Jangan Bawa Maksiat Dimari!
Malam di Jakarta tidak pernah benar-benar tidur. Cahaya lampu merkuri memantul di aspal basah sisa hujan sore tadi. Bang Maman, seorang pria asli Rawabelong dengan kumis melintang yang rapi, sedang me
0
2
ART TKW BERKAMAR DI WC
Laras menyeka peluh yang bercucuran di dahi dengan punggung tangan yang mulai kasar. Di tangannya, sebuah sikat lantai masih menari-nari di atas ubin marmer yang mengilap. Apartemen di kawasan Mid-Lev
0
1
Perempuan Pilihan Papa
Lantai marmer rumah mewah itu berkilau tertimpa cahaya lampu kristal, tapi suasana hati Bram jauh dari kata terang. Ia duduk di sofa kulit dengan kaku, seperti terpidana mati yang menunggu ketukan pal
0
1
Blue for you 🥀
langit sore ini begitu gelap, awan-awan gelap mulai bergantungan dan perlahan mulai menangis deras,udara dingin kian menusuk lapisan -lapisan kulit. sepasang mata sibuk mengamati air hujan yang turu
0
1
Di Hari Ketika Langit Jatuh
Langit tidak runtuh dengan suara yang gemuruh— tetapi ia runtuh dalam kesunyian. Retakan menjalar di udara seperti urat-urat kaca, memantulkan cahaya pucat yang menyayat mata. Abu turun seperti salju
0
2
Lazuardi Abadi
Sara adalah seorang dokter koas dari sebuah PTN ternama di Jakarta. Malam itu adalah tugas pertamanya di RSUD Bakti Mulia. Hampir seperempat jam dia mematut-matutkan diri di depan cermin dengan mengen
0
1
Musim Gugur di Daegyo
Seoul di Oktober adalah hamparan warna jingga dan emas nan lembut, namun bagi Kim Da-eun, kota ini hanyalah deretan angka tagihan yang tak pernah habis. Di sebuah toko roti kecil bernama Gureum yang b
0
1
Dinyatakan Meninggal di Gunung Salak
Namaku Fajar Pradana. Atau setidaknya, itu nama yang masih kuingat ketika aku bangun pagi itu di kamar kosku yang lembap dan sempit di daerah Dramaga. Jam di dinding menunjukkan pukul 05.47. Tubuhku
0
3
Sentuhan yang ku rindukan
Sebelum memulai ceritanya, Aku ingin bertanya pada kalian semua. Pernah kah kalian merasakan perasaan yang tidak asing ketika melihat seseorang yang bahkan kalian sendiri tidak mengenalnya? Entah s
0
0
Luka Tak Berdarah
Sore itu, langit Jakarta sewarna memar. Ungu kehitaman, seolah semesta pun sedang menahan rasa sakit yang luar biasa. Aku duduk di kursi kayu di teras rumah yang dulu penuh dengan aroma melati dan taw
0
1
Pesta Yang Berakhir Tragis
Malam itu, kota metropolitan Jakarta seakan tidak pernah tidur. Setidaknya bagi penghuni griya tawang di lantai 54 itu, tidur adalah konsep bagi orang-orang medioker yang harus mengejar kereta pagi. D
0
1
Codex Magdalena
Perpustakaan Vatikan selalu terasa seperti ruang antara dunia—bukan sekadar tempat menyimpan buku, melainkan makam sunyi bagi ide-ide yang terlalu berbahaya untuk mati dan terlalu hidup untuk diakui.
0
1
Bayang di Cermin Chao Phraya
Namanya dahulu Anurak Phanich, lelaki tulen dari distrik Nonthaburi yang tubuhnya tegap dan sorot matanya tajam seperti mata burung elang yang melintas di atas Sungai Chao Phraya. Ia anak kedua dari p
0
2
Ketika Kamboja Mekar di Kuburan Negeri Kamboja
Negeri Kamboja, 1975. Langit Phnom Penh berwarna kelabu ketika tentara berpakaian hitam memasuki kota. Mereka menyebut diri Angkar—organisasi tanpa wajah, tanpa nama, tanpa Tuhan. Rakyat dipaksa kelu
0
1
Senja di Tegalrejo
Tegalrejo, 1825. Angin sore menyapu ladang tebu dan padi yang menguning, membawa aroma tanah basah dan keringat para petani. Di kejauhan, azan Magrib mengalun lembut dari langgar kecil beratap rumbia
0
1
Saat Langit Afrika Selatan Terbelah
Soweto, 1986. Langit Afrika Selatan selalu tampak seperti kaca retak—biru yang terbelah oleh garis-garis tak terlihat, seperti negeri itu sendiri. Di satu sisi, papan bertuliskan Whites Only berdiri
1
1
Darah Di Bawah Sajadah
Bagian II – Yang Dikubur Tidak Pernah Diam Subuh itu datang dengan suara azan yang sumbang. Bukan dari masjid. Tapi dari arah hutan. Ayesha berdiri kaku di ambang kamar. Ayyash terbaring pucat. Na
0
1
Hello Kitty di Kamar 304
Bagian III – Tanpa Mulut Farel sudah mati. Tidak ada yang berani menyentuh tubuhnya. Darah tipis mengalir dari pelipisnya, kontras dengan lantai kayu terang. Pita merah kecil di dahinya terlihat se
0
1
Hello Kitty di Kamar 304
Bagian II – Yang Paling Bersalah Tidak ada yang tidur malam itu. Nadine sadar sekitar lima belas menit setelah pingsan. Wajahnya pucat seperti kertas yang terlalu lama direndam air. Tasya terus meme
0
1
Ikhlas Dengan Takdir
"Katakan kalau semua ini tidak benar! Pasti hasil pemeriksaan itu salah. Mana mungkin aku mengidap penyakit kanker rahim stadium tiga?" Andira histeris saat baru mengetah
2
3