NovelToon NovelToon
Tunangan Yang Tak Di Anggap

Tunangan Yang Tak Di Anggap

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Romansa / Konflik etika
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Hanela cantik

Alea Maheswari tidak pernah menyangka bahwa hidupnya yang tenang akan berakhir menjadi pion dalam permainan bisnis ayahnya. Ia dipaksa bertunangan dengan Dafin Danuar, seorang CEO dingin yang merupakan putra dari rekan bisnis keluarganya.

Bagi Dafin, kehadiran Alea adalah gangguan besar. Hatinya sudah terkunci untuk kekasih pilihan hatinya sendiri. Di mata Dafin, Alea hanyalah penghalang kebahagiaannya, sementara bagi Alea, pertunangan ini adalah beban yang harus ia pikul demi kehormatan keluarga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanela cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Canggung

Di ujung telepon, ayah Kenan mendengus pelan, sebuah helaan napas yang mencampurkan rasa rindu dan kekesalan yang tertahan.

"Dasar anak nakal," gumamnya pelan sebelum akhirnya memutus sambungan telepon dengan sepihak.

Pria tua itu meletakkan ponselnya di atas meja mahoni besar yang mengkilap. Ia duduk di kursi kebesaran di sebuah ruang kerja yang jauh lebih mewah daripada kantor manapun yang pernah dilihat Alea.

"Kemari kamu!" perintahnya.

Beberapa detik kemudian, seorang asisten pribadi berpakaian rapi masuk dengan kepala tertunduk hormat. Ayah Kenan langsung menudingkan jarinya ke arah asisten tersebut, memulai omelan panjangnya yang sudah menjadi rutinitas bulanan.

"Apa yang sebenarnya dilakukan anak itu di sana sampai dia keras kepala sekali tidak mau pulang?! Apa gaji yang diberikan keluarga Maheswari itu jauh lebih besar daripada uang yang aku berikan padanya setiap bulan?" omelnya sambil mondar-mandir di ruangan itu.

Si asisten hanya bisa berdiri mematung. "Tuan Muda Kenan sepertinya sangat menikmati pekerjaannya sebagai pengawal, Tuan..."

"Menikmati? Menjadi tameng peluru orang lain kamu bilang menikmati?!" potong ayah Kenan dengan suara menggelegar. "Dia itu pewaris tunggal kerajaan bisnis ini! Dia bisa membeli seluruh perusahaan Maheswari kalau dia mau, tapi kenapa dia lebih memilih tidur di paviliun pengawal dan membukakan pintu untuk gadis kecil itu?"

"Terus saja dia beralasan menyelesaikan urusan. Kalau dia tidak pulang dalam bulan ini, jemput dia paksa! Bilang padanya kalau ayahnya ini akan menyita seluruh aset pribadinya jika dia lebih memilih menjadi pelayan daripada menjadi raja di rumahnya sendiri!"

Baskara Atmaja, pria yang namanya mampu menggetarkan bursa saham itu, kini justru tampak seperti seorang ayah yang sedang kehilangan akal sehatnya. Ia mondar-mandir di ruang kerjanya yang luas, sementara Liam, asisten pribadinya yang setia, hanya bisa berdiri mematung.

"Liam! Coba kamu pikir pakai logika!" Baskara berhenti mendadak dan menunjuk ke arah Liam. "Apa yang kurang dari rumah ini? Apa yang kurang dari kekuasaanku? Kenapa anak itu lebih memilih jadi pengawal, berdiri di bawah terik matahari, dan dimaki-maki oleh bocah ingusan seperti Dafin Danuar itu?!"

"Tuan Muda Kenan mungkin memiliki misi pribadinya sendiri, Tuan Baskara," jawab Liam hati-hati, berusaha meredam emosi tuannya.

"Misi pribadi apa?! Memangnya dia agen rahasia? Dia itu anakku!" Baskara kembali mengomel, suaranya menggelegar di ruangan kedap suara itu. "Terus saja dia bilang gajinya cukup. Cukup untuk apa? Membeli baut mobil koleksinya saja tidak cukup! Apa keluarga Maheswari itu memberikan tunjangan emas sampai dia betah jadi pelayan di sana?"

Baskara menghempaskan tubuhnya ke kursi kebesaran, wajahnya memerah. "Aku malu, Liam! Kalau rekan-rekan bisnisku tahu ahli waris tunggal Atmaja Group sedang sibuk membukakan pintu mobil untuk anak Arkan Maheswari, mau ditaruh di mana mukaku ini?"

Liam hanya bisa berdehem kecil. "Tapi sejauh ini, penyamaran Tuan Muda Kenan sangat sempurna, Tuan. Tidak ada yang curiga bahwa dia adalah putra Anda."

"Itu dia masalahnya! Dia terlalu menjiwai perannya!" Baskara memijat pelipisnya. "Liam, pantau terus. Kalau dalam minggu ini dia belum berhasil menghancurkan Dafin atau apa pun itu alasannya di sana, bawa pasukan. Seret dia pulang. Bilang padaku kalau aku akan memutus koneksi internet di seluruh paviliun Maheswari kalau dia tidak segera menampakkan batang hidungnya di sini!"

