NovelToon NovelToon
Hilal Jodoh Belum Terlihat

Hilal Jodoh Belum Terlihat

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Cintamanis / Tamat
Popularitas:324.7k
Nilai: 5
Nama Author: Revolusi Rindu

Arabella Qaseema, wanita dewasa berumur 24 tahun. Sesuai dengan namanya yang cantik, Arabella memiliki paras yang cantik dan imut. Tapi sayang, ia sulit mendapatkan pasangan. Setiap bulan yang berganti, bergulir disetiap harinya. Arabella, selalu berharap akan ada seorang pria yang akan datang untuk melamar.

"Hilal jodoh belum terlihat. Jadi nunggu hilal dulu. Nanti ya, kalau enggak Sabtu, ya Minggu,"

"Kalau diundang, aku gak mau ngasih kado. Hari minggu gini KUA-nya tutup,"

"Memang mau nyariin calon buat aku?"

"Besok ya, kalau enggak hujan. Aku cariin satu."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Revolusi Rindu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hutang

Udara malam ini hawanya terasa sangat gerah, seorang pria paruh baya tengah duduk di teras depan rumah, menikmati hamparan bintang yang berkelap-kelip menampilkan cahaya.

Malam yang larut waktu menunjukkan pukul sepuluh malam. Pria paruh baya itu memengangi dadanya yang berdenyut sakit terasa ngilu dan sesak.

Ada keresahan yang menjerat dan membelenggu, kecemasan ini disebabkan karena putri pertamanya yang belum bertemu jodoh.

Umur yang sudah setengah abad, dan sering sakit-sakittan sering teringat akan kematian.

Padahal jodoh, rezeki, dan maut sudah ada yang mengatur. Tapi mau bagaimana, diumur Pak Haidar yang sudah rentan, ia selalu teringat dengan kematian.

Teringat hutang cicilan panci yang belum lunas, diwarung perempatan depan gang jalan rumah ada tukang perabotan. Satu bulan lalu, Pak Haidar mengkredit panci. Panci yang lama sudah bolong.

"Besok harus dilunasi! Takutnya keburu mati."

Dalam hati Pak Haidar langsung mengucap istigfar, kenapa saat mencemaskan putrinya ia malah teringat hutang.

Seorang wanita berkerudung putih dengan raut wajah mengantuk keluar dari dalam rumah, terlihat wajah cantik nan imut itu sangat mempesona.

"Ayah, lagi ngapain?"

Pak Haidar menoleh, terlihat Arabella. Wanita sholehah yang terkenal dengan suara merdu saat melantunkan ayat suci Al-Qur'an.

"Didalam panas, Ayah kegerahan!"

Pak Haidar tersenyum lebar hingga kedua matanya menyipit, padahal kulit wajahnya sudah keriput apalagi dibagian rambut yang sudah tumbuh uban.

Didepan rumah ada kursi bambu, terlihat lapuk dan kumuh. Keduanya beralih duduk disana dengan berdempetan.

"Kan ada kipas angin, emang mati lagi?"

Mengingat kipas angin yang sudah rusak, sering mati membuat Arabella mendengus kesal. Kasihan Ayahnya kepanasan, mau beli yang baru tapi selalu dilarang Ayah.

Pak Haidar tidak menjawab, toh Arabella sudah tahu kenapa alasannya.

"Besok aku gajian, nanti beli yang baru."

"Jangan! Mending uangnya pake bayar utang."

Kedua mata Arabella yang bulat semakin membuat saat mendengar kata hutang. Sejak kapan Ayahnya punya hutang. Arabella tidak mengetahui itu, padahal kalau ada apa-apa Ayahnya selalu bilang.

Tiba-tiba saja jantungnya berpacu dengan cepat, bagaimana kalau Ayahnya berhutang banyak sampai jutaan bahkan sampai milyaran.

Berpikir menjual ginjal demi hutang Ayah mungkin akan lebih baik dari pada menjadi anak durhaka. Apalagi Arabella sangat tidak mau melihat Ayahnya sendiri terlilit hutang.

TIDAK! Arabella menggeleng cepat lalu menatap sang Ayah yang menatap kearahnya.

"Ayah punya hutang?"

Pak Haidar menganguk, "Iya punya. Mau bayar tapi uang Ayah habis buat beli obat. Jadi kamu bayarin, takutnya Ayah mati menanggung beban hutang kreditan panci."

