NovelToon NovelToon
Di Jodohkan Dengan Om Duda

Di Jodohkan Dengan Om Duda

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:34.3k
Nilai: 5
Nama Author: Miss Mia Novita

Elzia manofa, seorang anak SMA yang di jodohkan dengan duda anak satu, bagaimana kelanjutan cerita mereka, ikuti yuk

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Mia Novita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berita Perjodohan

Elzia (17 tahun) merasa dunianya runtuh saat dia mendengar tentang perjodohannya dengan anak dari sahabat lamanya orang tuanya. Bayangan Zia adalah pria kaku, berumur, dan membosankan. Namun, sosok yang datang justru Arkana (29 tahun) , seorang duda muda yang tampil lebih mirip model majalah pria daripada seorang "Om-om".

Masalahnya, Arkan jauh dari kata dewasa. Ia punya hobi menjahili Zia, menemukan "Bocil", dan sengaja muncul di depan sekolah hanya untuk membuat Elzia malu. Di balik sifat rese dan jailnya, Arkana menyimpan pesona yang membuat Elzia kesulitan menjaga dinding hatinya. Bagaimana jadinya jika Zia harus berbagi rumah dengan pria yang lebih kekanak-kanakan dibandingkan teman sekelasnya sendiri?

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Elzia melempar tas sekolahnya ke sofa dengan kasar. "Ma, Zia nggak mau! Ini abad ke-21, bukan zaman Siti Nurbaya!"

Mama yang sedang menata cangkir teh hanya menghela napas. "Zia, dengerin dulu. Papa cuma mau kamu ada yang jagain kalau kita lagi di luar negeri. Arkan itu orangnya mapan, ganteng lagi."

"Mapan sih mapan, tapi kan dia DUDA, Ma! Pasti perutnya buncit, rambutnya tipis, dan bau minyak kayu putih!" Zia membayangkan sosok pria paruh baya dengan kemeja kedodoran.

Tepat pada saat itu, bel pintu berbunyi.

"Nah, itu dia. Masuk, Arkan!" seru Papa dari arah ruang kerja.

Elzia bersedekap, memasang wajah paling galak yang ia punya. Namun, saat pintu terbuka, jantungnya justru berkhianat dengan detak yang sedikit lebih kencang.

Seorang pria jangkung masuk. Ia mengenakan kemeja biru navy dengan lengan yang digulung sampai siku, menampilkan jam tangan mewah dan garis rahang yang sangat tegas. Rambutnya tertata rapi, dan aroma parfum woodsy yang mahal langsung memenuhi ruangan.

Pria itu menoleh ke arah Elzia, lalu seringai nakal muncul di wajahnya.

"Jadi ini calon istriku?" tanya pria itu dengan suara berat yang merdu. Ia berjalan mendekat, lalu tiba-tiba menjentik dahi Zia dengan pelan. papan!

"Aduh! Apa-apaan sih?!" seru Zia kaget.

"Ternyata aslinya lebih pendek daripada di foto ya? Kamu pakai peninggi badan nggak sih kalau ke sekolah, Cil?" tanya Arka santai, tanpa rasa bersalah.

"Cil?! Nama aku Elzia!"

“Iya, Bocil Zia,” Arlan duduk di sofa, menyilangkan kaki dengan gaya yang sangat elegan namun menyebalkan. "Kenalin, aku Arkana. Calon suami kamu yang gantengnya nggak ketulungan ini."

Elzia melongo. Ganteng sih iya, tapi kenapa sifatnya kayak kakak kelas tukang pengganggu?!

Keesokan harinya di gerbang SMA Garuda.

Ghea berusaha lari secepat mungkin ke gerbang belakang agar tidak terlihat oleh teman-temannya. Namun, sebuah mobil sport merah menyala tiba-tiba berhenti tepat di depannya sambil membunyikan klakson berkali-kali. Tiiiit! Tiiiit!

Kaca mobil terbuka. Arkan muncul dari balik kemudi dengan kacamata hitamnya.

"Bocil! Sini!" teriakannya kencang, memancing perhatian seluruh siswa.

Elzia menutup wajahnya dengan tas. "Aduh, mati gue..."

"Zia! Jangan pura-pura budek. Mau saya gendong ke mobil atau kamu masuk sendiri?" ancam Arkan dengan nada bercanda tapi terdengar sangat serius.

Zia akhirnya masuk ke mobil dengan wajah merah padam. "Om Arkan ngapain sih?! Malu tau dilihatin temem temen" Arkana tertawa lepas, menampilkan deretan gigi putihnya yang sempurna. "Tadi aku lewat toko mainan, terus ingat kamu. Nih, hadiah buat calon istri."

Arkana menyodorkan sebuah bungkusan. Zia membukanya dengan ragu. Isinya? Sebuah empeng bayi berukuran raksasa.

“Biar kamu nggak nangis kalau aku tinggal kerja,” Arkan mengacak-acak rambut Zia yang sudah disisir rapi hingga berantakan.

"OM ARKAAAAAN! TURUNIN GUE SEKARANG!"