Baskara mendengus kasar, namun di balik omelannya, terselip rasa khawatir yang mendalam. Ia tahu Kenan sedang menempuh jalan yang berbahaya demi sebuah keadilan yang tidak bisa dibeli dengan uang Atmaja.

......................

Alea turun ke lantai bawah dengan penampilan yang sangat santai. Ia mengenakan hoodie oversized berwarna abu-abu yang menenggelamkan tubuh mungilnya, dipadukan dengan celana pendek yang nyaman. Rambutnya diikat asal.

Arkan yang baru saja melepas jasnya menatap Alea heran. "Mau ke mana lagi? Tadi bilangnya tidak enak badan sampai minta pulang duluan."

"Iya Pah, kepalaku pusing. Mungkin kalau makan bakso pedas di depan kompleks, pusingnya hilang. Sugesti itu penting, Pah," alasan Alea asal.

Arkan menghela napas. "Ya sudah, minta Kenan temani. Jangan lama-lama, ini sudah malam."

Alea langsung berlari kecil menuju paviliun pengawal. Pikirannya hanya tertuju pada bakso, sampai ia lupa mengetuk pintu kamar Kenan yang ternyata tidak tertutup rapat.

BRAKK!

Alea mendorong pintu itu dengan ceria. "Kenan! Ayo temani aku beli bak....."

Kalimatnya langsung tertelan kembali ke tenggorokan. Di depannya, di bawah cahaya lampu kamar yang hangat, Kenan sedang berdiri di depan cermin. Ia baru saja selesai mandi dan sedang memamerkan otot-otot tubuhnya lengan yang kokoh, dada yang bidang, dan perut six-pack yang terlihat sangat atletis.

Kenan yang sedang asyik mematut diri spontan menoleh dengan mata membelalak.

Alea membeku di ambang pintu. Matanya tanpa sengaja memindai setiap lekuk otot pengawalnya yang selama ini selalu tertutup jas rapi. Wajahnya langsung terasa panas membara.

"O-oh... astaga!" Alea berteriak tertahan.

Spontan, ia langsung menarik pintu itu dan menutupnya dengan keras.

Alea bersandar di balik pintu kayu itu, menutupi wajahnya dengan kedua tangan. Jantungnya berdegup kencang.

"Gila... Kenan... dia... kenapa badannya bisa seperti itu?" bisiknya pada diri sendiri, mencoba mengatur napasnya yang berantakan.

Di dalam kamar, Kenan segera menyambar kaos dengan gerakan secepat kilat. Ia memakai pakaiannya dengan tangan yang sedikit cepat, merasa malu sekaligus canggung karena tertangkap basah sedang narsis di depan cermin oleh majikannya sendiri.

Alea bersandar di balik pintu kayu paviliun dengan napas memburu. Bayangan otot-otot Kenan yang tercetak jelas di bawah lampu kamar masih menempel di ingatannya. Tak lama kemudian, pintu terbuka perlahan.

Kenan muncul dengan penampilan yang lebih santai, ia kini memakai kaos polos berwarna hitam yang tetap memperlihatkan siluet tubuh atletisnya. Ia menatap Alea yang masih berdiri mematung dengan wajah semerah kepiting rebus.

Kenan berdehem, mencoba memecah kecanggungan. "Nona, ada apa? Kenapa tidak menelepon saya saja? Tidak perlu sampai menyusul ke paviliun," tanya Kenan dengan nada yang diusahakan sedatar mungkin, meski ia sendiri merasa canggung.

Alea langsung mendongak, mencoba mengalihkan rasa malunya dengan nada protes. "Aku sudah meneleponmu beberapa kali, Kenan! Tapi kamu tidak angkat-angkat. Makanya aku langsung ke sini!" sahut Alea sambil menunjukkan layar ponselnya yang memang memperlihatkan daftar panggilan tak terjawab.

Kenan meraba saku celananya dan baru tersadar. "Maaf, Nona. Ponsel saya masih di dalam tas setelah mandi tadi. Saya tidak mendengarnya."

Alea memalingkan wajah, menarik tali hoodie-nya sampai menutupi sebagian wajahnya. "Ya sudah, tidak usah dibahas. Ayo cepat, Papa sudah kasih izin. Aku mau beli bakso di depan komplek, sekarang!"

1
Erna Riyanto
gadis SMA yg bunuh diri karena Davin...apakah adik kenan...makin penasaran
ᄂ⃟ᙚRisa Virgo Always Beau
Ceritanya gampang di pahami dan alurnya menarik, ayahnya Alea memaksa Alea menikah dengan Dafin apakah Alea dan Dafin bisa saling mencintai
Erna Riyanto
semoga nnti Kenan bersatu sm alea...wlpun dgn jln yg sulit...suka bgt sm karakter Kenan...
Erna Riyanto
waahhh tambah lagi karya on going mu thorrr.....semoga konsisten dgn berbagai cerita yg dibuat...sukses...nungguin lanjutan si tuan Damian loh q
ig: denaa_127: makasihh udah support 😍
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!