NovelToon NovelToon
Ranjang Panas Milik Suami Dan Ibuku

Ranjang Panas Milik Suami Dan Ibuku

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Tamat
Popularitas:3.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Susi Nya Sigit

Follow medsos author 👇
FB Susinyasigit
IG Susin59

Biar tau jadwal updatenya

Pengkhianatan yang dilakukan Raka padanya. Menjadi berkah tersendiri untuk Aira. Dari situlah, ia benar-benar menemukan cinta sejatinya. Suraj, yang selama ini dia anggap perusuh, ternyata pria itulah yang mampu memberikan kebahagiaan untuknya.

Raka mengkhianatinya dengan ibu yang selama ini, ia anggap sebagai pahlawan. Ternyata mereka berdua adalah sepasang kekasih yang memanfaatkan dirinya sebagai tameng belaka.

Ungkapan cinta yang keluar dari mulut Raka. Ternyata hanya palsu, sebuah akting untuk menutupi perbuatan busuknya bersama Citra. Wanita yang merawatnya sejak kecil.

Setelah tahu, perselingkuhan mereka. Aira masih berbesar hati untuk bisa menerima Raka dengan syarat. Pria itu harus meninggalkan Citra. Dan pergi bersamanya dari rumah itu. Alih-alih mau menyelamatkan rumah tangganya. Aira justru dipermalukan di depan mereka berdua. Di saat itulah Suraj datang menawarkan kebahagiaan. Yang langsung disambut hangat oleh Aira.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Susi Nya Sigit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perselingkuhan

POV Aira.

Aku bisa apa? Saat melihat dua orang yang aku cintai sedang berdesah manja dalam limpangan penuh dosa di sebuah kamar hotel.

Beberapa bulan lalu. Aku di kejutkan dengan pernyataan cinta dari seorang pria yang kini menjadi suamiku.

"Aira, aku jatuh cinta padamu. Maukah kau menjadi kekasihku?" Pernyataan cinta dari pria itu sontak membuat hatiku berbunga-bunga. Betapa tidak, hanya dia satu-satunya pria yang menyatakan cinta padaku.

Selama delapan belas tahun ini. Tak ada pria yang mau dekat denganku. Karena wajahku yang jauh dari kata sempurna. Aku mempunyai kelainan di salah satu anggota tubuhku. Sehingga membuat pria diluaran sana memandangku sebelah mata.

Hanya mas Raka, pria yang mendekatiku selama dua bulanan ini sebelum akhirnya kami menikah.

Tak ada sedikitpun kecurigaan terhadap pria itu. Sikapnya yang lembut, serta tutur katanya yang selalu membuat hati ini berbunga-bunga. Membuat aku yakin ketulusan cintanya padaku. Singkat cerita aku menerima pernyataan cinta pria itu.

Setelah kejadian pernyataan cinta itu. Kami resmi pacaran. Lazimnya seperti sepasang kekasih yang menghabiskan akhir pekan dengan berduaan. Tapi tidak dengan kami. Aku yang disibukkan mengurus cafe milik ibu. Membuat aku tak punya waktu jalan berdua dengan mas Raka. Yang membuat aku senang, ia bahkan tak keberatan dengan masalah itu. Bahkan dia sangat pengertian dan mendukung apa yang aku kerjakan.

Seperti malam itu. Para muda-mudi menghabiskan akhir pekan di cafe kami. Kebanyakan dari mereka remaja yang seumuran denganku. Sehingga masih semangat-semangatnya saling mengenal dengan lawan jenisnya.

"Ra, mami mau pergi ke rumah temen mami. Kamu urus cafe ya, sayang?" pinta mami padaku.

Mamiku wanita berusia tiga puluh delapan tahun. Tapi, wajahnya terlihat lebih muda dari usianya. Karena beliau sangat lihai dalam berdandan. Tidak seperti aku. Yang tidak kenal dengan peralatan makeup.

"Iya Mi," sahutku patuh.

Bukan pertama kalinya aku harus menggantikan kerjaan beliau karena kesibukan dengan teman-temannya. Yang mengharuskan aku meng-handle semua pekerjaan di cafe.

"Mang Jali gak ada ya Ra. Udah pulang ya?" keluhnya mencari sopir pribadinya yang sudah sejak sore tadi pulang ke rumah.

"Udah dong Mi. Mang Jali kan cuma sampai sore kerjanya," jawabku mengingatkan beliau.

"Terus mami pergi sama siapa dong? Gak mungkin kan mami pergi sendirian."

Aku nggak tega melihat mami harus pergi sendirian. Apalagi sekarang maraknya perampokan di kota ini. Dan kebanyakan korbannya itu seorang wanita. Jadi aku memutuskan untuk menghubungi mas Raka, minta tolong padanya agar mengantar mami pergi.

"Mas, bisa datang ke cafe nggak?" tanyaku pada pria di seberang sana.

"Ada apa sayang?" tanyanya dengan lemah lembut, membuat aku semakin kagum denganya.

"Bisa anter Mami ke rumah temannya. Sekarang."

"Oh, bisa-bisa. Mas, sampai lima belas menit lagi," jawabnya antusias.

