The Greatest Fear
Petang itu aku sangat gembira. Senyum senantiasa mengembang di bibirku. Bagaimana tidak, pihak HRD mengabari bahwa Hasna Lestari lulus dalam psikotes dan interview di salah satu perusahaan di Bekasi.
0
0
Different (Part 1)
Embun itu terus membuat tatapan Keyzie kosong, French toast yang dilapisi selai cokelat hazeulnut impor yang dibeli Papa-nya ketika berkunjung ke Australia tak kunjung habis, angin yang memakan kehang
0
0
Sudut Pandang Tuhan
“Ahh berantakan semuanya, semua gara-gara kamu jadi istri nggak becus…! Coba kemarin papa nggak ngursin acara perpisahan kamu pasti nggak bakalan begini. Nangis lagi…!!! Bisanya cuma nangis aja.” Bent
0
0
Karir
Namaku ayu, manusia normal seperti perempuan pada umumnya, suka ngrumpi, mencari banyak kenalan, hangout saat sepi kerjaan, rutin setiap hari update story whatsapp, masak dan bersih-bersih sudah menja
0
0
Hutang dan Janji
“Assalamualaikum” Terdengar suara salam dari balik pintu, tepat setelah Sakila melakukan gerakan salam ke kiri, dengan masih terduduk di atas sajadahnya lengkap dengan mukena yang masih melekat di tub
0
0
Bekerja Di Sekolah
Masa lulus SMA telah tiba, Aku merasa gugup dan canggung untuk melangkah kemana setelah lulus SMA ini. entah mau melanjutkan ke dunia pendidikan yang lebih tinggi di bangku kuliah atau memilih bekerja
0
0
Kupu Kupu
Aku punya satu kupu-kupu, Parasnya sangat indah. Karena aku hanya memiliki satu kupu-kupu, maka kupu-kupu itu sangat berharga bagiku. Parasnya memang sangat cantik, tetapi dia lemah, dia selalu ingin
0
0
Liburan Santai di Pantai
Hari ini hari Minggu, hari dimana aku biasa tidur tiduran. Akan tetapi, aku terbangun dari tempat tidurku. “Kringgg… Kringgg… Kringgg” bunyi alarm akhirnya membangukanku dari tidurku. Aku pun terbangu
0
0
Yang Terbuang
Pagi itu gerimis, seorang perempuan saat pulang pengajian ikut temannya, seorang lelaki dengan kendaraan mobil mewah. Turun dari mobil, nampak suaminya sedang membersihkan rumput di halaman rumahnya.
0
0
Desa Itu Mengasyikkan
Hari Minggu besok. Merupakan Hari dimana aku bersama keluargaku libur ke tempat kakek dan nenekku di desa. Ekspresiku sangat biasa mendengarnya. Karena bayanganku, di desa tidak ada yang menyenangkan.
0
0
Sesal Yang Tak Terobati (Part 1)
“Maafkan aku ayah.” ucapku dalam hati. Orang-orang mulai meninggalkan pemakaman ini satu persatu, mereka berusaha tersenyum ketika menyalamiku. Sebagian orang memeluk dan menepuk-nepuk pundakku berusa
0
0
Waktunya Sudah Habis
Ara duduk diatas karang yang cukup besar pada tepian pantai, kakinya memainkan butiran pasir gelap dengan perlahan. Wajahnya tak bersinar, baru kali ini ia terlihat begitu suram. Sorot matanya sendu,
0
0
Mahkota Surga Untuk Ibu
Rembulan mulai hadir menemani senyapnya malam, bintang pun turut ikut serta menghiasi langit nan gelap gulita. Aku duduk di teras menunggu sang malaikat hati kembali. Hati ini sangat risau mengkhawati
0
0
Ketika Ibuk Pulang
Saya akhirnya bertemu Ibuk. Setelah sekian lama. Saya rindu sekali. Setelah sekian lama. Beliau berada tepat di hadapan saya. Setelah sekian lama. Saya masih sama. Masih tetap jadi putri mungilnya. Sa
0
0
Aksara Cinta Tanpa Tinta (Part 2)
Sesampainya di rumah aku meminta maaf pada ibu, “Maaf yah bu, Jinan udah buat ibu khawatir, dan pergi begitu saja tanpa mendengar penjelasan ibu dan om Surya,” aku memeluk ibu sambil menangis. “Iya na
0
0
Senyuman Hitam Dibalik Ketidakadilan Semesta
Tangis haru menyeruak memenuhi kediaman rumah john. Semua orang sangat sedih atas kepergian john. John adalah sosok laki-laki yang selalu berusaha untuk membuat orang-orang disekitarnya merasa bahagia
0
0
Malaikat Moga Bersayap
Beberapa tahun yang lalu aku datang ke bumi, melangkah menyusuri daerah pedesaan di timur. Dan di ujung jalan kutemui rumah di sebelahnya sebuah kebun. Dan kutemui seseorang yang bekerja sampai kelela
0
0
Usaha dan Cita Cita
Pukul 3 pagi, ayam-ayam telah berkokok dengan bersautan, Mak rum segera bergegas bangun dari tempat tidurnya dan melangkahkan kakinya ke ruangan samping beliau tidur untuk membangunkan suaminya Pak Ha
0
0
Melawan Harapan Keluarga
“Pokoknya aku gak mau ma” Aku pun pergi menuju ke kamarku, rasanya lelah setiap kali aku harus bertemu lalu beradu mulut dengan Mama, aku tahu tujuannya untuk membantuku tapi sebagai remaja yang selal
0
0
Pahlawan Hati
“bun aku menang dalam olimpiade kabupaten loh bun, bunda harus lihat ini” dengan penuh semangat dan senyum yang mengembang di pipinya dan menyodorkan piagam ke bundanya. “bunda sibuk kamu keluar dulu
0
0