Hah, syukurlah. Arabella bernapas lega sekarang. Mengira Ayahnya punya hutang banyak ternyata dugaannya salah, berencana menjual ginjal ternyata sangat menakutkan.

"Iya nanti aku bayarin. Ayah jangan mati dulu, akukan belum nikah. Kalau Ayah mati nanti walinya siapa,"

Eh, Ayah malah melotot. Arabella memberenggut takut. Apa ia salah bicara? Bukannya benar, kalau Ayahnya mati siapa yang akan menjadi wali nikahnya nanti.

"Dasar kamu ini! Kamu berharap Ayah mati"

"Bukan. Ayah anu emm... bukan gitu."

Arabella menunduk dalam-dalam takut melihat Ayahnya yang terlihat kesal padahal maksud Arabella bukan begitu.

Dengan ragu Arabella kembali berkata "Besok aku bayarin hutang panci Ayah."

Berusaha mengalihkan pembicaraan demi terhindar dari kekesalan Ayah mungkin akan lebih aman dan tentram.

Baru saja Pak Haidar ingin bicara tapi teriakan seseorang mengalihkan perhatian keduanya.

"Assalamualaikum, semuanya." Teriak seorang perempuan seraya berlari mendekati Arabella dan Pak Haidar.

"Wa'alaikumsalam."

Perempuan itu adalah adik Arabella anak kedua Pak Haidar. Siapa lagi kalau bukan Anabella Azura, wanita imut ini selalu saja cerewet dan tidak bisa diam. Sikapnya berbeda dengan Arabella yang pendiam dan anggun, apalagi Arabella sangat pemalu tidak seperti Anabella yang barbar.

Anabella sendiri berumur 21 tahun, kuliah disalah satu universitas ternama dikotanya.

Berbeda dengan Arabella yang tidak pernah dekat dengan pria. Anabella malah sering bergunta ganti pasangan. Bahkan minggu lalu, Anabella baru saja mengadakan reuni para mantan. Katanya untuk menjalin silaturrahmi.

Tidak sampai sana saja, bahkan diaplikasi hijau Anabella memiliki beberapa grup kumpulan para mantan.

"Kamu habis dari mana jam segini baru pulang?" Tanya Pak Haidar dengan khawatir.

"Lah Ayah lupa, kan aku abis ngaji bareng sama ibu-ibu."

Arabella menutup mulutnya menahan tawa seraya mengalihkan pandangnya, kejadian seperti ini selalu terjadi sangat lucu apalagi melihat adiknya cemberut.

Pak Haidar menyipitkan kedua matanya, merasa kurang percaya dengan ucapan Anabella.

"Kamu enggak pergi sama laki-laki kan Ana?"

Dahi Anabella berkerut, mengapa Ayahnya tidak percaya padahal sehabis isya Ayahnya sendiri yang menyuruh dirinya untuk ikut pengajian ibu-ibu dimesjid sebelah.

"Enggaklah Yah. Jam segini aku anti laki-laki."

1
Tata google
trus apa ana juga bukan gadis miskin dan rendahan.. apalagi anak seorang pela**r kok bisa2 ngomg ke ara kayak gitu..
Rachma Linggar
deg deg an dapet,, endingnya happy semangat berkarya terus 😍
Tamirah
cerita sampai episode ini keren.
tinggal menunggu prahara sang bunda nya hafiz lanjut....!
Tamirah
ceritanya.menarik yg diharap dr pembaca novel tentu happy ending
Lala Japoung
sabarrr
Dewi Susanti
lumayan menghibur
Marwa
assalamualaikum kak, bagus ceritanya semangat up ya,jgn lupa mampir di novelku juga ya.
~``Miss you
haisssh Sampek merinding baca ny

Masya Allah...
~``Miss you
gemeshhhh bangeeet
~``Miss you
haisshhhh
~``Miss you
Masya Allah, huhu mau banget kek gini ya Allah...😭🤣
~``Miss you
Masya Allah... langka bat yg kek beginian hiks
~``Miss you
huhu Masya Allah... Masya Allah...😭🤧
~``Miss you
melamar kyamuuu

🤣
~``Miss you
ciaaah kesempatan ae nih babang kapten wkwk
~``Miss you
huhu semoga lancar rencananya hiks
~``Miss you
dan saya takut akan rasa sakit ny hiks
~``Miss you
cocok sangaaaat 🔥
~``Miss you
gk bisa, halal kan dulu🤭😆🤣
~``Miss you
yaaaah huhu, dahlah hiks
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!