NovelToon NovelToon
Queenora, Ibu Susu Bayi CEO Dingin

Queenora, Ibu Susu Bayi CEO Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Menikah Karena Anak / CEO / Hamil di luar nikah / Ibu susu / Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Realrf

Queenora kehilangan bayinya sebelum sempat menimangnya, dia difitnah, dan dihancurkan oleh keluarga yang seharusnya melindungi.

Namun di ruang rumah sakit, tangisan bayi yang kehilangan ibunya menjadi panggilan hidup baru.

Saat bayi itu tenang di pelukannya, Queenora tahu, cinta tak selalu lahir dari darah yang sama, tapi dari luka yang memilih untuk mencinta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Realrf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Wanita malang

Jemarinya hanya berjarak beberapa sentimeter dari kulit Queenora yang dingin. Sebuah keinginan purba untuk menenangkan, untuk menyerap sebagian dari rasa sakit yang membakar gadis itu dari dalam, mendorongnya maju.

Namun, akal sehat menahannya.

Siapa dia hingga berani menyentuh luka yang begitu pribadi? Ia adalah majikan, penjaga, orang asing yang kebetulan berbagi atap. Menyentuhnya sekarang akan menjadi pelanggaran, sebuah intrusi yang tidak bisa ia benarkan.

Dengan helaan napas yang nyaris tak terdengar, Darian menarik tangannya kembali. Gerakannya lambat, penuh keengganan, seolah menarik magnet dari kutub yang berlawanan.

Pria diambang kebimbangan itu berdiri, menatap wajah Queenora yang kini sedikit lebih tenang dalam tidurnya, lalu berjalan keluar kamar tanpa suara.

Di dapur yang sunyi, ia mengambil segelas air dingin dan meletakkannya di meja kecil di samping tempat tidur Queenora. Sebuah isyarat kecil yang canggung, satu-satunya cara yang ia tahu untuk mengatakan, aku di sini, aku menjagamu.

Ketika Queenora terbangun beberapa jam kemudian, hal pertama yang ia rasakan adalah keheningan yang berat dan rasa haus yang mencekik.

Matanya yang sembap menangkap segelas air yang berembun di sampingnya. Ia tidak ingat mengambilnya. Jantungnya berdebar sesaat. Apakah Darian masuk ke kamarnya? Ketegangan yang tak terucapkan itu mengisi udara, lebih menyesakkan daripada debu di gudang kemarin.

***

Di sudut kota yang lain, di sebuah kedai kopi yang beraroma asap rokok basi dan penyesalan, seorang pria bernama Bimo mengaduk espresonya yang nyaris dingin.

Ia adalah pria dengan wajah yang mudah dilupakan dan mata yang mengingat segalanya aset berharga dalam pekerjaannya. Di seberang mejanya, duduklah sumber informasinya. Arya, seorang pemuda yang membawa aura kekalahan seperti parfum murah.

“Jadi, kau bilang adikmu itu kabur?” tanya Bimo dengan nada santai, seolah sedang mendiskusikan skor pertandingan bola.

Arya mendengus, menyeret puntung rokoknya dalam-dalam.

“Kabur itu kata yang terlalu bagus. Dia itu aib. Selalu jadi aib. Sudah seharusnya dia pergi.” Matanya yang keruh menatap Bimo dengan curiga.

“Kenapa kau mencarinya? Dia punya utang padamu?”

“Bukan,” Bimo tersenyum tipis.

“Anggap saja aku perwakilan dari sebuah agensi yang tertarik dengan profilnya. Ada tawaran pekerjaan yang bagus untuknya. Tapi kami perlu tahu latar belakangnya.”

Bimo mendorong sebuah amplop cokelat tipis ke seberang meja.

“Ini untuk waktumu.”

Mata Arya langsung terpaku pada amplop itu. Keserakahan mengalahkan kecurigaan. Ia menyambarnya dan merasakan isinya. Cukup untuk membayar utang judinya malam ini.

“Latar belakang?” ia tertawa sinis, tawa yang terdengar seperti kaleng kosong ditendang.

“Latar belakangnya itu kotor, dia bukan orang baik. Jangan tertipu dengan wajah polosnya. Dia itu ular.”

“Oh ya?” Bimo mencondongkan tubuhnya sedikit, menunjukkan minat.

