem sama dony..?." Tanya elina sambil makan.
" Gak tau lin, ya intinya dia beda aja sikapnya sama aku..terus dia bilang aku berubah katanya.." jawabku sambil makan.
" Emang. kamu berubah sekarang, agresif kamu sekarang, beda pokoknya ..." ucapnya sambil mengaduk mie ayamnya.
Aku menatapnya." Masasih..? " Ucapku, lalu aku lanjut makan. Tak butuh waktu lama aku menghabiskan mie ayamku.
" Kamu cepet banget sih makanya, aku aja masih banyak, gak di kunyah kali ya.?!" Ucap elina heran.
" Di kunyah lah, masa langsung aku telen, gak tau kenapa banyak yang bilang aku cepet makan nya.." ucap ku setelah minum.
" Iya aku heran, tapi gak keliatan kayak orang laper makan nya. kamu masih laper gak, kalau masih laper pesen lagi aja kang.." ucap elina.
" Gak kok lin, udah kenyang kok.." ucapku.
Dan tak lama kemudian elina selesai makan, lalu aku berdiri untuk membayar mie ayam. tiba tiba elina menggemgam lenganku, ia menahanku. " Kamu mau kemana..? " Tanya elina.
" Mau bayar.." jawabku.
" Jangan, biar aku aja yang bayar kang.." ucap elina sembari akan berdiri, namun aku menahanya.
" Udah gak papa biar aku aja yang bayar lin, masa ceweknya yang bayarin, aku ada kok..! " Ucapku sambil menahan elina.
" Bener ada..? " Tanya elina duduk kembali.
" Iya bener.." ucapku. Lalu aku menghampiri si abang penjual mie ayam itu, aku menanyakan berapa total yang harus ku bayar, dan si abang itu memberi tau berapa total yang harus aku bayar, aku ngambil dompet di saku celana ku, saat aku membuka dompet dan menghitung uangku di dalam dompet. Ternyata uang ku tidak cukup untuk membayarnya, dan sementara elina dan si abang itu memperhatikan ku, dengan panik aku mencari dan mengeledah saku celana ku, dan berharap ada uang yang tertinggal di saku celana ku.
Sementara elina menahan tawa memperhatikan ku, kemudian elina menghampiri ku dan menanyakan berapa harga mie ayam itu, dan elina langsung membayarnya kepada si abang penjual mie ayam itu, aku hanya terdiam malu melihat elina membayar mie ayam itu di hadapanku, setelah membayarnya, elina langsung mengajak ku pergi pulang, dengan tersenyum malu aku mengucapkan terimakasih kepada elina.
Kemudian aku dan elina berjalan menghampiri motorku, dan pergi mengantarkan elina pulang.
Saat di tengah perjalanan, saat di motor aku bertanya kepada elina. " Lin emang gak papa ini aku anter kamu pulang malem malem gini.." tanya ku kepada elina.
" Gak papa kok kang, lagian baru juga jam berapa ini, papah aku juga lagi gak ada di rumah kok sekarang, cuma ada mamah doang..." jawab elina.
" Ouh gituh, terus kalau mamah kamu tau aku sama kamu gimana..? " Tanya ku.
" Udah gak papa, meskipun tau juga gak bakal marah kok, paling cuman nanya nanya hal biasa aja..!" jawab elina.
Setelah itu,dan sesampainya di rumah elina. elina turun dari motorku dan mengucapkan terimakasih. “ Makasih ya kang”
“iya sama sama lin, yaudah lin aku pamit pergi ya” jawabku.
“ gak mau mampir dulu?!” ajak elina.
Aku celingak-celinguk takut orang tuanya melihatku dan elina. “ iya makasih lin, nanti aja deh kapan kapan lin. Lin aku berangkat ya!” ucapku menolak halus, tidak mungkin rasanya jika aku harus mampir ke rumahnya.
“Yaudah, hati hati kang” ucapnya tersenyum. “ dahh” ia melambaikan tangan.
“dahhh..!” aku berangkat pergi.
Setelah itu elina berjalan masuk ke dalam rumahnya.
*Waktu terus berjalan, hari hari berganti*
Sementara ibuku, saat pagi itu ibu sedang bekerja beberes rumah majikanya. Detik itu, ibu melihat anak majikanya sedang bersiap bergegas berangkat sekolah,lalu ia pamit pergi berangkat sekolah kepada mamahnya. Ibuku memperhatikanya, ibu teringat aku anaknya yang kini sudah putus sekolah. ibuku merasa sedih saat itu, karena seharusnya aku masih sekolah.
*di sekolahan*
Sementara pacar dan sahabatku yang berada di sekolahan, hari itu adalah hari ujian akhir sekolah. elina, dony, maya, dan semua murid yang lainya sedang fokus mengisi soal ujian nya itu di dalam kelas.
*di tempat lain*
Dan sementara aku, saat itu aku sedang duduk melamun sendirian di suatu tempat sambil menghisap sebatang rokok dan segelas kopi. aku memikirkan bagaimana nasib hidupku nanti. Dan setelah itu aku mengambil gitar yang berada di sebelahku, yang sengaja aku bawa, aku mulai memetik gitar itu dengan alunan nada santai, lalu aku mencoba merangkai kata tentang kisah hidup dan cintaku, aku mencoba menciptakan sebuah lagu saat itu.
