NovelToon NovelToon
Oh, My Rey

Oh, My Rey

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Cintamanis / Tamat
Popularitas:333.9k
Nilai: 5
Nama Author: din din

Cerita ini hanyalah karangan fiktif belaka, jika ada kesamaan tempat dan kejadian, berarti othor adalah cenayang yang hebat yang bisa menerawang. eyaaa ... canda kaleee.

Blurb:

"Eh ... asal loe tahu saja, mau ngambek mau nggak, gue tetep tampan kok!" kilah Rey.

"Kan kalau loe ngambek, loe nggak tampan Rey! Jadi jangan ngambek ya, biar tampan!" rayu Jihan lagi seraya mengerjapkan kedua matanya.

"Idih!! Loe bilang gue tampan juga nggak ikhlas buat apa?" timpal Rey.

"Ihh ... loe kok ngeselin sih! Kan gue udah nglakuin apa yang loe mau. Masa iya gara-gara gue salah sebut loe marah dan ga bantu gue, jahat loe!" rengek Jihan dengan mimik sedih dan kesal.


Rey yang di angkat adik oleh Julia sang mama dari Jihan, tidak pernah akur sedikitpun dengan gadis itu, bukan tak akur benci hanya tak akur karena belum saling mengerti.

Setting tempat bukan di indo ya, trus agama juga ga othor cantumin, takute nanti bertentangan dengan norma/ajaran yang ada, anggap aja ini cerita fiktif yang ada di dunia novel halu dan ga mungkin ada di dunia nyata.

Pict from Google, editing by Din Din

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon din din, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10- pemandangan langka

"ihh ... di kasih bola malah bengong," kelakar Jihan ketika melihat ekspresi Rey.

Rey yang terkejut memandangi bola ditangannya, ia tidak mengerti kenapa Jihan membongkar barang yang jelas-jelas sudah disimpan sangat lama itu.

Merebut bola dari tangan Rey, Jihan mendribel ke arah halaman samping meski tak selincah pemain profesional.

Rey tersenyum, dengan sedikit pincang dia menyusul Jihan yang mendribel bola sesekali.

Mendekat ke arah Jihan meski dengan kaki yang sakit, Rey merebut kembali bola yang ada di tangan Jihan. Mendribel pelan bak sedang bermain basket di pertandingan.

Terkejut dengan Rey yang merebut bola, tapi Jihan pun tersenyum karena bisa membuat pemuda itu mengikuti apa yang tengah ia lakukan.

"Rey, ayo kembalikan bolanya!" kata Jihan.

Rey yang membelakangi Jihan terus mendribel bola, menghalau Jihan dengan punggung dan satu tangan yang ia rentangkan.

Tidak ada kata ejekan atau emosi berlebih, hanya gelak tawa saling rebut bola. Jihan merebut bola kemudian bergantian Rey yang merebut bola lagi, saling mendribel meski tidak ada ring disana.

Andrew yang baru saja pulang terlihat heran karena Rey dan Jihan tampak akur. Terpaku, Julia ternyata sudah berdiri di samping Andrew.

"Pemandangan langka, kan!" ucap Julia mengambil tas dari tangan Andrew.

"Iya, bagaimana mereka bisa akur?" tanya Andrew balik.

"Entah! Tapi itu bagus," timpal Julia.

Merangkul Julia, Andrew meninggalkan kedua anak yang tengah bermain tanpa beban dan persaingan.

Teduduk, sepertinya Rey sudah tidak sanggup lagi. Keringat sudah bercucuran dari wajahnya, juga kondisi kakinya yang tidak memungkinkan untuknya bermain terlalu lama.

Mensejajari Rey, Jihan ikut duduk di sampingnya memandang langit yang mulai kemerahan.

"Main basket ternyata menyenangkan," ungkap Jihan dengan sedikit napas terengah-engah.

Mendengar kata Jihan, Rey terdiam dia menatap sebelah kakinya yang cidera. Dia rindu bisa bermain basket, karena dulu basket adalah hidupnya. Kini ia hanya bisa duduk di kursi penonton menyaksikan pertandingan.

Melihat Rey termenung, Jihan mengatupkan mulutnya. Ia jadi merasa bersalah melihat Rey sedih.

