Viana Cloria Arsen, seorang pengusaha di bidang kecantikan dan fashion, karena kesibukan nya, Dia tidak tertarik untuk menikah sampai orangtuanya menikahkan nya dengan seorang pemuda yang masih ABG.
Rama Prayetno
Seorang ABG yang dewasa, cerdas, dan baik
Dia memutuskan menerima pernikahan nya dengan Viana yang dia ketahui sebagai wanita keras kelapa Serta arogan.
Bisakah Rama mencintai Viana, menerima keburukan Viana, dan mengubah sifat egois dan keras kepala nya?
Seperti apa Pernikahan mereka, mampukah mereka menyatukan perbedaan usia yang terpaut jauh serta karakter yang berbanding terbalik!
Ayo kita ikuti perjalanan cinta mereka!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vhia azaira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PERJALANAN
Di dalam perjalanan, Rama tidak bisa bisa berkonsentrasi membawa mobilnya, dia ingin segera menghubungi Viana, ke kota mana Vi, pergi dengan siapa, berapa lama.
aiishh Rama mengacak rambutnya.
mobil berhenti dipinggir jalan, semua yang didalam binggung melihat Rama keluar mobil, membuka pintu samping menarik Ivan keluar.
" Kenapa Ram, Lo mau ninggalin gue dijalan, oke-oke gue ngakuk salah, gue memang tadi Bayangi body bini Lo, gak lagi dehhhh. jangan tinggalin gue" Ivan memasang wajah memelas dengan gaya memohon melihat Rama menariknya keluar.
plaaakkk, kepala Ivan dipukul Rama kuat.
" awas Lo ya berani ngebayangin vi, bawa mobil sekarang, gue gak bisa konsentrasi" ucap Rama.
" helehh.. gue pikir apaan, Kalau tau cuman tuker nyetir, ogah gue ngakuk" balas Ivan.
" mau sampai kapan debat" ucap Romi memajukan kepalanya mendekati kedua orang yang duduk didepan.
" berisik kera" dorong Ivan ke belakang, dan cepat menjalankan mobilnya.
....
Vi sudah berada di dalam mobil, membaca berkas-berkas penting yang akan di cek di cabang perusahaan nya.
wajah Vi sangat masam, aura negatif sudah nampak, amarah nya pun mengebu-gebu.
Masuklah dua wanita yang duduk di kursi depan, dan menjalankan mobilnya.
" gimana Vi, sudah ada titik terang," tanya Sisi sambil membawa tablet nya yang berisi laporan hasil penggelapan dana dan memberikan nya pada Viana.
Sisi dan Clara menelan ludahnya yang terasa pahit melihat mata Viana.
" kalian sudah bereskan masalah perusahaan yang akan kosong selama dua hari" tanya Vi.
" beres Nona, semua aman terkendali, dipastikan tidak akan ada kesalahan" balas Clara dengan percaya diri.
5 jam mereka di perjalanan, akhirnya sampai di perusahaan di kota xxxx, Vi masuk dengan wajah datar tanpa ekspresi, dan itu lebih menakutkan dari pada Viana melemparkan berkas ke depan muka, seperti akan ada aura amukan, Jangan sampai ada pukulan.
Brrraaakkkk... pintu dibuka kasar dan sangat kuat, sebagai ungkapan amarah Vi.
Viana duduk di kursi didalam ruang rapat, ada 5 orang di ruangan tersebut, semuanya menunduk diam.
" berapa lama kalian kerja dengan saja?" tanya Vi.
" 10tahun nona" jawab mereka bersamaan.
" hebatnya, orang tersebut masih punya muka, berada di ruangan ini, sungguh memalukan" ucap Viana.
tokkk tokkk..
Clara berjalan membuka pintu, dan masuklah 2 pengacara mendekati Viana.
" polisi sudah ada diluar nona," ucap salah satu pengacara.
" yang merasa tidak bersalah, tatap mata saya." Teriak Viana dengan tatapan tajam.
5 orang tersebut memberanikan diri menatap Viana, dan mata mereka bertemu, Vi memandang kearah wanita yang berpenampilan biasa saja, seorang gadis yang pernah Vi tolong dulunya dan memberikan orang tersebut kesempatan merintis karir.
kini tubuh wanita tersebut bergetar, wajah memucat, tangannya dingin.
" bukan saya Nona" jawab Rose yang masih beradu pandang dengan Vi .
Dia langsung bangkit, dan melangkah keluar coba melarikan diri, dan Viana bangkit mengambil handphone nya, dan poooaarr hp dilempar pas di kepala Rose, Sisi dan dan Clara, hanya bisa mengedipkan mata, sedangkan yang lainnya menunduk menahan nafas.
handphone berhamburan, Sisi bergerak memunguti pecahan hp, dan Viana duduk kembali.
" siapa yang berani bermain-main dengan diriku, bersiaplah untuk hancur" ucap Vi tegas.