*waktu terus berjalan hari hari berganti*
KINI HARI KELULUSAN SEKOLAH TELAH TIBA.
semua murid yang lulus tanpak begitu bahagia merayakan hari kelulusanya.
kala itu mereka sedang merayakan hari ke lulusan sekolah dengan mencoret coret dan mewarnai seragam sekolahnya, mereka semua sangat begitu bahagia berteriak dan tertawa canda bersama, begitu juga dengan elina, maya dan dony, namun tidak dengan diriku.
saat itu aku hanya bisa menyaksikan mereka dari kejauhan, aku melihat sahabat teman dan pacar ku sedang asik berbahagia merayakan hari ke lulusan sekolah.
Aku terdiam melihat dan memperhatikan mereka dari kejauhan, aku pun merasa senang melihat pacarku, sahabat, dan teman temanku kini telah lulus sekolah. namun di sisi lain aku sangat merasa sedih, karena seharusnya aku bersama mereka ikut merayakan hari ke lulusan sekolah itu, dan tanpa aku sadari air mataku terjatuh memperhatikan mereka, kemudian aku menghapus air mataku, dan tersenyum melihat mereka.
Elina, dony dan maya tidak tau bahwa ada kehadiran ku melihat dan memperhatikan mereka dari kejauhan. kala itu elina, dony, maya, mereka sedang mencoret coret baju seragam sekolah mereka dan saling bertukar tanda tangan di baju seragam sekolah yang mereka kenakan, mereka tanpak begitu bahagia tertawa canda bersama, saat elina sedang asik tertawa. tanpa di sengaja elina melihat diriku yang sedang berdiri memperhatikanya dari kejauhan, lalu aku tersenyum kepadanya, kemudian maya dan dony melihat apa yang elina lihat, dony dan maya terdiam sejenak saat melihat diriku. Mereka mengerti perasaan ku.
mereka merasa sedih karena seharusnya aku bersama mereka, kemudian elina berjalan menghampiri ku, begitu juga dengan maya dan dony. sesampainya mereka di hadapan ku, aku tersenyum dan mengucapkan selamat kepada mereka atas hari ke lulusan sekolah mereka, lalu elina tiba tiba memeluk ku, dan kemudian dony dan maya merangkul ku, mereka menyabarkan ku dan mencoba menghibur ku.
" Kamu jangan sedih kang..." Ucap elina menatap ku, setelah melepas pelukanya, dony dan maya pun melepas rangkulanya.
“ iya sat,loe jangan sedih gini ah” timpal maya.
" Gak kok, justru gue seneng liat kalian sekarang udah pada lulus sekolah, selamat ya..! " Ucap ku.
kemudian aku menatap dony. " Don, maafin gue ya atas kejadian waktu itu.." ucapku tulus.
lalu dony tersenyum kepada ku. " Iya sat, gue juga minta maaf, gak seharusnya kita berantem kayak kemarin, mau bagaimana pun, loe tetap sahabat terbaik gue...." Ucap dony, kemudian dony tersenyum menepuk pundak ku, dan aku pun tersenyum kepadanya.
Elina dan maya tersenyum haru." Udah udah ah, jadi sedih gue ah,, udah mending kita Happy Happy lagi, udah ayo sat ikut aja bareng kita..." Ajak maya.
" Iya bener, malah jadi sedih gini sih.." timpal elina.
" Siapa yang sedih sih ah..!!" Ucapku berpura pura ceria di depan mereka.
" Tenang sat, kebetulan gue bawa baju seragam sekolah dua sat,! bentar gue ambil dulu di tas gue, loe jangan sedih, loe harus ikut happy hari ini sama kita pokoknya .!!! " Ucap dony sembari mengambil baju seragam sekolah di dalam tas nya.
" Udah diem loe, sini gue pakein,..!!" ucap dony, dony memakaikan seragam sekolah itu di badanku, aku hanya diam dan tersenyum melihat penampilanku yang aneh. baju sekolah tapi celana jeanz biasa, elina dan maya pun tertawa, aku pun tertawa. dan setelah itu elina dan maya langsung mencoret coret dan mewarnai baju seragam sekolah yang ku kenakan itu, mereka satu persatu membuat tanda tangan di baju ku, aku pun membuat tanda tangan di baju mereka satu persatu.
dan aku pun benar benar ikut merasa bahagia bersama mereka. setelah itu elina ngambil camera dalam tasnya, untuk mengabadikan momen itu, lalu aku foto berdua dengan elina, dan sementara dony dengan maya, aku dan mereka saling foto bergantian, setelah itu dony memanggil salah satu temanya untuk memfotokan kami ber empat.
aku dan mereka berdiri sejajar. Kami tersenyum foto bareng dengan gaya bebas masing masing, aku berdiri di sebelah elina. Aku merangkulnya, semua tersenyum menatap camera.
1,2,3 _CEKREK_