Do Not Disturb
Gue selalu mikir kalau hidup itu kayak playlist Spotify yang dicurasi dengan rapi. Sejak kecil, track hidup gue isinya cuma lagu-lagu indie yang chill. Ekonomi keluarga stabil, bokap punya bisnis bare
0
1
Sarwendy Gunung Kawi (Extra Part)
Satu tahun setelah malam runtuhnya imperium "Aura Luxury", sisa-sisa kejayaan Sarwendy tidak lebih dari sekadar legenda urban yang membusuk di sudut-sudut internet. Pengadilan telah menyita seluruh as
0
1
Sarwendy Gunung Kawi (Part Terakhir)
Malam yang mengurung lantai delapan puluh griya tawang alias penthouse mewah milik Sarwendy tidak lagi terasa seperti bagian dari kota Jakarta. Di luar jendela kaca antipeluru yang menjulang tinggi, l
0
1
Sarwendy Gunung Kawi (Part 5)
Mentari pagi yang muncul di balik kabut polusi Jakarta tidak membawa kehangatan bagi Sarwendy. Di dalam Penthouse lantai delapan puluh yang kini terasa seperti sangkar emas yang pengap, ia menatap bay
0
1
Sarwendy Gunung Kawi (Part 4)
Malam jahanam di rumah aman itu kian menderu. Tubuh Nur di atas ranjang kayu meliuk-liuk ekstrem dalam posisi yang tidak masuk akal bagi anatomi manusia normal; tulang punggungnya melengkung ke atas h
0
1
Sarwendy Gunung Kawi (Part 3)
Keheningan lantai delapan puluh penthouse mewah milik Sarwendy malam itu mendadak pecah bukan oleh suara angin gunung, melainkan oleh getaran konstan dari lusinan gawai pintar yang diletakkan di atas
0
1
Sarwendy Gunung Kawi (Part 2)
Sepuluh tahun telah berlalu sejak nisan terakhir dari keluarga kandung Sarwendy tertanam di tanah pemakaman, dan selama satu dekade itu pula, nama "Aura Luxury" tidak lagi sekadar menjadi merek kosmet
0
1
Sarwendy Gunung Kawi
Malam itu, lereng Gunung Kawi tidak menyisakan ruang bagi udara hangat. Kabut tebal turun seperti tirai putih yang menelan pepohonan beringin tua, menyembunyikan akar-akar raksasa yang mencengkeram ta
0
1
Namaku Raina Amelia Putri
Sekolah ini memiliki aroma yang khas, sesuatu yang tidak akan bisa kau temukan di gedung perkantoran modern atau pusat perbelanjaan. Ini adalah perpaduan antara debu semen yang menempel di dinding-din
0
0
𝙈𝙞𝙧𝙞𝙥 𝘼𝙠𝙪?
𝘽𝘼𝘽 11 𝙏𝙞𝙜𝙖 𝙊𝙧𝙖𝙣𝙜, 𝙎𝙖𝙩𝙪 𝙈𝙚𝙟𝙖 𝘽𝙚𝙡 𝙞𝙨𝙩𝙞𝙧𝙖𝙝𝙖𝙩 𝙗𝙚𝙧𝙗𝙪𝙣𝙮𝙞. "𝙏𝙚𝙣𝙜! 𝙏𝙚𝙣𝙜! 𝙏𝙚𝙣𝙜!" 𝙎𝙚𝙠𝙚𝙩𝙞𝙠𝙖 𝙨𝙚𝙡𝙪𝙧𝙪𝙝 𝙠𝙚𝙡𝙖𝙨 𝙢𝙚𝙣𝙟𝙖𝙙𝙞 𝙧𝙖𝙢𝙖𝙞. "𝙉𝘼𝙔!" "𝘼𝙮𝙤 𝙠𝙖𝙣𝙩𝙞𝙣!" "𝘽𝙚𝙣𝙩𝙖𝙧!" 𝙄𝙣𝙙𝙞𝙧𝙖 𝙢𝙖𝙨𝙞𝙝 𝙨𝙞𝙗𝙪𝙠 𝙢𝙚𝙢𝙖𝙨𝙪𝙠𝙠𝙖𝙣 𝙗𝙪𝙠𝙪 𝙠𝙚 𝙩𝙖𝙨. 𝙏𝙖𝙠 𝙨𝙖
0
0
3 gadis yang akhirnya berkumpul
