Di Antara Jam yang Terhenti
Hujan turun sejak sore, rintiknya kecil namun rapat, seperti seseorang yang sengaja memperlambat waktu. Jalanan basah memantulkan cahaya lampu kota, sementara aroma tanah dan aspal menyatu di udara. A
0
4
Mereka yang Tidak Pernah Paling Keras
--- Judul: Mereka yang Tidak Pernah Paling Keras Hello, Reader— cerita ini bukan tentang yang paling kuat, tapi tentang mereka yang bertahan dengan caranya sendiri. Happy reading 🤍 --- Cheryl s
0
0
Gerimis di sudut ingatan
Malam itu, ia kembali. Bukan sebagai badai yang mengobrak-abrik tidurku, melainkan sebagai gerimis yang lembut dan samar, persis seperti yang selalu kurindukan di tengah kemarau. Mimpi itu bukanlah
0
2
MASUK KE DUNIA FANTASI
Mezz menatap layar ponselnya dengan wajah yang tidak menunjukkan emosi sama sekali. Tangannya yang ramping melayangkan jari telunjuk untuk menggulir halaman komik fantasi yang tengah dibacanya. Di seb
0
0
DENTANG KE DUA BELAS
Langit sore itu tampak kelabu, seperti enggan memberi cahaya. Hujan baru saja reda, meninggalkan aroma tanah basah yang meresap di udara. Mobil berhenti di depan rumah tua bercat krem pudar, dengan pa
0
1
Ibadah
Seperti biasa, setiap setelah Asar. Anak-anak di kampung kami pergi mengaji. Begitupun setelah Subuh dan Magrib. Tiba-tiba, suara tegas namun penuh rayuan terdengar. "Dek Anjani cantik! Cepet banget
0
2
Kiat-kiat Mengikuti Event Menulis
// Cerpen ini adalah hasil sharing session di Ruang Author Sabtu 02-12-2023 pukul 19.30 bersama Author Syahz // Teman-teman tahu, ya, di sini setiap rentang waktu tertentu pasti ada event menulis, en
4
107
Membangun Habit Menulis
[ Cerpen ini merupakan hasil sharing session "Membangun Habit Menulis" bersama HK — iya betul, itu saya sendiri — di Ruang Author. Siapapun yang membaca cerpen ini, semoga bermanfaat, yaaa ] Dalam b
15
111
Tips Jitu Mendongkrak Retensi
Hai, Authorians! Cerpen ini merupakan rekapan dari hasil sharing session di Ruang Author dengan topik "Tips Jitu Mendongkrak Retensi" bersama Author Syahz pada Sabtu 13 Januari 2024, 19.00. Selamat M
13
103
Suara yang menemani diam(2)
--- Lanjutan Cerpen Suara yang menemani diam Sudut Pandang: Aretha Hello, Reader— kali ini ceritanya tidak datang dari diam, tapi dari sarkas yang terlalu sering disalahpahami. Happy reading 🤍
6
2
Akar yang Menolak Langit
Tidak semua hujan turun untuk menyelamatkan. Di tanah utara Benua Ralindra, hujan sering datang tanpa aba-aba. Kadang hanya rintik yang membuat debu lengket di telapak kaki, kadang badai yang menghapu
2
5
Dialog di Ujung Waktu
Tidak ada suara terompet di sini. Di Ruang 402, suara pergantian tahun bukanlah ledakan kembang api atau sorak-sorai massa yang menghitung mundur, melainkan bunyi ritmis dari mesin elektrokardiogram.
0
5
MENULIS LUKA, MELUKIS ARAH PULANG
Rumah, bagi sebagian orang, adalah kata yang hangat. Ia disebut dengan senyum, dikenang sebagai pelukan, dan disimpan sebagai tempat paling aman untuk pulang. Di sanalah kisah-kisah dibagi, tawa tumbu
3
9
MARKONAH & ZIKRI : JAMKOS YANG MENCEKAM
Bel berdering, Markonah dan Zikri bergegas menuju kelas XI-2. Hari ini jadwalnya Informatika, mata pelajaran yang sangat dihindari Markonah. Namun, senyumnya merekah saat mendengar kabar guru Informat
0
2
Suara yang Menemani Diam
Suara yang Menemani Diam Hello, Reader— selamat datang di cerita tentang diam, sarkas, dan suara yang terlalu keras. Happy reading 🤍 Rosetta terbiasa dengan keheningan. Ia menyukai pagi tanpa sap
6
2
Hujan Bulan November
Aku berlari menuju sebuah kedai dipinggir jalan. Bulan September ini cuaca mulai mendung. Hujan mulai turun meskipun tidak deras amat. Kadang pagi ini cerah dan nanti sore hujan sampai malam. Burukny
0
1
"Dendam Kesumat Sampai Alam Kubur"
Dendam Kesumat Sampai Alam Kubur: Awal Mula Petaka Bab I: Tatapan Penuh Benci Desa Sukamaju, sebuah tempat yang seharusnya damai, menyimpan sisi gelap di balik keramahan semu warganya. Di sana hidupla
0
2
SUATU HARI TANPA MAX
Aneh, rasanya hampa. Sudah seratus hari sejak kepergian Max, Salsa masih merasakan kehilangan. "Max dulu ada di sini, dia menatapku sambil mendengarkan celotehku tentang mama dan kakak yang egois." Sa
0
1
Abadi
Aku kira aku sudah cukup kuat. Nyatanya tidak. Seseorang mengirimkan fotomu— kau tersenyum, berdiri di samping perempuan lain. Aku tidak tahu siapa dia bagimu. Dan aku terlalu pengecut untuk bertanya
2
1
JALAN TAPAKAN HIDUP ( p i l i h a n )
Manusia adalah makhluk yang paling sempurna. Mereka diberi akal untuk berpikir, emosi, nafsu, bahkan pilihan untuk memilih jalan yang ingin mereka lalui. Dalam kehidupan, manusia itu berbeda
2
18