“Dia itu pembangkang. Tidak tahu diuntung,” racau Arya, kebencian selama bertahun-tahun tumpah ruah.

“Merasa dirinya lebih baik dari kami semua. Bergaul dengan anak-anak kota, pulang malam, lalu menangis kalau ditegur Bapak. Puncaknya, dia hamil. Hamil di luar nikah! Kau bisa bayangkan malunya kami? Dasar wanita sialan!”

Bimo tetap diam, membiarkan Arya mengeluarkan semua racunnya.

“Dia pikir kami akan diam saja? Membiarkan dia mencoreng nama keluarga dengan anak haramnya?” Arya mematikan rokoknya di asbak dengan kasar.

“Bapak memberinya pelajaran. Pelajaran yang pantas dia dapatkan. Tapi dasar tidak tahu terima kasih, setelah ‘masalah’nya selesai, dia malah kabur.”

“‘Masalah’nya?” Bimo mengulang, alisnya terangkat sedikit.

“Anak haram yang di kandung gadis sialan itu,” desis Arya dengan nada jijik.

“Jatuh, dia keguguran. Baguskan. Satu aib berkurang. Tapi dia malah menyalahkan kami. Dia pantas dihukum, paham? Dia itu gadis nakal yang akhirnya kena batunya.”

Bimo mengangguk perlahan, wajahnya tidak menunjukkan emosi apa pun. Ia telah mendapatkan lebih dari yang ia harapkan. Bukan hanya informasi, tapi narasi. Sebuah cerita keji yang bisa dipelintir dan dibingkai sesuai keinginan kliennya.

“Terima kasih atas waktumu, Arya. Kau sangat membantu," ujar Bimo dengan senyum puas. Arya mengangguk menyulut lagi ujung rokok yang baru ia keluarkan, dengan seringai yang sama puasnya dengan Bimo.

"Cari saja aku kalau kau butuh tahu sesuatu soal wanita sialan itu," sahut Arya menatap amplop coklat yang ada di meja.

***

“Kau yakin dia bilang begitu? Kata demi kata?” Suara Madam Estrel di telepon terdengar setajam pecahan kaca.

“Saya merekamnya, Nyonya,” jawab Bimo dari dalam mobilnya.

“Dia sendiri menggambarkannya sebagai gadis nakal yang dihukum karena hamil di luar nikah. Dia juga mengonfirmasi soal keguguran.”

Keheningan sesaat di ujung telepon, lalu terdengar tawa kecil yang dingin dan penuh kemenangan.

“Sempurna. Ini lebih baik dari yang kubayangkan. Dapatkan laporannya dari rumah sakit tempat dia dirawat. Aku mau bukti hitam di atas putih. Bayar siapa pun yang perlu kau bayar.”

“Siap, Nyonya.”

“Anak malang,” desis Estrel, suaranya dipenuhi kepura-puraan yang memuakkan.

“Ternyata dia hanya seorang pelacur kecil yang membuang anaknya. Dan Darian membiarkan makhluk seperti itu menyusui cucuku. Menjijikkan.”

Estrel menutup telepon. Amunisinya sudah lengkap. Sekarang saatnya menembak. Dengan jemari yang dipoles sempurna, ia menekan nomor Darian.

Darian sedang berada di ruang kerjanya, mencoba fokus pada laporan keuangan yang angkanya kabur di depan matanya. Pikirannya terus kembali pada rintihan Queenora dalam tidurnya, pada nama ‘Elang’ yang diucapkannya dengan penuh duka.

Saat ponselnya berdering dan nama ‘Estrel’ muncul di layar, ia menggeram pelan.

“Ada apa lagi,Ibu Estrel?” sapanya tanpa basa-basi.

“Darian, Sayang, jangan begitu,” suara Estrel terdengar manis dan penuh kekhawatiran palsu.

“Aku menelepon karena aku khawatir. Tentang Elios. Tentang… wanita yang kau pekerjakan itu.”

“Queenora punya nama,” potong Darian, kesabarannya menipis.

“Dan dia merawat Elios dengan sangat baik. Aku tidak mau membahas ini lagi.”

“Oh, aku yakin dia sangat ‘baik’,” sindir Estrel. “Tapi ada hal-hal yang tidak kau ketahui tentangnya, Darian. Hal-hal yang sengaja ia sembunyikan. Aku hanya ingin kau tahu yang sebenarnya, demi melindungi cucuku satu-satunya.”

