NovelToon NovelToon
Gadis Nakal Milik Hot Daddy

Gadis Nakal Milik Hot Daddy

Status: tamat
Genre:CEO / Tamat
Popularitas:69.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Aysha Siti Akmal Ali

Karakter sesuai judul, jadi jangan di judge lagi ya Readers ...


Marissa, 19 tahun. Gadis berwajah cantik dengan tubuh yang seksi dan nyaris sempurna.

Ia tergila-gila pada seorang duda berusia 39 tahun, Marcello Alexander. Seorang Owner sekaligus CEO dari Antariksa Group, perusahaan besar yang bergerak dalam bidang Otomotif.

Namun, sayangnya kisah cinta Marissa harus pupus tatkala ia mengetahui bahwa Marcello adalah seseorang yang pernah menjadi bagian dari dirinya.

Penasaran gak sih? Yukk ... ikuti cerita cinta mereka 😘😘😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aysha Siti Akmal Ali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1

"Lebih cepat, Sayang!!!"

Melinda mematung di tempatnya berdiri, setelah mendengar suara seseorang dari dalam ruangan. Tangan Melinda yang sudah siap untuk mengetuk pintu tersebut, kini jatuh ke samping tubuhnya. Airmata Melinda luruh. Mengalir dikedua belah pipinya yang memerah.

"Ayo, Sayang!!!"

Suara itu kembali terdengar dan membuat hati Melinda semakin terasa panas. Jantungnya berdegub kencang, bahkan lututnya terasa bergetar, seolah sudah tidak sanggup lagi menopang beban tubuhnya.

"Cepat, Bella! Aku sudah hampir selesai,"

Suara itu, Melinda sangat mengenali suara itu. Suara laki-laki yang kini berstatus sebagai Suaminya dan Wanita yang bernama Bella itu adalah sahabatnya, yang sudah dia anggap seperti Adiknya sendiri.

Tubuh Melinda perlahan merosot. Ia bersandar di dinding ruangan sambil meratapi nasibnya. Desah*n demi desah*n yang keluar dari bibir pasangan itu terdengar semakin jelas di telinganya. Apalagi permainan mereka semakin panas didalam sana.

"Kenapa kamu mengkhianati aku, El? Bukankah kamu sudah berjanji akan selalu setia padaku." lirih Melinda sambil terisak.

Melinda sudah tidak dapat menahan emosinya lagi. Apalagi desah*n yang keluar dari bibir wanita pelakor itu semakin intens. Melinda bangkit kemudian membuka pintu ruangan itu dengan keras. Beruntung pintu ruangan itu tidak terkunci jadi dengan mudah Melinda melabrak pasangan itu.

Brakkk!!!

Sontak pasangan mesum itu menoleh kepadanya. Tubuh mereka dipenuhi cucuran keringat dan wanita tidak tahu diri itu masih mengalungkan tangannya ke leher EL. Tubuh mereka masih menempel sempurna ketika Melinda berdiri di depan pintu ruangan itu.

EL mencabut senjatanya dari area pribadi Bella kemudian dengan cepat meraih celana yang terserak di lantai ruangan itu. Sementara EL mengenakan celananya, Bella lebih memilih bersembunyi dibawah kolong meja kerja EL untuk melindungi tubuh polosnya yang masih basah dengan cucuran keringat.

"Melinda, aku ..." EL berjalan menghampiri Melinda kemudian mencoba meraih tangannya.

"Cukup! Tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi! Kamu sudah keterlaluan, EL. Bukankah kamu sudah berjanji padaku akan selalu setia dan menerima keadaanku apapun itu. Tapi sekarang ini apa, EL?" hardik Melinda dengan airmata yang masih setia mengucur dari kedua sudut matanya.

Melinda berjalan menghampiri meja kerja EL, tempat yang menjadi saksi bisu percintaan panas mereka. Melinda menarik tangan Bella dengan paksa dan menyuruh wanita itu untuk segera keluar dari kolong meja tersebut.

"Keluar kamu! Apa yang ingin kamu tutupi? Tubuh polos mu? Kenapa kamu harus malu, kamu bahkan tidak malu menunjukkan tubuh polosmu kepada Suamiku!" hardik Melinda.

Melinda menarik tubuh Bella kemudian mendorongnya dengan kasar. Namun, EL dengan sigap menangkap tubuh Bella kemudian meraih wanita itu ke dalam pelukannya. Melinda semakin hancur ketika menyaksikan Suaminya sendiri lebih memilih menenangkan sang kekasih daripada dirinya.

