NovelToon NovelToon
SANG PENGUKIR JIWA

SANG PENGUKIR JIWA

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:474
Nilai: 5
Nama Author: Bajing33

Ji Ming, murid luar Sekte Puncak Elang Hitam yang dianggap sampah karena "Meridian Kosong" — kondisi langka yang membuatnya tak bisa merasakan qi seperti kultivator normal — ditugaskan menjaga Makam Terlarang di pinggiran sekte: tempat relik-relik Perang Boneka Jiwa, bencana ratusan tahun lalu yang nyaris menghancurkan seluruh dunia kultivasi, disegel selamanya.
Saat Hari Peringatan Perang Boneka, segel melemah. Ji Ming menemukan ruang tersembunyi berisi fragmen kesadaran terakhir seorang Grandmaster Pengukir Jiwa — bukan reinkarnasi, hanya sisa tekad yang nyaris punah, cukup untuk mewariskan Manual Sang Pengukir Pertama sebelum lenyap selamanya. Meridian Kosong yang selama ini dihina ternyata justru syarat paling langka untuk jalur ini: kekuatan dari jiwa, bukan qi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bajing33, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10: Jalan ke Selatan

Pagi setelah pertarungan, Su Mei mengumpulkan mereka semua di meja kayu sederhana yang sama tempat ia pertama kali menceritakan kisahnya, tapi kali ini dengan sebuah peta usang tergelar di antara mangkuk-mangkuk bubur yang mengepul.

"Aku tidak bisa lagi berpura-pura jadi wanita tua penyendiri," Su Mei berkata, jarinya menelusuri garis-garis peta yang mulai pudar dimakan usia. "Begitu Han Lie melapor pada Tetua Kang, ia akan tahu ada Tetua Sekte Pengukir Jiwa yang masih hidup, bersembunyi di desa kecil ini. Cepat atau lambat, mereka akan kembali dengan kekuatan yang jauh lebih besar."

"Jadi kita harus pergi," Yun Xia menyimpulkan.

"Kita harus pergi, dan kita harus bergerak lebih dulu daripada mereka." Su Mei menunjuk sebuah titik di peta, jauh di sebelah selatan, mendekati wilayah pegunungan yang ditandai dengan simbol-simbol kuno yang tak Ji Ming kenali. "Reruntuhan sekte lama kami ada di sini, tersembunyi di lembah yang dikelilingi pegunungan curam. Kalau dugaanku tentang wadah jiwa Mo Yan benar, jawabannya kemungkinan besar ada di sana—arsip lama, catatan tentang apa yang sebenarnya terjadi pada faksinya sebelum pemusnahan."

"Bukankah itu berbahaya?" Ji Ming bertanya. "Kalau memang ada sesuatu yang berbahaya di sana—"

"Semua yang berharga itu berbahaya, Nak. Pertanyaannya bukan apakah berbahaya, tapi apakah kita cukup siap menghadapinya." Su Mei menatapnya dengan tatapan yang campuran antara kekhawatiran seorang guru dan keyakinan seorang mantan pemimpin. "Tapi kau benar untuk berhati-hati. Sebelum ke reruntuhan, kita akan singgah dulu di satu tempat—rumah seorang kenalan lama yang mungkin masih menyimpan informasi lebih jelas daripada ingatanku sendiri yang sudah tiga puluh tahun tak diperbarui."

"Siapa dia?"

"Namanya Old Bo." Su Mei tersenyum kecil, dan untuk pertama kalinya sejak mereka tiba, ada nada hangat dalam suaranya yang tak terkait dengan kesedihan masa lalu. "Kebetulan, atau mungkin bukan kebetulan sama sekali, dia orang yang sama yang disebut Yun Xia beberapa hari lalu—pengrajin boneka biasa yang pernah berguru pada seseorang yang 'terlalu aneh untuk jadi pengrajin normal'. Gurunya itu adalah kakakku sendiri, yang menghilang tanpa jejak setelah pemusnahan, dan tak pernah kutemukan lagi sampai sekarang."

Yun Xia menatap Su Mei dengan mata melebar. "Aku tidak pernah tahu itu. Old Bo hanya bilang gurunya menghilang, tak pernah cerita alasan sebenarnya."

"Karena dia sendiri mungkin tidak sepenuhnya tahu," Su Mei berkata pelan. "Tapi kalau gurunya masih hidup, atau setidaknya meninggalkan sesuatu sebelum menghilang, itu bisa jadi petunjuk berharga."

Persiapan keberangkatan berlangsung cepat—desa kecil itu tak punya banyak yang bisa mereka bawa selain bekal seadanya dan beberapa lembar kain hangat untuk perjalanan pegunungan yang akan datang. Para penduduk desa, yang sebagian besar tak menyadari kekacauan semalam, hanya melihat Su Mei berpamitan pada beberapa tetangga dekat dengan alasan sederhana: kunjungan keluarga jauh yang sudah lama tertunda.

Xiao Mu dan Xiao Yu, kini terbiasa berjalan berdampingan, tampak seperti sepasang saudara yang saling menjaga—Xiao Mu yang lebih besar dan tenang, Xiao Yu yang lincah dan selalu waspada terbang mengitari rombongan kecil mereka.

Saat mereka akhirnya meninggalkan gerbang desa menuju jalan selatan, Ji Ming menoleh sekali lagi ke arah Sungai Tenang yang mulai menjauh di belakang mereka—tempat yang baru beberapa hari ia kenal, tapi sudah memberinya lebih banyak daripada delapan belas tahun hidupnya di Puncak Elang Hitam: pengetahuan tentang siapa dirinya sebenarnya, sekutu yang mempertaruhkan diri untuknya, dan untuk pertama kalinya, arah yang jelas untuk dituju.

"Berapa lama perjalanan ke rumah Old Bo?" ia bertanya, menyesuaikan langkah dengan Su Mei yang, meski sudah tua, berjalan dengan kecepatan yang mengejutkan.

"Empat hari, mungkin lima kalau cuaca tidak bersahabat." Su Mei menatap langit yang mulai mendung di kejauhan selatan. "Cukup waktu untukmu melanjutkan latihan sambil berjalan, dan cukup waktu untukku memikirkan cara terbaik menjelaskan pada Old Bo bahwa gurunya yang hilang punya adik yang selama ini bersembunyi sebagai tabib desa."

Jauh di atas mereka, tak terlihat oleh siapa pun dalam rombongan kecil itu, seekor burung gagak hitam bertengger di dahan pohon tertinggi, matanya yang berkilau aneh—terlalu cerdas untuk burung biasa—mengikuti gerak-gerik mereka dalam diam sebelum akhirnya terbang tinggi ke arah selatan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!