REMBULAN MENENUN MIMPINYA YANG INDAH
«“Tiap-tiap impian selalu melahirkan seorang penenunnya sendiri. Sialnya, tak pernah ada penenun yang diizinkan pulang untuk kembali menjadi manusia.” — Legenda Desa Wairana» Malam itu, cakrawala te
0
0
🕊 AYAH TAK PERNAH PULANG🥀
🕊 AYAH TAK PERNAH PULANG🥀 Bab 1 — Janji Sebelum Senja Langit mulai berubah jingga ketika matahari perlahan tenggelam di balik perbukitan. Angin sore berembus lembut melewati rumah-rumah sede
0
1
TARIAN JIWA MATI
Bab 1: Gerimis di Lapangan Sekolah Sekolah ini memiliki aroma yang khas, sesuatu yang tidak akan bisa kau temukan di gedung perkantoran modern atau pusat perbelanjaan. Ini adalah perpaduan antara deb
0
0
Tersesat
BAB 1: DUNIA YANG SELALU CERAH Sejak kecil, Ana adalah definisi kebahagiaan itu sendiri. Wajahnya selalu berseri dengan senyum yang tak pernah hilang, matanya berbinar seperti bintang yang tak pern
0
1
Luka Tak Berdarah
Rumah sakit itu selalu berbau sama: campuran antara cairan karbol, aroma obat-obatan generik, dan keputusasaan yang menguap pelan di udara. Bagi Dokter Rania, lorong-lorong bangsal kelas tiga adalah p
0
1
Harapan baru untuk Elara
Napasnya memburu, keluar sebagai uap putih di tengah udara malam yang menusuk tulang. Hutan itu gelap gulita, hanya diterangi kilatan petir yang menyambar sesekali, memperlihatkan bayangan pohon-poho
0
1
Panggil Aku Ketika Sampai di Rumah
Suara dering telepon dari ponsel Bapak selalu punya ritme tersendiri di rumah kami. Itu bukan nada dering standar pabrikan yang kaku, melainkan sebuah lagu daerah lama yang nyaring dan diputar dengan
0
1
Di Lembah Seraphov
Salju turun tanpa henti di St. Petersburg, membungkus kubah-kubah emas katedral dalam selimut putih yang sunyi dan dingin. Di dalam gubuk kayu kecil berdinding tebal di pinggiran kota, perapian berjel
0
1
GENZ JEDING
UJIAN NASIONAL VS PUSH RANK Senin pagi, XI-2 kayak abis tawuran sama logika. Bu Dwi “Anak-anak, minggu depan Ujian Nasional. Ini penentu masa depan! Belajar!” BAYU ngacung sambil ngupil. “BU!
0
1
GENZ JEDING
Part 1 MISI PENYELAMATAAN Suasana kelas XI-2 pagi itu layaknya medan perang yang membeku. Di papan tulis, **Pak Yahya**, guru matematika yang kumisnya saja sudah cukup membuat
0
2
Kiat-kiat Mengikuti Event Menulis
// Cerpen ini adalah hasil sharing session di Ruang Author Sabtu 02-12-2023 pukul 19.30 bersama Author Syahz // Teman-teman tahu, ya, di sini setiap rentang waktu tertentu pasti ada event menulis, en
4
114
Membangun Habit Menulis
[ Cerpen ini merupakan hasil sharing session "Membangun Habit Menulis" bersama HK — iya betul, itu saya sendiri — di Ruang Author. Siapapun yang membaca cerpen ini, semoga bermanfaat, yaaa ] Dalam b
17
118
Tips Jitu Mendongkrak Retensi
Hai, Authorians! Cerpen ini merupakan rekapan dari hasil sharing session di Ruang Author dengan topik "Tips Jitu Mendongkrak Retensi" bersama Author Syahz pada Sabtu 13 Januari 2024, 19.00. Selamat M
15
106
JALAN TAPAKAN HIDUP ( p i l i h a n )
Manusia adalah makhluk yang paling sempurna. Mereka diberi akal untuk berpikir, emosi, nafsu, bahkan pilihan untuk memilih jalan yang ingin mereka lalui. Dalam kehidupan, manusia itu berbeda
3
20
Bisikan Terakhir
Kabut tebal masih menggantung pekat di sela-sela pucuk pohon matoa ketika Bayu melangkah keluar dari bilik bambu tempat tinggalnya. Udara pagi di Distrik Yigi, sebuah lembah terpencil yang dipaguri pe
0
1
Pasrah di Atas Sajadah
Sore itu, langit di atas permukiman padat terasa begitu pekat, seakan sengaja menahan mendung agar hawa panas terperangkap di bumi. Di dalam rumah sederhana berdinding cat yang sudah mulai mengelupas,
0
1
Terikat Cinta
Salju tipis mulai turun membalut jalanan berbatu di Altstadt Zurich, menyelimuti deretan bangunan berarsitektur Gotik dengan lapisan putih yang dingin. Di balik jendela kaca sebuah kafe kecil di tepi
0
2
Senja di Pantai Kuta
“Aku harus pergi meninggalkan kota ini,” ucap Dewi pelan, memecah keheningan sore. Bram menoleh. Tatapannya penuh harap, seolah berharap kalimat berikutnya akan membatalkan semua yang baru saja ia de
0
2
REMBULAN MENENUN MIMPINYA YANG INDAH
«“Tiap-tiap impian selalu melahirkan seorang penenunnya sendiri. Sialnya, tak pernah ada penenun yang diizinkan pulang untuk kembali menjadi manusia.” — Legenda Desa Wairana» Malam itu, cakrawala te
0
1
Dalam Naungan Bayangan Ophelia
Umpama bunga forget-me-not yang tumbuh di tepi jurang, keindahan nama itu sering kali membawa beban seberat takdir yang membelenggunya. Di sebuah sudut perpustakaan kuno bertembok kayu jati di kota Ba
0
1