"Kaki loe, benar-benar tidak bisa di obatikah?" tanya Jihan menatap Rey.

Mendongakkan kepalanya menatap langit yang mulai gelap, Rey hanya tersenyum masam.

"Tulang retak sudah tidak bisa di obati, Je!" jawab Rey yang kemudian menatap Jihan.

Entah kenapa Jihan menjadi sedih, melihat Rey yang terlihat putus asa membuat dia merasa iba.

"Sudahlah! Sudah gelap, ayo masuk!" ajak Rey mengusap ujung kepala Jihan.

Dengan sedikit kesusahan, Rey berdiri perlahan kemudian meninggalkan Jihan yang masih duduk.

Gadis itu menatap Rey yang berjalan pincang, dalam hatinya tidak pernah ada niat untuk terus berkelahi dengan pemuda itu. Hanya entah kenapa sejak pertemuan pertama mereka ketika dia masuk ke rumah itu, Jihan selalu merasa kesal dengannya.

*

*

*

*

*

Hari-hari berikutnya Rey masih belum bisa pergi ke kampus, sedangkan Jihan masih tetap berangkat seperti biasa.

"Kak Rey belum sembuh, ya?" tanya Chika yang mensejajari langkah Jihan.

"Iya, ini sudah hampir seminggu. Lukanya parah ya!" imbuh Shelly.

Melirik ke kanan dan kiri dimana kedua temannya itu menghimpitnya, Jihan menghela napas kasar.

"Belum! Ada retakan di tulang pergelangan kakinya karena cidera lama," jawab Jihan.

"Apa?!" tanya Chika dan Shelly dengan sedikit berteriak.

Melirik ke kanan dan kirinya lagi, Jihan sekali lagi menghela napas kasar. Tanpa bicara Jihan melanjutkan langkahnya.

"Je! Nanti ajak kita kerumah, buat jenguk kak Rey, bolehkan?" tanya Shelly.

"Iya, Je! Kita mau lihat keadaan kak Rey!" timpal Chika.

Tidak menjawab, Jihan terus melangkah meninggalkan kedua temannya. Mereka pun mengejar Jihan yang sudah berjalan dulu.

*

*

*

*

*

*

Siang hari, Tisa yang sudah tahu rumah Rey pun pergi kesana untuk menjenguk pemuda itu.

"Siang, Tante! Saya Tisa, temannya Rey di kampus. Rey ada, Tante?" tanya Tisa ketika pintu rumah terbuka.

"Iya ada, duduk dulu ya. Tante panggilkan Rey," jawab Julia.

Tidak mempersilahkan masuk, Julia hanya meminta Tisa menunggu di kursi teras rumah.

Selang beberapa menit, Rey keluar menemui Tisa yang datang kesana sendiri.

"Eh ... loe kesini sendiri?" tanya Rey yang langsung duduk di kursi sebelah Tisa.

"Iya, Arya ada urusan jadi tidak bisa ikut. Bagaimana kakimu? Apa benar parah sampai kau tidak masuk beberapa hari?" tanya Tisa terlihat khawatir.

"Nggak juga. Mungkin Senin sudah bisa masuk," jawab Rey mengamati kakinya.

"Syukurlah," sahut Tisa.

Rey dan Tisa ngobrol biasa, juga membahas beberapa pelajaran yang tertinggal selama Rey izin.

*

*

*

*

Mobil Jihan memasuki gerbang ketika mobil Tisa keluar, menatap dari balik kaca mobil, Jihan terlihat tidak senang. Dia tahu itu Tisa karena gadis itu tidak menaikkan kaca jendela mobil.

"Eh ... itu bukannya cewek tempo hari, ya?" tanya Chika mengamati Tisa yang berada di mobil yang berpapasan dengan mereka.

"Ho oh, Chik!" sahut Shelly yang sama-sama mengamati.

Jihan hanya diam, tatapannya Terarah pada Rey yang berdiri di teras rumah mereka.

Rey tidak langsung masuk ketika melihat mobil Jihan masuk. Dalam hatinya bersyukur karena Tisa tidak bertemu dengan Jihan, kalau iya maka akan terbongkar jika mereka tinggal serumah.