Arkan baru saja menginjak gas lebih dalam sambil bersiul santai. "Nggak boleh kasar sama suami, Bocil. Nanti kualat lho."

Mobil sport merah itu melesat membelah jalanan ibu kota, meninggalkan kepulan debu dan rasa malu yang luar biasa di benak Elzia. Di dalam kabin yang dingin, kontras dengan hati Zia yang panas, lagu pop ceria sengaja diputar Arkana dengan volume kencang.

"Om, berhenti! Ini bukan jalan ke arah rumah!" seru Zia saat menyadari Arkan mengambil rute yang berbeda.

Arkan melepas kacamata hitamnya, menyelipkannya di kerah kemeja, lalu menoleh sekilas dengan kedipan mata yang membuat Zia hampir takjub. "Kita ke kantor aku sebentar. Ada berkas yang ketinggalan. Lagian, kamu butuh asupan nutrisi supaya cepat tinggi, Bocil."

"Aku bukan bocil! Aku sudah tujuh belas tahun!"

"Iya, tujuh belas tahun tapi masih suka pakai kaus kaki gambar alpaka kan?" Arkan melirik tas Zia yang sedikit terbuka, menampilkan gumpalan kaus kaki cadangan.

Zia refleks menutup tasnya. Sial, dia lihat!

Zia terpaksa mengikuti langkah lebar Arkan memasuki gedung perkantoran mewah di kawasan SCBD. Semua karyawan menunduk hormat. Arkan bertransformasi seketika. Wajah jahilnya menghilang, digantikan oleh aura dingin dan profesional yang sangat kental.

"Siapkan laporan audit untuk pertemuan jam dua, Linda," ucap Arkan tegas pada sekretarisnya tanpa henti langkah.

Zia mengekor di belakang, merasa kecil di antara orang-orang berbaju formal. Saat mereka masuk ke ruangan pribadi Arkan yang luas, Zia menatap melihat deretan piala yang diberikan dan foto Arkan di sampul majalah bisnis.

"Duduk di sana. Jangan sentuh apapun, terutama jangan makan penghapus di mejaku," goda Arkan, kembali ke mode "Rese" begitu pintu tertutup.

Zia mencibir, tapi perhatiannya tertuju pada sebuah bingkai foto kecil di sudut meja. Foto Arkan dengan seorang wanita cantik, namun foto itu tampak sudah diambil kembali di bagian sudutnya.

 "Ini... mantan istri Om?"tanya Zia yang penasaran

Langkah Arkan yang hendak mengambil tugas kerja terhenti. Suasana ruangan tiba-tiba berubah berat. Arkan merenung selama beberapa detik, menatap foto itu dengan makna yang sulit diartikan—campuran antara rindu dan luka yang mendalam.

 "Taruh kembali, Zia. Itu bukan urusan anak kecil."

 "Tuh kan, kalau ditanya serius malah ketus. Aku cuma tanya, Om. Kalau emang trauma, nggak usah nikahin aku cuma buat pelampiasan."

Arkan berjalan mendekat, memojokkan Zia di antara meja kerja dan tubuh jangkungnya. Ia menunduk hingga wajah mereka hanya berjarak beberapa senti. Aroma woodsy itu kembali menyerang pertahanan Zia.

"Pelampiasan? Kamu pikir aku serendah itu?" Ia tersenyum tipis, namun matanya tidak ikut tersenyum. "Aku setuju perjodohan ini karena aku tahu kamu tidak akan bisa bertahan seperti dia. Kamu terlalu polos untuk tahu cara menyakiti orang lain."

Malam itu adalah malam pertama Zia harus menginap di rumah Arkan karena orang tuanya sudah berangkat ke bandara. Zia berdiri kaku di depan pintu kamar utama.

"Tenang saja, Bocil. Aku nggak nafsu sama anak SMA yang tidurnya masih ileran" Arkan muncul hanya dengan mengenakan celana pendek dan kaos oblong, sambil membawa bantal dan guling. "Kamu tidur di kamar ini. Aku di kamar sebelah."

Zia berbaring. "Om beneran... gak tidur di sini?"

Arkan berhenti di ambang pintu, kembali lagi. "Kenapa? Kamu kecewa? Mau aku temenin?"

"Nggak! Sana pergi!" Zia melempar bantal hias ke arah Arkan.

Arkan menangkapnya dengan mudah, lalu menutup pintu. Namun, begitu pintu tertutup, tawa Arkan hilang. Ia menyandarkan punggung di pintu, menghela napas panjang sambil memijat keningnya.

Di dalam kamar, Zia mematikan lampu. Ia mencoba memejamkan mata, tapi suasana rumah yang asing membuat ketakutan. Ditambah lagi, suara petir mulai menggelegar di luar. Zia selalu takut petir sejak kecil.

Duar!

Zia terlonjak. Ia bersembunyi di bawah selimut, gemetar. Tiba-tiba, pintu kamar ruangan terbuka sedikit. Sinar lampu dari lorong masuk ke dalam.

