karna EKONOMI membuat ISYANA ZIVA harus menjalini kehidupan yang begitu sulit ..hingga datang seseorang yang menawar kan bantuan padanya
apakah ZIVA akan menerima segala persyaratan nya...yuk simak kisahnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon si imuut, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 1
Pagi itu kala embun pagi menyapa kehangatan sang mentari ...Sayup sayup terdengar tangis pilu gadis kecil yang masih berumur 10 th .
''Ibu,..ibu jangan tinggal kan kami kalau ibu pergi kelak siapa yang akan menjaga kami,siapa yang akan melindungi kami dari kejam nya manusia yang memandang rendah kami dan kejam nya dunia ini''Tangis kedua nya pecah saat ibu mereka tiada untuk selamanya.
Ya mereka adalah dua kakak beradik ISYANA ZIVA DAN SYAZIA.
''Bu ...harus kah kami memikul beban di dunia ini,Pada siapa kami harus bersandar bu!Kami tak mungkin bersandar pada ayah yang kerjanya hanya mabuk-mabukan ibu'' Di sela isak tangis Ziva di samping makam ibunya.
''Kakak apakah ibu tak akan kembali ke rumah?''tanya Zia
''Tidak sayang ibu telah tenang di surga,
sekarang hanya tinggal kita
kakak akan merawat dan membesarkan mu.''
''Iya kak aku akan membantu mu''
''Kita akan selalu bersama walaupun
cobaan menghampiri kita''
''Adik kk pintar yuk kita pulang''
Ziva menyeret kaki yang kaku dari pemakaman ibu nya ,Walau berat tapi tetap iya lakukan karna punya tanggung jawab terhadap adik satu-satunya.
Mentari berganti senja yang cerah, Tapi bagi kedua kakak beradik itu adalah senja termuram bagi kedua nya,Jalan yang mereka tempuh masih sangat panjang untuk menyongsong masa depan.
''Kak perutku lapar.''sahut Zia
''Sebentar ya sayang kakak akan melihat apa yang akan bisa kita makan''
Tapi naas tak ada satu pun yang bisa di makan,Lama Ziva melamun akhirnya dia ingat ada sedikit beras di sudut dapur untuk di masak.
''Sabar ya sayang kakak akan memasak nasi dulu''
''Baik lah kak''
Karna menahan lapar akhirnya Zia tertidur,Melihat Zia tertidur yang memegangi perut nya Ziva merasakan sakit di hatinya.
''Andai Ayah bertanggung jawab atas kita pasti tidak seperti ini ,Pasti kita akan merasakan kasih sayang seorang Ayah seperti anak2 yang lainnya''
Tak berapa lama akhirnya nasi pun matang Ziva membangun kan adik nya yang lapar.
''Sayang ayo makan nasi nya sudah matang''
"Iya kak aku bangun''
''Maaf ya sayang untuk hari ini kita hanya makan nasi putih saja''
''Iya kak tak apa.'' Sahut zia
Mereka makan dalam diam dan larut dalam fikiran masing masing.Maaf kan kakak sayang mulai besok aku akan mencari pekerjaan agar kau bisa makan dengan layak batin Ziva.
Setelah mereka makan, mata pun mulai terasa berat karna lelah seharian mengurus pemakaman Ibunya.
''Ayo kita tidur Zia'' sahut Ziva
''Iya kak baik lah..''
Mereka tidur dengan lelap ,tapi tak berapa lama Ziva mendengar gedoran pintu.
"Ziva buka pintu ini ayah ,cepat kau buka pintunya dasar anak tak tau diri'' teriak Ayah Ziva di luar sana.
Karna tak ingin kena marah Ziva bergegas membuka pintu.
''Ayah ,Ayah darimana saja apa Ayah tau kalau Ibu telah pergi untuk selama nya''
isak Ziva.
''Heh anak kecil bagus kalau Ibu mu itu telah pergi jadi aku tidak akan bersusah payah lagi menanggung obatnya'' Sambil menoyor kepala Ziva
''Ayah jahat ,,,Ayah jahat'' terika Ziva
''Diam kau si*lan''Langsung menampar pipi kecil itu berani sekali kau meneriaki ku.
''Sudah untung aku masih mau pulang ke rumah ini kalau tidak kau akan jadi gembel'' bentak Ayah Ziva
''Kenapa tidak kau saja yang pergi duluan kenapa harus ibu''isak Ziva
''Apa kau bilang'' Ayah Ziva geram mendengar ucapan Ziva lalu secara membabi buta memukuli Ziva menendang dan membenturkan nya ke lantai.
''Ayah ampun maafkan aku'' Di sela tangis nya
''Tidak aku tidak akan mengampuni mu dasar anak tak tau diri''
Zia terbangun dan langsung memeluk kakak nya
''Ayah sudah jangan pukuli kakak lagi''
Tangis Zia sambil memeluk Ziva ..
''Apa kau mau aku pukuli juga hah''
''Tidak yah jangan pukuli Zia pukul saja aku'' teriak Ziva..
Romi mengepal kan tangan nya sambil berlalu ''Menyesal aku datang kesini''ujar nya lalu membanting pintu keluar rumah
''Sudah,,,sudah kakak gak papa kamu jangan takut ya ,''
''Tapi kakak terluka biar aku obati ya''
ujar Zia
''Tenang lah sayang ini tak apa apa kok kau lanjutkan tidur mu''
''Hmm baik lah kak''
Mereka tidur kembali tapi tidak dengan Ziva dia harus menahan sakit disekujur tubuhnya ..
...****************...
bang Rafa sini ku bantuin rawat anaknya sekalian abang juga 🤭🏃♀️🏃♀️🏃♀️
hayuuu boy nangis yg kenceng ya biar mommy mu sadar bahwa ada kalian yg sangat berarti buat Ziva
yuk semangat up yuk
semoga lancar kehamilan Ziva.
dulu kan Ziva di perlakukan tdk baik sama Rafa bgmn skrg Rafa yg merasakan ngidam yg "payah" n aneh 🤭
biar jd pelajaran buat Rafa 🤣
Rafa merasakan Couvade Syndrome 🤣
tokcer juga nih bibit unggul nya Rafa, selamat yak 😊