Tak lama setelah itu. Pria dengan setelan celana dan jaket denim berjalan kearah kami. Seulas senyum manisnya membuat hati siapapun akan meleleh jika lama-lama memandangnya. Pria itu sampai di hadapan kami.

"Mi," sapanya mencium punggung tangan mami. Satu hal yang membuatku merasa aneh. Cara mas Raka mengecup punggung tangan mami berbeda. Tak seperti seseorang anak yang hormat pada orangtuanya. Melainkan kecupan penuh kekaguman. Durasinya lama, dan netranya menatap lekat wajah mami.

Heem ... Dehemanku menghentikan aktivitas mas Raka. Segera ia melepaskan tangannya dan berdiri sejajar bersama kami.

"Mi, Mami diantar Mas Raka saja ya. Aira takut kalau mami pergi sendirian," usulku dan disambut senang oleh mami. Wanita berambut keriting itu tersenyum lebar menanggapi usul ku.

"Makasih ya Raka. Kamu udah mau anter Mami. Kamu memang calon menantu idaman mami,"sahutnya menatap wajah kekasihku.

"Iya Mi. Lagian Raka gak tega membiarkan wanita secantik Mami pergi sendirian malam-malam begini," puji mas Raka membuat mataku membulat sempurna dengan pujian yang dilontarkan kepada mami. Sangat tak pantas, kalimat itu ia ucapkan di depan mataku.

Mereka berdua akhirnya pergi. Meninggalkan aku dengan kesibukan yang tak kunjung usai. Maklum akhir pekan begini, pengunjung cafe akan ramai menyerbu tempat ini. Dan aku sedikit kualahan melayani mereka hanya dengan dua karyawan yang tersisa.

Tiga jam mereka pergi. Namun belum ada tanda-tanda kedatangannya. Hingga aku lelah menunggu di cafe sendirian. Sebab, satu jam lalu cafe ini sudah tutup. Karyawan yang membantuku pun sudah pulang.

"Ya ampun. Sudah jam segini kok mereka belum pulang," keluhku melihat kearah jam dinding.

Aku berinisiatif menghubungi handphone mami, berharap ada kabar dari mereka. Aku khawatir suatu hal buruk menimpa mereka.

Nadanya tersambung, tapi tidak diangkat. Aku hanya bisa menghembuskan nafas kasar. Setelah itu mencoba menghubungi nomor mas Raka. Sama, tersambung tapi tidak diangkat.

Berkali-kali kucoba menghubungi mereka. Namun hasilnya tetap sama. Tak ada satupun yang menjawab panggilan telpon dariku.

Aku memutuskan untuk menunggunya di rumah. Sambil terus berdoa agar tak ada kejadian buruk menimpa mereka.

Satu jam lebih, aku berada di rumah dengan perasaan bercampur aduk tak menentu. Gelisah, takut, khawatir. Memenuhi kepalaku. Hingga terdengar suara mobil di halaman rumah. Bergegas aku menuju ke ruang tamu untuk membukakan pintu rumah.

Saat pintu sudah ku buka. Sedikit yang mengejutkanku. Penampilan keduanya berubah kusut. Rambut mami yang acak-acakan, belum lagi tercium bau aneh dari keduanya. Membuat aku sedikit berpikir. Tak lama kemudian masuk kedalam, lalu duduk di sofa ruang tamu.

"Mi, kok baru pulang sih jam segini?" Mereka saling melempar pandang. Setelah itu, dijawab gugup oleh mami.

"Iya sayang. Mobilnya tadi kecemplung got. Jadi lama benerinnya. Iya kan sa...."

Kalimat mami menggantung, saat mas Raka membuka suara.

1
Aina Kamila
👍👍👍👍👍👍👍
Pudji Lestari
Luar biasa
Ani Baru
bosen baca ny pn...
ngk ad ending ny
Ani Baru
mampus lo citra...
jd gelandangn kn kamu
Ani Baru
bnyk x pn musuh ny..
nth kpn sh surasd jmp ma Aira...
Ani Baru
sama2 bodoh ne peran laki2 n prempuan ny
Ani Baru
awas Aira itu jebakan, agar kamu mw tnda tngan surat warisan...
Ani Baru
mampus lo nenek peyot...
dteng kn mama ny sh aira
Ani Baru
udh krahuan suami ny selingkuh, mnta cerai ja.. orag tua ap sh citra itu...
macem ngk ad brondong laen ja..
Ani Baru
bodoh x sh Aira ini lh...
Ani Baru
suras ttanggaaan x ma si raka
Siti Malika
Thor dong sadarin Aira gedek aku sama kelakuan si raka SM ibu tolong gawangnya Aira jangan di jebol cuma buat Suraj
Re Han
akhirnya terbongkar semua perbuatann laknat citra dan Raka
Re Han
semoga Aira nggak kabulin permintaan nadien
Re Han
itu pasti perbuatan nadien
Re Han
dasar ya si nadien itu licik banget
Re Han
kemana Aira nya ya..
Re Han
emang bodoh Aira nya....
Re Han
bodoh banget ya Aira nya ....
Re Han
itu pasti aset aset penting... sudah jdi rencana citra dan Raka itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!