"Zia? Belum tidur?"terdengar suara Arkana yang lembut

Zia tidak menjawab, tapi isakannya terdengar kecil. Detik berikutnya, ia merasakan kasurnya ambles. Seseorang duduk di pinggir tempat tidur.

 "Hei... cuma petir. Kamu beneran masih bayi ya?"

Arkan tidak mengejek kali ini. Ia mengulurkan tangan, mengusap kepala Zia dari balik selimut dengan gerakan yang sangat menenangkan.

 "Jangan pergi dulu... kumohon."

Arkan ingin melihat kerapuhan Zia. Dinding hati yang ia bangun untuk menjaga jarak dari wanita manapun setelah kegagalannya dulu, tiba-tiba retak hanya karena satu permintaan dari gadis remaja ini.

"Oke. Aku di sini. Sampai kamu tidur."

Arkana Ternyata memiliki luka batin akibat masa lalu yang menjadikannya skeptis pada wanita dewasa, sehingga ia lebih memilih "kepolosan" Zia. Di balik sifat jahilnya, ia adalah pelindung yang sigap

1
🤎Rahmaara⁴³💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
Ini Arkana sudah pernah menikah ya
🤎Rahmaara⁴³💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ : penasaran aku kak😁
total 3 replies
🍌 ᷢ ͩ꧁❧❤️⃟Wᵃf ʜꙷɪᷧɑⷮɑͧтᷡʰᵉᵉʳᵅ
pensiun jadi playgirl zia ada" aja ini ya luka lama memang susah untuk di lupakan apalgi luka itu sangat dalam
🍌 ᷢ ͩ꧁❧❤️⃟Wᵃf ʜꙷɪᷧɑⷮɑͧтᷡʰᵉᵉʳᵅ
arka PD sekali ya yakin banget kalau zia akan langsung jatuh cinta saat nanti ketemu
zia duda itu tidak selalu tua juga ada yg usia 20jadi duda 🤣🤣🤣
🍌 ᷢ ͩ꧁❧❤️⃟Wᵃf ʜꙷɪᷧɑⷮɑͧтᷡʰᵉᵉʳᵅ
tidak salah neneknya menyuruh Zia belajar masak karena usia segitu memang sudah sepantasnya untuk belajar memasak
Free Palestine 🇵🇸
ya jgn kasih kesempatan buat kang selingkuh👉👈
Free Palestine 🇵🇸
kalo ada kata2 peje jd inget malak d gc🙈🙈🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️
Free Palestine 🇵🇸
jalani az Zia...kalo kebanyakan mikir yg ada stress duluan...
delete account
sabar saja ya Zia bagiamana pun kamu tetap akan dinikahi dengan duda itu dan semoga minimal orangnya baik
delete account
kayak sudah tidak ada begini ya atau bisa didoakan
delete account
lagi lagi tidur bermimpi dan mimpi terlalu indah baginya
Free Palestine 🇵🇸
luka tak berdarah itu memang sangat menyakitkan
🏡s⃝ᴿ ѕ⍣⃝✰𝑰voᷠnͦeͮ𝐀⃝🥀࿐
Iya Zia tidak usah menghindar dan terima saja takdirmu.
ℛᵉˣʚɞ⃝🍀𝑬𝒓𝒊𝒛𝒂𝒀𝒖𝒖
pemikiran orang tua jaman dulu. anak cewek harus bisa masak. padahal ga bisa masak jg tetap bisa makan. wkwkwk
🏡s⃝ᴿ ѕ⍣⃝✰𝑰voᷠnͦeͮ𝐀⃝🥀࿐
Hahaha panggilan om dudanya keren,nyai roro kidul 😂🤣
Belum juga ketemu udah bayangin om duda tua muka jelek jangan gitu dong,nanti kalau kamu terkejut gimana 🤔
ℛᵉˣʚɞ⃝🍀𝑬𝒓𝒊𝒛𝒂𝒀𝒖𝒖
wkwkwk tidur aja ada ga aman nya ya. tenang Zia, nanti sambung lagi tidurnya
ℛᵉˣʚɞ⃝🍀𝑬𝒓𝒊𝒛𝒂𝒀𝒖𝒖
kan hal yang paling menyenangkan itu ya tidur. apalagi bisa tidur pulas dimana aja, jarang-jarang bisa yang ada diomelin orang rumah
🏡s⃝ᴿ ѕ⍣⃝✰𝑰voᷠnͦeͮ𝐀⃝🥀࿐
Berpikir positif saja Zia siapa tau pernikahan keduamu kali ini bisa membahagiakanmu nantinya meskipun traumamu juga mendalam setidaknya itu akan luntur seiring berjalannya waktu.
ᄂ⃟ᙚRisa Virgo Always Beau
Elzia kaget mendengar Arka akan membawa Elzia bertemu kedua orang tua Arka
ᄂ⃟ᙚRisa Virgo Always Beau
Arka kamu pasti lagi berusaha merayu Zia
ᄂ⃟ᙚRisa Virgo Always Beau
Zia kamu di tegur gara gara cara berpakaian kamu tidak sopan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!