"Kak Rey!" panggil Shelly begitu turun dari mobil.

Mereka berdua langsung menghampiri Rey serta memberondongi dengan pertanyaan. Rey sendiri tidak memperhatikan Chika dan Shelly, tatapannya terarah pada Jihan yang berjalan dengan ekspresi tidak senang.

Jihan langsung melewati ketiga orang yang berdiri di depan teras. Melempar tasnya ke sofa, Jihan langsung masuk dapur.

"Nenek! Masak apa?" tanya Jihan ketika melihat bibi May tengah didapur.

"Ada sup ayam, kamu lapar?" tanya bibi May.

"Lapar! Pengen makan orang!" jawab Jihan.

Bibi May mengernyitkan dahi, tidak mengerti dengan apa yang di ucapkan oleh Jihan.

Chika dan Shelly duduk diteras, sedangkan Rey menyusul Jihan ke dapur. Melihat Jihan makan kayak orang bar bar, Rey hanya geleng-geleng kepala.

Melihat Rey melintas kemudian membuka lemari pendingin, Jihan hanya meliriknya. Gadis itu tanpa mengunyah langsung saja menelan makanan yang masuk kemulutnya seakan sedang meluapkan emosi kepada makanan.

"Kalau makan tuh ya, pelan pelan saja. Jangan kek orang yang nggak makan setahun!" ledek Rey.

Menaruh tiga kaleng minuman di meja, Rey menatap Jihan yang sedang makan. Kedua tangannya bertumpu pada meja makan.

*

*

*

*

*

Gini guys, ni Author bikin cerita kek gini baru pertama kali guys, jadi kalo ada salahnya di maklumi ya guys, trus mohon bantuan like koment ya, biar author semangat. Taratengkyu 😘😘

*

*

*

*

*

*

*

*

*

*

...PENGUMUMAN...

...Buat para READERS...

Author mau minta tolong sama kalian

...Jadi gini, meski kalian belum sempet baca...

...Author minta tolong untuk di like dulu kalau Author up....

^^^Setelah itu bacanya nimbun Ampe banyak ga masalah, asal tiap hari di buka dan di like bab yang up^^^

...Udah gitu aja, Terimakasih atas bantuannya 😘😘🙏...

...*...

...*...

...*...

Follow Ig Othor dong, Othor bakal ada pengumuman penting di Akhir bulan, Thank u🙏🙏

1
Ney 🐌
Rey jd cwo hrs cool,, jgn tp tp, sm php
🔵Ney Maniez
jgn galak galak nnt bucin 🤭🤭
🔵Ney Maniez
aku mampir
Raffi
thorr iih gokil bgt u asli gua ngakak 🤭🙈🙈🤭 setdaaah..
Nurwana
jgn marah marah Jason, jgn sampai Thu jodohmu.🤭🤭🤭🤭🤭
retno prabandari
Rey. romantis.......jadi pingin muda lagi. 😁😁
retno prabandari
Wee Rey cemburu akut ..😁😁
retno prabandari
salut buat Jason.....bisa melepas orang yg dicintai
Just Rara
akhirnya happy jg mereka☺️☺️
Just Rara
lah idah tamat,blm tau kehidupan mereka setelah menikah 🥺🥺
Just Rara
akhir mereka menemukan pasangan masing2 walaupun chika hrs LDR'an☺️☺️
Just Rara
akhirnya jeje dilamar juga sm rey😍😍
Just Rara
sepertinya selly berjodoh dgn sam ni,tp baguslah jadi rey gak bakalan cemburu lg sm dia😄😄
Just Rara
nah benarkan si chika mau pi dah ke australia ikut ayahnya😔
Just Rara
pasti si chika disuruh milih ikut ibu atau ayahnya deh
Just Rara
untung aja si jeje jujur sama sam,klu gak bisa berabe urusannya😜😜
Just Rara
nah si chika dapat brondong tu😄😄
Just Rara
walah si rey diduluin sama jason ni nikahnya😬
Just Rara
😄😄😄chika....ni lucu ya,mudah2an ntar km ketemu lg ya sm tu cwok chik
Just Rara
waduh ternyata si sam masih blm nyerah juga buat ngedapatinbcinta dari jihan😏😏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!