Jantung Darian mulai berdebar lebih cepat. Sesuatu dalam nada bicara Estrel yang penuh kemenangan membuatnya waspada.

“Apa maksud Anda?”

“Aku tidak akan menjelaskannya lewat telepon. Itu tidak pantas,” kata Estrel tegas.

“Tapi aku akan mengirimkanmu sesuatu. Anggap saja ini bacaan ringan. Setelah kau membacanya, kita harus bertemu. Segera.”

Sebelum Darian sempat menjawab, sebuah notifikasi pesan masuk berdenting di ponselnya. Sebuah lampiran dokumen telah terkirim.

“Bacalah, Darian,” bisik Estrel di telepon, suaranya seperti desisan ular.

“Lalu tanyakan pada dirimu sendiri, apakah wanita seperti itu pantas menyentuh darah daging Luna.”

Panggilan itu berakhir. Darian menatap layar ponselnya, ragu-ragu. Tangannya terasa dingin. Dengan napas tertahan, ia membuka lampiran itu.

Di layar ponselnya, terpampang sebuah dokumen dengan kop surat rumah sakit. Matanya menyapu cepat melewati detail administratif hingga berhenti pada satu baris teks yang dicetak tebal.

DIAGNOSIS AKHIR: ABORTUS INKOMPLIT AKIBAT TRAUMA BENDA TUMPUL.

Dunia Darian seolah berhenti berputar. Trauma benda tumpul. Keguguran. Mimpi buruk Queenora. Rintihannya. Semuanya bertabrakan di kepalanya, menciptakan badai kebingungan dan kengerian.

Tepat saat otaknya mencoba memproses informasi yang mengerikan itu, sebuah pesan baru dari Estrel muncul di bagian atas layarnya, sebuah kalimat pendek yang dirancang untuk meracuni segalanya.

“Lihat, Darian? Dia bukan korban. Dia pembohong.”

1
Jj^
semangat update Thor 🤗
Nar Sih
biarkan darian membatu mu queen ,kasih semagatt sja dan doa kan smoga mslh mu cpt selesai
Nar Sih
jujur sja queen ,biar semua terungkap
Nar Sih
darian mulai jatuh cinta dgn mu queen
Harmanto
miskin dialog terlalu banyak menceritakan suasana hayalan
Sumarni Ukkas
sangat bagus..
Realrf: makasih kak
total 1 replies
Harmanto
ceritanya terlalu banyak fariasi hayalan yg sangaaat pamjang jarang sekali dialog yg menghidupkam cerita. sering tidak kubaca fariasi2 itu
Realrf: baik kaka trimakasih masukannya
total 1 replies
Harmanto
Nora diberi makan apa untuk memproduksi asi tdk diceritakan, diberi sandang apa. dia dianggap mahluk bukan manusia yg punya rasa emosi
Harmanto
ceritanya membingungkan apa iya tadinya menawarkan berapa uang kau minta. dia tdk butuh uang .kok dia malah membelenggu dg seribu atran yg robot
Nar Sih
seperti nya darian udh mulai suka dng mu queen
Indah MB
di tunggu selalu bab selanjutnya 😍
Realrf
ma aciwww 😘
Indah MB
bacanya kayak makan permen nano nano ... manis asam asin rame rasanya .... selalu penasaran
Indah MB
lanjut ya thor... jgn berenti sampai di sini
Indah MB
atau jangan jangan , si Luna yg g pernah melahirkan, dan anaknya queenora yg diambil menggantikan anak luna yg meninggal... bisa aja kan?
Nar Sih
jgn ,,foto yg dilihat queenora adalah poto org di msa lalunya
Indah MB: mungkin foto org yg melecehkannya.. kan dia hamil
total 1 replies
Nar Sih
semagatt ya queenora💪
Realrf
hasek 💃💃💃💃
Nar Sih
kak thor sbr nya aku msih bingung dgn cerita queenora yg tiba,,keguguran trus msa lalu nya siapa ayah dri byi nya
Realrf: 🤭🤭🤭 pelan pelan ya ... pelan kita buka siapa dan mengapa
total 1 replies
Nar Sih
sabarr queenora yaa,hti mu yg bersih dan niat mu yg tulus demi nyawa seorang byi yg hampir dehidrasi smoga kebaikan mu dpt blsn bahagia
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!