" finaaa" Vi memanggil dengan nada tinggi.
Fina yang replek langsung berdiri..
" iiyaaaa, ibu ibuuuu, hikss hikss hikss, saya Nona" Fina menjawab Vi sambil menagis, dia sudah tegang karena dia takut dengan orang yang marah.
Vi mengerutkan jidatnya, Cla menutup mulut menahan tawanya, sedangkan Sisi sudah berbalik badan agar tawanya tidak di lihat Vi.
" iisshh lebay banget Lo, di panggil aja nangis" ucap Viana.
" maaf atuh Nona, nadanya ketinggian, saya hampir jantungan" jawabnya.
" berani kami menjawab saya" nada Viana naik lagiii.
" iiyyaa Iyya nonnaa, saya tidak akan menjawab kalau nona tidak bertanya" jawab Fina ngebut dengan nada latah.
Semua yang di ruangan tersebut sedang menahan tawa, tapi tidak berani melepaskan tawanya, takut Vi ngamuk, Vi sudah bangkit tangannya sudah di angkat menunjuk wajah Fina dengan tunjuknya.
" mulai sekarang kamu yang pimpin perusahaan, terimakasih untuk kerjasama nya mengungkap kebusukan Rose" ucap Vi yang berlalu pergi.
Fina tersenyum, ternyata wanita kasar ini, tau cara berterima kasih dan memuji seseorang didepan orang lain, yang dia dengar Viana sosok yang sombong dan suka merendahkan.
...
Di puncak ada bis dan beberapa mobil sudah terparkir di depan villa.
" yyyeeee liburan" ucap Satya.
" ayoo gays kita turun" balas Ivan .
Semua yang di mobil Rama sudah turun, tapi Rama masih berusaha menghubungi Viana, tapi tidak aktif.
Rama keluar dari mobil membawa kopernya, masuk ke dalam villa.
" Ram, " sapa Chintya.
" tenyata kita satu villa ya, wahhh seneng deh, ayo masuk" ajak Chintya.
....
Masalah perusahaan selesai, walaupun uang tidak kembali, setidaknya Vi puas.
" Kita langsung pulang sekarang Vi" tanya Cla.
" yakin kalian mau pulang" tanya Vi mulai santai.
dua sahabat menoleh ke belakang melihat Vi sambil geleng-geleng, karena mereka belum berniat pulang.
" Vi sebaiknya kita ke puncak, kita nginep di villa perjalanan kesana hanya 1jam, udah lama kita gak liburan bertiga" ucap Sisi dengan mata yang berkedip-kedip.
" emmhhhh.. terserah, gue cuman butuh tempat istirahat, gue capek" Jawab Vi.
yyyeeee kita ke puncak teriak Sisi dan Clara...
....
Hari sudah sore, anak-anak yang liburan sore ini akan jalan-jalan melihat perkebunan teh yang tidak jauh dari villa, dan malamnya baru acara api unggun dan memanggang.
Udara di puncak sangat dingin, Rama dan teman-teman nya menggunakan jaket dan topi, begitupun Rama, tapi gaya penampilan Rama yang santai sangat memperlihat ketampanan nya. banyak sekali wanita yang mengagumi Rama, walaupun mereka tau Rama sudah menikah.
" oke semua sudah siap, jika jalan perlahan dan hati-hati karena jalannya berliku jangan saling mendorong, apa lagi tarik-tarikan" ucap Satya ketua regu dengan tawa.
hhuuuuuu.. suara mereka mengejek Satya.
Chintya tersenyum melihat Rama dan mendekati nya, lalu berjalan disamping Rama, di jalan Tya beberapa kali hampir terpeleset dan langsung memegang tangan Rama.
" sumpah, gue jijik banget liat ini nenek peot" ucap Reva.
" sama gue juga, pengen dorong biar jatuh ke jurang" balas Septi yang berjalan dibelakang Rama dan Chintya.
Rama berjalan dengan malas, dan risih dengan Chintya, dia tidak mau memberi harapan apopun karena dia sudah menikah, pikiran Rama fokus ke Viana, hatinya gelisah karena Vi tidak bisa dihubungi.
pengen cepat balik ke rumah, bertemu dan Vi, Rama sedikit menyesal tidak mengajak Vi.
....
yyaahhhh lanjut besok ya... heheheh.
terimakasih yang sudah baca...
terus coment yang kasih semangat, author suka banget bacanya, kalian membuat author semangat menulis. thank ya...
Jangan lupa like coment dan vote ya..
biar tambah lagi semangat..
da lama banget 🤭
YG BKIN ANEH JUGA BNYK, YUSUF YG AHLI BELADIRI MSH BSA TRLUKA.. MUSUH2NYA SLLU MNANG SLANGKAH, MSKI BISA DITUMPAS, TPI TRKESAN LAMBAT MMBASMI MUSUH..
TRUS, PRCINTAAN DN ROMANTIS2NYA GK MNGGREGET..