∆§¶\\𝗛𝗮𝗽𝗽𝘆 𝗿𝗲𝗮𝗱𝗶𝗻𝗴\\∆§¶ 𝗕𝗔𝗕 𝟴 "𝗞𝗮𝗹𝗮𝘂 𝗖𝗮𝗽𝗲𝗸, 𝗜𝘀𝘁𝗶𝗿𝗮𝗵𝗮𝘁." 𝗕𝗲𝗹 𝗶𝘀𝘁𝗶𝗿𝗮𝗵𝗮𝘁 𝗸𝗲𝗱𝘂𝗮 𝗯𝗲𝗿𝗯𝘂𝗻𝘆𝗶. "𝗧𝗘𝗡𝗚! 𝗧𝗘𝗡𝗚! 𝗧𝗘𝗡𝗚!" "𝗞𝗔𝗡𝗧𝗜𝗡𝗡𝗡𝗡!!" 𝗦𝗲𝗸𝗲𝘁𝗶𝗸𝗮 𝘀𝗮𝘁𝘂 𝗸𝗲𝗹𝗮𝘀 𝗯𝗲𝗿𝘂𝗯𝗮𝗵 𝗿𝗶𝗰𝘂𝗵. "𝗞𝗮𝗿𝗮!" 𝗜𝗻𝗱𝗶𝗿𝗮 𝗹𝗮𝗻𝗴𝘀𝘂𝗻𝗴 𝗺𝗲𝗻𝗴𝗵𝗮𝗺𝗽𝗶𝗿𝗶 𝗺𝗲
0
0
Gadis yang Menyimpan Segalanya
§¶//𝙃𝙖𝙥𝙥𝙮 𝙍𝙚𝙖𝙙𝙞𝙣𝙜//¶§ 𝗕𝗔𝗕 𝟰 𝗛𝘂𝗷𝗮𝗻 𝘁𝘂𝗿𝘂𝗻 𝘀𝗲𝗷𝗮𝗸 𝗽𝗮𝗴𝗶. 𝗦𝘂𝗱𝗮𝗵 𝗵𝗮𝗺𝗽𝗶𝗿 𝗱𝘂𝗮 𝗯𝘂𝗹𝗮𝗻 𝘀𝗲𝗷𝗮𝗸 𝗸𝗲𝗰𝗲𝗹𝗮𝗸𝗮𝗮𝗻 𝗶𝘁𝘂. 𝗥𝘂𝗺𝗮𝗵 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗱𝘂𝗹𝘂 𝗽𝗲𝗻𝘂𝗵 𝘁𝗮𝘄𝗮... 𝗞𝗶𝗻𝗶 𝘁𝗲𝗿𝗮𝘀𝗮 𝗯𝗲𝗴𝗶𝘁𝘂 𝘀𝘂𝗻𝘆𝗶. 𝗝𝗮𝗺 𝗺𝗲𝗻𝘂𝗻𝗷𝘂𝗸𝗸𝗮𝗻 𝗽𝘂𝗸𝘂𝗹 𝟬𝟰.𝟰𝟱. 𝗬𝘂𝗺𝗶 𝗺𝗲𝗺𝗯𝘂𝗸
0
0
Rumah yang Tak Pernah Sama
¶\\𝘏𝘢𝘱𝘱𝘺 𝘙𝘦𝘢𝘥𝘪𝘯𝘨\\¶ 𝘽𝘼𝘽 1 𝙅𝙖𝙢 𝙢𝙚𝙣𝙪𝙣𝙟𝙪𝙠𝙠𝙖𝙣 𝙥𝙪𝙠𝙪𝙡 05.47 𝙥𝙖𝙜𝙞. "𝙆𝘼𝙆 𝙉𝘼𝙔! 𝘽𝘼𝙉𝙂𝙐𝙉! 𝙉𝘼𝙉𝙏𝙄 𝙏𝙀𝙇𝘼𝙏!" 𝙎𝙪𝙖𝙧𝙖 𝙞𝙗𝙪𝙣𝙮𝙖 𝙩𝙚𝙧𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙧 𝙙𝙖𝙧𝙞 𝙗𝙖𝙬𝙖𝙝. 𝘿𝙞 𝙖𝙩𝙖𝙨 𝙠𝙖𝙨𝙪𝙧, 𝙨𝙚𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙜𝙖𝙙𝙞𝙨 𝙢𝙖𝙨𝙞𝙝 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙜𝙪𝙡𝙪𝙣𝙜 𝙨𝙚𝙡𝙞𝙢𝙪𝙩 𝙨𝙖𝙢𝙗𝙞𝙡 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙜𝙚𝙧
0
1
Tips Jitu Mendongkrak Retensi
Hai, Authorians! Cerpen ini merupakan rekapan dari hasil sharing session di Ruang Author dengan topik "Tips Jitu Mendongkrak Retensi" bersama Author Syahz pada Sabtu 13 Januari 2024, 19.00. Selamat M
15
106
Kiat-kiat Mengikuti Event Menulis
// Cerpen ini adalah hasil sharing session di Ruang Author Sabtu 02-12-2023 pukul 19.30 bersama Author Syahz // Teman-teman tahu, ya, di sini setiap rentang waktu tertentu pasti ada event menulis, en
4
114
Membangun Habit Menulis
[ Cerpen ini merupakan hasil sharing session "Membangun Habit Menulis" bersama HK — iya betul, itu saya sendiri — di Ruang Author. Siapapun yang membaca cerpen ini, semoga bermanfaat, yaaa ] Dalam b
16
117
Menyudut untuk menyendiri
Hari itu ternyata hari terakhir untuk kita. Sejenak meluapkan segala hal yang menyesak didada. Tanpa pesan tanpa kata, hanya diam seperti karang yang kokoh ditengah samudra Membius keheningan. Bersama
1
6
MAUNG
Tersebutlah di kampung kecil yang bernama Cupak yang penduduknya masih percaya pada keberadaan maung alias harimau jelmaan. Konon katanya itu adalah jelmaan leluhur yang kembali datang untuk menjaga a
38
44
Tanah Terkutuk #2: Amis yang Menolak Bilas
Sembilan tahun berlalu. Jeruji besi yang dingin tidak mampu membersihkan bau darah dari ingatan Joko. Namun, hukum manusia terkadang terlalu longgar. Atas dalih berkelakuan baik dan menyerahkan diri
0
6
Rintihan Jiwa Tanpa Nama
Mereka menamainya ketenangan, aku menamainya pelupaan. Ibu tidak pernah tahu bahwa di balik dinding rahim yang hangat itu, aku sempat memiliki detak jantung yang berdegup kencang seperti genderang kec
5
4