"Kalian memang pasangan yang menjijikkan! Dan kau, Bella! Sekarang kamu puas sudah merusak rumah tanggaku? Kurang apa aku sama kamu selama ini, Bella? Kamu bahkan sudah ku anggap seperti adikku sendiri," hardik Melinda sambil terisak. Setelah mengucapkan hal itu, ia bergegas keluar sambil menyeka air matanya.

"Bagaimana ini, Sayang? Melinda tidak akan pernah memaafkan aku." Bella ketakutan, wajahnya memucat menatap Lelaki yang sedang memeluk tubuhnya dengan erat.

"Tenanglah, semuanya akan baik-baik saja." Lelaki itu mengusap punggung Bella dengan lembut sembari mengecup keningnya.

"Sebaiknya cepat kenakan pakaianmu," titah Lelaki itu.

Setelah melepaskan tubuh Bella dari pelukannya, EL meraih kemeja yang berserakan di lantai dan segera mengenakannya. Begitupula Bella, wanita itu segera mengenakan Dress seksinya.

EL memanggil sopir pribadinya dan meminta lelaki itu untuk segera mengantar Bella kembali ke rumahnya. Sedangkan EL, ia ingin segera menemui Melinda dan berharap bisa menyelesaikan permasalahan mereka dengan baik. Namun, sepertinya hal itu hanya tinggal harapan.

Ketika EL membuka pintu kamarnya, ia melihat Melinda tengah berkemas. Seluruh barang-barang milik Melinda sudah tersusun rapi di dalam koper berwarna hitam. Ia menghampiri Melinda sembari bertanya. "Melinda, kamu mau kemana?"

Namun, bibir Melinda masih terkunci rapat. Bahkan tidak ada sepatah katapun keluar dari bibirnya. Melinda terus mengeluarkan semua barang-barang miliknya dan memasukkannya ke dalam koper.

Karena merasa tidak digubris, Lelaki itu menangkap tubuh Melinda kemudian memeluknya dengan erat. Melinda mengerang dan berusaha melepaskan tubuhnya dari pelukan Suaminya.

"Lepaskan aku! Aku benar-benar jijik padamu, cuih!" hardik Melinda sambil meludah kearah samping.

"Okey, fine! Aku akan melepaskanmu tapi bisakah kamu bersikap lebih tenang dan dengarkan alasanku!" sahut EL kesal.

"Tidak perlu, aku sudah muak!" Melinda menyeret kopernya dengan diikuti oleh seorang Baby sitter yang bertugas merawat bayi perempuan mereka, yang masih berusia satu tahun.

"Melinda! Mel ..." teriaknya.

Namun, Melinda tidak peduli. Ia masuk kedalam mobil dan memerintahkan Sopirnya agar secepatnya meninggalkan rumah itu.

. . .

"Tenang saja, Marissa sayang! Mama akan tetap bersamamu, menjadi Mama sekaligus Daddy buat kamu. Kamu tidak perlu punya Daddy yang menjijikkan seperti dia. Dia hanya akan menjadi pengaruh buruk untukmu," tutur Melinda sambil menciumi puncak kepala Marissa kecil.

Setelah melewati perjalanan panjang dan melelahkan, akhirnya merekapun tiba didepan sebuah rumah sederhana milik Melinda. Rumah yang menjadi tempat bernaungnya ketika ia dan EL belum menikah.

...***...

1
vincuu
thor kalau bisa maharnya jangan ada pakai kata seperangkat alat sholat karena itu berat kalau tidak di jalankan dengan benar. kalau sholatnya bolong" maka dosa 2 kali lipat
Rustan Sinaga
bawa pasukan Dylan, jgn gegabah menghadapi si Kenneth
Rustan Sinaga
sptnya Dylan ada rencana terselubung ya
Rustan Sinaga
satukan Dian dan Riyadh thor, buat mereka bahagia
Rustan Sinaga
jangan buat Dian celaka thor
Rustan Sinaga
jangan² Zaidpun bukan anak Riyadh
Rustan Sinaga
sll lupa komen, saking pengen cepet buka bsn baru
Rustan Sinaga
tunjukkan status Marisa yg sesungguhnya thor, biar si Sarah gigit jari
safrah ricky
Luar biasa
Mariana Frutty
16/06/1977
Luar biasa
aryuu
rameee
Yusi Maulanaa
Luar biasa
Nani Maulani
mau dong obat nya marisa/Ok/
bee
Lumayan
bee
Luar biasa
Capricorn 🦄
k
egata_syla
Luar biasa
LaLa Pho
ada yang kembar 6 kok
si pembaca
saking banyak nya sampai lupa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!